Selasa, 17 Juli 2018 | Cianjur, Indonesia

Jalur Puncak Siap Digunakan

Proses Perbaikan Dipastikan tak Akan Terganggu Arus Lalulintas

Angga Purwanda

Selasa, 13 Februari 2018 - 22:03 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - PEMBUKAAN jalur (Open traffic) menuju Puncak dapat dilakukan, Kamis (15/2/2018) mendatang, meskipun pengerjaan di ambrolnya sejumlah ruas di kawasan Puncak Pass belum selesai.

Hal itu, diungkapkan Pelaksana Lapangan PT Wijayakarta, Riswandi, saat ditemui wartawan di lokasi perbaikan area Puncak Pass, Selasa (13/2/2018). Riswandi mengatakan, proses pengerjaan perbaikan ruas yang ambrol sedalam 18 meter di area tersebut, dipastikan tak akan terganggu meskipun jalur itu kembali dibuka.

“Pengerjaan tak akan terganggu, dan dapat terus dilanjutkan. Satu pertimbangan dibukanya jalur tersebut, yaitu weekend. Karena, akan banyak pelancong yang datang ke wilayah itu.Dipastikan lalu lintas dan proyek tidak menganggu satu sama lain,” kata Riswandi.

Riswandi menambahkan, saat ini pekerjaan memasuki tahap pemasangan pancang dan bronjong. Hanya saja, proses tersebut terkendala cuaca yang cukup ekstrem karena hujan terus turun disertai kabut yang tebal di sepanjang jalur perbaikan.

Melihat kondisi tersebut, ia pun menargetkan proyek dapat diselesaikan dua hingga tiga pekan mendatang. Sementara ini, pengendara roda dua yang melintas pun mengandalkan bahu jalan yang diperluas untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

”Tapi kalau cuaca membaik, kami juga bisa bekerja lebih cepat. Kalau tidak ada kendala, akan diusahakan tiga pekan selesai atau lebih cepat dari itu,” katanya.

Dibukanya kembali jalur Puncak disambut positif Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cianjur. Pasalnya, pasca ditutupnya jalur penghubung kota-kota besar itu, geliat perekonomian di kawasan Puncak hingga Cipanas terus melemah.

Ketua PHRI Cianjur Nano Indrapraja mengatakan, lebih dari sepekan sekitar 37 pengusaha hotel, restoran, maupun lokasi wisata yang tersebar di Puncak dan Cipanas mengalami kerugian karena minimnya jumlah kunjungan.

”Bisa ditaksir kerugian hotel, resto, maupun lembaga pendidikan hotel mencapai Rp 1,5 miliar per hari. Tidak ada tamu sama sekali, bahkan pihak pengusaha juga harus pintar-pintar menekan pengeluaran,” ujar Nano.

Ia menjelaskan, dampak penutupan jalur Puncak pun cukup signifikan secara perseorangan. Soalnya, karyawan hotel dan restoran hingga saat ini dirumahkan sementara untuk penghematan.

Oleh karena itu, rencana pembukaan jalur menjelang akhir pekan pun menjadi angin segar bagi pengusaha terkait. Terlebih, sentra usaha di bidang perhotelan, kuliner, dan wisata tersebut diharapkan dapat kembali beroperasional seperti biasanya.

”Bukan memaksakan jalan supaya bisa dilewati. Kami juga tidak mau ambil risiko, tapi karena kondisi pembukaan dinilai memungkinkan, kami hanya menyambutnya secara positif saja,” ujar dia.

Nano juga segera memberikan sosialisasi kepada para pengusaha untuk mempersiapkan diri menjelang dibukanya jalur Puncak. Diharapkan, pembukaan tersebut dapat berjalan lancar karena cukup dikhawatirkan perekonomian setempat terus menurun jika jalur terus ditutup. Apalagi, sebelumnya terdapat informasi jika penutupan akan diperpanjang hingga sebulan ke depan.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, musibah yang terjadi di jalur Puncak I sepekan yang lalu harus bisa menjadi pelajaran bagi banyak pihak. Terlebih, banyak aspek yang terdampak terjadinya musibah hingga saat ini. ”Alhamdulillah, semoga ini (bencana) menjadi hikmah. Setelah terjadi musibah dan melihat kondisi jalur Puncak I, kabarnya sekarang ada percepatan pembangunan Puncak II,” kata Herman.

Menurut Herman, percepatan pembangunan tersebut diwacanakan akan dilakukan dalam waktu dekat. Pasalnya, secara tidak disadari banyak pihak mulai membutuhkan akses alternatif jika sewaktu-waktu musibah terjadi seperti sekarang. ”Jadi, nantinya ada dua jalan yang bisa digunakan untuk mengakses ke Cianjur. Ataupun dari Cianjur menuju ke Bogor maupun Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu, belasan supliyer sayur mayur dari wilayah Cipanas, Cianjur, merugi hingga ratusan juta rupiah sejak ditutupnya jalur utama Puncak-Bogor karena longsor. Sejak ditutupnya jalur tersebut hingga tanggal 15 Februari, membuat sebagia besar supliyer sayur mayur mengurangi pemesanan dari pembeli di wilayah Jabodetabek karena takut kualitas sayur mayur yang dikirim rusak.

Miming (43) supliyer besar sayur mayur di Kecamatan Pacet, mengatakan, sejak ditutupnya jalur Puncak, pihaknya terpaksa mengirim pesanan melalui jalur Jonggol yang dianggap lebih jauh beberapa jam untuk sampai ke lokasi pengiriman.

"Kalau lewat Puncak, biasanya paling telat tiga jam sampai ke Pasar Induk Jatinegara, Jakarta. Kalau lewat Jonggol, dengan kondisi seperti sekarang bisa memakan waktu hingga lima jam untuk sampai," katanya.

Miming  menjelaskan, lamanya perjalanan karena harus memutar, membuat kualitas sayur mayur yang mereka kirim berkurang dan sebagian besar pemesan keberatan dan bahkan membatalkan penerimaan barang.

Biasanya ungkap dia, dalam satu hari pihaknya dapat memenuhi 7 pesanan dari pasar besar di Jabodetabek, namun saat ini, hanya tiga pesanan yang dapat dipenuhi setiap harinya karena jarak tempuh menjadi lama.

"Kalau dihitung kerugian satu supliyer bisa mencapai Rp60 juta perhari karena tidak dapat memenuhi pesanan tepat waktu. Untuk mengatasi hal tersebut, kami hanya memenuhi pesanan yang bisa dijangkau dalam waktu tiga jam," katanya. (*)

 

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 21 jam yang lalu

Korupsi di Cianjur Aman?

KORUPSI di Cianjur aman. Begitu kata seorang aktivis, menyikapi sederet temuan kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur yang kini mencuat dan ramai dibicarakan publik.

Cianjur Euy 15/07/2018 23:07 WIB

Polsek Warungkondang Siap Menjawab Keinginan Masyarakat

PERINGATI HUT Bhayangkara ke 72 Polsek Warungkondang, Kabupaten Cianjur gelar syukuran, Sabtu (14/7/2018). Terlihat seluruh kalangan masyarakat menjadi tamu undangan.

Cianjur Euy 15/07/2018 20:15 WIB

Asian GamesXVIII Ajang Dongkrak Sektor Pariwisata

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur bakal memaskimalkan momentum gelaran Asian Games XVIII/2018 untuk mempromosikan dan mendongkrak sektor pariwisata.

Aktualita 13/07/2018 07:00 WIB

Masyarakat Muak dengan Kebijakan Bupati

DUGAAN kuat pelanggaran Megaproyek Campaka tak hanya ramai diberitakan di media massa, namun ternyata isu kebijakan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar terkait pemindahan ibu kota juga viral di jejaring…

Aktualita 13/07/2018 06:55 WIB

Didemo Warga, Pengusaha Balik Ancam Akan Tutup Perusahaan

Ratusan warga Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, mendemo PT Three Six World (PT.TSW), Kamis (12/7/2018)

Cianjur Euy 12/07/2018 21:08 WIB

Lapas Kelas IIB Cianjur Utamakan Pembinaan Keagamaan

LATAR belakang pondok pesantren (Pontren) yang diterapkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Cianjur menjadi sesuatu yang unik. Dimana, para warga binaan diberikan pendekataan keagamaan untuk…

Cianjur Euy 12/07/2018 21:08 WIB

Tingkat Penyerapan Beras Petani di Semeseter I Mencapai 80,78%

BULOG Subdivre Cianjur mengklaim tingkat penyerapan beras petani memasuki semester I tahun ini sudah mencapai 80,78 persen. Hal itu, tak terlepas dari mulai meningkatnya kepercayaan petani menjual hasil…

Cianjur Euy 12/07/2018 21:08 WIB

Situs Gunung Padang Diusulkan Ke UNESCO

TIM Arkeolog Situs Gunung Padang tengah mengkaji untuk mengusulkan situs tersebut ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia (World Heritage). Rencananya semua elemen, mulai dari pemerintah daerah bakal dilibatkan…

Aktualita 12/07/2018 07:00 WIB

Bukti Kuat untuk Aparat

PENGAKUAN dan penjelasan dugaan kuat pelanggaran pada Megaproyek Campaka terus bermunculan. Mulai dari masyarakat, aktivis, wakil rakyat hingga pakar hukum. Lalu, mengapa aparat penegak hukum belum bertindak?

Cianjur Euy 11/07/2018 21:36 WIB

Pemkab Cianjur Siap Antisipasi Kekeringan

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur menyiapkan langkah antisipasi terjadinya dampak kekeringan yang diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.