Senin, 23 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Cianjur Daerah dengan Indeks Risiko Bencana Tertinggi di Indonesia

Berdasarkan Hasil Kajian BMKG Terdapat 9 Potensi Bencana di Cianjur

Angga Purwanda

Rabu, 14 Maret 2018 - 20:33 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - KABUPATEN Cianjur menjadi daerah dengan indeks risiko bencana tertinggi di Indonesia. Kondisi itu, tak terlepas semua potensi bencana terdapat di wilayah berjuluk Tatar Santri itu.

Sekretaris Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyanto, mengatakan, berdasarkan hasil kajian Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Cianjur terdapat sembilan potensi bencana.

“Potensi bencana di Kabupaten Cianjur, nomor satu di Indonesia. Sebab, berdasarkan hasil kajian BMKG terdapat sembilan potensi bencana di Cianjur, di antaranya tsunami, gunung berapi, tanah longsor, banjir, pergerakan tanah, puting beliung, dan kekeringan,” kata Sugeng, saat ditemui wartawan, Rabu (14/3/2018).

Menjadi daerah dengan indeks risiko tertinggi, tutur Sugeng, bukan suatu kembanggan. Pemkab Cianjur justru harus lebih meningkatkan kewaspadaan dengan berbagai potensi kebencanaan tersebut.

“Kondisi ini menjadi perhatian kami, untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terkait kebencanaan yang dapat terjadi di wilayah Cianjur,” tuturnya.

BPBD telah membuat rencana kontijensi dengan melibatkan semua unsur organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya, termasuk TNI, Polri, dan ormas. "Pada Desember lalu kami pernah mengadakan simulasi yang namanya rencana kontijensi. Jadi, semua elemen terkait terlibat untuk menanggulangi potensi kebencanaan. Kami terus siaga," ujarnya.

Dari sisi keberpihakan APBD, lanjut Sugeng, Pemkab Cianjur sudah menyiapkan dana siap pakai. Dana tersebut sewaktu-waktu bisa digunakan ketika terjadi bencana dalam skala besar. "Sifatnya on call. Dana itu ada di pemda. Kalau terjadi (bencana), bisa langsung digunakan dengan dasar surat pernyataan dari bupati. Besaran nilainya tergantung kebutuhan dan melihat kerusakan infrastruktur. Makanya di BPBD terdapat bidang rekonstruksi dan rehabilitasi untuk menghitung nilai infrastruktur yang rusak berat, sedang, dan ringan," tandasnya.

Sementara itu, Camat Cikalongkulon Nunung Rahmat, menyebutkan sedikitnya enam desa di wilayahnya termasuk rawan bencana pergerakan tanah, tanah longsor, dan banjir. Keenam desa itu yakni Mekarmulya, Mekarsari, Mekarjaya, Kamurang, Cigunungheang, dan Ciramagirang. "Sekarang di Desa Ciramagirang terjadi pergerakan tanah. Ada sekitar 20 rumah yang temboknya sudah retak-retak," ucap Nunung.Namun Nunung memastikan kondisi saat ini di wilayah yang dilanda pergerakan tanah masih relatif aman. Pasalnya, warga yang rumahnya retak-retak masih menempati kediaman mereka. "Belum ada penanganan karena belum membahayakan. Rumah mereka masih ditempati warga. Tapi kami selalu imbau tetap siaga. Kita juga kerja sama dengan TKSK (Tim Kesejahteraan Sosial Kecamatan). Mereka selalu siap," pungkasnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 20/04/2018 08:00 WIB

DPRD Jadi Anak Buah Bupati?

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi dan Sekretaris Dewan, Cahyo Supriyo terkait mekanisme penghapusan pendapat atau pandangan akhir fraksi, kembali terbongkar.

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Pengendara Opang Desak Hapus Angkutan Berbasis Online

RIBUAN pengendara ojek pangkalan (Opang) dan angkutan umum (Angkum) di Cianjur menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (19/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:52 WIB

Prediksi Harga Beras Jelang Ramadan tak Melonjak

SEJUMLAH pedagang komoditas beras di Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku memprediksi untuk harga beras tidak akan mengalami lonjakan menjelang Ramadan 1438 Hijriah mendatang.

Aktualita 19/04/2018 08:00 WIB

Kebohongan Ketua DPRD Terungkap

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi terkait mekanisme penghapusan pendapat akhir fraksi semakin menguat. Benarkah?

Aktualita 19/04/2018 07:55 WIB

Balas Budi? Ini Dugaan Kongkalikong Antara Bupati dan Ketua DPRD

DUGAAN kongkalikong antara Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar dengan Ketua DPRD, Yadi Mulyadi menyeruak. Pasalnya, meski sejak awal sudah diketahui belum mengantongi izin, namun Megaproyek Campaka baru…

Aktualita 19/04/2018 07:50 WIB

Golkar Pecat Dua Anggotanya, Demokrat?

HAWA politik Cianjur kian memanas. Birunya langit tak lagi menjadi pertanda akan cerahnya panggung politik Cianjur, tapi sebaliknya justru membawa pertanda datangnya “hujan badai” yang akan menyapu…

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polwan Polres Cianjur Berikan Bantuan Bagi Adah

MEMPERINGATI Hari Kartini 2018 jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur menggelar sejumlah kegiatan sosial, di antaranya dengan menyambangi kediaman Adah, warga Kampung Mayak Empang RT 01/04, Desa…

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polres Cianjur Ciduk Tujuh Pelaku Kejahatan

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur menciduk tujuh orang pelaku kejahatan yang biasa menjalankan aksinya di wilayah hukum Cianjur. Penangkapan ketujuh pelaku itu dilakukan dalam waktu dan tempat berbeda.

Aktualita 18/04/2018 08:10 WIB

Desak Pemkab Tanggung Jawab, Garis Sebar Spanduk Banjir

BANJIR belum pernah terjadi sebelumnya di Cianjur. Masihkah kita bangga dengan dosa-dosa? Itulah tulisan dalam spanduk yang dipasang Gerakan Reformis Islam (Garis) di sejumlah lokasi banjir di kawasan…