Selasa, 17 Juli 2018 | Cianjur, Indonesia

Dua Orang Calon Tenaga Kerja Ilegal Berhasil Dipulangkan

Disnakertrans Cianjur Akan Lebih Memperketat Proses Rekomendasi

Angga Purwanda

Rabu, 14 Februari 2018 - 21:33 WIB

Foto: Ilustrasi/Net
Foto: Ilustrasi/Net
A A A

Beritacianjur.com - DINAS Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur kembali berhasil mengembalikan dua orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ilegal asal Cianjur. Keduanya diketahui menjadi korban penempatan non prosedural oleh sebuah perusahaan yang diduga tidak berizin.

Kejadian tersebut menjadi kasus kedua di awal tahun 2018. Sebelumnya, dua orang CPMI berhasil dipulangkan ke Cianjur oleh pihak dinas terkait.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Cianjur, Dwi Ambar, melalui Sekretaris Dinas, Heri Suparjo mengungkapkan, kedua CPMI atas nama Hertika (36) warga Kampung Cikupa Kecamatan Bojongpicung dan Enung Rahayu (34) asal Desa Pamoyanan Kecamatan Cibinong itu merupakan dua dari 39 CPMI ilegal.

"Keduanya hampir diberangkatkan oleh PT Hasindo Karya Niaga. Rencananya mereka akan dikirim ke Timur Tengah tanpa dokumen dan rekomendasi dari dinas terkait," kata Heri, kepada waratawan, Rabu (14/2/2018).

Heri menjelaskan, keduanya ditemukan setelah Kemenakertrans melakukan sidak di perusahaan terkait pada 22 Januari 2018 lalu. Belakangan diketahui, jika perusahaan tersebut ternyata belum pernah memasukkan rekomendasi ke dinas setempat.

"Adanya kasus seperti ini membuat siapapun yang berminat bekerja di luar negeri untuk lebih teliti. Untuk mengantisipasi hal serupa terulang, kami pun memperketat peraturan keberangkatan dan rekrutmen CPMI mulai saat ini," jelasnya.

Berdasarkan Permenaker Nomor 22/2014, setiap calon buruh migran harus mendaftarkan diri ke dinas. Nantinya, proses rekrutmen tenaga kerja akan dilakukan bersamaan antara dinas dan perusahaan, tapi hanya untuk mereka yang sudah terdaftar.

Heri menegaskan, setiap CPMI akan menjalani proses pemeriksaan lagi secara ketat. Pasalnya, penempatan akan disesuaikan dengan job order dan demand letter dari pengguna.

"Kalau tidak sesuai kualifikasi atau permintaan, maka kami tidak terbitkan rekomendasi untuk mereka pergi. Ini juga menjadi bentuk perlindungan pra penempatan bagi CPMI," ucapnya.

Hingga saat ini pun, disnaker baru mengeluarkan rekomendasi untuk 10 keberangkatan CPMI dari total 24 pengajuan. Menurut Heri, rekomendasi 14 pemohon lainnya tidak bisa diterbitkan karena tidak memenuhi kualifikasi.

Pemerintah akan berusaha maksimal untuk lebih selektif dalam menerbitkan rekomendasi. Terutama, bagi mereka yang hendak bekerja di sektor informal. Heri mengupayakan, agar pemohon di sektor tersebut bisa ditekan.

"Soalnya, kalau tidak nanti akan membludak, seperti tahun kemarin. Rekomendasi dari kami hanya 936 orang, tapi ternyata yang tercatat berangkat mencapai 6.000 orang," kata Heri.

Sementara itu, Ketua DPC Asosiasi Tenaga kerja Indonesia Pembaharuan (Astakira) Cianjur, Hendri Prayoga mengaku, hingga saat ini telah memulangkan 3 dari 15 orang tenaga kerja bermasalah yang mengajukan bantuan pemulangan.

"Mayoritas pelaporan dilakukan oleh pihak keluarga. Banyak dari mereka bermasalah pada dokumen, kontrak, ditahan oleh majikan, hingga hilang kontak selama bertahun-tahun," ujar Hendri.

Ia mengatakan, pengaduan cukup banyak kepada pihak Astakira. Menurut dia, masyarakat sejauh ini lebih banyak mengajukan bantuan kepada pihak asosiasi setelah Astakira berhasil memulangkan banyak PMI bermasalah.

"Alhamdulillah berarti masyarakat percaya pada kami. Walaupun kami tidak bekerjasama dengan dinas, karena dinas pun kami nilai tidak bekerja sejauh itu," ujarnya.

Hendri mengatakan, hingga saat ini memang lebih banyak bekerjasama dengan BNP2TKI dan Kemenlu. Memanfaatkan data yang dimiliki kedua lembaga tersebut, Astakira mampu memulangkan tenaga kerja bermasalah.

Menurut dia, selama masalah dokumen lengkap maka proses pelacakan pun akan lebih mudah. Setidaknya 3-4 bulan waktu yang dibutuhkan Astakira untuk memulangkan para PMI dengan berbagai tahapan."Kami juga bekerjasama dengan P2TP2A Cianjur untuk pencegahan penyaluran PMI ilegal. Diharapkan, kinerja ini juga dapat dilak ukan dinas terkait dengan meningkatkan kerjasama untuk mencegah dan menindak," ujarnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 20 jam yang lalu

Korupsi di Cianjur Aman?

KORUPSI di Cianjur aman. Begitu kata seorang aktivis, menyikapi sederet temuan kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur yang kini mencuat dan ramai dibicarakan publik.

Cianjur Euy 15/07/2018 23:07 WIB

Polsek Warungkondang Siap Menjawab Keinginan Masyarakat

PERINGATI HUT Bhayangkara ke 72 Polsek Warungkondang, Kabupaten Cianjur gelar syukuran, Sabtu (14/7/2018). Terlihat seluruh kalangan masyarakat menjadi tamu undangan.

Cianjur Euy 15/07/2018 20:15 WIB

Asian GamesXVIII Ajang Dongkrak Sektor Pariwisata

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur bakal memaskimalkan momentum gelaran Asian Games XVIII/2018 untuk mempromosikan dan mendongkrak sektor pariwisata.

Aktualita 13/07/2018 07:00 WIB

Masyarakat Muak dengan Kebijakan Bupati

DUGAAN kuat pelanggaran Megaproyek Campaka tak hanya ramai diberitakan di media massa, namun ternyata isu kebijakan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar terkait pemindahan ibu kota juga viral di jejaring…

Aktualita 13/07/2018 06:55 WIB

Didemo Warga, Pengusaha Balik Ancam Akan Tutup Perusahaan

Ratusan warga Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, mendemo PT Three Six World (PT.TSW), Kamis (12/7/2018)

Cianjur Euy 12/07/2018 21:08 WIB

Lapas Kelas IIB Cianjur Utamakan Pembinaan Keagamaan

LATAR belakang pondok pesantren (Pontren) yang diterapkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Cianjur menjadi sesuatu yang unik. Dimana, para warga binaan diberikan pendekataan keagamaan untuk…

Cianjur Euy 12/07/2018 21:08 WIB

Tingkat Penyerapan Beras Petani di Semeseter I Mencapai 80,78%

BULOG Subdivre Cianjur mengklaim tingkat penyerapan beras petani memasuki semester I tahun ini sudah mencapai 80,78 persen. Hal itu, tak terlepas dari mulai meningkatnya kepercayaan petani menjual hasil…

Cianjur Euy 12/07/2018 21:08 WIB

Situs Gunung Padang Diusulkan Ke UNESCO

TIM Arkeolog Situs Gunung Padang tengah mengkaji untuk mengusulkan situs tersebut ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia (World Heritage). Rencananya semua elemen, mulai dari pemerintah daerah bakal dilibatkan…

Aktualita 12/07/2018 07:00 WIB

Bukti Kuat untuk Aparat

PENGAKUAN dan penjelasan dugaan kuat pelanggaran pada Megaproyek Campaka terus bermunculan. Mulai dari masyarakat, aktivis, wakil rakyat hingga pakar hukum. Lalu, mengapa aparat penegak hukum belum bertindak?

Cianjur Euy 11/07/2018 21:36 WIB

Pemkab Cianjur Siap Antisipasi Kekeringan

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur menyiapkan langkah antisipasi terjadinya dampak kekeringan yang diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.