Sabtu, 18 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Wakil Rakyat Dinilai Cuci Tangan dan Takut Berhadapan dengan Bupati

Dua Kali Layangkan Surat Audiensi, Pimpinan DPRD Cianjur Tak Hadir

Angga Purwanda/Gie

Senin, 19 Maret 2018 - 07:50 WIB

AUDIENSI - Sejumlah aktivis dari Cianjur Institute (sebelah kri) saat beraudiensi dengan DPRD dan perwakilan OPD, Jumat (16/3/2018).(foto:Angga Purwanda/BC)
AUDIENSI - Sejumlah aktivis dari Cianjur Institute (sebelah kri) saat beraudiensi dengan DPRD dan perwakilan OPD, Jumat (16/3/2018).(foto:Angga Purwanda/BC)
A A A

Untukmu yang duduk sambil diskusi

Untukmu yang biasa bersafari

Di sana, di gedung DPR

Di hati dan lidahmu kami berharap

Suara kami tolong dengar lalu sampaikan

Jangan ragu jangan jangan takut karang menghadang

Bicaralah yang lantang jangan hanya diam

 

Wakil rakyat seharusnya merakyat

Jangan tidur waktu sidang soal rakyat

Wakil rakyat bukan paduan suara

Hanya tahu nyanyian lagu setuju

Beritacianjur.com - Ya, penggalaan lirik lagu “Surat buat Wakil Rakyat” milik Iwan Fals di atas mewakili kekesalan sejumlah aktivis terhadap kinerja wakil rakyat di Cianjur, terutama para pimpinan DPRD Cianjur.

 

Betapa tidak, sudah dua kali melayangkan surat audiensi dan hearing (dengar pendapat publik) terhadap Ketua DPRD Cianjur, namun selalu mangkir dan dinilai terkesan cuci tangan. Acara audiensi hanya dihadiri sejumlah wakil rakyat dari Komisi I dan III, serta perwakilan dari organisasi perangkat daerah (OPD).

 

Akibatnya, sejumlah aktivis atau masyarakat Cianjur mengancam akan melakukan mosi tidak percaya terhadap para wakil rakyat, yang menilai kinerja DPRD tidak merepresentasikan keinginan masyarakat.

“Jangan sampai kekesalan masyarakat terhadap DPRD lantas kemudian melakukan mosi tidak percaya. Itu mungkin kami lakukan ketika DPRD tak kooperatif terhadap berbagai tuntutan aspirasi masyarakat," tegas Direktur Cianjur Institute, Ridwan Mubarak, kemarin.

Tuntutan aspirasi yang dimaksud Ridwan, di antaranya mempertanyakan fungsi pengawasan DPRD terhadap kondisi pemerintahan saat ini yang cenderung karut-marut. Masyarakat mempertanyakan sejauh mana DPRD mendorong dilaksanakannya hak interpelasi.

"Hak interpelasi DPRD merupakan kewenangan yang diatur dalam Pasal 371 Undang-Undang Nomor 17/2014 tentang MD3. Mereka memiliki kewenangan meminta keterangan kaitan dengan program eksekutif yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat Cianjur secara keseluruhan," bebernya.

Ia menyontohkan terjadinya relokasi pusat pemerintah, relokasi pasar induk, termasuk soal alih fungsi lahan. Menurut Ridwan, kebijakan dalam berbagai program pemerintahan itu berdampak terhadap kehidupan masyarakat Cianjur.

"Lihat saja progres human development index (indeks pembangunan manusia). Pada 2017, nilai IPM Kabupaten Cianjur 62,92 atau yang terendah se-Jawa Barat dari standar minimal yang ditetapkan sebesar 80,0. IPM merupakan parameter sehatnya suatu bangsa. Makanya, kalau tidak disikapi sekarang, dampaknya masyarakat Cianjur dibodohkan dan dimiskinkan," ujar Ridwan.

Sejatinya, lanjut Ridwan, saat ini merupakan momentum tepat bagi legislatif mengkritisi dan mempertanyakan program-program strategis eksekutif yang dinilai tidak pro-rakyat. Menurut Ridwan, hak interpelasi bisa menjawab tuntutan warga Cianjur yang selama dihantui kegelisahan.

"Sejak awal-awal pemerintahan Irvan Rivano Muchtar, kami sebetulna sudah mendorong agar DPRD bisa menggunakan hak interpelasinya meminta pertanggungjawaban eksekutif," ucapnya.

Sayang, kata Ridwan, dorongan keinginan itu hanya dianggap angin lalu. Ridwan mengaku kecewa karena berbagai surat yang dilayangkan meminta tatap muka (audiensi) maupun rapat dengar pendapat (hearing) berujung tak jelas.

"Untuk kesekian kalinya tak mendapatkan respon baik. Kalau ada good will atau itikad baik membenahi, harusnya sudah sejak dulu direspon. Daya kritis kami jangan lantas dianggap jadi sebuah ancaman bagi penguasa daerah," tegas Ridwan.

Hal yang lebih mengecewakan elemen masyarakat Cianjur, sebut Ridwan, ketua DPRD setempat terkesan memandang sebelah mata berbagai tuntutan aspirasi masyarakat. Menurut Ridwan, ketua DPRD enggan menemui mereka yang sebetulnya hanya ingin menyampaikan berbagai kegelisahan.

"Harus jadi clue (petunjuk) yang digarisbawahi. Hari ini ketua DPRD itu mewakili masyarakat atau penguasa daerah. Kalau mewakili masyarakat, sesibuk apapun atau serepot apapun mestinya merespon. Kami hanya meminta hearing. Kami hanya akan banyak mendengar apa yang sudah dilakukan DPRD," kata dia.

Ridwan menegaskan, dengan kondisi pemerintahan Cianjur saat ini, hak interpelasi harus dijalankan DPRD karena menurutnya telah terjadi pelanggaran aturan. Bahkan semestinya dijalankan sejak awal-awal pemerintahan Irvan Rivano Muchtar.

"Ketika nanti ditemukan sesuatu yang melanggar aturan dan perundang-undangan, gunakan hak angket. Bentuk pansus hak angket tentang proses impeachment atau pemakzulan karena bupati melakukan pelanggaran aturan dan perundang-undangan. Kemudian, hak menyatakan pendapat, dijalankan juga anggota dewan yang merupakan ending dari sikap legislatif terhadap eksekutif yang dianggap melanggar aturan dan perundang-undangan," tandasnya.

“Melihat kondisi seperti ini, intinya, DPRD cuci tangan dan takut berhadapan dengan bupati,” pungkasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Cianjur, Atep Hermawan Permana mengatakan, akan mendorong ketua DPRD agar mengundang Cianjur Institute untuk melakukan audiensi ataupun tatap muka. Dari pertemuan itu, sambung dia, nantinya akan lebih mengerucut bagaimana sikap legislatif.

"Dari rapat itu akan munculnya arahnya ke mana. Jangan mereka (Cianjur Institute) yang melayangkan surat undangan, tapi mereka yang diundang," kata Atep yang juga ketua Komisi III DPRD itu.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…