Minggu, 24 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Gubernur Harus Bongkar Kantor di Campaka

Hasil Kajiannya, Daripada Pindah Ibu Kota Lebih Baik Penataan Sistem Komunikasi

Nuki Nugraha

Rabu, 14 Maret 2018 - 08:00 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Megaproyek Campaka Mirip dengan Kasus Korupsi Proyek Hambalang

Beritacianjur.com - GUBERNUR Jawa Barat harus memerintahkan Satpol PP untuk membongkar kantor baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka. Pasalnya, itu merupakan bangunan liar.

Hal tersebut dikatakan aktivis sekaligus pemerhati pemerintahan dan kebijakan publik, Asto Nanggala. Tak hanya ilegal, berdasarkan peta BMKG, lokasi bangunan tersebut pun berada di zona merah rawan bencana alam.

“Ini jelas liar atau ilegal. Apalagi di peta BMKG masuk pada zona merah, faktanya beberapa bulan kemarin pernah terjadi longsor di Campaka. Ini bukti ke bupati bahwa ini rawan loh. Jangan sampai bupati dituduh genosida (Pembantaian besar-besaran secara sistematis terhadap suatu kelompok, red),“ ujarnya kepada Berita Cianjur, Selasa (13/3/2018).

Saat ditanya soal kemiripan pembangunan kantor di Campaka yang terindikasi melabrak aturan dengan kasus korupsi proyek Hambalang, ia menegaskan, bukan hanya sekadar mirip namun sama persis.

Asto mengatakan, judul besar pembangunan gedung pemerintahan di Campaka adalah pemindahan ibu kota. Sementara dalam pemindahan ibu kota itu ada 10 tahap yang harus dilalui.

“Nah, kesepuluh tahapan tersebut tidak dilalui dengan baik. Tidak sesuai dengan prosedur dan tahapan-tahapan yang sesuai dengan amanat undang-undang. Itu baru wilayah prosesnya,“ ungkapnya.

Menurutnya, proses pemindahan ibu kota ini seharusnya berlandaskan pada peraturan pemerintah (PP) tentang pemekaran daerah atau kabupaten. Pada PP tersebut disebutkan bahwa syarat untuk pemindahan ibu kota salah satunya kajian tata ruang.

“Selain tata ruang, ada juga kajian lingkungan ekonomi dan lain-lain. Nah, kajian ini kan sudah dilakukan PT Alocita Mandiri. Dalam hasil kajian disarankan bahwa daripada pindah ibu kota lebih baik penataan sistem komunikasi,“ jelasnya.

“Artinya, setelah ada kajian ini, seharusnya selesai dan pembangunannya jangan dilanjutkan. Kajian itu komprehensif termasuk di dalamnya kondisi alam dan lain sebagainya,“ sambungnya.

Kalaupun Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar tetap memaksakan kehendak, lanjut Asto, seharusnya terlebih dulu disusun Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Pasalnya, menurut Undang-Undang 23 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup, KLHS menjadi dasar perubahan Perda Tata Ruang.

Asto menambahkan, Perda Tata Ruang harus terlebih dahulu karena Campaka bukan wilayah pengembangan perkotaan. Sementara prasyarat untuk menjadi kota kabupaten terlebih dahulu harus membuat rencana detail tata ruang (RDTR) perkotaan.

“Nah, RDTR perkotaan ini bisa dibuat ketika cantolan Perdanya juga perkotaan. Kan ga nyambung, sehingga ada proyek RDTR. Ini yang ngerjainnya nyantolnya ke mana? Ke Perda Sukabumi atau Cianjur? Pertanyaan itu muncul karena Perda Cianjur kalau dibuat hasilnya gagal,” paparnya.

Dari hasil kajian, Asto menyimpulkan terdapat banyak aspek yang melanggar aturan. Antara lain aspek prosesnya rancu, aspek penyalahgunaan wewenang, aspek kesalahan dalam pembuatan gedung negara, aspek legalitas bangunannya, serta sejumlah aspek lainnya.

Menurutnya, kajian dari PT Alocita yang tidak menyarankan adanya pemindahan ibu kota, karena melihat tujuan bupati pindah tersebut untuk memudahkan pelayanan, serta agar kantor-kantor dinas berkumpul dalam satu komplek.

“Untuk sistem hari ini mah zaman milenial atuh, otakna ulah otak zaman tahun 60-an. Zaman now. Pertanyaan selanjutnya, kalau memang betul kantor di Campaka itu untuk mengumpulkan dinas-dinas, kenapa hari ini ada pembangunan dinas-dinas yang lain di luar campaka,” pungkasnya seraya mengaku sudah menyusun kajian soal Campaka sebanyak 56 halaman, yang rencananya akan disampaikan ke sejumlah lembaga.

Sementara itu, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan menilai, persoalan pembangunan kantor baru Pemkab Cianjur di Campaka sudah parah.

Menurutnya, tak heran jika hal tersebut sudah semakin membuat sejumlah aktivis geram dan menduga ada sesuatu di balik sikap keukeuhnya bupati. Bahkan sejumlah anggota wakil rakyat pun merasa ‘dikerjain’ bupati karena tak diberikan kesempatan untuk melihat isi kajian.

“Ada apa dengan megaproyek Campaka? Semua prosesnya rancu dan terindikasi labrak banyak aturan. Jika tak kunjung ada kejelasan, bukan tidak mungkin warga Cianjur akan menggelar aksi besar-besaran mendemo bupati. Jangan seenaknya dong,“ tutupnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.