Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Dua Orang Calon Tenaga Kerja Ilegal Berhasil Dipulangkan

Disnakertrans Cianjur Akan Lebih Memperketat Proses Rekomendasi

Angga Purwanda

Rabu, 14 Februari 2018 - 21:33 WIB

Foto: Ilustrasi/Net
Foto: Ilustrasi/Net
A A A

Beritacianjur.com - DINAS Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur kembali berhasil mengembalikan dua orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ilegal asal Cianjur. Keduanya diketahui menjadi korban penempatan non prosedural oleh sebuah perusahaan yang diduga tidak berizin.

Kejadian tersebut menjadi kasus kedua di awal tahun 2018. Sebelumnya, dua orang CPMI berhasil dipulangkan ke Cianjur oleh pihak dinas terkait.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Cianjur, Dwi Ambar, melalui Sekretaris Dinas, Heri Suparjo mengungkapkan, kedua CPMI atas nama Hertika (36) warga Kampung Cikupa Kecamatan Bojongpicung dan Enung Rahayu (34) asal Desa Pamoyanan Kecamatan Cibinong itu merupakan dua dari 39 CPMI ilegal.

"Keduanya hampir diberangkatkan oleh PT Hasindo Karya Niaga. Rencananya mereka akan dikirim ke Timur Tengah tanpa dokumen dan rekomendasi dari dinas terkait," kata Heri, kepada waratawan, Rabu (14/2/2018).

Heri menjelaskan, keduanya ditemukan setelah Kemenakertrans melakukan sidak di perusahaan terkait pada 22 Januari 2018 lalu. Belakangan diketahui, jika perusahaan tersebut ternyata belum pernah memasukkan rekomendasi ke dinas setempat.

"Adanya kasus seperti ini membuat siapapun yang berminat bekerja di luar negeri untuk lebih teliti. Untuk mengantisipasi hal serupa terulang, kami pun memperketat peraturan keberangkatan dan rekrutmen CPMI mulai saat ini," jelasnya.

Berdasarkan Permenaker Nomor 22/2014, setiap calon buruh migran harus mendaftarkan diri ke dinas. Nantinya, proses rekrutmen tenaga kerja akan dilakukan bersamaan antara dinas dan perusahaan, tapi hanya untuk mereka yang sudah terdaftar.

Heri menegaskan, setiap CPMI akan menjalani proses pemeriksaan lagi secara ketat. Pasalnya, penempatan akan disesuaikan dengan job order dan demand letter dari pengguna.

"Kalau tidak sesuai kualifikasi atau permintaan, maka kami tidak terbitkan rekomendasi untuk mereka pergi. Ini juga menjadi bentuk perlindungan pra penempatan bagi CPMI," ucapnya.

Hingga saat ini pun, disnaker baru mengeluarkan rekomendasi untuk 10 keberangkatan CPMI dari total 24 pengajuan. Menurut Heri, rekomendasi 14 pemohon lainnya tidak bisa diterbitkan karena tidak memenuhi kualifikasi.

Pemerintah akan berusaha maksimal untuk lebih selektif dalam menerbitkan rekomendasi. Terutama, bagi mereka yang hendak bekerja di sektor informal. Heri mengupayakan, agar pemohon di sektor tersebut bisa ditekan.

"Soalnya, kalau tidak nanti akan membludak, seperti tahun kemarin. Rekomendasi dari kami hanya 936 orang, tapi ternyata yang tercatat berangkat mencapai 6.000 orang," kata Heri.

Sementara itu, Ketua DPC Asosiasi Tenaga kerja Indonesia Pembaharuan (Astakira) Cianjur, Hendri Prayoga mengaku, hingga saat ini telah memulangkan 3 dari 15 orang tenaga kerja bermasalah yang mengajukan bantuan pemulangan.

"Mayoritas pelaporan dilakukan oleh pihak keluarga. Banyak dari mereka bermasalah pada dokumen, kontrak, ditahan oleh majikan, hingga hilang kontak selama bertahun-tahun," ujar Hendri.

Ia mengatakan, pengaduan cukup banyak kepada pihak Astakira. Menurut dia, masyarakat sejauh ini lebih banyak mengajukan bantuan kepada pihak asosiasi setelah Astakira berhasil memulangkan banyak PMI bermasalah.

"Alhamdulillah berarti masyarakat percaya pada kami. Walaupun kami tidak bekerjasama dengan dinas, karena dinas pun kami nilai tidak bekerja sejauh itu," ujarnya.

Hendri mengatakan, hingga saat ini memang lebih banyak bekerjasama dengan BNP2TKI dan Kemenlu. Memanfaatkan data yang dimiliki kedua lembaga tersebut, Astakira mampu memulangkan tenaga kerja bermasalah.

Menurut dia, selama masalah dokumen lengkap maka proses pelacakan pun akan lebih mudah. Setidaknya 3-4 bulan waktu yang dibutuhkan Astakira untuk memulangkan para PMI dengan berbagai tahapan."Kami juga bekerjasama dengan P2TP2A Cianjur untuk pencegahan penyaluran PMI ilegal. Diharapkan, kinerja ini juga dapat dilak ukan dinas terkait dengan meningkatkan kerjasama untuk mencegah dan menindak," ujarnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14 jam yang lalu

Masyarakatnya Masih Miskin Malah Bangun Gedung

TAK hanya melabrak aturan, Megaproyek Campaka dinilai sejumlah kalangan dibangun di saat kondisi kemiskinan di Cianjur cukup memprihatinkan.

Aktualita 14 jam yang lalu

Dirut RSUD Klaim Tak Ada Masalah

DIREKTUR Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, Ratu Tri Yulia mengaku sudah memenuhi panggilan penyidik Kepolisian Resor (Polres) Cianjur untuk dimintai keterangan.

Si Maung 15 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 16 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Bisnis Line 23/04/2018 18:30 WIB

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Aktualita 23/04/2018 08:00 WIB

Mimpi Besar Bupati yang Kontroversial

PEMINDAHAN ibu kota Cianjur ke wilayah Kecamatan Campaka rupanya merupakan rencana besar Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, setelah beberapa bulan berhasil menduduki tahta pemerintahan Kabupaten Cianjur.…

Aktualita 23/04/2018 07:55 WIB

Dunia Terbalik Ala Pemkab Cianjur

SETELAH heboh dengan Megaproyek Campaka yang melabrak aturan dan untuk pertama kalinya terjadi banjir di kawasan perkotaan, kini masyarakat Cianjur kembali dibuat heboh dengan adanya pemandangan pesawahan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 22/04/2018 20:05 WIB

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.