Minggu, 24 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Jalur Puncak Terisolasi, Perekonomian Masyarakat Turun 70 Persen

Sejumlah Pelaku Usaha Terpaksa Merumahkan Puluhan Karyawannya

Angga Purwanda

Senin, 19 Februari 2018 - 21:10 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - TINGKAT perekonomian di kawasan Jalur Puncak-Bogor turun hingga 70 persen, sejak jalur itu ditutup. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, Senin (19/2/2018).

Asep menyebutkan, sejumlah sektor yang mengalami penurunan tingkat kunjungan meliputi hotel, rumah makan, tempat wisata, dan umkm yang dilakukan masyarakat sekitar.

“Sejak ditutupnya jalur tersebut, berbagai sektor pariwisata dan penunjangnya mengalami masa kritis, terlebih penutupan jalur tidak pasti sampai kapan diberlakukan. Tapi, hari ini (kemarin) sudah dapat dilalui kendaraan namun masih dalam proses uji coba,” ungkap Asep.

Dijelaskan Asep, setelah melakukan survei beberapa waktu lalu, rata-rata pelaku ekonomi di wilayah tersebut, hanya bisa mendapat penghasilan 30 persen setiap harinya. Sehingga banyak pelaku usaha mulai dari rumah makan, hotel dan tempat wisata yang mengurangi karyawan untuk sementara.

"Imbasnya cukup luas termasuk perekonomian warga di sepanjang jalur tersebut, tidak dapat berbuat banyak meskipun tetap beroperasi namun tidak dapat menutupi biaya operasional. Solusi satu-satunya pemerintah pusat kembali mempertimbangkan pembangunan Jalur Puncak II," jelasnya.

Dibukanya Jalur Puncak II, tutur Asep, akan menjadi solusi untuk penanganan kemacetan dan ketika terjadi bencana alam seperti saat ini melanda kawasan Jalan utama Puncak-Bogor."Kami tidak dapat intervensi terkait kebijakan tersebut karena kewenangan pusat, namun harapan kami dapat terkabul," tuturnya.

Dia menambahkan, meskipun saat ini ada jalur alternatif Jonggol atau Sukabumi, namun tidak efektif untuk direkomendasikan sebagai jalur cepat untuk sampai ke tempat wisata di kawasan Puncak-Cipanas, sebab penguna jalan harus memutar dengan jarak tempuh yang cukup jauh dan lama.

Sementara ratusan pelaku usaha di sepanjang jalur tersebut, mengaharapkan jalur Puncak II kembali masuk dalam agenda pembangunan oleh pemerintah pusat, agar saat terjadi bencana alam atau macet total terjadi di jalur tersebut, ada jalan alternatif untuk tetap sampai ke kawasan Puncak-Cipanas.

"Mungkin ini moment yang tepat pemerintah pusat mempertimbangkan kembali pembangunan Jalur Puncak II sebagai solusi ketika terjadi bencana alam di Jalur Puncak-Bogor. Saat ini yang terdampak semua pelaku usaha sampai warga biasa karena roda perekomoian tidak berjalan," kata Aldi (29) seorang pengusaha jasa.

Aldi mengatakan, pihaknya terpaksa merumahkan puluhan karyawannya karena sepinya pembeli yang datang. Bahkan pihaknya terpaksa mengurangi jumlah masakan yang disajikan serta mempersingkat jadwal operasional yang biasanya 24 jam setiap harinya.

Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi beban operasional yang ditanggung setiap hari yang terus membengkak. "Kami biasanya buka 24 jam, namun sejak satu pekan terkahir, kami hanya buka sampai jam 9 malam dan jumlah karyawan dikurangi agar biaya operasional tidak terus membengkak karena sepinya pembeli yang datang sejak Jalur Puncak-Bogor ditutup," kata Aldi.

Meskipun, jalur Puncak-Bogor telah kembali dibuka dalam rangka uji coba, Aldi menambahkan, pihaknya belum berencana menarik kembali karyawan yang dirumahkan karena belum ada kepastian jalur akan dibuka secara normal.

"Kami akan memindahkan karyawan yang dirumahkan ke cabang lain yang tidak terganggu kalau sampai akhir bulan ini, belum ada kepastian jalur akan dibuka normal. Harapan kami perbaikan yang dilakukan sudah maksimal dan jalur Puncak-Bogor kembali normal," katanya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Aktualita 07/06/2018 08:00 WIB

Dugaan Penyelewengan Pengelolaan PPJU Makin Menguat

DUGAAN adanya kejanggalan atau penyelewengan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Cianjur, semakin menguat. Benarkah?

Cianjur Euy 06/06/2018 20:11 WIB

PJU dan Rambu-rambu di Jalur Alternatif Mudik Ditambah

DINAS Perhubugan (Dishub) Kabupaten Cianjur akan menyiapkan penambahan penerangan jalan umum (PJU) maupun rambu-rambu lalulintas di beberapa ruas jalur altenatif di wilyah itu yang dinilai masih minim…

Cianjur Euy 06/06/2018 20:02 WIB

Tak Laik Jalan, Dishub Kandangkan Angkutan Mudik

SEJUMLAH kendaraan umum untuk kebutuhan angkutan mudik Idul Fitri 1439 Hijriyah di Kabupaten Cianjur, terpaksa dikandangkan sementara karena tak laik jalan. Kendaraan bisa kembali beroperasi apabila perusahaan…

Ragam 06/06/2018 11:14 WIB

Kayuh Sepeda, Bocah Ini Nekat Mudik dari Cianjur ke Majalengka

NEKAT dan luar biasa. Itulah ungkapan yang pas disematkan untuk Ade Rahman, santri pesantren di kawasan Ciketung, Cipanas, Cianjur. Betapa tidak, dengan mengayuh sepeda, santri ini nekat mudik dari Cianjur…