Kamis, 17 Agustus 2017 - Pukul 16:57

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

edukasi

MTs Islamiyah Sayang, Terapkan Model Belajar E-Learning

Oleh: Susi Susilawati - Senin 07 September 2015 | 07:00 WIB

MTs Islamiyah Sayang, Terapkan Model Belajar E-Learning

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM, CIANJUR – MTs Islamiyah Sayang, Cianjur, Jawa Barat menjadi salahsatu sekolah di Cianjur yang mulai menerapkan konsep e-learning dalam proses belajar mengajarnya.

 

Wakil Kepala Bidang Humas MTs Islamiyah Sayang, Asep Moh. Muhsin mengatakan, penggunaan e-learning di sekolah merupakan sebuah keharusan mengingat pembelajaran yang tidak didukung oleh model pembelajaran IT akan menyebabkan siswa bosan belajar, jenuh dan pastinya ketinggalan zaman.

 

“Jangan sampai memposisikan sekolah sebagai tempat yang menjenuhkan atau tempat yang menakutkan bagi siswa. Apalagi bila ditambah dengan kondisi beberapa guru yang kurang mengikuti perkembangan dunia persekolahan modern,” tutur Asep kepada “BC”, Minggu (6/9).

 

Menurutnya, model pembelajaran berbasis teknologi sering dianggap hal yang aneh dan membebani guru. Mereka beranggapan mengajar harus sesuai dengan  materi yang ada di dalam kurikulum.

 

Hal itu, menurutnya, tidak salah kendati seorang guru menurut Asep tentunya harus bisa mengikuti perkembangan dalam melakukan proses belajar mengajar di kelas. Sehingga tidak membuat siswa berupaya melarikan diri karena jenuh.

 

“Kegiatan yang seringkali menjengkelkan bagi guru di dalam kelas, adalah siswa yang kurang memperhatikan, membuat kegaduhan, membolos, berkelahi, bully antarsesama dan sebagainya. Kondisi ini diperparah lagi dengan lamanya waktu duduk di kelas yang penuh dengan sekat di empat sisi,” ungkapnya.

 

Terpisah, seorang guru MTs Al-Kautsar, Elsye Sulistyowati menilai, pengaplikasian el-learning perlu dukungan dari sekolah, mulai dari saran dan prasarananya.  “Kalau menyesuaikan perkembangan zaman memang sudah seharusnya menggunakan e-learning. Guru-guru pun memang saat ini dituntut untuk melek IT. Tapi kalau tidak ada sosialisasi penerapan e-learning atau soal pengoperasian IT, tentu akan mempersulit, terutama bagi guru-guru yang sudah lama,” paparnya. (fir)

Komentar