Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Kacau, Stok Obat untuk Pasien Gangguan Jiwa Kosong

Komunitas Sehat Jiwa: Sudah Tercover BPJS, Obat Masih Jadi Beban Keluarga Pasien

Angga Purwanda

Jumat, 23 Maret 2018 - 07:55 WIB

foto:ilustrasi/net
foto:ilustrasi/net
A A A

Beritacianjur.com - PERSOALAN kosongnya sejumlah jenis obat di Depo RSUD Sayang Cianjur, ternyata tidak saja dikeluhkan oleh pasien umum, namun juga oleh para pasien penderita gangguan jiwa atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Seperti yang dikeluhkan relawan Komunitas Sehat Jiwa (KSJ) Cianjur, Yuli Hendrika Sugiharti. Ia mengaku sering mendapati terjadinya kekosongan obat bagi para pasiennya yang sedang mendapatkan perawatan di Panti KSJ.

Padahal, jelas Yuli, penderita ODGJ wajib mengonsumsi obat secara berkesinambungan. Hal itu untuk mengurangi gejala yang dialami pasien. “Kosongnya obat bagi ODGJ di depo RSUD cukup sering terjadi, kondisi ini cukup merepotkan kami. Karena, kami terpaksa harus beli di luar. Sementara, sebagian besar penderita merupakan dari kalangan keluarga miskin,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (22/3/2018).

Yuli menyebutkan, biaya satu resep obat bagi penderita gangguan jiwa mencapai ratusan ribu rupiah. “Aneh juga obat bisa sampai kosong. Padahal semuanya sudah tercover oleh BPJS. Jika terus dibebankan kepada keluarga pasien atau panti, bagaimana mereka (pasien) bisa sembuh?” ucapnya.

Beberapa jenis obat gangguang jiwa yang paling sering diresepkan dokter untuk menangani gejala pasien, lanjut Yuli, di antaranya obat antidepresan seperti citalopram (celexa) dan fluoxetine (prozac), obat antikecemasan yaitu benzodiazepine, alprazolam (xanax), chlordiazepoxide (librium), clonazepam (klonopin), diazepam (valium), dan lorazepam (ativan).

Obat penstabil mood seperti carbamazepine (carbatrol), lithium, olanzapine, ziprasidone, clozapine, dan valpromide, serta obat antipsikotik seperti clozapine, aripiprazole dan risperidone. “Saya meminta RSUD Cianjur untuk lebih serius dalam menangani persoalan ketersediaan obat, jelas ini sangat berdampak pada proses pengobatan pasien ODGJ,” kata Yuli.

Yuli menambahkan, gangguan jiwa terdiri atas dua kategori, yakni gangguan jiwa berat dan gangguan jiwa ringan. “Gejala dan intensitas keparahannya pun bisa sangat bervariasi antar satu pasien dengan pasien lainnya. Sehingga, obat yang diresepkan oleh dokter akan disesuaikan dengan gangguan spesifik yang dialami masing-masing pasien,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, segudang permasalahan yang melilit RSUD Sayang Cianjur, ternyata masih juga belum selesai.

Masalah terbaru, ternyata uang jasa medis BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Nasional) Kesehatan dan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu), belum dibayarkan pihak rumah sakit plat merah tersebut. Tak tanggung-tanggung, hak pegawai yang belum dibayar tersebut sudah berlangsung selama 3 bulan

“Ya itu benar, hak kami khususnya untuk uang jasa medis belum dibayar selama 3 bulan. Itu hak kami, tapi kenapa tak dibayarkan? Alasannya selalu saja BPJS nunggak. Kapan masalah di rumah sakit ini bisa selesai?” ujar salah satu pegawai RSUD Sayang Cianjur yang enggan disebutkan namanya.

Tak hanya persoalan hak pegawai yang belum dibayar, namun ia pun menyebutkan, saat ini banyak stok obat yang kosong, dikarenakan pihak rumah sakit belum membayar ke distributor obat.

“Ini aneh. Buat hak pegawai belum dibayar, banyak obat kosong karena belum dibayar juga. Tapi kok buat syukuran salah satu gedung bersama Wabup Cianjur sebelumnya ada dananya, dan itu pasti ada amplopnya juga,“ keluhnya.

Keanehannya tersebut semakin menjadi ketika dirinya sempat berkomunikasi dengan pegawai RSUD di Sukabumi. Di sana (Sukabumi, red), sambung dia, nyaris tak pernah terjadi keterlambatan.

“Di Sukabumi, kalau terlambat 2 bulan saja, katanya pegawainya langsung mogok. Terus kalau BPJS nunggak, selalu ada talangan untuk membayar hak-hak para pegawainya. Di Cianjur saja yang aneh. Saat apel pejabat RSUD Cianjur selalu berkoar soal kewajiban, tapi aneh hak pegawai dibiarkan. Boa Edan,“ ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan menilai, baik Pemkab Cianjur maupun aparat penegak hukum tak bisa diam saja, pasalnya ia menilai permasalahan di RSUD Sayang Cianjur sudah sangat parah.

“Selama ini kita teralihkan dengan Megaproyek Campaka, lupa kalau RSUD Sayang juga banyak masalahnya. Jangan dibiarkan, harus diusut tuntas karena indikasi penyelewengannya sudah sangat jelas,“ pungkasnya.

Jika segudang permasalahan di RSUD Sayang Cianjur tidak menjadi perhatian khusus Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, sambung Rudi, maka menjadi hal wajar jika timbul kecurigaan dari masyarakat Cianjur.

“Masalahnya sudah banyak dan parah loh, kok bisa bupati diam saja. Dia bisa perintahkan siapa saja untuk mengawasi dan menyelesaikan permasalahan di RSUD. Ini ada apa? Kok dibiarkan?” ucapnya.

Sementara itu, saat hendak dikonfirmasi terkait hak pegawai yang belum dibayar dan banyak stok obat di depo rawat inap kosong, pejabat Humas RSUD Sayang Cianjur sulit dihubungi. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Si Maung 6 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 6 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Laporan Keuangan Desa di Cianjur Belum Seragam

PEMERINTAHAN Desa (Pemdes) di Kabupaten Cianjur masih belum seragam dalam sistem laporan keuangan desa. Ada yang masih menggunakan Sistem Pengelolaan Keuangan Desa (Silokades) tapi juga yang sudah menerapkan…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Satlantas Pantau Ruas Infrastruktur Jalan

SATUAN Lalulintas Polres Cianjur, mengagendakan survei pemantauan ruas-ruas infrastruktur jalan menjelang arus mudik Idul Fitri 2018. Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana,…

Bisnis Line 17 jam yang lalu

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 22/04/2018 20:05 WIB

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…