Jumat, 22 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Pemkab Cianjur Diduga Serobot Lahan Kritis

Lokasi Kantor Pelayanan Publik di Campaka Disebut Berada di Lahan PLKSDA-BM

Nuki Nugraha

Rabu, 21 Februari 2018 - 08:00 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Aktivis Buruh Tani: Jika Bupati ‘Keukeuh’ Bangun Kantor di Campaka, Tunggu Saja Tanggal Mainnya

Beritacianjur.com - PERKANTORAN baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka, diduga menyerobot lahan yang diperuntukkan kegiatan program Penanganan Lahan Kritis dan Sumber Daya Air Berbasis Masyarakat (PLKSDA-BM). Benarkah?

Ya, kantor baru yang diklaim sebagai kantor pelayanan publik ini memang tengah menjadi sorotan publik. Betapa tidak, meski jelas-jelas belum dilengkapi izin, pembangunan kantor tersebut malah dianggap sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dan diklaim dibangun atas kehendak publik.

Kini, persoalan baru muncul terkait dugaan penyerobotan tanah. Hal tersebut terlihat dari denah (peta, red), yang menunjukkan lokasi perkantoran di Campaka itu hampir sama persis berada di lahan yang termasuk dalam lokasi kegiatan PLKSDA-BM, yakni di Kampung Cikekep, Desa Cidadap, Kecamatan Campaka.

Hal tersebut dibenarkan aktivis buruh tani Cianjur, Hendra Malik. Berdasarkan data yang diperolehnya, lahan yang digunakan untuk kegiatan PLKSDA-BM itu, diketahui lokasinya sama persis dengan lahan yang sekarang ini akan dijadikan perkantoran baru Pemkab Cianjur.

Apabila ini memang terbukti, sambung dia, maka Pemerintahan Kabupaten Cianjur lagi-lagi sudah melabrak ketentuan atau bahkan bisa disebut penyerobotan lahan. Pasalnya, lahan untuk kegiatan PLKSDA-BM yang notabene merupakan lahan eks perkebunan, dilarang untuk dialihfungsikan dalam kurun waktu 20 tahun.

"Lahan PLKSDA-BM ini bisa dikatakan tanah larangan. Karena lahannya sudah mendapat jaminan untuk tidak dialihfungsikan sebagai apapun selain peruntukkannya. Ini sebagaimana disebutkan dalam surat pernyataan Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh," ujar Hendra kepada Berita Cianjur, Selasa (20/2/2018).

Menurutnya, akan ada dampak besar terhadap lingkungan jika keinginan mendirikan perkantoran baru tersebut tetap harus direalisasikan di lokasi yang sekarang ini tengah dibangun. Apalagi menurutnya, kajiannya tidak dilakukan dengan sunguh-sunguh.

"Kalau bupati sekarang tetep ‘keukeuh’ membangun di sana, sementara lahan yang digunakan masuk dalam lokasi lahan yang diperuntukkan sebagai penanganan lahan kritis, ya tinggal tunggu saja tanggal mainnya. Bisa dikatakan seperti bom waktu lah," terangnya.

Sementara itu, bantahan dugaan penyerobotan lahan PLKSDA-BM disampaikan Kepala Bidang Pertanahan pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Cianjur, Dendy Kristanto. Saat dikonfirmasi, dengan tegas Dendy membantah jika perkantoran baru Pemkab Cianjur di Campaka tidak berada di atas lahan yang digunakan untuk program PLKSDA-BM.

"Tidak begitu Kang, bukan di atas lahan yang dimaksud. Begitu juga dengan bangunan yang sekarang ada di lokasi, itu juga sama bukan tanah PLKSDA, itu pembebasannya waktu masih dipegang Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah," kata Dendy saat ditemui di Bojongpicung.

Dijelaskannya, lahan yang sekarang ini akan dijadikan sebagai perkantoran baru dan sudah diurug, merupakan lahan pribadi milik warga setempat. "Nah untuk lokasi yang bagian atasnya itu belum ada perubahan. Ini bisa diubah kalau memang surat keputusan dari Gubernur Jabar sudah keluar," jelasnya.

Dendy menambahkan, sepengetahuannya tanah yang dimaksud sebagaimana tercantum di Detail Enginering Design (DED) memang tidak terpakai. "Di dalam peta memang masuk, tapi bukan area itu yang akan dibangunnya. Bahkan soal ini kepala desa setempat sudah mewanti-wanti kok. Jadi tidak mungkin sampai digunakan," tegasnya.

Bantahan serupa disampaikan juga Kepala Bidang Ekonomi dan Infrastruktur pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Cianjur, Komariah. Menurutnya, lahan yang diperuntukkan program PLKSDA-BM tidak terpakai dan tetap dipertahankan baik itu fungsi maupun luasannya.

"Lahan PLKSDA-BM tetap dipertahankan. Tidak akan jadi perkantoran. Kalaupun sampai terpakai itu harus dikonversi ke luasan yang telah ditetapkan PLKSDA-BM,“ pungkasnya.

Persoalan kantor baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka ini memang tak henti-hentinya menjadi sorotan publik

Diberitakan sebelumnya, setelah diduga mencatut nama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, kini kantor baru Pemkab Cianjur di Campaka yang belum berizin, diklaim dibangun atas permintaan masyarakat Cianjur. Masyarakat yang mana?

Itulah ungkapan dan pertanyaan yang dilontarkan Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Kabupaten Cianjur, Rudi Agan kepada Berita Cianjur, Senin (19/2/2018). Rudi mengaku, klaim pembangunan kantor pemerintahan baru atas kehendak publik tersebut, ia baca di salah satu media lokal di Cianjur.

“Ya, saya baca di koran lokal lain. Ada seseorang yang dekat dengan bupati dan juga politikus dari Partai Nasdem, yang bilang kepindahan kantor pelayanan itu kehendak publik. Saya langsung merasa aneh, publik yang mana?” ujar Rudi.

Menurutnya, baik orang dekat bupati maupun Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar (IRM) sekalipun, tak boleh asal mengklaim. Bahkan meskipun benar itu kehendak publik, sambung dia, bukan berarti bupati bisa seenaknya alias melabrak aturan.

“Jika benar kata publik, publik yang mana? Jika benar itu menurut survei, survei dengan metode apa? Ingat, atas kehendak siapapun, aturan tetap harus dipatuhi. Jika benar itu kehendak publik, izin pembangunannya tetap harus dilengkapi dong. Jangan dibangun dulu tapi izin belakangan,“ tegasnya.

Terpisah, Ketua Aliansi Rakyat Sugih Mukti untuk Cianjur (Ayat Suci), Ridwan Mubarak menegaskan, harus ada pembuktian secara akademis yang berbasis metodologi ilmiah, bahwa kantor pelayanan pindah karena kehendak publik. “Metode risetnya seperti apa?” ucapnya.

Jika ternyata klaim dengan mengatasnamakan rakyat ini tidak terbukti, lanjut Ridwan, jelas hal tersebut merupakan pembohongan publik.

“Saya tanya ke bupati, rakyat yang mana yang menghendaki pemindahan kantor pelayanan? Jangan asal klaim tanpa dasar. Kemarin mengatasnamakan presiden, sekarang mengatasnamakan publik,“ ungkapnya.

Ia memohon kepada bupati agar logika berpikirnya sistematis (teratur dan logis) dan jangan loncat-loncat. Apalagi menurutnya, Bupati IRM memiliki gelar doktor yang seharusnya logika risetnya terbangun dengan sempurna.

Selain diklaim atas kehendak publik, kantor baru Pemkab Cianjur di Campaka yang belum berizin tersebut pun diklaim dibangun untuk dapat meningkatkan pelayanan terhadap publik. Menurutnya, jika itu tujuannya, bukan berarti infrastruktur atau bangunan fisik kantor harus diboyong ke pelosok.

“Seharusnya berdayakan saja fungsi dan peran kecamatan sebagai kepanjangan kebijakan bupati di daerah-daerah terpencil. Maksimalkan peran kecamatan dan perangkatnya. Apalagi kini kita hidup di abad virtual dan cyber, terkoneksi satu sama lain. Ingat, kita hidup di kampung dunia yang biasa disebut dengan global village, tanpa batasan ruang dan waktu,“ bebernya.

Alhasil, Ridwan menilai keliru jika pemindahan kantor pelayanan karena alasan mendekatkan diri kepada publik. Hal tersebut diistilahkannya sesat logika alias kelirumologi bupati. “Dalam bahasa Jaya Suprana, ini harus diluruskan bahkan harus disembuhkan,“ pungkasnya.

Sementara itu, diperoleh informasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Cianjur, bahwa rekomendasi untuk pembangunan perkantoran Pemkab di Campaka masih dalam tahap penyusunan. Hal ini terungkap dalam wawancara bersama Kepala Bidang Penataan Ruang dan Bangunan, Tjaturini Djinangkung Sriwidhy.

Tjaturini menuturkan, untuk bisa mendapatkan rekomendasi dari gubernur itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 65 Tahun 2015 Tentang Mekanisme Pemberian Persetujuan Substansi Rencana Rinci Tata Ruang Wilayah Kabupaten.

"Sedikitnya ada 13 mekanisme yang harus ditempuh. Sekarang ini baru 3 tahapan yang sudah dilalui, termasuk pembangunan perkantoran yang di Campaka, itu masih dalam tahap penyusunan," katanya.

Saat diinformasikan bahwa di Campaka sudah ada pembangunan, Tjaturini tampak terlihat kaget, seolah dirinya baru mengetahui jika di lokasi memang sudah ada pembangunan. Dia berkilah kalau bangunan yang ada di lokasi sekarang ini bukan untuk perkantoran baru Pemkab Cianjur.

"Wah masa sih sudah ada pembangunan. Kalau yang sekarang mah bukan buat perkantoran tapi bangunan kantor kecamatan Pa," tutupnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.