Sabtu, 18 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Megah Bangunannya, Bobrok Pengelolaannya

Gara-gara Insentif Selama 3 Bulan Tak Dibayar Manajemen, Karyawan RSUD Banyak Utang

Angga Purwanda

Senin, 26 Maret 2018 - 08:00 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Aktivis: Ini Fakta, Tata Kelola Keuangan Bermasalah, Isu Korupsi Menguat

Beritacianjur.com - TEGA, hingga saat ini, manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur belum membayarkan hak pegawainya. Tak tanggung-tanggung, macetnya insentif pegawai rumah sakit plat merah tersebut sudah berlangsung tiga bulan. Kok bisa?

Ya, berdasarkan pengakuan sejumlah karyawan RSUD, belum cairnya klaim BPJS Kesehatan selalu menjadi alasan manajemen.

Karena kesal dan kecewa, beberapa hari lalu, ratusan tenaga honor yang sebagian besar bertugas di bagian umum non medis sempat melakukan aksi protes. Mereka menuntut agar haknya yang belum dibayarkan sejak awal tahun hingga saat ini, segera diselesaikan pihak manajemen.

Salah seorang pegawai RSUD, Fardan mengungkapkan, sejak tidak menerima honor tiga bulan terakhir, dia dan ratusan teman sekantornya terpaksa menghutang dan menjual barang berharga untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

Tidak sedikit tenaga honor di rumah sakit milik Pemkab Cianjur itu, pulang ke rumah orangtuanya untuk meminjam uang atau beras. "Jangankan untuk ongkos berangkat kerja, untuk makan di rumah sehari-hari saja, banyaknya minjam ke orangtua," katanya saat diwawancarai Berita Cianjur, Sabtu (24/3/2018).

Selama bertahun-tahun mengabdi sebagai tenaga honor, Fardan mengaku sebelumnya belum pernah terjadi keterlambatan pembayaran insentif selama tiga bulan berturut-turut. Ketika hal tersebut ditanyakan kepada pihak manajemen, sambung dia, jawabannya selalu harus bersabar karena klaim BPJS belum cair.

"Setahu kami sangat-sangat mustahil klaim BPJS belum masuk, kecuali tidak ditagihkan. Kami tenaga honor terkesan ditumbalkan untuk kebijakan yang tidak jelas. Kami banyak mendapat bocoran kalau hak kami dipinjamkan ke Pemkab Cianjur," katanya.

Persoalan yang melilit RSUD tak hanya hak pegawai yang belum dibayar, namun sejumlah jenis obat pun kosong. Menurut Fardan, hal tersebut terjadi karena pihak perusahaan obat tidak sanggup memberikan hutang yang sudah lama belum juga dibayar.

"Sudah banyak tagihan obat yang belum dibayar, otomatis pemasok obat tidak mau mengambil resiko karena hutang RSUD Cianjur sudah terlalu banyak," katanya.

Menanggapi sejumlah masalah di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemkab Cianjur tersebut, Divisi Kajian Kebijakan Publik Aliansi Masyarakat untuk Penegakan Hukum (Ampuh), Deden Dacex mengaku heran atas sikap manajemen RSUD dan Bupati Cianjur yang terkesan melakukan pembiaran.

Seperti diketahui, sambung dia, selain terkait pembangunan kantor baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka yang terindikasi melabrak aturan, segudang permasalahan di RSUD pun selalu menjadi bahan pemberitaan media massa.

“RSUD ini banyak masalahnya. Mulai dari persoalan pelayanan publik yang karut marut, isu pungli penerimaan karyawan yang sempat mendapatkan tanggapan dari Ibu Kapolres Cianjur yang konon katanya akan menurunkan tim guna menyelidiki kebenaran isu pungli tersebut, dan masih banyak masalah lainnya. Terakhir, persoalan belum dibayarkannya insentif karyawan selama tiga bulan,“ bebernya.

Menurutnya, persoalan hak pegawai RSUD yang belum dibayarkan tersebut sempat menjadi trending topik, hingga akhirnya puncak kekecewaan karyawan RSUD terlihat saat digelarnya apel akbar karyawan, Sabtu (24/3/2018) lalu.

“Tujuan apel tersebut untuk menuntut jajaran direksi RSUD segera membayarkan insentif karyawan yang tertunggak. Akumulasi kekecewaan para karyawan tidak lain akibat terjadinya pembiaran oleh jajaran direksi atas keluhan dan tuntutan karyawan,“ katanya.

Deden menegaskan, keterlambatan pembayaran insentif karyawan merupakan fakta yang tidak bisa dibantah, bahwa ada masalah krusial dengan tata kelola keuangan di RSUD. “Sepertinya baru kali ini RSUD tidak mampu menyelesaikan kewajiban kepada karyawannya,“ ungkapnya.

“Ketidakmampuan jajaran direksi ini juga bisa menjadi bukti otentik bahwa tata kelola keuangan RSUD memang bobrok. Silahkan perhatikan begitu kentaranya tingkat kesenjangan para pejabat RSUD dengan karyawannya. Anehnya lagi, sikap pimpinan daerah seperti tidak mau tahu akan kondisi yang terjadi di RSUD yang notabene milik Pemkab,“ paparnya.

Ia menambahkan, dengan munculnya persoalan tersebut, bisa menjadi pembenaran isu yang selama ini berkembang bahwa tingkat penyalahgunaan anggaran di RSUD yang berpotensi korupsi, semakin kuat dan menjadi pemandangan sehari-hari.

“Kami sebagai bagian warga masyarakat Cianjur sangat menyayangkan melihat kenyataan sikap jajaran direksi dan pimpinan daerah dalam hal ini bupati. Kami khawatir ini akan berimplikasi kepada kadar pelayanan publik yang diberikan karyawan nantinya. Ingat, pelayanan publik RSUD adalah wajahnya Pemkab Cianjur,“ jelasnya.

Seharusnya, lanjut Deden, Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar berani mengambil sikap tegas dengan sesegera mungkin melakukan restrukturisasi total jajaran direksi atau manajemen RSUD, sebelum terjadinya kolaps.

“Kami melihat masih banyak orang-orang potensial untuk mengurus RSUD ini, kalau perlu rekrut tenaga profesional dari luar daerah sekalipun. RSUD Cianjur sekarang ini kan megah gedungnya, tapi bobrok pengelolaannya,“ tandasnya.

“Setiap tahun isu korupsi di RSUD selalu muncul, tapi sepertinya para penegak hukum pun enggan untuk menyentuhnya. Ada apa?” pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…