Senin, 23 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Megah Bangunannya, Bobrok Pengelolaannya

Gara-gara Insentif Selama 3 Bulan Tak Dibayar Manajemen, Karyawan RSUD Banyak Utang

Angga Purwanda

Senin, 26 Maret 2018 - 08:00 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Aktivis: Ini Fakta, Tata Kelola Keuangan Bermasalah, Isu Korupsi Menguat

Beritacianjur.com - TEGA, hingga saat ini, manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur belum membayarkan hak pegawainya. Tak tanggung-tanggung, macetnya insentif pegawai rumah sakit plat merah tersebut sudah berlangsung tiga bulan. Kok bisa?

Ya, berdasarkan pengakuan sejumlah karyawan RSUD, belum cairnya klaim BPJS Kesehatan selalu menjadi alasan manajemen.

Karena kesal dan kecewa, beberapa hari lalu, ratusan tenaga honor yang sebagian besar bertugas di bagian umum non medis sempat melakukan aksi protes. Mereka menuntut agar haknya yang belum dibayarkan sejak awal tahun hingga saat ini, segera diselesaikan pihak manajemen.

Salah seorang pegawai RSUD, Fardan mengungkapkan, sejak tidak menerima honor tiga bulan terakhir, dia dan ratusan teman sekantornya terpaksa menghutang dan menjual barang berharga untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

Tidak sedikit tenaga honor di rumah sakit milik Pemkab Cianjur itu, pulang ke rumah orangtuanya untuk meminjam uang atau beras. "Jangankan untuk ongkos berangkat kerja, untuk makan di rumah sehari-hari saja, banyaknya minjam ke orangtua," katanya saat diwawancarai Berita Cianjur, Sabtu (24/3/2018).

Selama bertahun-tahun mengabdi sebagai tenaga honor, Fardan mengaku sebelumnya belum pernah terjadi keterlambatan pembayaran insentif selama tiga bulan berturut-turut. Ketika hal tersebut ditanyakan kepada pihak manajemen, sambung dia, jawabannya selalu harus bersabar karena klaim BPJS belum cair.

"Setahu kami sangat-sangat mustahil klaim BPJS belum masuk, kecuali tidak ditagihkan. Kami tenaga honor terkesan ditumbalkan untuk kebijakan yang tidak jelas. Kami banyak mendapat bocoran kalau hak kami dipinjamkan ke Pemkab Cianjur," katanya.

Persoalan yang melilit RSUD tak hanya hak pegawai yang belum dibayar, namun sejumlah jenis obat pun kosong. Menurut Fardan, hal tersebut terjadi karena pihak perusahaan obat tidak sanggup memberikan hutang yang sudah lama belum juga dibayar.

"Sudah banyak tagihan obat yang belum dibayar, otomatis pemasok obat tidak mau mengambil resiko karena hutang RSUD Cianjur sudah terlalu banyak," katanya.

Menanggapi sejumlah masalah di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemkab Cianjur tersebut, Divisi Kajian Kebijakan Publik Aliansi Masyarakat untuk Penegakan Hukum (Ampuh), Deden Dacex mengaku heran atas sikap manajemen RSUD dan Bupati Cianjur yang terkesan melakukan pembiaran.

Seperti diketahui, sambung dia, selain terkait pembangunan kantor baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka yang terindikasi melabrak aturan, segudang permasalahan di RSUD pun selalu menjadi bahan pemberitaan media massa.

“RSUD ini banyak masalahnya. Mulai dari persoalan pelayanan publik yang karut marut, isu pungli penerimaan karyawan yang sempat mendapatkan tanggapan dari Ibu Kapolres Cianjur yang konon katanya akan menurunkan tim guna menyelidiki kebenaran isu pungli tersebut, dan masih banyak masalah lainnya. Terakhir, persoalan belum dibayarkannya insentif karyawan selama tiga bulan,“ bebernya.

Menurutnya, persoalan hak pegawai RSUD yang belum dibayarkan tersebut sempat menjadi trending topik, hingga akhirnya puncak kekecewaan karyawan RSUD terlihat saat digelarnya apel akbar karyawan, Sabtu (24/3/2018) lalu.

“Tujuan apel tersebut untuk menuntut jajaran direksi RSUD segera membayarkan insentif karyawan yang tertunggak. Akumulasi kekecewaan para karyawan tidak lain akibat terjadinya pembiaran oleh jajaran direksi atas keluhan dan tuntutan karyawan,“ katanya.

Deden menegaskan, keterlambatan pembayaran insentif karyawan merupakan fakta yang tidak bisa dibantah, bahwa ada masalah krusial dengan tata kelola keuangan di RSUD. “Sepertinya baru kali ini RSUD tidak mampu menyelesaikan kewajiban kepada karyawannya,“ ungkapnya.

“Ketidakmampuan jajaran direksi ini juga bisa menjadi bukti otentik bahwa tata kelola keuangan RSUD memang bobrok. Silahkan perhatikan begitu kentaranya tingkat kesenjangan para pejabat RSUD dengan karyawannya. Anehnya lagi, sikap pimpinan daerah seperti tidak mau tahu akan kondisi yang terjadi di RSUD yang notabene milik Pemkab,“ paparnya.

Ia menambahkan, dengan munculnya persoalan tersebut, bisa menjadi pembenaran isu yang selama ini berkembang bahwa tingkat penyalahgunaan anggaran di RSUD yang berpotensi korupsi, semakin kuat dan menjadi pemandangan sehari-hari.

“Kami sebagai bagian warga masyarakat Cianjur sangat menyayangkan melihat kenyataan sikap jajaran direksi dan pimpinan daerah dalam hal ini bupati. Kami khawatir ini akan berimplikasi kepada kadar pelayanan publik yang diberikan karyawan nantinya. Ingat, pelayanan publik RSUD adalah wajahnya Pemkab Cianjur,“ jelasnya.

Seharusnya, lanjut Deden, Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar berani mengambil sikap tegas dengan sesegera mungkin melakukan restrukturisasi total jajaran direksi atau manajemen RSUD, sebelum terjadinya kolaps.

“Kami melihat masih banyak orang-orang potensial untuk mengurus RSUD ini, kalau perlu rekrut tenaga profesional dari luar daerah sekalipun. RSUD Cianjur sekarang ini kan megah gedungnya, tapi bobrok pengelolaannya,“ tandasnya.

“Setiap tahun isu korupsi di RSUD selalu muncul, tapi sepertinya para penegak hukum pun enggan untuk menyentuhnya. Ada apa?” pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 11 jam yang lalu

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Hari Kartini, Polwan Polres Cianjur Gelar Pengobatan dan Makan Gratis

LIMA ratusan orang dari sejumlah wilayah di Cianjur mengikuti pengobatan gratis di lingkungan Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku, Kamis (19/4/2018) pagi.

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Pengendara Opang Desak Hapus Angkutan Berbasis Online

RIBUAN pengendara ojek pangkalan (Opang) dan angkutan umum (Angkum) di Cianjur menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (19/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:52 WIB

Prediksi Harga Beras Jelang Ramadan tak Melonjak

SEJUMLAH pedagang komoditas beras di Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku memprediksi untuk harga beras tidak akan mengalami lonjakan menjelang Ramadan 1438 Hijriah mendatang.

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polwan Polres Cianjur Berikan Bantuan Bagi Adah

MEMPERINGATI Hari Kartini 2018 jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur menggelar sejumlah kegiatan sosial, di antaranya dengan menyambangi kediaman Adah, warga Kampung Mayak Empang RT 01/04, Desa…

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polres Cianjur Ciduk Tujuh Pelaku Kejahatan

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur menciduk tujuh orang pelaku kejahatan yang biasa menjalankan aksinya di wilayah hukum Cianjur. Penangkapan ketujuh pelaku itu dilakukan dalam waktu dan tempat berbeda.

Aktualita 18/04/2018 08:10 WIB

Desak Pemkab Tanggung Jawab, Garis Sebar Spanduk Banjir

BANJIR belum pernah terjadi sebelumnya di Cianjur. Masihkah kita bangga dengan dosa-dosa? Itulah tulisan dalam spanduk yang dipasang Gerakan Reformis Islam (Garis) di sejumlah lokasi banjir di kawasan…