Sabtu, 18 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Cianjur Institute Ajukan Audiensi dengan DPRD

CI: Libido Liar Bupati dalam Membangun Cianjur Harus Dikontrol Wakil Rakyat

Gie

Selasa, 13 Maret 2018 - 07:55 WIB

foto:istimewa
foto:istimewa
A A A

Beritacianjur.com - PEMBANGUNAN Kantor Pemkab di Campaka selamanya akan menjadi isu seksi untuk terus digali kebenarannya. Pasalnya, sarat dengan konspirasi politisasi dan kapitalisasi anggaran oleh bupati, maupun oknum anggota DPRD yang turut meloloskan atau membiarkan bupati mewujudkan agenda mega proyeknya di Campaka.

Itulah yang diungkapkan Direktur Cianjur Institute (CI), Ridwan Mubarak. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan pihaknya mengajukan permohonan kepada DPRD Cianjur, untuk mengadakan audiensi.

“Pengajuan tadi (kemarin) sudah disampaikan. Pelaksanaannya nanti Jumat (16/3/2018) pagi pukul 08.00 Wib. Intinya kami dari Cianjur Institute selaku bagian dari infrastruktur politik dalam suatu sistem politik negara demokratis, merasa berkepentingan untuk tahu tentang kinerja DPRD Cianjur selama ini,” ujarnya kepada Berita Cianjur, Senin (12/3/2018).

Ia menilai, karut marutnya Cianjur tidak hanya dilakukan dan menjadi beban parsial eksekutif semata. Lebih dari itu, ada legislatif dan yudikatif yang tidak menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara maksimal.

Ia memaparkan, selaras dengan amanat UU No 17 2014 Pasal 69. Pada ayat 1 disebutkan, DPR memiliki fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan.

Sementara pada ayat 2, sambung Ridwan, disebutkan, ketiga fungsi legislasi, pengawasam dam anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dijalankan dalam kerangka representasi rakyat, dan juga untuk mendukung upaya pemerintah dalam melaksanakan politik luar negeri sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

“Titik tekannya ada pada poin C, pengawasan dijalankan dalam rangka representasi rakyat. Ini yang akan kami mintai pertanggungjawabannya selama ini. Ternyata, menurut analisa akademis di Cianjur Institute, DPRD Cianjur mandul dalam pengawasan ataupun kontrol terhadap eksekutif,“ bebernya.

Menurutnya, hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya temuan yang dilakukan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, melalui kebijakan-kebijakan yang tidak berdasarkan kebutuhan mendesak rakyat Cianjur, melainkan lebih kepada selera dan syahwat bupati semata.

“Ini berbahaya untuk Cianjur ke depan. Libido liar bupati dalam membangun Cianjur harus diarahkan dan dikontrol oleh DPRD. Jika tidak, Kabupaten Cianjur terancam bangkrut sebagai sebuah daerah dengan segala kewenangan otonominya,“ ungkapnya.

“Kita butuh pemimpin yang pintar berempati dengan penderitaan rakyatnya, bukan bupati yang hanya pintar melakukan ‘onani’ regulasi, demi terpenuhinya ‘ejakulasi’ anggaran yang tidak memanusiakan,“ sambungnya.

Indikator kondisi tersebut, lanjut Ridwan, dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Cianjur yang anjlok, yakni sebesar 62,92. Pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat Cianjur di bawah rata-rata penduduk Jawa Barat.

“Ini sangat menyedihkan. DPRD Cianjur terkooptasi oleh ambisi ‘binal’ sang bupati. Alih-alih berani mengontrol dan mengawasi serta memberikan peringatan kepada bupati kaitan dengan segala bentuk indikasi penyimpangan pembangunan, DPRD malah dikontrol dan terkesan dikendalikan oleh penguasa lokal Cianjur,“ jelasnya.

Terkait pembangunan kantor Pemkab di Campaka, ia melihat ada sistem yang terstruktur, massif dan sistematik (TMS), serta rakus dalam ikhtiar jahatnya untuk terus dapat membobol APBD Cianjur.

“Apapun caranya, apapun programnya sing penting APBD dapat dibelanjakan. Apakah lantas berdampak baik ataupun buruk, dibutuhkan ataupun tidak, bermanfaat ataupun berdampak mafsadat (kerusakan/akibat buruk, red), itu lain soal. Hal yang terpenting ada sisa dari program kerja yang berorintasi proyek, selebihnya masuk kantong rezim dan oknum birokrasi,“ paparnya.

Ridwan menambahkan, tugas pokok dan fungsi DPRD, politisasi APBD oleh bupati dan mantan bupati, politisasi dan mobilisasi ASN oleh bupati dan mantan bupati, politisasi agama, serta intervensi partai tertentu terhadap birokrasi, semua itu harus disikapi.

“Jika tidak disikapi, kita akan lakukan penggalangan massa aksi untuk melakukan mosi tidak percaya terhadap kinerja DPRD selama ini,“ tutupnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…