Selasa, 19 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Acas Sulap Ban Bekas Jadi Barang Bernilai Rupiah

Angga Purwanda

Senin, 12 Maret 2018 - 21:23 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - BAGI sebagian orang ban bekas mungkin hanya dianggap sebagai sampah yang hanya menjadi sarang nyamuk, yang tak memiliki nilai apapun. Namun, tidak bagi  Caskadi (62), ditangannya limbah ban bekas itu dapat menjadi kreasi tangan yang bernilai.

Bertempat di rumahnya yang terletak di Jalan Raya Bandung, Kecamatan Ciranjang. Pria yang akrab disapa Acas itu, menyulap ban motor, mobil, hingga truk menjadi peralatan yang dapat digunakan sehari-hari. Tempat sampah, kursi, meja, asbak, pot bunga, hingga mainan anak yang serupa dengan kuda-kudaan.

Kerajinan ban bekas itu telah dirintis sejak 1982 oleh kedua orangtua Acas. Berawal saat membuka bisnis di kawasan Ciranjang, orangtua Acas yang berasal dari Banten dan Cirebon itu hanya berbekal ngoprek untuk menghasilkan kreasi.

"Mereka (Orangtua, red) hanya belajar otodidak, benar-benar dari nol. Nah, kami lanjutkan dengan belajar langsung dari mereka," kata Acas, saat ditemui wartawan.

Cukup panjang perjalanan kedua orangtua Acas untuk memperkenalkan kreasi karet bekas itu. Beruntung, karya unik asli Cianjur itu memenangkan lomba di pameran pasar seni Ancol pada rintisan awal.

Pengolahan ban bekas yang diawali dengan membuat tali karet untuk bagian dalam sofa atau tempat tidur, terus mengalami pembaruan. Inovasi dilakukan di sana sini, karena produksi tali karet dianggap tidak cukup.

Setahun kemudian, kursi karet ban pun lahir. Tali karet menjadi bahan dudukan dan sandaran kursi yang dianyam. Tak hanya kursi, inovasi berkembang hingga menjadikannya satu set peralatan kursi dan meja.

Namun, tak asal membuat produk. Acas bersama empat pekerjanya perlu memilih ban sesuai kebutuhan. Ban radial seringkali dikecualikan untuk digunakan menjadi tong sampah maupun kursi, karena karakternya yang mengandung kawat di dalamnya.

Melalui proses pengupasan, pembalikan, hingga pencucian, setiap harinya dapat dihasilkan 50 tong sampah setengah jadi. Hingga saat ini, memang tong sampah menjadi produk yang banyak dibuat karena banyak peminatnya.

"Kalau kursi, butuh waktu lama. Karena harus detil, makanya kira-kira menghabiskan waktu berhari-hari. Tergantung pengerjaan juga," ucapnya.

Dari kreasi itu, Acas menjual sebuah tong sampah seharga Rp 150.000, kursi Rp 700.000-1.000.000, dan asbak Rp 15.000. Harga itu, diakui masih bisa ditawar oleh pembeli.

Tak disangka, rupanya kreasi yang juga dilanjutkan oleh delapan saudara Acas itu sudah sampai ke Amerika dan Abu Dhabi. Hanya saja, pembelian dari luar negeri itu terjadi sekitar 20 tahun lalu. Kini, pemasaran luar negeri cenderung tertutup karena kendala biaya.

"Sekarang cuma mengandalkan penjualan dalam negeri. Tidak jauh-jauh juga, saya stay di sini saja. Biar pembeli yang datang, kalaupun ada orang Timur Tengah biar mereka yang ke sini," kata dia.

Acas berhara,  kreasi yang lama dirintis di Cianjur itu dilirik dan dirangkul lebih lagi oleh pemerintah. Pasalnya, sebagai industri rumahan, Acas membutuhkan sokongan yang signifikan. Diantaranya, untuk pemenuhan kebutuhan bahan baku, peralatan, hingga pemasaran."Semoga bisa dibantu, karena secara tidak langsung kami juga membantu pelihara lingkungan. Ini kan limbah, biasanya dibuang begitu saja, tapi sama kami justru diolah," kata ayah empat anak itu. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Aktualita 07/06/2018 08:00 WIB

Dugaan Penyelewengan Pengelolaan PPJU Makin Menguat

DUGAAN adanya kejanggalan atau penyelewengan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Cianjur, semakin menguat. Benarkah?

Cianjur Euy 06/06/2018 20:11 WIB

PJU dan Rambu-rambu di Jalur Alternatif Mudik Ditambah

DINAS Perhubugan (Dishub) Kabupaten Cianjur akan menyiapkan penambahan penerangan jalan umum (PJU) maupun rambu-rambu lalulintas di beberapa ruas jalur altenatif di wilyah itu yang dinilai masih minim…

Cianjur Euy 06/06/2018 20:02 WIB

Tak Laik Jalan, Dishub Kandangkan Angkutan Mudik

SEJUMLAH kendaraan umum untuk kebutuhan angkutan mudik Idul Fitri 1439 Hijriyah di Kabupaten Cianjur, terpaksa dikandangkan sementara karena tak laik jalan. Kendaraan bisa kembali beroperasi apabila perusahaan…

Ragam 06/06/2018 11:14 WIB

Kayuh Sepeda, Bocah Ini Nekat Mudik dari Cianjur ke Majalengka

NEKAT dan luar biasa. Itulah ungkapan yang pas disematkan untuk Ade Rahman, santri pesantren di kawasan Ciketung, Cipanas, Cianjur. Betapa tidak, dengan mengayuh sepeda, santri ini nekat mudik dari Cianjur…