Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Appdas Minta Pemerintah Perbaiki Tata Niaga

Angga Purwanda

Senin, 12 Februari 2018 - 22:48 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - PEMERINTAH diminta untuk memperbaiki tata niaga di daerah, menyusul belum jelasnya perputaran pemasaran maupun masukan ternak di Kabupaten Cianjur.

Hal itu, diungkapkan Ketua Asosiasi Pedagang Daging Domba, Ayam, dan Sapi (Appdas) Kabupaten Cianjur, Yayuk Sri Rahayu, kepada wartawan, Senin (12/2/2018). Yayuk menyebutkan, penjualan ternak terutama daging ayam masih dalam kondisi yang belum stabil.

Ketika pedagang disulitkan dengan penjualan daging ayam berharga tinggi, dikatakan Yayuk, mereka juga dipusingkan dengan pasokan daging ayam yang ternyata tetap berlangsung.

”Tentunya barang akan menumpuk, akibat tidak laku dan ditambah dengan pasokan yang terus berlangsung. Pasokan tersebut, biasanya berasal dari Tasikmalaya, Ciamis, dan Jawa. Padahal, seharusnya konsumsi daerah bisa dipenuhi oleh peternak lokal saja supaya persediaan tidak berlebih,” ungkap Yayuk.

Masih masuknya pasokan dari luar daerah itu, dijelaskan Yayuk, membuat peternak dan pedagang kelimpungan. Pasalnya, barang hingga saat ini kurang laku karena minat konsumsi yang dinilai rendah. Yayuk juga menilai, rencana wakil bupati untuk melakukan subsidi ayam belum berjalan dengan seharusnya.

”Sebelumnya dikatakan, kalau subsidi tersebut terkait peternak Cianjur memasok barang untuk konsumsi daerah saja. Tidak perlu ambil dari luar kota ataupun pengiriman ke Jakarta,” jelasnya.

Yayuk menilai, jika hal itu dapat dipenuhi kebutuhan daging ayam di Cianjur dapat terpenuhi. Selain itu, peternak ataupun pedagang tidak perlu kerepotan mendapatkan pasokan dari luar daerah. Apalagi, jika pada akhirnya barang tidak terjual karena saat ini pembelian menurun.

Bukan tanpa alasan, saat ini tidak sedikit pedagang yang terpaksa menjual kembali barang dagangan mereka yang tidak habis. Daging ayam sisa kemarin dibekukan, untuk kemudian dijual kembali dengan harga lebih rendah. Daging jenis itu, sering disebut sebagai daging beku yang tidak begitu laku di pasaran.

”Makanya, perputarannya harus jelas. Sekarang ini pedagang semakin terpuruk, omzet terus menurun tapi pasokan ayam berjalan terus,” ucapnya.

Yayuk menambahkan, kerugian sejauh ini memang tidak akan begitu terasa bagi pedagang partai 3 kwintal ke atas. Namun, bagi pedagang yang hanya menjual 50-70 kilogram daging ayam per hari, kerugian jauh lebih terasa.

Ia melanjutkan, salah satu penawaran pihak terkait melalui perusahaan yang bersedia memasok daging ayam untuk dijual pun tidak menjadi solusi terbaik. Soalnya, mayoritas pedagang tidak memiliki modal sehingga terkendala untuk mengambil barang dari perusahaan yang menerapkan sistem pembayaran tunai bukan hutang.

”Jadi kami juga terhambat, apalagi kami tidak punya jaminan. Kecuali, kalau pemerintah menjamin kami dulu, barang bisa datang dan kami tidak perlu kasbon,” kata Yayuk.

Besar harapan Yayuk sebagai wakil peternak dan pedagang, agar pemerintah bertindak lebih cepat. Terlebih, sejak beberapa hari terakhir penjualan tidak begitu baik setelah tertutupnya jalur Puncak. Permintaan dari hotel maupun restoran cenderung rendah, sehingga penjualan anjlok.

Selain itu, pemerintah juga terus diperingatkan mengenai broker pada distribusi daging ayam. Hingga saat ini belum ada solusi untuk menekan kehadiran broker yang sering disebut membuat harga daging ayam melonjak. Diharapkan, meskipun sulit ditiadakan, broker dapat menekan pengambilan keuntungan yang berlebihan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cianjur, Himam Haris mengatakan, persoalan broker memang belum teratasi sampai sekarang.

”Tapi kalau untuk ditiadakan sepertinya susah, sebaiknya dikurangi saja. Nah, silahkan broker-broker itu pergi saja keluar daerah, jangan jadi broker di Cianjur,” ujar Himam ditemui di Pendopo Cianjur.

Menurut Himam, seharusnya broker bisa memberikan kesempatan kepada perusahaan daerah untuk mengelola peternak dan perdagangan. Namun, untuk menindak broker, diperlukan juga kesiapan pihak peternak dalam rantai distribusi.

”Soalnya, peternak juga ada intervensi dan kontribusi broker. Jadi semuanya juga tergantung kesiapan mereka,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, pihak terkait akan terus memperbaiki tata niaga di Cianjur. Himam akan meminta Bumdes menyediakan kuota khusus perdagangan untuk peternak Cianjur, supaya perdagangan jauh lebih tertata dan jelas perputarannya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 13 jam yang lalu

Masyarakatnya Masih Miskin Malah Bangun Gedung

TAK hanya melabrak aturan, Megaproyek Campaka dinilai sejumlah kalangan dibangun di saat kondisi kemiskinan di Cianjur cukup memprihatinkan.

Aktualita 13 jam yang lalu

Dirut RSUD Klaim Tak Ada Masalah

DIREKTUR Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, Ratu Tri Yulia mengaku sudah memenuhi panggilan penyidik Kepolisian Resor (Polres) Cianjur untuk dimintai keterangan.

Si Maung 15 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 15 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Bisnis Line 23/04/2018 18:30 WIB

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Aktualita 23/04/2018 08:00 WIB

Mimpi Besar Bupati yang Kontroversial

PEMINDAHAN ibu kota Cianjur ke wilayah Kecamatan Campaka rupanya merupakan rencana besar Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, setelah beberapa bulan berhasil menduduki tahta pemerintahan Kabupaten Cianjur.…

Aktualita 23/04/2018 07:55 WIB

Dunia Terbalik Ala Pemkab Cianjur

SETELAH heboh dengan Megaproyek Campaka yang melabrak aturan dan untuk pertama kalinya terjadi banjir di kawasan perkotaan, kini masyarakat Cianjur kembali dibuat heboh dengan adanya pemandangan pesawahan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 22/04/2018 20:05 WIB

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.