Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Manajemen RSUD Diduga Intimidasi Karyawannya

Angga Purwanda

Selasa, 27 Februari 2018 - 07:55 WIB

RSUD Cianjur (foto:net)
RSUD Cianjur (foto:net)
A A A

Beritacianjur.com - SEJUMLAH pegawai di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, diduga mendapatkan intimidasi dari pihak manajemen rumah sakit plat merah tersebut.

Dugaan intimidasi yang diterima para pegawai di lingkungan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemkab Cianjur tersebut, mulai dari ancaman pemberian sanksi hingga pemecatan jika mereka memberikan informasi terkait kebobrokan yang terjadi di manajemen RSUD Cianjur kepada pihak lain terutama pewarta.

Seperti yang dijelaskan salah seorang pegawai RSUD yang enggan disebutkan namanya. Dirinya terpaksa harus berurusan dengan pihak direksi dan kepala bidang (kabid) di tempat kerjanya, karena dituduh sering memberikan informasi dan meng-upload status di media sosial pribadinya terkait kebobrokan yang terjadi di rumah sakit tersebut.

“Saya tidak tahu keinginan para direksi dan kabid di RSUD maunya apa? Sebab, saya hanya mengungkapkan keluh kesah saya karena ketidakadilan yang diakibatkan ulah para direksi dan kabid. Jika saya berbicara langsung ke mereka (Direksi dan Kabid) tidak pernah ditanggapi dan tak pernah ada solusi,” jelasnya kepada wartawan, Senin (26/2/2018).

Dia mengungkapkan, tidak akan tinggal diam dengan segala kezaliman yang telah dilakukan oleh jajaran direksi dan kabid terhadap pegawai di lingkungan RSUD Sayang Cianjur. “Kami bersama seluruh rekan sepakat untuk menggugat jajaran direksi dan kabid yang terbukti melakukan intimidasi terhadap pegawai,” tegasnya.

Dia menambahkan, tak hanya persoalan kesejahteraan bagi para pegawai yang terjadi di lingkungan rumah sakit itu, namun untuk pelayanan pun dinilai sudah tidak sesuai dengan aturan. “Seperti kondisi Ruang Samolo 3 yang kondisi lantai keramiknya dibiarkan mengelupas, bagaimana pasien akan nyaman dan tenang jika kondisi ruang rawat inapnya seperti itu,” ucapnya.

Selain itu, setiap hujan turun, ruang basement parkir selalu digenangi banjir. “Ini jelas sudah tidak sehat dan diperlukan pembenahan yang menyeluruh. Saya juga mempertanyakan, pemangku kebijakan dalam hal ini Bupati Cianjur, yang terkesan diam. Padahal RSUD merupakan wajah yang mewakili pemerintahan,” ucap dia dengan nada kesal.

Sementara itu, saat hendak mengonfirmasi kebenaran dugaan tersebut, sejumlah pejabat RSUD sulit dibubungi.

Diberitakan sebelumnya, jeritan sejumlah pegawai RSUD Sayang Cianjur kembali terdengar pilu. Betapa tidak, selain insentif pada Januari dan Februari 2018 belum diterima, insentif Desember 2017 yang mereka terima hanya sebesar Rp62 ribu dari yang biasanya Rp1.5 juta hingga Rp2 juta. Benarkah?

Ya, hal tersebut terungkap setelah adanya pengakuan dari sejumlah pegawai RSUD kepada Berita Cianjur, Minggu (25/2/2018).

Salah seorang perawat yang enggan disebutkan namanya membenarkan hal tersebut. Ia mengaku harus rela menerima dana insentif Desember 2017 sebesar Rp 62 ribu, yang baru dibayarkan oleh pihak RSUD beberapa waktu lalu. Padahal, sambung dia, besarnya insentif yang biasanya diterima senilai Rp2 juta per bulan.

“Bingung, mau dari mana biaya hidup sehari-hari. Semenjak kondisi rumah sakit carut marut seperti ini, saya sampai harus kembali pulang ke rumah orangtua karena sudah tidak mampu untuk membayar cicilan rumah,” curhatnya.

Menurutnya, kondisi tersebut sudah terjadi kurang lebih selama enam bulan terakhir. Bahkan tak hanya insentif, gaji Januari 2018 pun belum ia terima. “Berharap segera ada perbaikan, agar hak para pegawai dapat segera terpenuhi. Ini baru terjadi sekarang, sebelum-sebelumnya tidak pernah seperti ini,” ungkapnya.

Seorang pegawai RSUD lainnya pun membenarkan kondisi tersebut. Akibatnya, banyak rekan-rekannya di RSUD yang tersiksa karena sudah kesulitan untuk membiayai kehidupan sehari-hari.

“Jumlahnya berbeda-beda, ada yang menerima Rp62 ribu, Rp95 ribu dan Rp150 ribu. Padahal biasanya bisa mencapai Rp1,5 juta hingga Rp2 juta,“ ujar pegawai RSUD yang juga enggan disebutkan namanya, dengan alasan untuk menjaga keamanan pekerjaannya.

Ia menambahkan, jangankan untuk membayar cicilan rumah atau mobil, untuk ongkos atau bensin dari rumah menuju RSUD pun banyak yang kesusahan. “Ini soal hak, tapi mau protes bingung harus seperti apa. Soalnya saat teman saya bikin status di medsos saja, langsung dipanggil dan ditegur jangan ramai ke mana-mana katanya,“ ungkapnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Si Maung 6 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 6 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Laporan Keuangan Desa di Cianjur Belum Seragam

PEMERINTAHAN Desa (Pemdes) di Kabupaten Cianjur masih belum seragam dalam sistem laporan keuangan desa. Ada yang masih menggunakan Sistem Pengelolaan Keuangan Desa (Silokades) tapi juga yang sudah menerapkan…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Satlantas Pantau Ruas Infrastruktur Jalan

SATUAN Lalulintas Polres Cianjur, mengagendakan survei pemantauan ruas-ruas infrastruktur jalan menjelang arus mudik Idul Fitri 2018. Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana,…

Bisnis Line 17 jam yang lalu

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 22/04/2018 20:05 WIB

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…