Rabu, 20 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Hei Bupati, Mundur atau Dimundurkan?

Ayat Suci: Aturan Dilabrak, Undang-Undang Dipecundangi dan Hukum Dikebiri

Gie

Kamis, 22 Februari 2018 - 08:00 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Apapun Dalihnya, Penyerobotan Tanah Bisa Dipidanakan

Beritacianjur.com -ATURAN dilabrak, Undang-Undang dipecundangi dan hukum dikebiri. Ini hanya terjadi di Cianjur yang konon katanya lebih maju dan agamis.

Itulah ungkapan kekesalan dari Ketua Aliansi Rakyat Sugih Mukti untuk Cianjur (Ayat Suci), Ridwan Mubarak, terkait sekelumit permasalahan pembangunan kantor baru Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur di Kecamatan Campaka.

Ya, ia geram. Betapa tidak, kantor yang diklaim sebagai kentor pelayanan publik tersebut, diduga menyerobot lahan yang diperuntukkan kegiatan program Penanganan Lahan Kritis dan Sumber Daya Air Berbasis Masyarakat (PLKSDA-BM).

Selain adanya dugaan penyerobotan tanah, ia pun mengaku kesal karena sebelumnya diketahui pembangunannya tidak dilengkapi izin. Bahkan, meski jelas-jelas belum mengantongi izin, pembangunan kantor tersebut malah dianggap sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dan diklaim dibangun atas kehendak publik.

“Izin tak dilengkapi, nama presiden dicatut, pembangunannya diklaim atas kehendak publik, dan sekarang yang terbaru dugaan penyerobotan lahan. Lengkap sudah arogansi Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar di Tatar Santri ini. Istilahnya tunggul dilarud catang dirumpak (seenaknya, red),“ ujarnya kepada Berita Cianjur, Rabu (21/2/2018).

Terkait indikasi penyerobotan tanah, Ridwan menilai, jika hal tersebut terbukti, maka bisa dipidanakan karena adanya upaya pengalihan hak secara paksa, baik secara langsung maupun tidak oleh bupati dan centeng-centengnya.

“Ya, apapun dalihnya, penyerobotan tanah adalah tindakan pidana dan harus diproses secara hukum. Apalagi oleh kepala daerah, itu memalukan dan memilukan,“ tegasnya.

Berdasarkan banyaknya permasalahan, Ridwan menegaskan, bupati seperti IRM sudah selayaknya dimakzulkan (diturunkan/dimundurkan, red). Pasalnya, terlalu banyak aturan yang dilanggar dan dilecehkan.

“Permasalahannya bukan hanya soal kantor di Campaka saja, tapi banyak masalah-masalah lainnya. Cianjur bakal katalanjuran (keterlaluan, red), kejadiannya sekarang Kang. Cianjur kebablasan, lupa diri dan lupa akan sejarahnya. Siap menjadi kepala daerah harus siap patuh dan siap menjalankan aturan, jika tidak lebih baik mundur atau menunggu dimakzulkan, silahkan tinggal pilih saja,“ ungkapnya.

Menurutnya, jika Bupati Cianjur ingin membuat sejarah baru, jangan lantas menghancurkan sistem peradaban yang sudah lebih dulu ada. Hal tersebut, kata dia, jelas pembangkangan terhadap pakem dan tali piranti yang sudah ada dan sudah dikukuhkan oleh para karuhun Cianjur.

“3 filosofi yakni ‘Ngaos Mamaos Maenpo’ yang menjadi dasar manusia Cianjur diubah menjadi 7 program baru. Logikanya, hal yang sangat substansial dan prinsip saja berani diubah, apalagi hal-hal yang sifatnya fisik. Pastinya berani diubrak-abrik meski harus melabrak aturan,“ paparnya.

Memimpin tanpa punya itikad baik untuk patuh terhadap konstitusi, lanjut Ridwan, sama dengan melakukan kejahatan terstruktur. “Kejahatan yang dilakukan oleh kepala daerah hukumnya bisa 2 sampai 3 kalli lipat dari warga sipil biasa,“ tutupnya.

Sementara itu, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan mengatakan, tak hanya bisa disebut penyerobotan tanah, jika kantor baru Pemkab Cianjur di Campaka terbukti menggunakan lahan kritis, maka sama saja bupati tidak memikirkan dampak negatif terhadap lingkungan.

“Gimana kantor di Campaka ini gak jadi sorotan, selain jelas-jelas tak ada izin, dugaan permasalahannya pun terlalu banyak. Mending kalau hanya soal kantor di Campaka, ini mah kan banyak lagi masalah-masalah lainnya yang terindikasi melabrak aturan juga,“ ucapnya kepada Berita Cianjur, kemarin.

Diberitakan sebelumnya,

Perkantoran baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka, diduga menyerobot lahan yang diperuntukkan kegiatan program PLKSDA-BM. Benarkah?

Ya, kantor baru yang diklaim sebagai kantor pelayanan publik ini memang tengah menjadi sorotan publik. Betapa tidak, meski jelas-jelas belum dilengkapi izin, pembangunan kantor tersebut malah dianggap sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dan diklaim dibangun atas kehendak publik.

Kini, persoalan baru muncul terkait dugaan penyerobotan tanah. Hal tersebut terlihat dari denah (peta, red), yang menunjukkan lokasi perkantoran di Campaka itu hampir sama persis berada di lahan yang termasuk dalam lokasi kegiatan PLKSDA-BM, yakni di Kampung Cikekep, Desa Cidadap, Kecamatan Campaka.

Hal tersebut dibenarkan aktivis buruh tani Cianjur, Hendra Malik. Berdasarkan data yang diperolehnya, lahan yang digunakan untuk kegiatan PLKSDA-BM itu, diketahui lokasinya sama persis dengan lahan yang sekarang ini akan dijadikan perkantoran baru Pemkab Cianjur.

Apabila ini memang terbukti, sambung dia, maka Pemerintahan Kabupaten Cianjur lagi-lagi sudah melabrak ketentuan atau bahkan bisa disebut penyerobotan lahan. Pasalnya, lahan untuk kegiatan PLKSDA-BM yang notabene merupakan lahan eks perkebunan, dilarang untuk dialihfungsikan dalam kurun waktu 20 tahun.

"Lahan PLKSDA-BM ini bisa dikatakan tanah larangan. Karena lahannya sudah mendapat jaminan untuk tidak dialihfungsikan sebagai apapun selain peruntukkannya. Ini sebagaimana disebutkan dalam surat pernyataan Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh," ujar Hendra kepada Berita Cianjur, Selasa (20/2/2018).

Menurutnya, akan ada dampak besar terhadap lingkungan jika keinginan mendirikan perkantoran baru tersebut tetap harus direalisasikan di lokasi yang sekarang ini tengah dibangun. Apalagi menurutnya, kajiannya tidak dilakukan dengan sunguh-sunguh.

"Kalau bupati sekarang tetep ‘keukeuh’ membangun di sana, sementara lahan yang digunakan masuk dalam lokasi lahan yang diperuntukkan sebagai penanganan lahan kritis, ya tinggal tunggu saja tanggal mainnya. Bisa dikatakan seperti bom waktu lah," terangnya.

Sementara itu, bantahan dugaan penyerobotan lahan PLKSDA-BM disampaikan Kepala Bidang Pertanahan pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Cianjur, Dendy Kristanto. Saat dikonfirmasi, dengan tegas Dendy membantah jika perkantoran baru Pemkab Cianjur di Campaka tidak berada di atas lahan yang digunakan untuk program PLKSDA-BM.

"Tidak begitu Kang, bukan di atas lahan yang dimaksud. Begitu juga dengan bangunan yang sekarang ada di lokasi, itu juga sama bukan tanah PLKSDA, itu pembebasannya waktu masih dipegang Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah," kata Dendy saat ditemui di Bojongpicung.

Dijelaskannya, lahan yang sekarang ini akan dijadikan sebagai perkantoran baru dan sudah diurug, merupakan lahan pribadi milik warga setempat. "Nah untuk lokasi yang bagian atasnya itu belum ada perubahan. Ini bisa diubah kalau memang surat keputusan dari Gubernur Jabar sudah keluar," jelasnya.

Dendy menambahkan, sepengetahuannya tanah yang dimaksud sebagaimana tercantum di Detail Enginering Design (DED) memang tidak terpakai. "Di dalam peta memang masuk, tapi bukan area itu yang akan dibangunnya. Bahkan soal ini kepala desa setempat sudah mewanti-wanti kok. Jadi tidak mungkin sampai digunakan," tegasnya.

Bantahan serupa disampaikan juga Kepala Bidang Ekonomi dan Infrastruktur pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Cianjur, Komariah. Menurutnya, lahan yang diperuntukkan program PLKSDA-BM tidak terpakai dan tetap dipertahankan baik itu fungsi maupun luasannya.

"Lahan PLKSDA-BM tetap dipertahankan. Tidak akan jadi perkantoran. Kalaupun sampai terpakai itu harus dikonversi ke luasan yang telah ditetapkan PLKSDA-BM,“ pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.