Rabu, 20 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Inilah Reaksi Aktivis Usai ‘Dicaci’ Orang Bupati

Ayat Suci: Kami Akan Tetap Konsisten pada Komitmen Perjuangan

Gie

Kamis, 01 Maret 2018 - 08:00 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Bupati Tidak Hadir di Tengah-tengah Penderitaan Rakyatnya, Sehingga Rakyat Gelisah dan Menuntut Keadilan

Beritacianjur.com - DISEBUT keji dan naif oleh orang dekat bupati karena menyebut telah terjadi maladministrasi dan melaporkan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar (IRM) ke Presiden dan KPK, tak menyurutkan langkah Aliansi Rakyat Sugih Mukti untuk Cianjur (Ayat Suci), untuk mengungkap kebenaran.

Ya, hal tersebut dilontarkan Ketua Ayat Suci, Ridwan Mubarak kepada Berita Cianjur, Rabu (28/2/2018). Meski mendapatkan cacian, ia mengaku tak gentar dan akan tetap konsisten pada komitmen perjuangannya.

Melalui aksinya melaporkan bupati ke presiden, KPK, BPK, ICW dan Ombudsman, ia berharap Jakarta mengetahui bahwa Cianjur ‘katalanjuran’ (keterlaluan/berlebihan, red). Berbagai pelanggaran yang terjadi di Cianjur sangat menggelisahkan dan menjadi prototype atau contoh kabupaten gagal dalam menjalankan konsep otonomi daerah.  

“Politik dinasti tidak mampu memberikan garansi kesejahteraan bagi rakyat di daerah. Malah yang ada adalah pengabdian kepentingan politik lokal, politik klan, yang berlindung di balik tagline demokrasi. Padahal demokrasi oligarki yang memperdaya rakyat,“ ujarnya.

Sebagai informasi, oligarki merupakan bentuk pemerintahan yang kekuasaan politiknya secara efektif dipegang oleh kelompok elit kecil dari masyarakat, baik dibedakan menurut kekayaan, keluarga, atau militer.

Ketika segudang dugaan penyimpangan yang dilakukan bupati ramai diberitakan, jadi sorotan publik hingga dilaporkan ke presiden dan KPK, sambung dia, seharusnya Bupati Cianjur melakukan monitoring dan evaluasi program.

“Lantas hentikan segala bentuk program yang tidak menguntungkan rakyat sebelum berdampak lebih buruk lagi di kemudian hari. Hal yang paling penting dari itu semua, kembali kepada aturan hukum dan perundang-undangan yang sah di republik ini,“ paparnya.

Menurutnya, menjalankan roda pemerintahan harus konsisten dengan aturan. Jika tidak, maka tunggulah kehancurannya, itulah yang disebut malpraktik birokrasi.

“Rakyat tak butuh pencitraan, tapi kesejahteraan dengan terpenuhinya tiga kebutuhan dasar, yakni sandang, pangan dan papan. Selain itu, terpenuhi pula rasa keadilan, keamanan dan kesetaraan, sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi kita,“ tegasnya.

Ia menambahkan, kepala daerah harus mawas diri. Rakyat bergerak dan menuntut haknya karena ada rasa keadilan yang tidak dipenuhi oleh kepala daerah (bupati) kepada rakyatnya.

“Bupati tidak hadir di tengah-tengah penderitaan rakyatnya, sehingga rakyat gelisah dan menuntut keadilan,“ tutupnya.

Sebelumnya, sebutan keji dan naif yang dilontarkan orang dekat Bupati Cianjur kepada sejumlah aktivis, yang melaporkan orang nomor satu di Pemkab Cianjur tersebut ke Presiden Jokowi dan KPK, ternyata menuai reaksi keras dari sejumlah kalangan.

Seperti diketahui, pekan lalu, sejumlah aktivis yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Sugih Mukti untuk Cianjur (Ayat Suci), melaporkan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar (IRM) ke Presiden, KPK, BPK, ICW dan Ombudsman, karena menganggap Bupati Cianjur arogan, tidak taat hukum dan kebijakan-kebijakannya menyengsarakan rakyat.

Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan menilai, tindakan sejumlah aktivis tersebut seharusnya diapresiasi bukan dicaci. Hal tersebut dianggapnya tak pantas, apalagi cacian atau sebutan keji dan naif tersebut dilontarkan oleh orang dekat bupati.

“Ini terkesan bupati sendiri yang memakai tangan orang dekatnya untuk menghadang warga-warga yang kritis. Kalau kejadiannya seperti ini, wajar dong jika muncul dugaan jika cacian tersebut sebenarnya atas instruksi bupati,“ ujarnya kepada Berita Cianjur, Selasa (27/2/2018).

Rudi menegaskan, ada sebab ada akibat. Artinya, jika tidak ada indikasi penyimpangan, tak mungkin sejumlah warga atau aktivis ujug-ujug melaporkan bupati ke presiden, KPK dan lembaga-lembaga lainnya.

“Kalau sudah begini, seharusnya bupati jangan diam saja. Kalau benar tidak merasa bersalah, klarifikasi dong dan jangan jadi riweuh. Mengadu atau melaporkan sesuatu penyimpangan itu hak warga, bahkan KPK pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif untuk memberantas segala macam perbuatan hukum,“ jelasnya.

Rudi menambahkan, dalam website kpk.go.id disebutkan, masyarakat dapat menyampaikan pengaduan kepada KPK melalui surat, datang langsung, telepon, faksimile, SMS, atau KPK Whistleblower's System (KWS). Tindak lanjut penanganan laporan tersebut sangat bergantung pada kualitas laporan yang disampaikan.

“Jadi, warga berhak dong untuk melaporkan pengaduan. Jika memang laporan tersebut tidak terbukti, KPK juga tidak akan asal-asalan bertindak. Selain itu, bupati juga gak usah khawatir jika memang merasa tidak bersalah. Kecuali ya kalo memang merasa,“ ucapnya.

Pada laman resmi KPK, lanjut Rudi, juga disebutkan bahwa keberhasilan KPK dalam menangkap koruptor ternyata merupakan hasil dari peran serta dan kepedulian masyarakat dalam mleporkan kasus korupsi.

KPK juga sangat mengharapkan peran serta masyarakat untuk memberikan akses informasi ataupun laporan adanya dugaan tindak pidana korupsi (TPK) yang terjadi di sekitarnya. Informasi yang valid disertai bukti pendukung yang kuat akan sangat membantu KPK dalam menuntaskan sebuah perkara korupsi. 

Bentuk-bentuk korupsi yang dimaksud meliputi perbuatan melawan hukum, memperkaya diri orang atau badan lain yang merugikan keuangan atau perekonomian Negara, menyalahgunakan kewenangan, penggelapan dalam jabatan, pemerasan dalam jabatan, tindak pidana yang berkaitan dengan pemborongan, serta delik gratifikasi.

“Adanya indikasi soal bentuk-bentuk korupsi yang dimaksud KPK tersebut, menjadi alasan sejumlah aktivis di Cianjur melaporkan Bupati Cianjur ke KPK. Nah, salahnya di mana? Kenapa lapor ke KPK disebut naif? Kenapa juga jika para aktivis melihat adanya dugaan maladminitrasi itu disebut keji? Aneh kan,“ pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.