Senin, 23 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Tingkat Kesadaran Petani Ikut Asuransi Pertanian Masih Rendah

Angga Purwanda

Senin, 19 Maret 2018 - 22:06 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - KESADARAN petani di Kabupaten Cianjur untuk menjadi peserta asuransi usaha tani masih rendah. Hal itu, diungkapkan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan Dan Hortikultura Kabupaten Cianjur, Mamad Nano, saat ditemui wartawan, belum lama ini.

Padahal, jelas Mamad, dengan masuknya petani menjadi peserta asuransi itu dapat memberikan jaminan bagi mereka dari berbagai risiko selama menjalankan usahanya (Tani).

Mamad menyebutkan, rendahnya tingkat kesadaran itu, di antaranya karena para petani beranggapan lahan yang mereka garap di bawah satu hektare. “Selain lahan garapan yang di bawah satu hektare, para petani di Cianjur juga sebagian besar merupakan penggarap bukan pemilik lahan,” jelas Mamad.

Mamad menyebutkan, pihaknya terus melakukan sosialiasi terkait asuransi usaha tani itu. “Kami terus berusaha untuk meningkatkan kesadaran mereka (Petani) untuk ikut dalam asuransi. Sehingga risiko saat menjalankan usaha tersbeut dapat di minimalisiri,” ucapnya.

Sementara itu, saat ditanya mengenai intensitas curah hujan yang sangat tinggi. Mamad menuturkan, kondisi itu tidak terlalu berdampak pada kondisi pertania di Kabupaten Cianjur.

“Meskipun, curah hujan yang tinggi itu berpengaruh terhadap populasi hama penyakit. Tapi kami telah menyiapkan petugas brigade hama proteksi yang ada di setiap kecamatan. Sehingga dapat mengantisipasi, jika terjadi serangan hama di satu wilayah dengan cepat,” tutur Mamad.

Selain itu, Mamad menambahkan, pihak dinas sudah melakukan pendataan dan pelaporan terkait lahan di lokasi bencana. Petugas dari balai penyuluh sudah dikoordinasikan dan ditugaskan, untuk terus memantau serta melaporkan segala hal terkait pertanian.

”Tapi, memang diperlukan waktu lebih banyak untuk penataan lokasi akibat bencana alam. Kalau dilakukan budidaya tanaman, dikhawatirkan bisa tertimbun atau terbawa pergerakan tanah lagi,” ujar Mamad.

Oleh karena itu, masih dibutuhkan waktu yang tepat untuk menunggu tanah lebih stabil. Soalnya, saat ini tanah di lokasi bencana tergolong labil dan membuat peluang ditanami kembali menjadi lebih kecil.

”Ekosistem alam kan ke depannya bisa berubah, cuma perlu waktu untuk menunggu perubahan itu. Jadi, kita benar-benar menunggu perubahan alam terjadi untuk kembali mengaktifkan lahan,” kata dia.

Mamad mengatakan, tidak ada perkiraan waktu untuk kembali stabilnya lahan sawah. Menurut dia, kondisi seperti sekarang termasuk sulit disiasati. Terlebih, bencana yang terjadi pun cukup besar dan berdampak banyak.Proses konservasi lahan juga akan memakan waktu lama. Terutama, untuk memastikan serapan air di kawasan tersebut kembali normal sehingga proses pengairan bisa terjamin. ”Intinya, jangan khawatir. Selama memang lahan milik atau masih bisa digunakan, pasti tetap bisa diaktifkan lagi. Setahu saya, sejauh ini lahan terdampak bencana memang masih bisa digunakan. Tidak ada yang ditinggalkan,“ ucap Mamad. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 20/04/2018 08:00 WIB

DPRD Jadi Anak Buah Bupati?

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi dan Sekretaris Dewan, Cahyo Supriyo terkait mekanisme penghapusan pendapat atau pandangan akhir fraksi, kembali terbongkar.

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Pengendara Opang Desak Hapus Angkutan Berbasis Online

RIBUAN pengendara ojek pangkalan (Opang) dan angkutan umum (Angkum) di Cianjur menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (19/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:52 WIB

Prediksi Harga Beras Jelang Ramadan tak Melonjak

SEJUMLAH pedagang komoditas beras di Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku memprediksi untuk harga beras tidak akan mengalami lonjakan menjelang Ramadan 1438 Hijriah mendatang.

Aktualita 19/04/2018 08:00 WIB

Kebohongan Ketua DPRD Terungkap

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi terkait mekanisme penghapusan pendapat akhir fraksi semakin menguat. Benarkah?

Aktualita 19/04/2018 07:55 WIB

Balas Budi? Ini Dugaan Kongkalikong Antara Bupati dan Ketua DPRD

DUGAAN kongkalikong antara Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar dengan Ketua DPRD, Yadi Mulyadi menyeruak. Pasalnya, meski sejak awal sudah diketahui belum mengantongi izin, namun Megaproyek Campaka baru…

Aktualita 19/04/2018 07:50 WIB

Golkar Pecat Dua Anggotanya, Demokrat?

HAWA politik Cianjur kian memanas. Birunya langit tak lagi menjadi pertanda akan cerahnya panggung politik Cianjur, tapi sebaliknya justru membawa pertanda datangnya “hujan badai” yang akan menyapu…

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polwan Polres Cianjur Berikan Bantuan Bagi Adah

MEMPERINGATI Hari Kartini 2018 jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur menggelar sejumlah kegiatan sosial, di antaranya dengan menyambangi kediaman Adah, warga Kampung Mayak Empang RT 01/04, Desa…

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polres Cianjur Ciduk Tujuh Pelaku Kejahatan

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur menciduk tujuh orang pelaku kejahatan yang biasa menjalankan aksinya di wilayah hukum Cianjur. Penangkapan ketujuh pelaku itu dilakukan dalam waktu dan tempat berbeda.

Aktualita 18/04/2018 08:10 WIB

Desak Pemkab Tanggung Jawab, Garis Sebar Spanduk Banjir

BANJIR belum pernah terjadi sebelumnya di Cianjur. Masihkah kita bangga dengan dosa-dosa? Itulah tulisan dalam spanduk yang dipasang Gerakan Reformis Islam (Garis) di sejumlah lokasi banjir di kawasan…