Kamis, 21 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Megah Bangunannya, Bobrok Pengelolaannya

Gara-gara Insentif Selama 3 Bulan Tak Dibayar Manajemen, Karyawan RSUD Banyak Utang

Angga Purwanda

Senin, 26 Maret 2018 - 08:00 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Aktivis: Ini Fakta, Tata Kelola Keuangan Bermasalah, Isu Korupsi Menguat

Beritacianjur.com - TEGA, hingga saat ini, manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur belum membayarkan hak pegawainya. Tak tanggung-tanggung, macetnya insentif pegawai rumah sakit plat merah tersebut sudah berlangsung tiga bulan. Kok bisa?

Ya, berdasarkan pengakuan sejumlah karyawan RSUD, belum cairnya klaim BPJS Kesehatan selalu menjadi alasan manajemen.

Karena kesal dan kecewa, beberapa hari lalu, ratusan tenaga honor yang sebagian besar bertugas di bagian umum non medis sempat melakukan aksi protes. Mereka menuntut agar haknya yang belum dibayarkan sejak awal tahun hingga saat ini, segera diselesaikan pihak manajemen.

Salah seorang pegawai RSUD, Fardan mengungkapkan, sejak tidak menerima honor tiga bulan terakhir, dia dan ratusan teman sekantornya terpaksa menghutang dan menjual barang berharga untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

Tidak sedikit tenaga honor di rumah sakit milik Pemkab Cianjur itu, pulang ke rumah orangtuanya untuk meminjam uang atau beras. "Jangankan untuk ongkos berangkat kerja, untuk makan di rumah sehari-hari saja, banyaknya minjam ke orangtua," katanya saat diwawancarai Berita Cianjur, Sabtu (24/3/2018).

Selama bertahun-tahun mengabdi sebagai tenaga honor, Fardan mengaku sebelumnya belum pernah terjadi keterlambatan pembayaran insentif selama tiga bulan berturut-turut. Ketika hal tersebut ditanyakan kepada pihak manajemen, sambung dia, jawabannya selalu harus bersabar karena klaim BPJS belum cair.

"Setahu kami sangat-sangat mustahil klaim BPJS belum masuk, kecuali tidak ditagihkan. Kami tenaga honor terkesan ditumbalkan untuk kebijakan yang tidak jelas. Kami banyak mendapat bocoran kalau hak kami dipinjamkan ke Pemkab Cianjur," katanya.

Persoalan yang melilit RSUD tak hanya hak pegawai yang belum dibayar, namun sejumlah jenis obat pun kosong. Menurut Fardan, hal tersebut terjadi karena pihak perusahaan obat tidak sanggup memberikan hutang yang sudah lama belum juga dibayar.

"Sudah banyak tagihan obat yang belum dibayar, otomatis pemasok obat tidak mau mengambil resiko karena hutang RSUD Cianjur sudah terlalu banyak," katanya.

Menanggapi sejumlah masalah di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemkab Cianjur tersebut, Divisi Kajian Kebijakan Publik Aliansi Masyarakat untuk Penegakan Hukum (Ampuh), Deden Dacex mengaku heran atas sikap manajemen RSUD dan Bupati Cianjur yang terkesan melakukan pembiaran.

Seperti diketahui, sambung dia, selain terkait pembangunan kantor baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka yang terindikasi melabrak aturan, segudang permasalahan di RSUD pun selalu menjadi bahan pemberitaan media massa.

“RSUD ini banyak masalahnya. Mulai dari persoalan pelayanan publik yang karut marut, isu pungli penerimaan karyawan yang sempat mendapatkan tanggapan dari Ibu Kapolres Cianjur yang konon katanya akan menurunkan tim guna menyelidiki kebenaran isu pungli tersebut, dan masih banyak masalah lainnya. Terakhir, persoalan belum dibayarkannya insentif karyawan selama tiga bulan,“ bebernya.

Menurutnya, persoalan hak pegawai RSUD yang belum dibayarkan tersebut sempat menjadi trending topik, hingga akhirnya puncak kekecewaan karyawan RSUD terlihat saat digelarnya apel akbar karyawan, Sabtu (24/3/2018) lalu.

“Tujuan apel tersebut untuk menuntut jajaran direksi RSUD segera membayarkan insentif karyawan yang tertunggak. Akumulasi kekecewaan para karyawan tidak lain akibat terjadinya pembiaran oleh jajaran direksi atas keluhan dan tuntutan karyawan,“ katanya.

Deden menegaskan, keterlambatan pembayaran insentif karyawan merupakan fakta yang tidak bisa dibantah, bahwa ada masalah krusial dengan tata kelola keuangan di RSUD. “Sepertinya baru kali ini RSUD tidak mampu menyelesaikan kewajiban kepada karyawannya,“ ungkapnya.

“Ketidakmampuan jajaran direksi ini juga bisa menjadi bukti otentik bahwa tata kelola keuangan RSUD memang bobrok. Silahkan perhatikan begitu kentaranya tingkat kesenjangan para pejabat RSUD dengan karyawannya. Anehnya lagi, sikap pimpinan daerah seperti tidak mau tahu akan kondisi yang terjadi di RSUD yang notabene milik Pemkab,“ paparnya.

Ia menambahkan, dengan munculnya persoalan tersebut, bisa menjadi pembenaran isu yang selama ini berkembang bahwa tingkat penyalahgunaan anggaran di RSUD yang berpotensi korupsi, semakin kuat dan menjadi pemandangan sehari-hari.

“Kami sebagai bagian warga masyarakat Cianjur sangat menyayangkan melihat kenyataan sikap jajaran direksi dan pimpinan daerah dalam hal ini bupati. Kami khawatir ini akan berimplikasi kepada kadar pelayanan publik yang diberikan karyawan nantinya. Ingat, pelayanan publik RSUD adalah wajahnya Pemkab Cianjur,“ jelasnya.

Seharusnya, lanjut Deden, Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar berani mengambil sikap tegas dengan sesegera mungkin melakukan restrukturisasi total jajaran direksi atau manajemen RSUD, sebelum terjadinya kolaps.

“Kami melihat masih banyak orang-orang potensial untuk mengurus RSUD ini, kalau perlu rekrut tenaga profesional dari luar daerah sekalipun. RSUD Cianjur sekarang ini kan megah gedungnya, tapi bobrok pengelolaannya,“ tandasnya.

“Setiap tahun isu korupsi di RSUD selalu muncul, tapi sepertinya para penegak hukum pun enggan untuk menyentuhnya. Ada apa?” pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.