Selasa, 17 Juli 2018 | Cianjur, Indonesia

Cianjur Daerah dengan Indeks Risiko Bencana Tertinggi di Indonesia

Berdasarkan Hasil Kajian BMKG Terdapat 9 Potensi Bencana di Cianjur

Angga Purwanda

Rabu, 14 Maret 2018 - 20:33 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - KABUPATEN Cianjur menjadi daerah dengan indeks risiko bencana tertinggi di Indonesia. Kondisi itu, tak terlepas semua potensi bencana terdapat di wilayah berjuluk Tatar Santri itu.

Sekretaris Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyanto, mengatakan, berdasarkan hasil kajian Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Cianjur terdapat sembilan potensi bencana.

“Potensi bencana di Kabupaten Cianjur, nomor satu di Indonesia. Sebab, berdasarkan hasil kajian BMKG terdapat sembilan potensi bencana di Cianjur, di antaranya tsunami, gunung berapi, tanah longsor, banjir, pergerakan tanah, puting beliung, dan kekeringan,” kata Sugeng, saat ditemui wartawan, Rabu (14/3/2018).

Menjadi daerah dengan indeks risiko tertinggi, tutur Sugeng, bukan suatu kembanggan. Pemkab Cianjur justru harus lebih meningkatkan kewaspadaan dengan berbagai potensi kebencanaan tersebut.

“Kondisi ini menjadi perhatian kami, untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terkait kebencanaan yang dapat terjadi di wilayah Cianjur,” tuturnya.

BPBD telah membuat rencana kontijensi dengan melibatkan semua unsur organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya, termasuk TNI, Polri, dan ormas. "Pada Desember lalu kami pernah mengadakan simulasi yang namanya rencana kontijensi. Jadi, semua elemen terkait terlibat untuk menanggulangi potensi kebencanaan. Kami terus siaga," ujarnya.

Dari sisi keberpihakan APBD, lanjut Sugeng, Pemkab Cianjur sudah menyiapkan dana siap pakai. Dana tersebut sewaktu-waktu bisa digunakan ketika terjadi bencana dalam skala besar. "Sifatnya on call. Dana itu ada di pemda. Kalau terjadi (bencana), bisa langsung digunakan dengan dasar surat pernyataan dari bupati. Besaran nilainya tergantung kebutuhan dan melihat kerusakan infrastruktur. Makanya di BPBD terdapat bidang rekonstruksi dan rehabilitasi untuk menghitung nilai infrastruktur yang rusak berat, sedang, dan ringan," tandasnya.

Sementara itu, Camat Cikalongkulon Nunung Rahmat, menyebutkan sedikitnya enam desa di wilayahnya termasuk rawan bencana pergerakan tanah, tanah longsor, dan banjir. Keenam desa itu yakni Mekarmulya, Mekarsari, Mekarjaya, Kamurang, Cigunungheang, dan Ciramagirang. "Sekarang di Desa Ciramagirang terjadi pergerakan tanah. Ada sekitar 20 rumah yang temboknya sudah retak-retak," ucap Nunung.Namun Nunung memastikan kondisi saat ini di wilayah yang dilanda pergerakan tanah masih relatif aman. Pasalnya, warga yang rumahnya retak-retak masih menempati kediaman mereka. "Belum ada penanganan karena belum membahayakan. Rumah mereka masih ditempati warga. Tapi kami selalu imbau tetap siaga. Kita juga kerja sama dengan TKSK (Tim Kesejahteraan Sosial Kecamatan). Mereka selalu siap," pungkasnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 20 jam yang lalu

Korupsi di Cianjur Aman?

KORUPSI di Cianjur aman. Begitu kata seorang aktivis, menyikapi sederet temuan kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur yang kini mencuat dan ramai dibicarakan publik.

Cianjur Euy 15/07/2018 23:07 WIB

Polsek Warungkondang Siap Menjawab Keinginan Masyarakat

PERINGATI HUT Bhayangkara ke 72 Polsek Warungkondang, Kabupaten Cianjur gelar syukuran, Sabtu (14/7/2018). Terlihat seluruh kalangan masyarakat menjadi tamu undangan.

Cianjur Euy 15/07/2018 20:15 WIB

Asian GamesXVIII Ajang Dongkrak Sektor Pariwisata

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur bakal memaskimalkan momentum gelaran Asian Games XVIII/2018 untuk mempromosikan dan mendongkrak sektor pariwisata.

Aktualita 13/07/2018 07:00 WIB

Masyarakat Muak dengan Kebijakan Bupati

DUGAAN kuat pelanggaran Megaproyek Campaka tak hanya ramai diberitakan di media massa, namun ternyata isu kebijakan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar terkait pemindahan ibu kota juga viral di jejaring…

Aktualita 13/07/2018 06:55 WIB

Didemo Warga, Pengusaha Balik Ancam Akan Tutup Perusahaan

Ratusan warga Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, mendemo PT Three Six World (PT.TSW), Kamis (12/7/2018)

Cianjur Euy 12/07/2018 21:08 WIB

Lapas Kelas IIB Cianjur Utamakan Pembinaan Keagamaan

LATAR belakang pondok pesantren (Pontren) yang diterapkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Cianjur menjadi sesuatu yang unik. Dimana, para warga binaan diberikan pendekataan keagamaan untuk…

Cianjur Euy 12/07/2018 21:08 WIB

Tingkat Penyerapan Beras Petani di Semeseter I Mencapai 80,78%

BULOG Subdivre Cianjur mengklaim tingkat penyerapan beras petani memasuki semester I tahun ini sudah mencapai 80,78 persen. Hal itu, tak terlepas dari mulai meningkatnya kepercayaan petani menjual hasil…

Cianjur Euy 12/07/2018 21:08 WIB

Situs Gunung Padang Diusulkan Ke UNESCO

TIM Arkeolog Situs Gunung Padang tengah mengkaji untuk mengusulkan situs tersebut ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia (World Heritage). Rencananya semua elemen, mulai dari pemerintah daerah bakal dilibatkan…

Aktualita 12/07/2018 07:00 WIB

Bukti Kuat untuk Aparat

PENGAKUAN dan penjelasan dugaan kuat pelanggaran pada Megaproyek Campaka terus bermunculan. Mulai dari masyarakat, aktivis, wakil rakyat hingga pakar hukum. Lalu, mengapa aparat penegak hukum belum bertindak?

Cianjur Euy 11/07/2018 21:36 WIB

Pemkab Cianjur Siap Antisipasi Kekeringan

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur menyiapkan langkah antisipasi terjadinya dampak kekeringan yang diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.