Selasa, 17 Juli 2018 | Cianjur, Indonesia

Crispy Ikan Pepetek, Produk Lokal yang Mendunia

Angga Purwanda

Kamis, 15 Maret 2018 - 22:18 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - KEINGINAN besar untuk ikut meningkatkan perekonomian masyarakat di kampung halamannya, membuat Aang Permana, warga Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang rela meninggalkan pekerjaannya dan memutuskan untuk membuka usaha pengolahan ikan pepetek.

Bertempat di rumahnya,Kampung Cilandak RT 04/06, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Aang dengan beberapa orang karyawannya mengolah ikan yang bernama latin Leiognathus splendens menjadi produk olahan yang bernilai ekonomi tinggi.

Lebih kurang lima tahun, usaha yang dirintis pemuda berusia 28 tahun itu, kini telah mempunyai ribuan agen yang tersebar di sejumlah kota besar di Indonesia. “Motivasi awalnya hanya ingin memberdayakan warga sekitar, dan memiliki usaha sendiri. Akhirnya, saya melirik ikan pepetek ini karena potensi ikan ini cukup besar,” kata Aang, kepada wartawan, Kamis (15/3/2018).

Aang  menyebutkan, untuk awal membuka usaha dengan nama produk Crispy ikan pepetek itu hanya bermodal sebesar Rp500 ribu. Modal itu, sebut dia, digunakan untuk membeli ikan dan alat-alat produksi seadanya.

Diawal-awal usaha, jelas Aang, dirinya mencoba memasarkan produknya itu ke toko oleh-oleh yang ada di Cianjur. Tak, sedikit pemilik toko yang menolak produk olahannya itu. Namun, itu tak menyurutkan semangatnya untuk terus memperkenalkan produknya ke pasaran.

Media online menjadi solusi Aang untuk akhirnya dapat memperkenalkan Crispy ikan pepetek olahannya ke pasaran. “Memang banyak tantangan, tapi selama punya keinginan dan keyakinan untuk terus maju peluang tersebut terbuka. Ternyata, bisnis ikan ini mendapat respons yang cukup bagus. Sekarang, untuk produksi setiap harinya membutuhkan sedikitnya dua ton ikan pepetek,” ucapnya.

Dalam sehari, Aang bersama karyawannya, yang sebagian besar merupakan ibu-ibu dapat memproduksi lebih kurang 1500 bungkus Crispy ikan pepetek, yang didistribusikan ke sejumlah kota besar di Indonesia. Fantastisnya, kini omzet usahanya itu sebesar Rp500 juta per bulan. “Hasil produksi ini juga sudah terjual hingga ke luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, dan Hongkong,” tutur Aang.

Untuk dapat membuat olahan ikan itu, terbilang mudah. Awalnya, ikan yang diperoleh dari petani ikan di Cianjur itu, dibersihkan. Kemudian diberikan bumbu rempah-rempah, lalu ditaburi tepung terigu hingga ikan benar-benar terbungkus terigu.“Sebelum di goreng, ikan yang sudah ditaburi terigu dan rempah-rempah itu. Terlebih dulu di pilah, lalu di goreng hingga berubah warna. Untuk varian rasa, di antaranya rasa original, pedas, dan rendang. Untung harga, di jual mulai dari Rp15 ribu hingga Rp45 ribu per kantong,”  pungkasnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 20 jam yang lalu

Korupsi di Cianjur Aman?

KORUPSI di Cianjur aman. Begitu kata seorang aktivis, menyikapi sederet temuan kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur yang kini mencuat dan ramai dibicarakan publik.

Cianjur Euy 15/07/2018 23:07 WIB

Polsek Warungkondang Siap Menjawab Keinginan Masyarakat

PERINGATI HUT Bhayangkara ke 72 Polsek Warungkondang, Kabupaten Cianjur gelar syukuran, Sabtu (14/7/2018). Terlihat seluruh kalangan masyarakat menjadi tamu undangan.

Cianjur Euy 15/07/2018 20:15 WIB

Asian GamesXVIII Ajang Dongkrak Sektor Pariwisata

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur bakal memaskimalkan momentum gelaran Asian Games XVIII/2018 untuk mempromosikan dan mendongkrak sektor pariwisata.

Aktualita 13/07/2018 07:00 WIB

Masyarakat Muak dengan Kebijakan Bupati

DUGAAN kuat pelanggaran Megaproyek Campaka tak hanya ramai diberitakan di media massa, namun ternyata isu kebijakan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar terkait pemindahan ibu kota juga viral di jejaring…

Aktualita 13/07/2018 06:55 WIB

Didemo Warga, Pengusaha Balik Ancam Akan Tutup Perusahaan

Ratusan warga Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, mendemo PT Three Six World (PT.TSW), Kamis (12/7/2018)

Cianjur Euy 12/07/2018 21:08 WIB

Lapas Kelas IIB Cianjur Utamakan Pembinaan Keagamaan

LATAR belakang pondok pesantren (Pontren) yang diterapkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Cianjur menjadi sesuatu yang unik. Dimana, para warga binaan diberikan pendekataan keagamaan untuk…

Cianjur Euy 12/07/2018 21:08 WIB

Tingkat Penyerapan Beras Petani di Semeseter I Mencapai 80,78%

BULOG Subdivre Cianjur mengklaim tingkat penyerapan beras petani memasuki semester I tahun ini sudah mencapai 80,78 persen. Hal itu, tak terlepas dari mulai meningkatnya kepercayaan petani menjual hasil…

Cianjur Euy 12/07/2018 21:08 WIB

Situs Gunung Padang Diusulkan Ke UNESCO

TIM Arkeolog Situs Gunung Padang tengah mengkaji untuk mengusulkan situs tersebut ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia (World Heritage). Rencananya semua elemen, mulai dari pemerintah daerah bakal dilibatkan…

Aktualita 12/07/2018 07:00 WIB

Bukti Kuat untuk Aparat

PENGAKUAN dan penjelasan dugaan kuat pelanggaran pada Megaproyek Campaka terus bermunculan. Mulai dari masyarakat, aktivis, wakil rakyat hingga pakar hukum. Lalu, mengapa aparat penegak hukum belum bertindak?

Cianjur Euy 11/07/2018 21:36 WIB

Pemkab Cianjur Siap Antisipasi Kekeringan

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur menyiapkan langkah antisipasi terjadinya dampak kekeringan yang diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.