Rabu, 21 Februari 2018 | Cianjur, Indonesia

Jalur Puncak Siap Digunakan

Proses Perbaikan Dipastikan tak Akan Terganggu Arus Lalulintas

Angga Purwanda

Selasa, 13 Februari 2018 - 22:03 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - PEMBUKAAN jalur (Open traffic) menuju Puncak dapat dilakukan, Kamis (15/2/2018) mendatang, meskipun pengerjaan di ambrolnya sejumlah ruas di kawasan Puncak Pass belum selesai.

Hal itu, diungkapkan Pelaksana Lapangan PT Wijayakarta, Riswandi, saat ditemui wartawan di lokasi perbaikan area Puncak Pass, Selasa (13/2/2018). Riswandi mengatakan, proses pengerjaan perbaikan ruas yang ambrol sedalam 18 meter di area tersebut, dipastikan tak akan terganggu meskipun jalur itu kembali dibuka.

“Pengerjaan tak akan terganggu, dan dapat terus dilanjutkan. Satu pertimbangan dibukanya jalur tersebut, yaitu weekend. Karena, akan banyak pelancong yang datang ke wilayah itu.Dipastikan lalu lintas dan proyek tidak menganggu satu sama lain,” kata Riswandi.

Riswandi menambahkan, saat ini pekerjaan memasuki tahap pemasangan pancang dan bronjong. Hanya saja, proses tersebut terkendala cuaca yang cukup ekstrem karena hujan terus turun disertai kabut yang tebal di sepanjang jalur perbaikan.

Melihat kondisi tersebut, ia pun menargetkan proyek dapat diselesaikan dua hingga tiga pekan mendatang. Sementara ini, pengendara roda dua yang melintas pun mengandalkan bahu jalan yang diperluas untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

”Tapi kalau cuaca membaik, kami juga bisa bekerja lebih cepat. Kalau tidak ada kendala, akan diusahakan tiga pekan selesai atau lebih cepat dari itu,” katanya.

Dibukanya kembali jalur Puncak disambut positif Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cianjur. Pasalnya, pasca ditutupnya jalur penghubung kota-kota besar itu, geliat perekonomian di kawasan Puncak hingga Cipanas terus melemah.

Ketua PHRI Cianjur Nano Indrapraja mengatakan, lebih dari sepekan sekitar 37 pengusaha hotel, restoran, maupun lokasi wisata yang tersebar di Puncak dan Cipanas mengalami kerugian karena minimnya jumlah kunjungan.

”Bisa ditaksir kerugian hotel, resto, maupun lembaga pendidikan hotel mencapai Rp 1,5 miliar per hari. Tidak ada tamu sama sekali, bahkan pihak pengusaha juga harus pintar-pintar menekan pengeluaran,” ujar Nano.

Ia menjelaskan, dampak penutupan jalur Puncak pun cukup signifikan secara perseorangan. Soalnya, karyawan hotel dan restoran hingga saat ini dirumahkan sementara untuk penghematan.

Oleh karena itu, rencana pembukaan jalur menjelang akhir pekan pun menjadi angin segar bagi pengusaha terkait. Terlebih, sentra usaha di bidang perhotelan, kuliner, dan wisata tersebut diharapkan dapat kembali beroperasional seperti biasanya.

”Bukan memaksakan jalan supaya bisa dilewati. Kami juga tidak mau ambil risiko, tapi karena kondisi pembukaan dinilai memungkinkan, kami hanya menyambutnya secara positif saja,” ujar dia.

Nano juga segera memberikan sosialisasi kepada para pengusaha untuk mempersiapkan diri menjelang dibukanya jalur Puncak. Diharapkan, pembukaan tersebut dapat berjalan lancar karena cukup dikhawatirkan perekonomian setempat terus menurun jika jalur terus ditutup. Apalagi, sebelumnya terdapat informasi jika penutupan akan diperpanjang hingga sebulan ke depan.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, musibah yang terjadi di jalur Puncak I sepekan yang lalu harus bisa menjadi pelajaran bagi banyak pihak. Terlebih, banyak aspek yang terdampak terjadinya musibah hingga saat ini. ”Alhamdulillah, semoga ini (bencana) menjadi hikmah. Setelah terjadi musibah dan melihat kondisi jalur Puncak I, kabarnya sekarang ada percepatan pembangunan Puncak II,” kata Herman.

Menurut Herman, percepatan pembangunan tersebut diwacanakan akan dilakukan dalam waktu dekat. Pasalnya, secara tidak disadari banyak pihak mulai membutuhkan akses alternatif jika sewaktu-waktu musibah terjadi seperti sekarang. ”Jadi, nantinya ada dua jalan yang bisa digunakan untuk mengakses ke Cianjur. Ataupun dari Cianjur menuju ke Bogor maupun Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu, belasan supliyer sayur mayur dari wilayah Cipanas, Cianjur, merugi hingga ratusan juta rupiah sejak ditutupnya jalur utama Puncak-Bogor karena longsor. Sejak ditutupnya jalur tersebut hingga tanggal 15 Februari, membuat sebagia besar supliyer sayur mayur mengurangi pemesanan dari pembeli di wilayah Jabodetabek karena takut kualitas sayur mayur yang dikirim rusak.

Miming (43) supliyer besar sayur mayur di Kecamatan Pacet, mengatakan, sejak ditutupnya jalur Puncak, pihaknya terpaksa mengirim pesanan melalui jalur Jonggol yang dianggap lebih jauh beberapa jam untuk sampai ke lokasi pengiriman.

"Kalau lewat Puncak, biasanya paling telat tiga jam sampai ke Pasar Induk Jatinegara, Jakarta. Kalau lewat Jonggol, dengan kondisi seperti sekarang bisa memakan waktu hingga lima jam untuk sampai," katanya.

Miming  menjelaskan, lamanya perjalanan karena harus memutar, membuat kualitas sayur mayur yang mereka kirim berkurang dan sebagian besar pemesan keberatan dan bahkan membatalkan penerimaan barang.

Biasanya ungkap dia, dalam satu hari pihaknya dapat memenuhi 7 pesanan dari pasar besar di Jabodetabek, namun saat ini, hanya tiga pesanan yang dapat dipenuhi setiap harinya karena jarak tempuh menjadi lama.

"Kalau dihitung kerugian satu supliyer bisa mencapai Rp60 juta perhari karena tidak dapat memenuhi pesanan tepat waktu. Untuk mengatasi hal tersebut, kami hanya memenuhi pesanan yang bisa dijangkau dalam waktu tiga jam," katanya. (*)

 

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 6 jam yang lalu

Pemkab Cianjur Diduga Serobot Lahan Kritis

PERKANTORAN baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka, diduga menyerobot lahan yang diperuntukkan kegiatan program Penanganan Lahan Kritis dan Sumber Daya Air Berbasis Masyarakat (PLKSDA-BM). Benarkah?

Aktualita 20/02/2018 08:00 WIB

Masyarakat yang Mana?

SETELAH diduga mencatut nama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, kini kantor baru Pemkab Cianjur di Campaka yang belum berizin, diklaim dibangun atas permintaan masyarakat Cianjur. Masyarakat yang…

Aktualita 19/02/2018 08:05 WIB

Kornas Jokowi Jabar Segera Lapor ke Kantor Staf Presiden

KORNAS Jokowi Jawa Barat, Isman Muslim mengancam akan melaporkan masalah pencatutan nama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang diduga dilakukan pejabat di lingkungan Pemkab Cianjur, ke Kantor…

Aktualita 19/02/2018 08:00 WIB

Cianjur Kabupaten Tanpa Aturan?

SELAMA beberapa pekan terakhir ini, masyarakat Cianjur disuguhkan kabar seputar tindak tanduk pejabat pemerintah Kabupaten Cianjur yang begitu ‘hebat’, hingga membuat berdecak ‘kagum’.

Cianjur Euy 19/02/2018 01:15 WIB

Rd Siti Jenab Diusulkan Jadi Pahlawan Nasionla

Pakar sejarah Jawa Barat Profesor Nina Herlina Lubis bersama Lutfi Yondri dari Dewan Cagar Budaya Jabar, mengusulkan nama Rd Siti Jenab menjadi pahlawan nasional ke Pemkab Cianjur.

Cianjur Euy 19/02/2018 01:15 WIB

Kapolda Jabar Resmikan Pembangunan Rumah Layak Huni di Cianjur

KAPOLDA Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto melakukan kunjungan ke wilayah hukum Polres Cianjur, Sabtu (17/2/2018).

Cianjur Euy 19/02/2018 01:13 WIB

Korem 061/SK Tanami Pohon Diwilayah Terdampak Longsor

Komando Resort Militer (Korem) 061 Suryakancana menanam bibit pohon akar wangi dan manii di wilayah yang terdampak bencana longsor di kawasan Puncak, Bogor. Pemilihan kedua bibit pohon itu, karena dianggap…

Cianjur Euy 19/02/2018 01:12 WIB

Waspadai Hoax Jelang Pilkada Serentak

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jawa Barat memaksimalkan patroli di dunia maya untuk menangkal munculnya pemberitaan bohong (Hoax, red) menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang…

Aktualita 15/02/2018 08:00 WIB

Masyarakat Ancam Laporkan Bupati ke Presiden

JELAS-jelas belum dilengkapi izin, namun pembangunan kantor baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka malah dianggap sebagai terobosan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, yang bertujuan untuk meningkatkan…

Aktualita 15/02/2018 07:55 WIB

Buruh Tani Cianjur Sambut Baik Lengsernya Iwan Cahmawan

Balai Pengembangan Benih Padi (BPBP) Cihea memasuki babak baru di tahun 2018 ini. Iwan Cahmawan yang selama 4 tahun lebih memimpin pengelolaan balai, akhirnya lengser dari jabatannya sebagai Kepala BPBP.