Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Cianjur Sugih Mukti Harga Mati

Nuki Nugraha

Selasa, 06 Maret 2018 - 07:50 WIB

foto:net
foto:net
A A A

Beritacianjur.com - MENIMPALI sejumlah pernyataan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, pentolan aktivis Buruh Tani Cianjur, Hendra Malik dengan tegas menyatakan, Cianjur Sugih Mukti merupakan sebuah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.

Menurutnya, jawaban bupati soal Pemkab Cianjur yang sekarang ini tidak mempunyai tempat untuk berkantor, merupakan jawaban yang sangat menyakitkan bagi masyarakat Cianjur.

Bagaimana masyarakat tidak sakit, jelas Hendra, bangunan gedung perkantoran Pemkab Cianjur yang masih berdiri kemarin dan terbilang masih layak pakai, dimanfaatkan untuk melayani masyarakat, tiba-tiba dibongkar begitu saja. Sementara sisi lain, masih banyak infrastruktur yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk segera dibangun pemerintah daerah.  

“Kalau sekarang bupati mengatakan pemkab Cianjur tak punya kantor, lah memangnya yang merobohkan bangunan Pemkab kemarin itu siapa dan atas perintah siapa? Coba kalau tidak dibongkar, pastinya pejabat pemkab sekarang ini tidak harus sampai menempati bangunan sekolah untuk berkantor kan,” ujar Hendra dengan nada meninggi.

Hendra menilai, alasan pembangunan perkantoran pemkab baru di Campaka demi meningkatkan pelayanan, besar kemungkinan hanya dalih semata. Sebab, tidak menutup kemungkinan di balik itu semua ada sebuah rencana besar yang tujuan utamannya bukan untuk kepentingan masyarakat banyak.

“Moratorium soal pembangunan gedung perkantoran pemerintah itu bukan baru-baru ini diterbitkan oleh pemerintah pusat, tapi sejak tahun 2014 lalu. Semenjak era Bupati Cianjur masih dijabat bapaknya. Jadi bupati tidak bisa semaunya saja, seorang kepala daerah itu harus bisa memberikan contoh yang baik bagi masyarakatnya,” ungkapnya.

Menyoal pembangunan kantor baru di Campaka, Hendra menduga pembahasan terkait itu tidak benar-benar melibatkan anggota DPRD Cianjur. Tapi, seandainya soal itu memang sudah dibahas dan para wakil rakyat terhormat juga menyetujuinya, maka dosa besar terhadap masyarakat dilakukan secara berjamaah.

“Membuktikan benar tidaknya soal ini, dewan harus berani membuka ruang hearing dengan masyarakat. Mereka (DPRD) tidak bisa diam begitu saja berpangku tangan seolah-olah tidak pernah terjadi persoalan,” pungkasnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Si Maung 6 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 6 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Laporan Keuangan Desa di Cianjur Belum Seragam

PEMERINTAHAN Desa (Pemdes) di Kabupaten Cianjur masih belum seragam dalam sistem laporan keuangan desa. Ada yang masih menggunakan Sistem Pengelolaan Keuangan Desa (Silokades) tapi juga yang sudah menerapkan…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Satlantas Pantau Ruas Infrastruktur Jalan

SATUAN Lalulintas Polres Cianjur, mengagendakan survei pemantauan ruas-ruas infrastruktur jalan menjelang arus mudik Idul Fitri 2018. Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana,…

Bisnis Line 17 jam yang lalu

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 22/04/2018 20:05 WIB

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…