Minggu, 24 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Akibat Bencana, Petani Tinggalkan Tanah Garapan

Hektaran Sawah di Desa Batulawang Rusak Akibat Bencana Pergerakan Tanah

Angga Purwanda

Selasa, 13 Maret 2018 - 21:01 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - BENCANA pergerakan tanah yang melanda Kampung Sindanglangu RT 05/11, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas dalam tiga tahun terakhir tak hanya membuat warga setempat cemas.

Tapi bencana yang sudah terjadi sejak tahun 2015 itu, membuat warga yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani itu sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. Kondisi itu, karena puluhan sawah yang rusak dan tanah yang terus bergerak membuat warga takut untuk menggarapnya.

Tanah yang terus bergerak menghancurkan berhektare-hektare sawah warga. Kondisi itu berlangsung terus menerus, sehingga kerusakan kecil akhirnya bertambah besar seiring dengan melebarnya retakan tanah.

Salah satu warga, Ujang (36) mengaku, sebagian besar warga takut untuk tetap menggarap sawah mereka pasca pergerakan tanah tiga tahun lalu. Kondisi lebih parah sejak tiga bulan ke belakang, warga memutuskan untuk tidak menggarap lahan sama sekali.

Saat ini, kondisi persawahan di kampung tersebut memang sangat memprihatinkan. Puluhan hektare sawah warga yang berada di dekat perbatasan dengan Kabupaten Bogor itu, rusak dan permukaan tanah terus turun. Sekilas, lahan persawahan warga justru tidak terlihat seperti area sawah karena tanah sudah menjadi seperti gundukan tanah.

“Warga sudah tidak berani untuk menggarap lahan sawah mereka. Kalaupun dipaksakan, kami takut tanah bergeser saat kami sedang bertani. Jika, tetap ditanami khawatir gagal panen," kata Ujang, kepada wartawan, Selasa (13/3/2018).

Penurunan permukaan tanah itu terjadi secara bertahap. Semula memang pergerakan tanah terasa pelan, tapi berangsur-angsur lebih kencang dengan getaran yang jauh lebih terasa. Padahal, dulu pergerakan tanah terjadi seperti siklus lima bahkan puluhan tahunan, tapi kini fenomena alam itu berlangsung hampir setiap waktu.

”Kondisi ini memaksa warga untuk bekerja serabutan. Bukan tanpa alasan, kebanyakan warga yang berladang tidak memiliki keterampilan lain untuk menunjang atau memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” jelas Ujang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Horitultura Kabupaten Cianjur, Mamad Nano mengatakan, pihak dinas sudah melakukan pendataan dan pelaporan terkait lahan di lokasi bencana. Petugas dari balai penyuluh sudah dikoordinasikan dan ditugaskan, untuk terus memantau serta melaporkan segala hal terkait pertanian.

”Tapi, memang diperlukan waktu lebih banyak untuk penataan lokasi akibat bencana alam. Kalau dilakukan budidaya tanaman, dikhawatirkan bisa tertimbun atau terbawa pergerakan tanah lagi,” ujar Mamad.

Oleh karena itu, masih dibutuhkan waktu yang tepat untuk menunggu tanah lebih stabil. Soalnya, saat ini tanah di lokasi bencana tergolong labil dan membuat peluang ditanami kembali menjadi lebih kecil.

”Ekosistem alam kan ke depannya bisa berubah, cuma perlu waktu untuk menunggu perubahan itu. Jadi, kita benar-benar menunggu perubahan alam terjadi untuk kembali mengaktifkan lahan,” kata dia.

Mamad mengatakan, tidak ada perkiraan waktu untuk kembali stabilnya lahan sawah. Menurut dia, kondisi seperti sekarang termasuk sulit disiasati. Terlebih, bencana yang terjadi pun cukup besar dan berdampak banyak.

Selain itu, proses konservasi lahan juga akan memakan waktu lama. Terutama, untuk memastikan serapan air di kawasan tersebut kembali normal sehingga proses pengairan bisa terjamin.

”Intinya, jangan khawatir. Selama memang lahan milik atau masih bisa digunakan, pasti tetap bisa diaktifkan lagi. Setahu saya, sejauh ini lahan terdampak bencana memang masih bisa digunakan. Tidak ada yang ditinggalkan,“ ucap Mamad.

Sementara ini, jika lahan sudah siap ditanami kembali, Mamad meyakinkan tanaman yang sama, yakni padi bisa ditanam di lahan itu. Akan tetapi, jika pengairan tidak memungkinkan, maka petani bisa mengganti jenis tanaman menjadi palawija, jagung, atau kedelai.

”Kita sama-sama terus lihat dan pantau kondisi lahan setelah bencana. Pokoknya, jangan sampai ada lahan yang tidak terpakai. Kalau sudah memungkinkan untuk ditanami, petugas akan memberikan instruksi penanaman,” ujarnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Aktualita 07/06/2018 08:00 WIB

Dugaan Penyelewengan Pengelolaan PPJU Makin Menguat

DUGAAN adanya kejanggalan atau penyelewengan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Cianjur, semakin menguat. Benarkah?

Cianjur Euy 06/06/2018 20:11 WIB

PJU dan Rambu-rambu di Jalur Alternatif Mudik Ditambah

DINAS Perhubugan (Dishub) Kabupaten Cianjur akan menyiapkan penambahan penerangan jalan umum (PJU) maupun rambu-rambu lalulintas di beberapa ruas jalur altenatif di wilyah itu yang dinilai masih minim…

Cianjur Euy 06/06/2018 20:02 WIB

Tak Laik Jalan, Dishub Kandangkan Angkutan Mudik

SEJUMLAH kendaraan umum untuk kebutuhan angkutan mudik Idul Fitri 1439 Hijriyah di Kabupaten Cianjur, terpaksa dikandangkan sementara karena tak laik jalan. Kendaraan bisa kembali beroperasi apabila perusahaan…

Ragam 06/06/2018 11:14 WIB

Kayuh Sepeda, Bocah Ini Nekat Mudik dari Cianjur ke Majalengka

NEKAT dan luar biasa. Itulah ungkapan yang pas disematkan untuk Ade Rahman, santri pesantren di kawasan Ciketung, Cipanas, Cianjur. Betapa tidak, dengan mengayuh sepeda, santri ini nekat mudik dari Cianjur…