Senin, 23 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Crispy Ikan Pepetek, Produk Lokal yang Mendunia

Angga Purwanda

Kamis, 15 Maret 2018 - 22:18 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - KEINGINAN besar untuk ikut meningkatkan perekonomian masyarakat di kampung halamannya, membuat Aang Permana, warga Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang rela meninggalkan pekerjaannya dan memutuskan untuk membuka usaha pengolahan ikan pepetek.

Bertempat di rumahnya,Kampung Cilandak RT 04/06, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Aang dengan beberapa orang karyawannya mengolah ikan yang bernama latin Leiognathus splendens menjadi produk olahan yang bernilai ekonomi tinggi.

Lebih kurang lima tahun, usaha yang dirintis pemuda berusia 28 tahun itu, kini telah mempunyai ribuan agen yang tersebar di sejumlah kota besar di Indonesia. “Motivasi awalnya hanya ingin memberdayakan warga sekitar, dan memiliki usaha sendiri. Akhirnya, saya melirik ikan pepetek ini karena potensi ikan ini cukup besar,” kata Aang, kepada wartawan, Kamis (15/3/2018).

Aang  menyebutkan, untuk awal membuka usaha dengan nama produk Crispy ikan pepetek itu hanya bermodal sebesar Rp500 ribu. Modal itu, sebut dia, digunakan untuk membeli ikan dan alat-alat produksi seadanya.

Diawal-awal usaha, jelas Aang, dirinya mencoba memasarkan produknya itu ke toko oleh-oleh yang ada di Cianjur. Tak, sedikit pemilik toko yang menolak produk olahannya itu. Namun, itu tak menyurutkan semangatnya untuk terus memperkenalkan produknya ke pasaran.

Media online menjadi solusi Aang untuk akhirnya dapat memperkenalkan Crispy ikan pepetek olahannya ke pasaran. “Memang banyak tantangan, tapi selama punya keinginan dan keyakinan untuk terus maju peluang tersebut terbuka. Ternyata, bisnis ikan ini mendapat respons yang cukup bagus. Sekarang, untuk produksi setiap harinya membutuhkan sedikitnya dua ton ikan pepetek,” ucapnya.

Dalam sehari, Aang bersama karyawannya, yang sebagian besar merupakan ibu-ibu dapat memproduksi lebih kurang 1500 bungkus Crispy ikan pepetek, yang didistribusikan ke sejumlah kota besar di Indonesia. Fantastisnya, kini omzet usahanya itu sebesar Rp500 juta per bulan. “Hasil produksi ini juga sudah terjual hingga ke luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, dan Hongkong,” tutur Aang.

Untuk dapat membuat olahan ikan itu, terbilang mudah. Awalnya, ikan yang diperoleh dari petani ikan di Cianjur itu, dibersihkan. Kemudian diberikan bumbu rempah-rempah, lalu ditaburi tepung terigu hingga ikan benar-benar terbungkus terigu.“Sebelum di goreng, ikan yang sudah ditaburi terigu dan rempah-rempah itu. Terlebih dulu di pilah, lalu di goreng hingga berubah warna. Untuk varian rasa, di antaranya rasa original, pedas, dan rendang. Untung harga, di jual mulai dari Rp15 ribu hingga Rp45 ribu per kantong,”  pungkasnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 20/04/2018 08:00 WIB

DPRD Jadi Anak Buah Bupati?

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi dan Sekretaris Dewan, Cahyo Supriyo terkait mekanisme penghapusan pendapat atau pandangan akhir fraksi, kembali terbongkar.

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Pengendara Opang Desak Hapus Angkutan Berbasis Online

RIBUAN pengendara ojek pangkalan (Opang) dan angkutan umum (Angkum) di Cianjur menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (19/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:52 WIB

Prediksi Harga Beras Jelang Ramadan tak Melonjak

SEJUMLAH pedagang komoditas beras di Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku memprediksi untuk harga beras tidak akan mengalami lonjakan menjelang Ramadan 1438 Hijriah mendatang.

Aktualita 19/04/2018 08:00 WIB

Kebohongan Ketua DPRD Terungkap

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi terkait mekanisme penghapusan pendapat akhir fraksi semakin menguat. Benarkah?

Aktualita 19/04/2018 07:55 WIB

Balas Budi? Ini Dugaan Kongkalikong Antara Bupati dan Ketua DPRD

DUGAAN kongkalikong antara Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar dengan Ketua DPRD, Yadi Mulyadi menyeruak. Pasalnya, meski sejak awal sudah diketahui belum mengantongi izin, namun Megaproyek Campaka baru…

Aktualita 19/04/2018 07:50 WIB

Golkar Pecat Dua Anggotanya, Demokrat?

HAWA politik Cianjur kian memanas. Birunya langit tak lagi menjadi pertanda akan cerahnya panggung politik Cianjur, tapi sebaliknya justru membawa pertanda datangnya “hujan badai” yang akan menyapu…

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polwan Polres Cianjur Berikan Bantuan Bagi Adah

MEMPERINGATI Hari Kartini 2018 jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur menggelar sejumlah kegiatan sosial, di antaranya dengan menyambangi kediaman Adah, warga Kampung Mayak Empang RT 01/04, Desa…

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polres Cianjur Ciduk Tujuh Pelaku Kejahatan

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur menciduk tujuh orang pelaku kejahatan yang biasa menjalankan aksinya di wilayah hukum Cianjur. Penangkapan ketujuh pelaku itu dilakukan dalam waktu dan tempat berbeda.

Aktualita 18/04/2018 08:10 WIB

Desak Pemkab Tanggung Jawab, Garis Sebar Spanduk Banjir

BANJIR belum pernah terjadi sebelumnya di Cianjur. Masihkah kita bangga dengan dosa-dosa? Itulah tulisan dalam spanduk yang dipasang Gerakan Reformis Islam (Garis) di sejumlah lokasi banjir di kawasan…