Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Aktivitas Galian Pasir di Palasari Buat Kades Geram

Jaya:Pengusaha Galian Pasir Melakukan Jauh Lebih Banyak Pelanggaran

Angga Purwanda

Minggu, 18 Maret 2018 - 21:25 WIB

foto:Angga Purwanda/BC
foto:Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - AKTIVITAS galian pasir di Kampung Tegallega, Desa Palasari, Kecamatan Cipanas, tak saja membuat geram masyarakat sekitar. Tetapi juga pemerintahan desa setempat. Akibat, aktivitas liar itu 20 warga harus mendekam di tahanan, karena dituding merebut lahan itu.

Kepala Desa Palasari, Kecamatan Cipanas, Jaya Wijaya Buntuan, mengatakan, pihak pengusaha galian pasir itu terus membandel dan melaksanakan aktivitasnya mengeksplorasi lahan di kawasan itu, Meski, warga dan pemerintah desa sudah melakukan penolakan.

Jaya mengungkapkan,  jika berbicara mengenai pelanggaran. Sebenarnya pengusaha melakukan jauh lebih banyak pelanggaran. Menurut Jaya, pengusaha bahkan tidak akan bisa memperlihatkan izin penggunaan lahan penggalian saat ini.

“Kami (Desa Palasari) sudah berikan rekomendasi penggunaan lahan, tapi mereka malah salah gunakan. Sekarang, malah menuding warga berusaha merebut atau mengakui lahan mereka, tanpa ada bukti yang valid. Memang kurang ajar mereka itu!” ungkap Jaya, saat ditemui wartawan, di kantornya, belum lama ini.

Disebutkan Jaya, pihak pengusaha hanya mengantongi rekomendasi dari pihak pemerintah kabupaten melalui dinas-dinas terkait. Ia menegaskan, itu bukan izin yang ditandatangani dan disetujui langsung oleh Bupati Cianjur.

”Mereka hanya punya Izin Perubahan Penggunaan Tanah (IPPT), peruntukkannya bukan untuk galian C. Tapi untuk pembangunan cottage. Amdal ada, tapi hanya rekomendasi,” kata Jaya.

Menurut Jaya, sebenarnya pengusaha sudah harus menempuh izin prinsip yang membutuhkan persetujuan langsung dari Bupati Cianjur, karena luasan lahan yang terhitung besar. Sebab itu, lanjut Jaya, Pemkab Cianjur dapat memberikan respon terkait tudingan penyerobotan, maupun penyalahgunaan lahan perkebunan masyarakat.

“Kami harap pemkab dapat menghentikan proyek pengusaha yang menganggap telah mengantongi izin operasional itu. Desa tidak bisa bertindak banyak karena izin atau rekomedasi yang ada tidak bisa berubah. Kecuali berkas sudah menjadi izin dari bupati, baru bisa diperadilankan supaya bisa dicabut. Sementara, ini kan hanya rekomendasi dinas saja,” ucapnya.

Mengenai 20 penggarap yang kini ditahan, Jaya mengaku terus berupaya melakukan pembelaan. Sejauh ini, puluhan warga Tegallega itu mendapat hukuman 2 bulan kurungan atas tindakan yang dikategorikan sebagai tindak pidana ringan (Tipiring).

Herlan, salah seorang warga menegaskan, warga tetap menolak keras adanya aktivitas galian pasir di wilayah itu. Sebab, ujar dia, galian pasir itu dinilai telah merusak lingkungan setempat.

Selain itu, Herlan juga menilai, jika tuduhan tersebut tidak dapat dibuktikan. Pasalnya, warga telah menggarap lahan itu secara turun temurun, sehingga kegiatan berkebun mereka dianggap tidak bisa dipermasalahkan.

"lahan itu merupakan garapan kami, yang mereka gunakan untuk pembangunan cottage. Kami izinkan pembangunannya, tapi ternyata mereka malah menjadikannya sebagai galian C," tutur Herlan.  

Warga sekitar memang tetap nekat berkebun di dekat proyek, karena merasa mereka lebih dulu mengolah lahan seluas 8,9 hektare itu. Namun, pada 2003 lalu, pihak pengusaha terkait datang dan mengajukan perizinan pembangunan cottage di lokasi tersebut.

Warga menyetujui ajuan itu, dengan banyak pertimbangan positif ke depannya. Hanya saja, ketika izin diperpanjang pada 2011 lalu, pembangunan cottage tak juga terlihat. Lahan produktif milik negara itu justru terus dikeruk, dan diambil tanahnya oleh truk pengangkut pasir.

"Tidak cuma penyalahgunaan lahan, pengusaha juga mengabaikan janji terhadap warga. Salah satunya realisasi fasilitas umum yang mereka janjikan," ucapnya.

Menurut warga, hal yang disebutkan itu jelas menjadi bentuk pelanggaran yang sebenarnya. Jika perusahaan mengklaim warga melakukan penguasaan fisik tanpa hak, perusahaan justru dianggap melanggar izin dan pengrusakan lingkungan.

Herlan menegaskan, tidak ada tuduhan yang tepat untuk dialamatkan kepada warga. Terlebih, sebagai penggarap lahan warga hanya beraktivitas seperti biasa tanpa berniat menyerobot lahan terkait. "Warga sudah izinkan (pembangunan) awalnya, mereka juga semula sudah bangun pembatas antara tanah cottage dan area warga. Tapi, sekarang justru melebar," ujar dia.

Penahanan 20 warga pada pekan lalu itu, sempat menuai protes keras. Terutama dari pihak keluarga yang sampai mendatangi Kejaksaan Negeri Cianjur, mereka memrotes keputusan penahanan warga yang dianggap tidak adil. Apalagi, sejak lahan dikeruk, warga pun kehilangan sumber penghasilan karena sayuran yang ditanami rusak dan tidak memungkinkan untuk dipanen.

Akan tetapi, hingga saat ini tidak ada respon dari pemerintah setempat terkait persoalan tersebut. Oleh karena itu, warga melalui kuasa hukum 20 penggarap yang ditahan itu melaporkan kasus lahan tersebut hingga ke tingkat presiden. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 4 jam yang lalu

Masyarakatnya Masih Miskin Malah Bangun Gedung

TAK hanya melabrak aturan, Megaproyek Campaka dinilai sejumlah kalangan dibangun di saat kondisi kemiskinan di Cianjur cukup memprihatinkan.

Aktualita 4 jam yang lalu

Dirut RSUD Klaim Tak Ada Masalah

DIREKTUR Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, Ratu Tri Yulia mengaku sudah memenuhi panggilan penyidik Kepolisian Resor (Polres) Cianjur untuk dimintai keterangan.

Si Maung 6 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 6 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Bisnis Line 17 jam yang lalu

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Aktualita 23/04/2018 08:00 WIB

Mimpi Besar Bupati yang Kontroversial

PEMINDAHAN ibu kota Cianjur ke wilayah Kecamatan Campaka rupanya merupakan rencana besar Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, setelah beberapa bulan berhasil menduduki tahta pemerintahan Kabupaten Cianjur.…

Aktualita 23/04/2018 07:55 WIB

Dunia Terbalik Ala Pemkab Cianjur

SETELAH heboh dengan Megaproyek Campaka yang melabrak aturan dan untuk pertama kalinya terjadi banjir di kawasan perkotaan, kini masyarakat Cianjur kembali dibuat heboh dengan adanya pemandangan pesawahan…

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Aktualita 20/04/2018 08:00 WIB

DPRD Jadi Anak Buah Bupati?

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi dan Sekretaris Dewan, Cahyo Supriyo terkait mekanisme penghapusan pendapat atau pandangan akhir fraksi, kembali terbongkar.

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…