Rabu, 21 Februari 2018 | Cianjur, Indonesia

Appdas Minta Pemerintah Perbaiki Tata Niaga

Angga Purwanda

Senin, 12 Februari 2018 - 22:48 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - PEMERINTAH diminta untuk memperbaiki tata niaga di daerah, menyusul belum jelasnya perputaran pemasaran maupun masukan ternak di Kabupaten Cianjur.

Hal itu, diungkapkan Ketua Asosiasi Pedagang Daging Domba, Ayam, dan Sapi (Appdas) Kabupaten Cianjur, Yayuk Sri Rahayu, kepada wartawan, Senin (12/2/2018). Yayuk menyebutkan, penjualan ternak terutama daging ayam masih dalam kondisi yang belum stabil.

Ketika pedagang disulitkan dengan penjualan daging ayam berharga tinggi, dikatakan Yayuk, mereka juga dipusingkan dengan pasokan daging ayam yang ternyata tetap berlangsung.

”Tentunya barang akan menumpuk, akibat tidak laku dan ditambah dengan pasokan yang terus berlangsung. Pasokan tersebut, biasanya berasal dari Tasikmalaya, Ciamis, dan Jawa. Padahal, seharusnya konsumsi daerah bisa dipenuhi oleh peternak lokal saja supaya persediaan tidak berlebih,” ungkap Yayuk.

Masih masuknya pasokan dari luar daerah itu, dijelaskan Yayuk, membuat peternak dan pedagang kelimpungan. Pasalnya, barang hingga saat ini kurang laku karena minat konsumsi yang dinilai rendah. Yayuk juga menilai, rencana wakil bupati untuk melakukan subsidi ayam belum berjalan dengan seharusnya.

”Sebelumnya dikatakan, kalau subsidi tersebut terkait peternak Cianjur memasok barang untuk konsumsi daerah saja. Tidak perlu ambil dari luar kota ataupun pengiriman ke Jakarta,” jelasnya.

Yayuk menilai, jika hal itu dapat dipenuhi kebutuhan daging ayam di Cianjur dapat terpenuhi. Selain itu, peternak ataupun pedagang tidak perlu kerepotan mendapatkan pasokan dari luar daerah. Apalagi, jika pada akhirnya barang tidak terjual karena saat ini pembelian menurun.

Bukan tanpa alasan, saat ini tidak sedikit pedagang yang terpaksa menjual kembali barang dagangan mereka yang tidak habis. Daging ayam sisa kemarin dibekukan, untuk kemudian dijual kembali dengan harga lebih rendah. Daging jenis itu, sering disebut sebagai daging beku yang tidak begitu laku di pasaran.

”Makanya, perputarannya harus jelas. Sekarang ini pedagang semakin terpuruk, omzet terus menurun tapi pasokan ayam berjalan terus,” ucapnya.

Yayuk menambahkan, kerugian sejauh ini memang tidak akan begitu terasa bagi pedagang partai 3 kwintal ke atas. Namun, bagi pedagang yang hanya menjual 50-70 kilogram daging ayam per hari, kerugian jauh lebih terasa.

Ia melanjutkan, salah satu penawaran pihak terkait melalui perusahaan yang bersedia memasok daging ayam untuk dijual pun tidak menjadi solusi terbaik. Soalnya, mayoritas pedagang tidak memiliki modal sehingga terkendala untuk mengambil barang dari perusahaan yang menerapkan sistem pembayaran tunai bukan hutang.

”Jadi kami juga terhambat, apalagi kami tidak punya jaminan. Kecuali, kalau pemerintah menjamin kami dulu, barang bisa datang dan kami tidak perlu kasbon,” kata Yayuk.

Besar harapan Yayuk sebagai wakil peternak dan pedagang, agar pemerintah bertindak lebih cepat. Terlebih, sejak beberapa hari terakhir penjualan tidak begitu baik setelah tertutupnya jalur Puncak. Permintaan dari hotel maupun restoran cenderung rendah, sehingga penjualan anjlok.

Selain itu, pemerintah juga terus diperingatkan mengenai broker pada distribusi daging ayam. Hingga saat ini belum ada solusi untuk menekan kehadiran broker yang sering disebut membuat harga daging ayam melonjak. Diharapkan, meskipun sulit ditiadakan, broker dapat menekan pengambilan keuntungan yang berlebihan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cianjur, Himam Haris mengatakan, persoalan broker memang belum teratasi sampai sekarang.

”Tapi kalau untuk ditiadakan sepertinya susah, sebaiknya dikurangi saja. Nah, silahkan broker-broker itu pergi saja keluar daerah, jangan jadi broker di Cianjur,” ujar Himam ditemui di Pendopo Cianjur.

Menurut Himam, seharusnya broker bisa memberikan kesempatan kepada perusahaan daerah untuk mengelola peternak dan perdagangan. Namun, untuk menindak broker, diperlukan juga kesiapan pihak peternak dalam rantai distribusi.

”Soalnya, peternak juga ada intervensi dan kontribusi broker. Jadi semuanya juga tergantung kesiapan mereka,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, pihak terkait akan terus memperbaiki tata niaga di Cianjur. Himam akan meminta Bumdes menyediakan kuota khusus perdagangan untuk peternak Cianjur, supaya perdagangan jauh lebih tertata dan jelas perputarannya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 6 jam yang lalu

Pemkab Cianjur Diduga Serobot Lahan Kritis

PERKANTORAN baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka, diduga menyerobot lahan yang diperuntukkan kegiatan program Penanganan Lahan Kritis dan Sumber Daya Air Berbasis Masyarakat (PLKSDA-BM). Benarkah?

Aktualita 20/02/2018 08:00 WIB

Masyarakat yang Mana?

SETELAH diduga mencatut nama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, kini kantor baru Pemkab Cianjur di Campaka yang belum berizin, diklaim dibangun atas permintaan masyarakat Cianjur. Masyarakat yang…

Aktualita 19/02/2018 08:05 WIB

Kornas Jokowi Jabar Segera Lapor ke Kantor Staf Presiden

KORNAS Jokowi Jawa Barat, Isman Muslim mengancam akan melaporkan masalah pencatutan nama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang diduga dilakukan pejabat di lingkungan Pemkab Cianjur, ke Kantor…

Aktualita 19/02/2018 08:00 WIB

Cianjur Kabupaten Tanpa Aturan?

SELAMA beberapa pekan terakhir ini, masyarakat Cianjur disuguhkan kabar seputar tindak tanduk pejabat pemerintah Kabupaten Cianjur yang begitu ‘hebat’, hingga membuat berdecak ‘kagum’.

Cianjur Euy 19/02/2018 01:15 WIB

Rd Siti Jenab Diusulkan Jadi Pahlawan Nasionla

Pakar sejarah Jawa Barat Profesor Nina Herlina Lubis bersama Lutfi Yondri dari Dewan Cagar Budaya Jabar, mengusulkan nama Rd Siti Jenab menjadi pahlawan nasional ke Pemkab Cianjur.

Cianjur Euy 19/02/2018 01:15 WIB

Kapolda Jabar Resmikan Pembangunan Rumah Layak Huni di Cianjur

KAPOLDA Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto melakukan kunjungan ke wilayah hukum Polres Cianjur, Sabtu (17/2/2018).

Cianjur Euy 19/02/2018 01:13 WIB

Korem 061/SK Tanami Pohon Diwilayah Terdampak Longsor

Komando Resort Militer (Korem) 061 Suryakancana menanam bibit pohon akar wangi dan manii di wilayah yang terdampak bencana longsor di kawasan Puncak, Bogor. Pemilihan kedua bibit pohon itu, karena dianggap…

Cianjur Euy 19/02/2018 01:12 WIB

Waspadai Hoax Jelang Pilkada Serentak

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jawa Barat memaksimalkan patroli di dunia maya untuk menangkal munculnya pemberitaan bohong (Hoax, red) menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang…

Aktualita 15/02/2018 08:00 WIB

Masyarakat Ancam Laporkan Bupati ke Presiden

JELAS-jelas belum dilengkapi izin, namun pembangunan kantor baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka malah dianggap sebagai terobosan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, yang bertujuan untuk meningkatkan…

Aktualita 15/02/2018 07:55 WIB

Buruh Tani Cianjur Sambut Baik Lengsernya Iwan Cahmawan

Balai Pengembangan Benih Padi (BPBP) Cihea memasuki babak baru di tahun 2018 ini. Iwan Cahmawan yang selama 4 tahun lebih memimpin pengelolaan balai, akhirnya lengser dari jabatannya sebagai Kepala BPBP.