Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Inilah Reaksi Aktivis Usai ‘Dicaci’ Orang Bupati

Ayat Suci: Kami Akan Tetap Konsisten pada Komitmen Perjuangan

Gie

Kamis, 01 Maret 2018 - 08:00 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Bupati Tidak Hadir di Tengah-tengah Penderitaan Rakyatnya, Sehingga Rakyat Gelisah dan Menuntut Keadilan

Beritacianjur.com - DISEBUT keji dan naif oleh orang dekat bupati karena menyebut telah terjadi maladministrasi dan melaporkan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar (IRM) ke Presiden dan KPK, tak menyurutkan langkah Aliansi Rakyat Sugih Mukti untuk Cianjur (Ayat Suci), untuk mengungkap kebenaran.

Ya, hal tersebut dilontarkan Ketua Ayat Suci, Ridwan Mubarak kepada Berita Cianjur, Rabu (28/2/2018). Meski mendapatkan cacian, ia mengaku tak gentar dan akan tetap konsisten pada komitmen perjuangannya.

Melalui aksinya melaporkan bupati ke presiden, KPK, BPK, ICW dan Ombudsman, ia berharap Jakarta mengetahui bahwa Cianjur ‘katalanjuran’ (keterlaluan/berlebihan, red). Berbagai pelanggaran yang terjadi di Cianjur sangat menggelisahkan dan menjadi prototype atau contoh kabupaten gagal dalam menjalankan konsep otonomi daerah.  

“Politik dinasti tidak mampu memberikan garansi kesejahteraan bagi rakyat di daerah. Malah yang ada adalah pengabdian kepentingan politik lokal, politik klan, yang berlindung di balik tagline demokrasi. Padahal demokrasi oligarki yang memperdaya rakyat,“ ujarnya.

Sebagai informasi, oligarki merupakan bentuk pemerintahan yang kekuasaan politiknya secara efektif dipegang oleh kelompok elit kecil dari masyarakat, baik dibedakan menurut kekayaan, keluarga, atau militer.

Ketika segudang dugaan penyimpangan yang dilakukan bupati ramai diberitakan, jadi sorotan publik hingga dilaporkan ke presiden dan KPK, sambung dia, seharusnya Bupati Cianjur melakukan monitoring dan evaluasi program.

“Lantas hentikan segala bentuk program yang tidak menguntungkan rakyat sebelum berdampak lebih buruk lagi di kemudian hari. Hal yang paling penting dari itu semua, kembali kepada aturan hukum dan perundang-undangan yang sah di republik ini,“ paparnya.

Menurutnya, menjalankan roda pemerintahan harus konsisten dengan aturan. Jika tidak, maka tunggulah kehancurannya, itulah yang disebut malpraktik birokrasi.

“Rakyat tak butuh pencitraan, tapi kesejahteraan dengan terpenuhinya tiga kebutuhan dasar, yakni sandang, pangan dan papan. Selain itu, terpenuhi pula rasa keadilan, keamanan dan kesetaraan, sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi kita,“ tegasnya.

Ia menambahkan, kepala daerah harus mawas diri. Rakyat bergerak dan menuntut haknya karena ada rasa keadilan yang tidak dipenuhi oleh kepala daerah (bupati) kepada rakyatnya.

“Bupati tidak hadir di tengah-tengah penderitaan rakyatnya, sehingga rakyat gelisah dan menuntut keadilan,“ tutupnya.

Sebelumnya, sebutan keji dan naif yang dilontarkan orang dekat Bupati Cianjur kepada sejumlah aktivis, yang melaporkan orang nomor satu di Pemkab Cianjur tersebut ke Presiden Jokowi dan KPK, ternyata menuai reaksi keras dari sejumlah kalangan.

Seperti diketahui, pekan lalu, sejumlah aktivis yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Sugih Mukti untuk Cianjur (Ayat Suci), melaporkan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar (IRM) ke Presiden, KPK, BPK, ICW dan Ombudsman, karena menganggap Bupati Cianjur arogan, tidak taat hukum dan kebijakan-kebijakannya menyengsarakan rakyat.

Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan menilai, tindakan sejumlah aktivis tersebut seharusnya diapresiasi bukan dicaci. Hal tersebut dianggapnya tak pantas, apalagi cacian atau sebutan keji dan naif tersebut dilontarkan oleh orang dekat bupati.

“Ini terkesan bupati sendiri yang memakai tangan orang dekatnya untuk menghadang warga-warga yang kritis. Kalau kejadiannya seperti ini, wajar dong jika muncul dugaan jika cacian tersebut sebenarnya atas instruksi bupati,“ ujarnya kepada Berita Cianjur, Selasa (27/2/2018).

Rudi menegaskan, ada sebab ada akibat. Artinya, jika tidak ada indikasi penyimpangan, tak mungkin sejumlah warga atau aktivis ujug-ujug melaporkan bupati ke presiden, KPK dan lembaga-lembaga lainnya.

“Kalau sudah begini, seharusnya bupati jangan diam saja. Kalau benar tidak merasa bersalah, klarifikasi dong dan jangan jadi riweuh. Mengadu atau melaporkan sesuatu penyimpangan itu hak warga, bahkan KPK pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif untuk memberantas segala macam perbuatan hukum,“ jelasnya.

Rudi menambahkan, dalam website kpk.go.id disebutkan, masyarakat dapat menyampaikan pengaduan kepada KPK melalui surat, datang langsung, telepon, faksimile, SMS, atau KPK Whistleblower's System (KWS). Tindak lanjut penanganan laporan tersebut sangat bergantung pada kualitas laporan yang disampaikan.

“Jadi, warga berhak dong untuk melaporkan pengaduan. Jika memang laporan tersebut tidak terbukti, KPK juga tidak akan asal-asalan bertindak. Selain itu, bupati juga gak usah khawatir jika memang merasa tidak bersalah. Kecuali ya kalo memang merasa,“ ucapnya.

Pada laman resmi KPK, lanjut Rudi, juga disebutkan bahwa keberhasilan KPK dalam menangkap koruptor ternyata merupakan hasil dari peran serta dan kepedulian masyarakat dalam mleporkan kasus korupsi.

KPK juga sangat mengharapkan peran serta masyarakat untuk memberikan akses informasi ataupun laporan adanya dugaan tindak pidana korupsi (TPK) yang terjadi di sekitarnya. Informasi yang valid disertai bukti pendukung yang kuat akan sangat membantu KPK dalam menuntaskan sebuah perkara korupsi. 

Bentuk-bentuk korupsi yang dimaksud meliputi perbuatan melawan hukum, memperkaya diri orang atau badan lain yang merugikan keuangan atau perekonomian Negara, menyalahgunakan kewenangan, penggelapan dalam jabatan, pemerasan dalam jabatan, tindak pidana yang berkaitan dengan pemborongan, serta delik gratifikasi.

“Adanya indikasi soal bentuk-bentuk korupsi yang dimaksud KPK tersebut, menjadi alasan sejumlah aktivis di Cianjur melaporkan Bupati Cianjur ke KPK. Nah, salahnya di mana? Kenapa lapor ke KPK disebut naif? Kenapa juga jika para aktivis melihat adanya dugaan maladminitrasi itu disebut keji? Aneh kan,“ pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Si Maung 6 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 6 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Laporan Keuangan Desa di Cianjur Belum Seragam

PEMERINTAHAN Desa (Pemdes) di Kabupaten Cianjur masih belum seragam dalam sistem laporan keuangan desa. Ada yang masih menggunakan Sistem Pengelolaan Keuangan Desa (Silokades) tapi juga yang sudah menerapkan…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Satlantas Pantau Ruas Infrastruktur Jalan

SATUAN Lalulintas Polres Cianjur, mengagendakan survei pemantauan ruas-ruas infrastruktur jalan menjelang arus mudik Idul Fitri 2018. Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana,…

Bisnis Line 17 jam yang lalu

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 22/04/2018 20:05 WIB

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…