Rabu, 21 Februari 2018 | Cianjur, Indonesia

Warga Agar Lebih Bijak dan Tak Mudah Terprovokasi

Terkait Adanya Pelaku yang Diduga Melakukan Pengintaian ke Salah Satu Ponpes

Angga Purwanda

Minggu, 11 Februari 2018 - 22:50 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - MASYARAKAT diimbau untuk lebih bijak  dan tidak mudah terprovokasi dalam menanggapi setiap isu atau pemberitaan yang beredar di dunia maya.

Hal itu diungkapkan Kapolres Cianjur AKBP Soliyah SIK, MH saat menanggapi beredarnya isu orang gila yang diduga menyerang salah satu pondok pesantren di wilayah Kecamatan Bojongpicung, Sabtu (10/2/2018).

Soliyah menegaskan, tidak ada aksi penyerangan oleh orang atau kelompok manapun terhadap pondok pesantren di wilayah Kecamatan Bojongpicung yang ramai beredar di media sosial. “Isu tersebut tidak benar, berdasarkan hasil pemeriksaan terduga pelaku memang memiliki gangguan mental, ini sesuai dengan pernyataan dari pihak keluarga terduga pelaku,” tegas Soliyah, kepada wartawan, Minggu (11/2/2018).

Soliyah menjelaskan, setelah dilakukan komunikasi secara mendalam, ternyata pelaku tidak bisa kooperatif. Selain itu pihak pondok pesantren pun tidak membuat laporan lantaran sudah memaklumi kondisi pelaku yang memang mengalami gangguan jiwa.

Menurutnya, terkait beredarnya isu orang gila yang diduga menyerang ke pesantren, dirinya mengharapkan masyarakat tidak mudah terprovokasi. Sebab, tutur Soliyah, fenomena tersebut menjadi peluang untuk oknum yang ingin situasi saat ini tidak kondusif, terlebih mendekati momentum pemilihan kepala daerah.

“Masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah informasi yang beredar, apalagi yang dapat memicu perdebatan atau konflik. Pastikan kebenaran setiap informasinya, tidak begitu saja percaya apalagi mneyebarkan isu yang berkembang di media sosial,”  tuturnya.

Soliyah menyebutkan, pihaknya melalui Polsek Bojongpicung telah melakukan musyawarah antara pimpinan pondok pesantren dengan keluarga dari terduga pelaku. “Kedua belah pihak, baik pondok pesantren maupun keluarga terduga pelaku sudah bermusyawarah dan saling memaafkan dengan kejadian tersebut,” ucap Soliyah.

Sementara itu, Dodo alias Maya (30) ditangkap warga setelah kedapatan mencuri di salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Kampung Cijeruk, Desa Neglasari, Kecamatan Bojongpicung, Sabtu (10/2/2018). Diketahui pelaku merupakan warga Kabupaten Bandung Barat.

Awalnya pelaku tersebut diketahui masuk ke lingkungan ponpes sekitar pukul 03.00 WIB dengan menggunakan mukena. Warga yang tengah ronda pun curiga dengan perilaku pelaku, sehingga mengintai hingga ke dalam ponpes. Ternyata pelaku masuk ke salah satu kamar santri dan mengambil sebuah telepon seluler merk Sambung Lakota milik salah seorang santri di ponpes itu.

Setelahnya, warga pun mengepung kamar tersebut dan mengamankan pelaku. Tetapi, tindakan tersebut ramai dibicarakan di media sosial dan dikaitkan dengan isu pengintaian serta penyerangan terhadap ulama atau santri di ponpes dan tempat ibadah.

Isu yang saling dikaitkan itu bahkan sudah ratusan kali dibagikan. Apalagi dijelaskan jika pelaku tersebut diduga hanya pura-pura gila, lantaran bisa berkomunikasi dengan warga yang mengintrogasinya.

Disebutkan dalam postingan tersebut jika pelaku mengakui dirinya di perintahkan oleh seseorang. Namun, isu tersebut dibantah oleh pihak kepolisian. Adanya oknum yang mengintai komplek pesantren di Kecamatan Bojongpicung itu pun berita Hoax.

Terpisah, Kapolsek Bojongpicung, AKP Muhamad Nur, menuturkan, pihaknya sudah mempertemukan keluarga pelaku dengan pihak ponpes, salah satunya dengan menghadirkan Entis alia Otoy bin Kanta (40) yang merupakan kakak kandung Dodo alias Maya.

Dari keterangan keluarga, sejak kecil adiknya sudah menunjukan karakter yang tidak normal dan berbeda dengan  anak seusianya.  Saat usia 10 tahun adiknya pernah masuk sekolah SD Namun hanya bertahan satu hari dan dikembalikan oleh gurunya karena dianggap ada kelainan perilakunya.

Bahkan keluarga Maya pernah melakukan pengobatan kepada ahli hikmat dan dukun untuk mengobatinya, namun hasilnya nihil malah tambah tidak jelas.

Di usia 18 tahun, Maya sudah berani keluar atau lepas dari pengawasan orangtua, tempat tinggalnya pun dimana saja. "Jadi kesimpulannya Dodo alias Maya ini jarang pulang ke rumah, kesimpulannya sudah tidak bisa diurus keluarga," ungkap Kapolsek.

Diketahui dari penuturan keluarga, jelas Muhamad Nur, Dodo sering terdengar perilakunya yang suka mengambil barang baik yang ada di rumah ataupun di luar.  Sebab itu, warga diharapkan bisa lebih bijak, terlebih dengan klarifikasi tersebut. "Dengan adanya kejadian ini, Semoga warga Bojongpicung tetap tenang dan agar lebih hati-hati dalam menggunakan media sosial," pungkasnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 6 jam yang lalu

Pemkab Cianjur Diduga Serobot Lahan Kritis

PERKANTORAN baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka, diduga menyerobot lahan yang diperuntukkan kegiatan program Penanganan Lahan Kritis dan Sumber Daya Air Berbasis Masyarakat (PLKSDA-BM). Benarkah?

Aktualita 20/02/2018 08:00 WIB

Masyarakat yang Mana?

SETELAH diduga mencatut nama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, kini kantor baru Pemkab Cianjur di Campaka yang belum berizin, diklaim dibangun atas permintaan masyarakat Cianjur. Masyarakat yang…

Aktualita 19/02/2018 08:05 WIB

Kornas Jokowi Jabar Segera Lapor ke Kantor Staf Presiden

KORNAS Jokowi Jawa Barat, Isman Muslim mengancam akan melaporkan masalah pencatutan nama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang diduga dilakukan pejabat di lingkungan Pemkab Cianjur, ke Kantor…

Aktualita 19/02/2018 08:00 WIB

Cianjur Kabupaten Tanpa Aturan?

SELAMA beberapa pekan terakhir ini, masyarakat Cianjur disuguhkan kabar seputar tindak tanduk pejabat pemerintah Kabupaten Cianjur yang begitu ‘hebat’, hingga membuat berdecak ‘kagum’.

Cianjur Euy 19/02/2018 01:15 WIB

Rd Siti Jenab Diusulkan Jadi Pahlawan Nasionla

Pakar sejarah Jawa Barat Profesor Nina Herlina Lubis bersama Lutfi Yondri dari Dewan Cagar Budaya Jabar, mengusulkan nama Rd Siti Jenab menjadi pahlawan nasional ke Pemkab Cianjur.

Cianjur Euy 19/02/2018 01:15 WIB

Kapolda Jabar Resmikan Pembangunan Rumah Layak Huni di Cianjur

KAPOLDA Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto melakukan kunjungan ke wilayah hukum Polres Cianjur, Sabtu (17/2/2018).

Cianjur Euy 19/02/2018 01:13 WIB

Korem 061/SK Tanami Pohon Diwilayah Terdampak Longsor

Komando Resort Militer (Korem) 061 Suryakancana menanam bibit pohon akar wangi dan manii di wilayah yang terdampak bencana longsor di kawasan Puncak, Bogor. Pemilihan kedua bibit pohon itu, karena dianggap…

Cianjur Euy 19/02/2018 01:12 WIB

Waspadai Hoax Jelang Pilkada Serentak

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jawa Barat memaksimalkan patroli di dunia maya untuk menangkal munculnya pemberitaan bohong (Hoax, red) menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang…

Aktualita 15/02/2018 08:00 WIB

Masyarakat Ancam Laporkan Bupati ke Presiden

JELAS-jelas belum dilengkapi izin, namun pembangunan kantor baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka malah dianggap sebagai terobosan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, yang bertujuan untuk meningkatkan…

Aktualita 15/02/2018 07:55 WIB

Buruh Tani Cianjur Sambut Baik Lengsernya Iwan Cahmawan

Balai Pengembangan Benih Padi (BPBP) Cihea memasuki babak baru di tahun 2018 ini. Iwan Cahmawan yang selama 4 tahun lebih memimpin pengelolaan balai, akhirnya lengser dari jabatannya sebagai Kepala BPBP.