Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Jalur Puncak Siap Digunakan

Proses Perbaikan Dipastikan tak Akan Terganggu Arus Lalulintas

Angga Purwanda

Selasa, 13 Februari 2018 - 22:03 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - PEMBUKAAN jalur (Open traffic) menuju Puncak dapat dilakukan, Kamis (15/2/2018) mendatang, meskipun pengerjaan di ambrolnya sejumlah ruas di kawasan Puncak Pass belum selesai.

Hal itu, diungkapkan Pelaksana Lapangan PT Wijayakarta, Riswandi, saat ditemui wartawan di lokasi perbaikan area Puncak Pass, Selasa (13/2/2018). Riswandi mengatakan, proses pengerjaan perbaikan ruas yang ambrol sedalam 18 meter di area tersebut, dipastikan tak akan terganggu meskipun jalur itu kembali dibuka.

“Pengerjaan tak akan terganggu, dan dapat terus dilanjutkan. Satu pertimbangan dibukanya jalur tersebut, yaitu weekend. Karena, akan banyak pelancong yang datang ke wilayah itu.Dipastikan lalu lintas dan proyek tidak menganggu satu sama lain,” kata Riswandi.

Riswandi menambahkan, saat ini pekerjaan memasuki tahap pemasangan pancang dan bronjong. Hanya saja, proses tersebut terkendala cuaca yang cukup ekstrem karena hujan terus turun disertai kabut yang tebal di sepanjang jalur perbaikan.

Melihat kondisi tersebut, ia pun menargetkan proyek dapat diselesaikan dua hingga tiga pekan mendatang. Sementara ini, pengendara roda dua yang melintas pun mengandalkan bahu jalan yang diperluas untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

”Tapi kalau cuaca membaik, kami juga bisa bekerja lebih cepat. Kalau tidak ada kendala, akan diusahakan tiga pekan selesai atau lebih cepat dari itu,” katanya.

Dibukanya kembali jalur Puncak disambut positif Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cianjur. Pasalnya, pasca ditutupnya jalur penghubung kota-kota besar itu, geliat perekonomian di kawasan Puncak hingga Cipanas terus melemah.

Ketua PHRI Cianjur Nano Indrapraja mengatakan, lebih dari sepekan sekitar 37 pengusaha hotel, restoran, maupun lokasi wisata yang tersebar di Puncak dan Cipanas mengalami kerugian karena minimnya jumlah kunjungan.

”Bisa ditaksir kerugian hotel, resto, maupun lembaga pendidikan hotel mencapai Rp 1,5 miliar per hari. Tidak ada tamu sama sekali, bahkan pihak pengusaha juga harus pintar-pintar menekan pengeluaran,” ujar Nano.

Ia menjelaskan, dampak penutupan jalur Puncak pun cukup signifikan secara perseorangan. Soalnya, karyawan hotel dan restoran hingga saat ini dirumahkan sementara untuk penghematan.

Oleh karena itu, rencana pembukaan jalur menjelang akhir pekan pun menjadi angin segar bagi pengusaha terkait. Terlebih, sentra usaha di bidang perhotelan, kuliner, dan wisata tersebut diharapkan dapat kembali beroperasional seperti biasanya.

”Bukan memaksakan jalan supaya bisa dilewati. Kami juga tidak mau ambil risiko, tapi karena kondisi pembukaan dinilai memungkinkan, kami hanya menyambutnya secara positif saja,” ujar dia.

Nano juga segera memberikan sosialisasi kepada para pengusaha untuk mempersiapkan diri menjelang dibukanya jalur Puncak. Diharapkan, pembukaan tersebut dapat berjalan lancar karena cukup dikhawatirkan perekonomian setempat terus menurun jika jalur terus ditutup. Apalagi, sebelumnya terdapat informasi jika penutupan akan diperpanjang hingga sebulan ke depan.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, musibah yang terjadi di jalur Puncak I sepekan yang lalu harus bisa menjadi pelajaran bagi banyak pihak. Terlebih, banyak aspek yang terdampak terjadinya musibah hingga saat ini. ”Alhamdulillah, semoga ini (bencana) menjadi hikmah. Setelah terjadi musibah dan melihat kondisi jalur Puncak I, kabarnya sekarang ada percepatan pembangunan Puncak II,” kata Herman.

Menurut Herman, percepatan pembangunan tersebut diwacanakan akan dilakukan dalam waktu dekat. Pasalnya, secara tidak disadari banyak pihak mulai membutuhkan akses alternatif jika sewaktu-waktu musibah terjadi seperti sekarang. ”Jadi, nantinya ada dua jalan yang bisa digunakan untuk mengakses ke Cianjur. Ataupun dari Cianjur menuju ke Bogor maupun Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu, belasan supliyer sayur mayur dari wilayah Cipanas, Cianjur, merugi hingga ratusan juta rupiah sejak ditutupnya jalur utama Puncak-Bogor karena longsor. Sejak ditutupnya jalur tersebut hingga tanggal 15 Februari, membuat sebagia besar supliyer sayur mayur mengurangi pemesanan dari pembeli di wilayah Jabodetabek karena takut kualitas sayur mayur yang dikirim rusak.

Miming (43) supliyer besar sayur mayur di Kecamatan Pacet, mengatakan, sejak ditutupnya jalur Puncak, pihaknya terpaksa mengirim pesanan melalui jalur Jonggol yang dianggap lebih jauh beberapa jam untuk sampai ke lokasi pengiriman.

"Kalau lewat Puncak, biasanya paling telat tiga jam sampai ke Pasar Induk Jatinegara, Jakarta. Kalau lewat Jonggol, dengan kondisi seperti sekarang bisa memakan waktu hingga lima jam untuk sampai," katanya.

Miming  menjelaskan, lamanya perjalanan karena harus memutar, membuat kualitas sayur mayur yang mereka kirim berkurang dan sebagian besar pemesan keberatan dan bahkan membatalkan penerimaan barang.

Biasanya ungkap dia, dalam satu hari pihaknya dapat memenuhi 7 pesanan dari pasar besar di Jabodetabek, namun saat ini, hanya tiga pesanan yang dapat dipenuhi setiap harinya karena jarak tempuh menjadi lama.

"Kalau dihitung kerugian satu supliyer bisa mencapai Rp60 juta perhari karena tidak dapat memenuhi pesanan tepat waktu. Untuk mengatasi hal tersebut, kami hanya memenuhi pesanan yang bisa dijangkau dalam waktu tiga jam," katanya. (*)

 

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 13 jam yang lalu

Masyarakatnya Masih Miskin Malah Bangun Gedung

TAK hanya melabrak aturan, Megaproyek Campaka dinilai sejumlah kalangan dibangun di saat kondisi kemiskinan di Cianjur cukup memprihatinkan.

Aktualita 13 jam yang lalu

Dirut RSUD Klaim Tak Ada Masalah

DIREKTUR Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, Ratu Tri Yulia mengaku sudah memenuhi panggilan penyidik Kepolisian Resor (Polres) Cianjur untuk dimintai keterangan.

Si Maung 15 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 15 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Bisnis Line 23/04/2018 18:30 WIB

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Aktualita 23/04/2018 08:00 WIB

Mimpi Besar Bupati yang Kontroversial

PEMINDAHAN ibu kota Cianjur ke wilayah Kecamatan Campaka rupanya merupakan rencana besar Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, setelah beberapa bulan berhasil menduduki tahta pemerintahan Kabupaten Cianjur.…

Aktualita 23/04/2018 07:55 WIB

Dunia Terbalik Ala Pemkab Cianjur

SETELAH heboh dengan Megaproyek Campaka yang melabrak aturan dan untuk pertama kalinya terjadi banjir di kawasan perkotaan, kini masyarakat Cianjur kembali dibuat heboh dengan adanya pemandangan pesawahan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 22/04/2018 20:05 WIB

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.