Senin, 23 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Pejabat RSUD Dinilai Langgar HAM

Ini Soal Dugaan Intimidasi yang Dilakukan Manajemen RSUD kepada Pegawainya

Gie

Rabu, 28 Februari 2018 - 07:55 WIB

foto:net
foto:net
A A A

Beritacianjur.com - KETIKA ada karyawan RSUD Sayang Cianjur yang kritis dan berani mengungkap kebenaran tentang konspirasi kejahatan atasannya, seharusnya didukung dan diapresiasi.

Hal tersebut dikatakan Ketua Aliansi Rakyat Sugih Mukti untuk Cianjur (Ayat Suci), Ridwan Mubarak, menanggapi adanya dugaan intimidasi yang dilakukan pejabat atau manajemen RSUD terhadap para pegawainya, yang menanyakan haknya yang tidak diterima sebagaimana mestinya.

“Ya harusnya diparesiasi bukan malah diintimidasi dengan ancaman. Jelas ini pelanggaran terhadap hak asasi manusia (HAM),“ ujarnya kepada Berita Cianjur, Selasa (27/2/2018).

Menurutnya, apapun alasannya, intimidasi tidak dibenarkan. Apalagi berbicara birokrasi yang orientasi akhirnya kepada kemaslahatan dan kesejahteraan umat.

Ia menambahkan, intimidasi itu refresif, menekan dan mirip dengan terror. Pasalnya, terdapat unsur menakut-nakuti. “Ini tidak sehat untuk proses pelayanan terhadap masyarakat, dan tidak sehat pula untuk perkembangan kultur birokrasi ataupun manajemen RSUD itu sendiri, ungkapnya.

“Semua karyawan butuh kenyamanan dalam bekerja. Bekerja harus riang gembira. Jika tidak pelayanan terhadap masyarakat tidak akan maksimal,“ sambungnya.

Ridwan mengatakan, pola komunikasi yang baik adalah yang memanusiakan, informative, persuasive dan tidak intimidatif. Pasalnya, intimidasi bias berujung kepada terror.

“Pemangku kebijakan RSUD itu bukan teroris, jadi tidak perlu ada intimidasi yang tidak mendidik,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak manajemen RSUD Sayang Cianjur. Saat hendak dikonfirmasi, sejumlah pejabat RSUD sulit dihubungi.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah pegawai di lingkungan RSUD Sayang Cianjur, diduga mendapatkan intimidasi dari pihak manajemen rumah sakit plat merah tersebut.

Dugaan intimidasi yang diterima para pegawai di lingkungan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemkab Cianjur tersebut, mulai dari ancaman pemberian sanksi hingga pemecatan jika mereka memberikan informasi terkait kebobrokan yang terjadi di manajemen RSUD Cianjur kepada pihak lain terutama pewarta.

Seperti yang dijelaskan salah seorang pegawai RSUD yang enggan disebutkan namanya. Dirinya terpaksa harus berurusan dengan pihak direksi dan kepala bidang (kabid) di tempat kerjanya, karena dituduh sering memberikan informasi dan meng-upload status di media sosial pribadinya terkait kebobrokan yang terjadi di rumah sakit tersebut.

“Saya tidak tahu keinginan para direksi dan kabid di RSUD maunya apa? Sebab, saya hanya mengungkapkan keluh kesah saya karena ketidakadilan yang diakibatkan ulah para direksi dan kabid. Jika saya berbicara langsung ke mereka (Direksi dan Kabid) tidak pernah ditanggapi dan tak pernah ada solusi,” jelasnya kepada wartawan, Senin (26/2/2018).

Dia mengungkapkan, tidak akan tinggal diam dengan segala kezaliman yang telah dilakukan oleh jajaran direksi dan kabid terhadap pegawai di lingkungan RSUD Sayang Cianjur. “Kami bersama seluruh rekan sepakat untuk menggugat jajaran direksi dan kabid yang terbukti melakukan intimidasi terhadap pegawai,” tegasnya.

Dia menambahkan, tak hanya persoalan kesejahteraan bagi para pegawai yang terjadi di lingkungan rumah sakit itu, namun untuk pelayanan pun dinilai sudah tidak sesuai dengan aturan. “Seperti kondisi Ruang Samolo 3 yang kondisi lantai keramiknya dibiarkan mengelupas, bagaimana pasien akan nyaman dan tenang jika kondisi ruang rawat inapnya seperti itu,” ucapnya.

Selain itu, setiap hujan turun, ruang basement parkir selalu digenangi banjir. “Ini jelas sudah tidak sehat dan diperlukan pembenahan yang menyeluruh. Saya juga mempertanyakan, pemangku kebijakan dalam hal ini Bupati Cianjur, yang terkesan diam. Padahal RSUD merupakan wajah yang mewakili pemerintahan,” ucap dia dengan nada kesal.

Sementara itu, jeritan sejumlah pegawai RSUD Sayang Cianjur kembali terdengar pilu. Betapa tidak, selain insentif pada Januari dan Februari 2018 belum diterima, insentif Desember 2017 yang mereka terima hanya sebesar Rp62 ribu dari yang biasanya Rp1.5 juta hingga Rp2 juta. Benarkah?

Ya, hal tersebut terungkap setelah adanya pengakuan dari sejumlah pegawai RSUD kepada Berita Cianjur, Minggu (25/2/2018).

Salah seorang perawat yang enggan disebutkan namanya membenarkan hal tersebut. Ia mengaku harus rela menerima dana insentif Desember 2017 sebesar Rp 62 ribu, yang baru dibayarkan oleh pihak RSUD beberapa waktu lalu. Padahal, sambung dia, besarnya insentif yang biasanya diterima senilai Rp2 juta per bulan.

“Bingung, mau dari mana biaya hidup sehari-hari. Semenjak kondisi rumah sakit carut marut seperti ini, saya sampai harus kembali pulang ke rumah orangtua karena sudah tidak mampu untuk membayar cicilan rumah,” curhatnya.

Menurutnya, kondisi tersebut sudah terjadi kurang lebih selama enam bulan terakhir. Bahkan tak hanya insentif, gaji Januari 2018 pun belum ia terima. “Berharap segera ada perbaikan, agar hak para pegawai dapat segera terpenuhi. Ini baru terjadi sekarang, sebelum-sebelumnya tidak pernah seperti ini,” ungkapnya.

Seorang pegawai RSUD lainnya pun membenarkan kondisi tersebut. Akibatnya, banyak rekan-rekannya di RSUD yang tersiksa karena sudah kesulitan untuk membiayai kehidupan sehari-hari.

“Jumlahnya berbeda-beda, ada yang menerima Rp62 ribu, Rp95 ribu dan Rp150 ribu. Padahal biasanya bisa mencapai Rp1,5 juta hingga Rp2 juta,“ ujar pegawai RSUD yang juga enggan disebutkan namanya, dengan alasan untuk menjaga keamanan pekerjaannya.

Ia menambahkan, jangankan untuk membayar cicilan rumah atau mobil, untuk ongkos atau bensin dari rumah menuju RSUD pun banyak yang kesusahan. “Ini soal hak, tapi mau protes bingung harus seperti apa. Soalnya saat teman saya bikin status di medsos saja, langsung dipanggil dan ditegur jangan ramai ke mana-mana katanya,“ ungkapnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 11 jam yang lalu

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 11 jam yang lalu

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Hari Kartini, Polwan Polres Cianjur Gelar Pengobatan dan Makan Gratis

LIMA ratusan orang dari sejumlah wilayah di Cianjur mengikuti pengobatan gratis di lingkungan Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku, Kamis (19/4/2018) pagi.

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Pengendara Opang Desak Hapus Angkutan Berbasis Online

RIBUAN pengendara ojek pangkalan (Opang) dan angkutan umum (Angkum) di Cianjur menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (19/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:52 WIB

Prediksi Harga Beras Jelang Ramadan tak Melonjak

SEJUMLAH pedagang komoditas beras di Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku memprediksi untuk harga beras tidak akan mengalami lonjakan menjelang Ramadan 1438 Hijriah mendatang.

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polwan Polres Cianjur Berikan Bantuan Bagi Adah

MEMPERINGATI Hari Kartini 2018 jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur menggelar sejumlah kegiatan sosial, di antaranya dengan menyambangi kediaman Adah, warga Kampung Mayak Empang RT 01/04, Desa…

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polres Cianjur Ciduk Tujuh Pelaku Kejahatan

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur menciduk tujuh orang pelaku kejahatan yang biasa menjalankan aksinya di wilayah hukum Cianjur. Penangkapan ketujuh pelaku itu dilakukan dalam waktu dan tempat berbeda.

Aktualita 18/04/2018 08:10 WIB

Desak Pemkab Tanggung Jawab, Garis Sebar Spanduk Banjir

BANJIR belum pernah terjadi sebelumnya di Cianjur. Masihkah kita bangga dengan dosa-dosa? Itulah tulisan dalam spanduk yang dipasang Gerakan Reformis Islam (Garis) di sejumlah lokasi banjir di kawasan…