Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Wabup: Segera Laporkan Penderita Gangguan Jiwa

Pemkab Cianjur Akan Gratiskan Biaya Pengobatan Para Penderita

Angga Purwanda

Senin, 12 Februari 2018 - 22:50 WIB

Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman saat mengunjungi Panti Komunitas Sehat Jiwa (KSJ) di Desa Benjot, Kecamatan Cugenang, Senin (12/2/2018).
Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman saat mengunjungi Panti Komunitas Sehat Jiwa (KSJ) di Desa Benjot, Kecamatan Cugenang, Senin (12/2/2018).
A A A

Beritacianjur.com - WAKIL Bupati Cianjur, Herman Suherman mengimbau masyarakat untuk melaporkan penderita gangguan jiwa agar mendapatkan penanganan dan perawatan yang layak.

Sebab, jelas Herman, banyak masyarakat Cianjur yang menderita gangguan jiwa dan tidak mendapatkan penanganan dan perawatan yang layak. Bahkan, tidak sedikit yang mendapatkan perlakuan tidak manusiawi, seperti di pasung, di rantai, dan di kurung di alam kamar yang gelap.

“Jika memang ada keluarga atau tetangganya yang di pasung atau menderita gangguan jiwa jangan di diamkan segera bawa ke fasilitas kesehatan, seperti puskesmas dan rumah sakit. Semua biayanya akan kami gratiskan,” jelas Herman, saat ditemui di Pendopo Kabupaten Cianjur, Senin (12/2/2018).

Herman menyebutkan, pihaknya juga akan segera memanggil Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cianjur untuk membahas persoalan terkait penanganan penderita gangguan jiwa di Kabupaten Cianjur.

“Kami sangat mengapresiasi Komunitas Sehat Jiwa (KSJ) yang fokus menangani para penderita gangguang jiwa di panti yang mereka sediakan. Kami juga akan koordinasi dengan pimpinan (Bupati, red) agar dapat membantu komunitas tersebut,” ucapnya.

Herman menambahkan, pemkab juga akan membantu pembebasan para penderita gangguan jiwa yang dipasung oleh keluarganya dan melakukan edukasi sehingga tindakan pemasungan tidak dilakukan lagi.

Sementara itu, Relawan KSJ, Yuli Hendrika Sugiharti, mengungkapkan, perlu ada komitmen dari pemerintah dalam menangani persoalan penanganan penderita gangguan jiwa di Kabupaten Cianjur.

Yuli mengharapkan, fasilitas kesehatan, seperti dari puskesmas dan rumah sakit dapat menangani kasus darurat kejiwaan yang ada di setiap wilayahnya.

“Cianjur memang harus memiliki pusat pelayanan kesehatan jiwa. Sebab, penderita gangguan jiwa di Cianjur cukup banyak, mulai dari kategori biasa hingga berat,” ungkap Yuli.

Selain itu, Yuli menuturkan, diperlukan perubahan pola pandang masyarakat terhadap para penderita gangguan jiwa.“Selama pemahaman masyarakat masih minim terhadap penyakit gangguan jiwa, maka akan banyak ditemui kasus-kasus, seperti pemasungan yang dialami para penderita tersebut, karena mereka (penderita, red) dianggap merepotkan orang lain, atau sebagai aib keluarga,” tuturnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 13 jam yang lalu

Masyarakatnya Masih Miskin Malah Bangun Gedung

TAK hanya melabrak aturan, Megaproyek Campaka dinilai sejumlah kalangan dibangun di saat kondisi kemiskinan di Cianjur cukup memprihatinkan.

Aktualita 13 jam yang lalu

Dirut RSUD Klaim Tak Ada Masalah

DIREKTUR Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, Ratu Tri Yulia mengaku sudah memenuhi panggilan penyidik Kepolisian Resor (Polres) Cianjur untuk dimintai keterangan.

Si Maung 15 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 15 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Bisnis Line 23/04/2018 18:30 WIB

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Aktualita 23/04/2018 08:00 WIB

Mimpi Besar Bupati yang Kontroversial

PEMINDAHAN ibu kota Cianjur ke wilayah Kecamatan Campaka rupanya merupakan rencana besar Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, setelah beberapa bulan berhasil menduduki tahta pemerintahan Kabupaten Cianjur.…

Aktualita 23/04/2018 07:55 WIB

Dunia Terbalik Ala Pemkab Cianjur

SETELAH heboh dengan Megaproyek Campaka yang melabrak aturan dan untuk pertama kalinya terjadi banjir di kawasan perkotaan, kini masyarakat Cianjur kembali dibuat heboh dengan adanya pemandangan pesawahan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 22/04/2018 20:05 WIB

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.