Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Warga Agar Lebih Bijak dan Tak Mudah Terprovokasi

Terkait Adanya Pelaku yang Diduga Melakukan Pengintaian ke Salah Satu Ponpes

Angga Purwanda

Minggu, 11 Februari 2018 - 22:50 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - MASYARAKAT diimbau untuk lebih bijak  dan tidak mudah terprovokasi dalam menanggapi setiap isu atau pemberitaan yang beredar di dunia maya.

Hal itu diungkapkan Kapolres Cianjur AKBP Soliyah SIK, MH saat menanggapi beredarnya isu orang gila yang diduga menyerang salah satu pondok pesantren di wilayah Kecamatan Bojongpicung, Sabtu (10/2/2018).

Soliyah menegaskan, tidak ada aksi penyerangan oleh orang atau kelompok manapun terhadap pondok pesantren di wilayah Kecamatan Bojongpicung yang ramai beredar di media sosial. “Isu tersebut tidak benar, berdasarkan hasil pemeriksaan terduga pelaku memang memiliki gangguan mental, ini sesuai dengan pernyataan dari pihak keluarga terduga pelaku,” tegas Soliyah, kepada wartawan, Minggu (11/2/2018).

Soliyah menjelaskan, setelah dilakukan komunikasi secara mendalam, ternyata pelaku tidak bisa kooperatif. Selain itu pihak pondok pesantren pun tidak membuat laporan lantaran sudah memaklumi kondisi pelaku yang memang mengalami gangguan jiwa.

Menurutnya, terkait beredarnya isu orang gila yang diduga menyerang ke pesantren, dirinya mengharapkan masyarakat tidak mudah terprovokasi. Sebab, tutur Soliyah, fenomena tersebut menjadi peluang untuk oknum yang ingin situasi saat ini tidak kondusif, terlebih mendekati momentum pemilihan kepala daerah.

“Masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah informasi yang beredar, apalagi yang dapat memicu perdebatan atau konflik. Pastikan kebenaran setiap informasinya, tidak begitu saja percaya apalagi mneyebarkan isu yang berkembang di media sosial,”  tuturnya.

Soliyah menyebutkan, pihaknya melalui Polsek Bojongpicung telah melakukan musyawarah antara pimpinan pondok pesantren dengan keluarga dari terduga pelaku. “Kedua belah pihak, baik pondok pesantren maupun keluarga terduga pelaku sudah bermusyawarah dan saling memaafkan dengan kejadian tersebut,” ucap Soliyah.

Sementara itu, Dodo alias Maya (30) ditangkap warga setelah kedapatan mencuri di salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Kampung Cijeruk, Desa Neglasari, Kecamatan Bojongpicung, Sabtu (10/2/2018). Diketahui pelaku merupakan warga Kabupaten Bandung Barat.

Awalnya pelaku tersebut diketahui masuk ke lingkungan ponpes sekitar pukul 03.00 WIB dengan menggunakan mukena. Warga yang tengah ronda pun curiga dengan perilaku pelaku, sehingga mengintai hingga ke dalam ponpes. Ternyata pelaku masuk ke salah satu kamar santri dan mengambil sebuah telepon seluler merk Sambung Lakota milik salah seorang santri di ponpes itu.

Setelahnya, warga pun mengepung kamar tersebut dan mengamankan pelaku. Tetapi, tindakan tersebut ramai dibicarakan di media sosial dan dikaitkan dengan isu pengintaian serta penyerangan terhadap ulama atau santri di ponpes dan tempat ibadah.

Isu yang saling dikaitkan itu bahkan sudah ratusan kali dibagikan. Apalagi dijelaskan jika pelaku tersebut diduga hanya pura-pura gila, lantaran bisa berkomunikasi dengan warga yang mengintrogasinya.

Disebutkan dalam postingan tersebut jika pelaku mengakui dirinya di perintahkan oleh seseorang. Namun, isu tersebut dibantah oleh pihak kepolisian. Adanya oknum yang mengintai komplek pesantren di Kecamatan Bojongpicung itu pun berita Hoax.

Terpisah, Kapolsek Bojongpicung, AKP Muhamad Nur, menuturkan, pihaknya sudah mempertemukan keluarga pelaku dengan pihak ponpes, salah satunya dengan menghadirkan Entis alia Otoy bin Kanta (40) yang merupakan kakak kandung Dodo alias Maya.

Dari keterangan keluarga, sejak kecil adiknya sudah menunjukan karakter yang tidak normal dan berbeda dengan  anak seusianya.  Saat usia 10 tahun adiknya pernah masuk sekolah SD Namun hanya bertahan satu hari dan dikembalikan oleh gurunya karena dianggap ada kelainan perilakunya.

Bahkan keluarga Maya pernah melakukan pengobatan kepada ahli hikmat dan dukun untuk mengobatinya, namun hasilnya nihil malah tambah tidak jelas.

Di usia 18 tahun, Maya sudah berani keluar atau lepas dari pengawasan orangtua, tempat tinggalnya pun dimana saja. "Jadi kesimpulannya Dodo alias Maya ini jarang pulang ke rumah, kesimpulannya sudah tidak bisa diurus keluarga," ungkap Kapolsek.

Diketahui dari penuturan keluarga, jelas Muhamad Nur, Dodo sering terdengar perilakunya yang suka mengambil barang baik yang ada di rumah ataupun di luar.  Sebab itu, warga diharapkan bisa lebih bijak, terlebih dengan klarifikasi tersebut. "Dengan adanya kejadian ini, Semoga warga Bojongpicung tetap tenang dan agar lebih hati-hati dalam menggunakan media sosial," pungkasnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 13 jam yang lalu

Masyarakatnya Masih Miskin Malah Bangun Gedung

TAK hanya melabrak aturan, Megaproyek Campaka dinilai sejumlah kalangan dibangun di saat kondisi kemiskinan di Cianjur cukup memprihatinkan.

Aktualita 13 jam yang lalu

Dirut RSUD Klaim Tak Ada Masalah

DIREKTUR Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, Ratu Tri Yulia mengaku sudah memenuhi panggilan penyidik Kepolisian Resor (Polres) Cianjur untuk dimintai keterangan.

Si Maung 15 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 15 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Bisnis Line 23/04/2018 18:30 WIB

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Aktualita 23/04/2018 08:00 WIB

Mimpi Besar Bupati yang Kontroversial

PEMINDAHAN ibu kota Cianjur ke wilayah Kecamatan Campaka rupanya merupakan rencana besar Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, setelah beberapa bulan berhasil menduduki tahta pemerintahan Kabupaten Cianjur.…

Aktualita 23/04/2018 07:55 WIB

Dunia Terbalik Ala Pemkab Cianjur

SETELAH heboh dengan Megaproyek Campaka yang melabrak aturan dan untuk pertama kalinya terjadi banjir di kawasan perkotaan, kini masyarakat Cianjur kembali dibuat heboh dengan adanya pemandangan pesawahan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 22/04/2018 20:05 WIB

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.