Rabu, 20 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Kacau, Stok Obat untuk Pasien Gangguan Jiwa Kosong

Komunitas Sehat Jiwa: Sudah Tercover BPJS, Obat Masih Jadi Beban Keluarga Pasien

Angga Purwanda

Jumat, 23 Maret 2018 - 07:55 WIB

foto:ilustrasi/net
foto:ilustrasi/net
A A A

Beritacianjur.com - PERSOALAN kosongnya sejumlah jenis obat di Depo RSUD Sayang Cianjur, ternyata tidak saja dikeluhkan oleh pasien umum, namun juga oleh para pasien penderita gangguan jiwa atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Seperti yang dikeluhkan relawan Komunitas Sehat Jiwa (KSJ) Cianjur, Yuli Hendrika Sugiharti. Ia mengaku sering mendapati terjadinya kekosongan obat bagi para pasiennya yang sedang mendapatkan perawatan di Panti KSJ.

Padahal, jelas Yuli, penderita ODGJ wajib mengonsumsi obat secara berkesinambungan. Hal itu untuk mengurangi gejala yang dialami pasien. “Kosongnya obat bagi ODGJ di depo RSUD cukup sering terjadi, kondisi ini cukup merepotkan kami. Karena, kami terpaksa harus beli di luar. Sementara, sebagian besar penderita merupakan dari kalangan keluarga miskin,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (22/3/2018).

Yuli menyebutkan, biaya satu resep obat bagi penderita gangguan jiwa mencapai ratusan ribu rupiah. “Aneh juga obat bisa sampai kosong. Padahal semuanya sudah tercover oleh BPJS. Jika terus dibebankan kepada keluarga pasien atau panti, bagaimana mereka (pasien) bisa sembuh?” ucapnya.

Beberapa jenis obat gangguang jiwa yang paling sering diresepkan dokter untuk menangani gejala pasien, lanjut Yuli, di antaranya obat antidepresan seperti citalopram (celexa) dan fluoxetine (prozac), obat antikecemasan yaitu benzodiazepine, alprazolam (xanax), chlordiazepoxide (librium), clonazepam (klonopin), diazepam (valium), dan lorazepam (ativan).

Obat penstabil mood seperti carbamazepine (carbatrol), lithium, olanzapine, ziprasidone, clozapine, dan valpromide, serta obat antipsikotik seperti clozapine, aripiprazole dan risperidone. “Saya meminta RSUD Cianjur untuk lebih serius dalam menangani persoalan ketersediaan obat, jelas ini sangat berdampak pada proses pengobatan pasien ODGJ,” kata Yuli.

Yuli menambahkan, gangguan jiwa terdiri atas dua kategori, yakni gangguan jiwa berat dan gangguan jiwa ringan. “Gejala dan intensitas keparahannya pun bisa sangat bervariasi antar satu pasien dengan pasien lainnya. Sehingga, obat yang diresepkan oleh dokter akan disesuaikan dengan gangguan spesifik yang dialami masing-masing pasien,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, segudang permasalahan yang melilit RSUD Sayang Cianjur, ternyata masih juga belum selesai.

Masalah terbaru, ternyata uang jasa medis BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Nasional) Kesehatan dan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu), belum dibayarkan pihak rumah sakit plat merah tersebut. Tak tanggung-tanggung, hak pegawai yang belum dibayar tersebut sudah berlangsung selama 3 bulan

“Ya itu benar, hak kami khususnya untuk uang jasa medis belum dibayar selama 3 bulan. Itu hak kami, tapi kenapa tak dibayarkan? Alasannya selalu saja BPJS nunggak. Kapan masalah di rumah sakit ini bisa selesai?” ujar salah satu pegawai RSUD Sayang Cianjur yang enggan disebutkan namanya.

Tak hanya persoalan hak pegawai yang belum dibayar, namun ia pun menyebutkan, saat ini banyak stok obat yang kosong, dikarenakan pihak rumah sakit belum membayar ke distributor obat.

“Ini aneh. Buat hak pegawai belum dibayar, banyak obat kosong karena belum dibayar juga. Tapi kok buat syukuran salah satu gedung bersama Wabup Cianjur sebelumnya ada dananya, dan itu pasti ada amplopnya juga,“ keluhnya.

Keanehannya tersebut semakin menjadi ketika dirinya sempat berkomunikasi dengan pegawai RSUD di Sukabumi. Di sana (Sukabumi, red), sambung dia, nyaris tak pernah terjadi keterlambatan.

“Di Sukabumi, kalau terlambat 2 bulan saja, katanya pegawainya langsung mogok. Terus kalau BPJS nunggak, selalu ada talangan untuk membayar hak-hak para pegawainya. Di Cianjur saja yang aneh. Saat apel pejabat RSUD Cianjur selalu berkoar soal kewajiban, tapi aneh hak pegawai dibiarkan. Boa Edan,“ ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan menilai, baik Pemkab Cianjur maupun aparat penegak hukum tak bisa diam saja, pasalnya ia menilai permasalahan di RSUD Sayang Cianjur sudah sangat parah.

“Selama ini kita teralihkan dengan Megaproyek Campaka, lupa kalau RSUD Sayang juga banyak masalahnya. Jangan dibiarkan, harus diusut tuntas karena indikasi penyelewengannya sudah sangat jelas,“ pungkasnya.

Jika segudang permasalahan di RSUD Sayang Cianjur tidak menjadi perhatian khusus Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, sambung Rudi, maka menjadi hal wajar jika timbul kecurigaan dari masyarakat Cianjur.

“Masalahnya sudah banyak dan parah loh, kok bisa bupati diam saja. Dia bisa perintahkan siapa saja untuk mengawasi dan menyelesaikan permasalahan di RSUD. Ini ada apa? Kok dibiarkan?” ucapnya.

Sementara itu, saat hendak dikonfirmasi terkait hak pegawai yang belum dibayar dan banyak stok obat di depo rawat inap kosong, pejabat Humas RSUD Sayang Cianjur sulit dihubungi. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.