Selasa, 17 Juli 2018 | Cianjur, Indonesia

Tingkat Kesadaran Petani Ikut Asuransi Pertanian Masih Rendah

Angga Purwanda

Senin, 19 Maret 2018 - 22:06 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - KESADARAN petani di Kabupaten Cianjur untuk menjadi peserta asuransi usaha tani masih rendah. Hal itu, diungkapkan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan Dan Hortikultura Kabupaten Cianjur, Mamad Nano, saat ditemui wartawan, belum lama ini.

Padahal, jelas Mamad, dengan masuknya petani menjadi peserta asuransi itu dapat memberikan jaminan bagi mereka dari berbagai risiko selama menjalankan usahanya (Tani).

Mamad menyebutkan, rendahnya tingkat kesadaran itu, di antaranya karena para petani beranggapan lahan yang mereka garap di bawah satu hektare. “Selain lahan garapan yang di bawah satu hektare, para petani di Cianjur juga sebagian besar merupakan penggarap bukan pemilik lahan,” jelas Mamad.

Mamad menyebutkan, pihaknya terus melakukan sosialiasi terkait asuransi usaha tani itu. “Kami terus berusaha untuk meningkatkan kesadaran mereka (Petani) untuk ikut dalam asuransi. Sehingga risiko saat menjalankan usaha tersbeut dapat di minimalisiri,” ucapnya.

Sementara itu, saat ditanya mengenai intensitas curah hujan yang sangat tinggi. Mamad menuturkan, kondisi itu tidak terlalu berdampak pada kondisi pertania di Kabupaten Cianjur.

“Meskipun, curah hujan yang tinggi itu berpengaruh terhadap populasi hama penyakit. Tapi kami telah menyiapkan petugas brigade hama proteksi yang ada di setiap kecamatan. Sehingga dapat mengantisipasi, jika terjadi serangan hama di satu wilayah dengan cepat,” tutur Mamad.

Selain itu, Mamad menambahkan, pihak dinas sudah melakukan pendataan dan pelaporan terkait lahan di lokasi bencana. Petugas dari balai penyuluh sudah dikoordinasikan dan ditugaskan, untuk terus memantau serta melaporkan segala hal terkait pertanian.

”Tapi, memang diperlukan waktu lebih banyak untuk penataan lokasi akibat bencana alam. Kalau dilakukan budidaya tanaman, dikhawatirkan bisa tertimbun atau terbawa pergerakan tanah lagi,” ujar Mamad.

Oleh karena itu, masih dibutuhkan waktu yang tepat untuk menunggu tanah lebih stabil. Soalnya, saat ini tanah di lokasi bencana tergolong labil dan membuat peluang ditanami kembali menjadi lebih kecil.

”Ekosistem alam kan ke depannya bisa berubah, cuma perlu waktu untuk menunggu perubahan itu. Jadi, kita benar-benar menunggu perubahan alam terjadi untuk kembali mengaktifkan lahan,” kata dia.

Mamad mengatakan, tidak ada perkiraan waktu untuk kembali stabilnya lahan sawah. Menurut dia, kondisi seperti sekarang termasuk sulit disiasati. Terlebih, bencana yang terjadi pun cukup besar dan berdampak banyak.Proses konservasi lahan juga akan memakan waktu lama. Terutama, untuk memastikan serapan air di kawasan tersebut kembali normal sehingga proses pengairan bisa terjamin. ”Intinya, jangan khawatir. Selama memang lahan milik atau masih bisa digunakan, pasti tetap bisa diaktifkan lagi. Setahu saya, sejauh ini lahan terdampak bencana memang masih bisa digunakan. Tidak ada yang ditinggalkan,“ ucap Mamad. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 20 jam yang lalu

Korupsi di Cianjur Aman?

KORUPSI di Cianjur aman. Begitu kata seorang aktivis, menyikapi sederet temuan kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur yang kini mencuat dan ramai dibicarakan publik.

Cianjur Euy 15/07/2018 23:07 WIB

Polsek Warungkondang Siap Menjawab Keinginan Masyarakat

PERINGATI HUT Bhayangkara ke 72 Polsek Warungkondang, Kabupaten Cianjur gelar syukuran, Sabtu (14/7/2018). Terlihat seluruh kalangan masyarakat menjadi tamu undangan.

Cianjur Euy 15/07/2018 20:15 WIB

Asian GamesXVIII Ajang Dongkrak Sektor Pariwisata

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur bakal memaskimalkan momentum gelaran Asian Games XVIII/2018 untuk mempromosikan dan mendongkrak sektor pariwisata.

Aktualita 13/07/2018 07:00 WIB

Masyarakat Muak dengan Kebijakan Bupati

DUGAAN kuat pelanggaran Megaproyek Campaka tak hanya ramai diberitakan di media massa, namun ternyata isu kebijakan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar terkait pemindahan ibu kota juga viral di jejaring…

Aktualita 13/07/2018 06:55 WIB

Didemo Warga, Pengusaha Balik Ancam Akan Tutup Perusahaan

Ratusan warga Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, mendemo PT Three Six World (PT.TSW), Kamis (12/7/2018)

Cianjur Euy 12/07/2018 21:08 WIB

Lapas Kelas IIB Cianjur Utamakan Pembinaan Keagamaan

LATAR belakang pondok pesantren (Pontren) yang diterapkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Cianjur menjadi sesuatu yang unik. Dimana, para warga binaan diberikan pendekataan keagamaan untuk…

Cianjur Euy 12/07/2018 21:08 WIB

Tingkat Penyerapan Beras Petani di Semeseter I Mencapai 80,78%

BULOG Subdivre Cianjur mengklaim tingkat penyerapan beras petani memasuki semester I tahun ini sudah mencapai 80,78 persen. Hal itu, tak terlepas dari mulai meningkatnya kepercayaan petani menjual hasil…

Cianjur Euy 12/07/2018 21:08 WIB

Situs Gunung Padang Diusulkan Ke UNESCO

TIM Arkeolog Situs Gunung Padang tengah mengkaji untuk mengusulkan situs tersebut ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia (World Heritage). Rencananya semua elemen, mulai dari pemerintah daerah bakal dilibatkan…

Aktualita 12/07/2018 07:00 WIB

Bukti Kuat untuk Aparat

PENGAKUAN dan penjelasan dugaan kuat pelanggaran pada Megaproyek Campaka terus bermunculan. Mulai dari masyarakat, aktivis, wakil rakyat hingga pakar hukum. Lalu, mengapa aparat penegak hukum belum bertindak?

Cianjur Euy 11/07/2018 21:36 WIB

Pemkab Cianjur Siap Antisipasi Kekeringan

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur menyiapkan langkah antisipasi terjadinya dampak kekeringan yang diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.