Rabu, 20 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Polres Segera Panggil Dirut RSUD

Kasus Dugaan Pengadaan Barang dan Jasa Fiktif Harus Segera Diusut Tuntas, Karena Masih Banyak Masalah Lainnya di RSUD

Angga Purwanda/Gie

Senin, 26 Februari 2018 - 07:55 WIB

foto:net
foto:net
A A A

Beritacianjur.com - MASIH hangat di benak masyarakat soal Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, yang dilaporkan ke Presiden Joko Widodo dan KPK karena dinilai arogan, tidak taat hukum dan kebijakan-kebijakannya yang menyengsarakan rakyat. Kini, masyarakat Cianjur kembali menyoroti segudang masalah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur.

Dari sekian banyak masalah, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Kabupaten Cianjur, Rudi Agan menilai, kasus dugaan pengadaan barang dan jasa fiktif di rumah sakit plat merah tersebut harus menjadi perhatian khusus.

Seperti diketahui, 5 Februari lalu SPRI telah melaporkan permasalahan tersebut ke Kepolisian Resor (Polres) Cianjur. Kini, menurutnya, penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Resrkim) Polres Cianjur sudah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

“Kami tidak akan melakukan intervensi terhadap kepolisian, karena kami yakin pihak kepolisian telah bekerja,” ujarnya kepada Berita Cianjur, Minggu (25/2/2018).

Meski begitu, Rudi meminta kepolisian dapat segera mengungkap kasus yang dinilainya sangat merugikan dan mengganggu kinerja di lingkungan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemkab Cianjur tersebut.

“Jika memang kepolisian telah memiliki bukti yang kuat, segera hadapkan ke depan hukum. Agar menjadi efek jera bagi para pegawai RSUD, juga untuk pegawai-pegawai lainnya di lingkungan Pemkab Cianjur,“ ucapnya.

Sebelumnya, Rudi mengaku sudah berkomunikasi dengan penyidik yang menyebutkan, sejumlah alat kesehatan yang diduga fiktif ternyata bisa diperlihatkan pihak RSUD Sayang Cianjur.

“Ya, dari pengakuan penyidik barang-barang yang diduga fiktif ternyata ada. Tapi bukan persoalan jadi ada atau tidak adanya barang, yang saya pertanyakan tindak pidananya. Yang saya laporkan itu temuan dari hasil laporan BPK tahun 2015 loh. Makanya penyelidikan ini masih terus berjalan,” jelasnya.

Rudi memaparkan, dalam Peraturan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Nomor 2 Tahun 2017, tentang Pemantauan Pelaksanaan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan BPK, tepatnya pada pasal 10 disebutkan, penyelesaian tindak lanjut tidak menghapuskan tuntutan pidana.  

Pada pasal sebelumnya yakni pasal 3, sambung Rudi, ayat 1 menyebutkan pejabat wajib menindaklanjuti rekomendasi dalam hasil pemeriksaan setelah hasil pemeriksaan diterima. Disebutkan dalam ayat 2, tindak lanjut atas rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat 1 berupa jawaban atau penjelasan atas pelaksanaan tindak lanjut yang yang dilampiri dengan dokumen pendukung.

“Nah, poinnya ada di ayat 3 yang menyebutkan, tindak lanjut sebagaimana dimaksud pada ayat 2 wajib disampaikan kepada BPK paling lambat 60 hari setelah laporan hasil pemeriksaan diterima,“ bebernya.

“Pertanyaannya, barang itu ada saat ramai diberitakan atau sejak kapan? Kan aturannya jelas. Jadi memang tetap harus diselidiki kenapa awalnya tidak ada dan sekarang ada. Logikanya gini, ada maling yang nyuri motor, terus ketahuan masyarakat, apakah maling tersebut gak jadi dihukum ketika dia mengembalikan motornya? Enggak kan?“ sambungnya.

Ia menegaskan, kasus dugaan pengadaan fiktif tersebut harus segera diusut tuntas. Pasalnya, masih banyak permasalahan-permasalahan lainnya di RSUD yang tak kalah parahnya. Seperti misalnya dugaan pungutan liar pada kegiatan rekrutmen, pasien BPJS Kesehatan yang disuruh beli obat sendiri dengan uang pribadinya, insentif pegawai RSUD yang selalu terlambat dan nilainya berkurang seperti biasanya, serta masih banyak permasalahan lainnya.

“Ini baru masalah di RSUD saja, sebenarnya masalah-masalah di dinas lain atau Pemkab Cianjur itu juga banyak masalahnya. Banyak yang terindikasi penyimpangan dan pelanggaran. Seperti misalnya persoalan kantor baru Pemkab Cianjur di Campaka yang belum berizin tapi sudah dibangun,“ ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP Soliyah, SIK, MH melalui Kasat Reskrim AKP Benny Cahyadi menjelaskan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pegawai RSUD yang diduga terlibat dalam dugaan kasus tersebut.

“Untuk Wakil Direktur (Wadir) RSUD Sayang Cianjur telah kami lakukan pemeriksaan, termasuk beberapa yang diduga terkait dengan dugaan fiktif tersebut. Dalam waktu dekat kami akan panggil direkturnya,” jelasnya.  

Benny mengungkapkan, meskipun dari hasil pemeriksaan awal barang-barang yang sebelumnya terindikasi fiktif tidak terbukti, namun pihaknya akan terus mendalami dan menjamin kasus tersebut akan terang benderang.

“Saya jamin kasus ini akan terang benderang, jika memang ada yang terbukti melakukan pelanggaran tentunya akan kami tindak sesuai dengan aturan yang berlaku. Doakan saja, jajaran kami dapat mengungkap semuanya,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, geram dengan segudang permasalahan di RSUD Sayang Cianjur yang tak kunjung ada penyelesaiannya, akhirnya SPRI Cianjur melaporkan RSUD ke Polres Cianjur dengan dugaan tindak pidana kegiatan pengadaan barang dan jasa fiktif.

Senin (5/2/2018) siang, ketua, sekretaris dan sejumlah perwakilan SPRI mendatangi Polres Cianjur, Jalan KH Abdullah bin Nuh, Nagrak, Cianjur. Mereka melaporkan RSUD karena melihat adanya kejanggalan dalam pengadaan barang dan jasa pada tahun 2015.

Selain dari sejumlah informasi dan keterangan yang dihimpun SPRI, Rudi menjelaskan, kejanggalan atau dugaan tindak pidana tersebut salah satunya terlihat dari Laporan Hasil  BPK RI Tahun 2015.

Disebutkan dalam laporan BPK RI, pada 2015 lalu RSUD merealisasikan belanja modal pengadaan alat kedokteran umum berupa bed patient manual, bed side cabinet, overbed table dan matras bed patient. Masing-masing sebanyak 100 unit senilai Rp1.736.236. Pengadaan tersebut telah tercatat pada Kartu Inventaris Barang (KIB) RSUD.

Namun hasil pemeriksaan yang dilakukan BPK dengan pengurus barang RSUD menunjukkan, bed patient manual, bed side cabinet, overbed table dan matras bed patient masing-masing sebanyak 98 unit, tidak ditemukan keberadaannya di RSUD.

Rudi juga menyebutkan, hasil permintaan keterangan kepada pengurus barang RSUD Kelas B, menunjukkan bahwa barang-barang tersebut dititipkan pada gudang penyedia jasa dengan Berita Acara Penitipan Barang nomor 028/3065/TU tanggal 11 Desember 2015 yang ditandatangani oleh Direktur RSUD dan Ditektur PT Ol.

Selain itu, sambung Rudi, hasil pemeriksaan fisik juga menunjukkan terdapat ICU bed sebanyak 12 unit dan emergency streteher sebanyak 87 unit yang juga ditipkan pada gudang penyedia jasa. Aset peralatan dan mesin serta aset tetap lainnya sebesar Rp4.387.124.410 tidak dapat diyakini keberadaannya.

“BPK juga menyebutkan, kondisi tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. Jelas kan masalahnya? Jadi memang seharusnya dilaporkan agar tidak ada pembiaran,“ jelasnya.

Rudi menegaskan, pihaknya tak akan berhenti pada laporan dugaan pengadaan barang dan jasa fiktif saja. Namun pihaknya akan terus mengawal segudang permasalahan di RSUD.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.