Rabu, 20 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Pemekaran dan Penyelidikan Harga Mati

Gelar Aksi, Warga Cianjur Selatan Ingin Pisahkan Diri

Angga Purwanda

Selasa, 27 Maret 2018 - 08:00 WIB

foto:Angga Purwanda/BC
foto:Angga Purwanda/BC
A A A

SPRI: Pelanggarannya Banyak, Megaproyek Campaka yang Diklaim Permintaan Warga Juga Semakin Dipertanyakan

Beritacianjur.com - PULUHAN warga Cianjur selatan menyambut kedatangan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar dengan spanduk bertuliskan “Pemekaran Harga Mati”, Senin (26/3/2018).

Aksi spontan puluhan warga yang tergabung dalam Resimen Cianjur Kidul (Respek) tersebut, terlihat di sepanjang jalan yang dilalui rombongan bupati yang hendak melakukan program Cianjur Ngawangun Lembur (CNL) di Kecamatan Sindangbarang.

Sontak, tuntutan warga dari berbagai kecamatan di Cianjur selatan tersebut mengundang reaksi dari sejumlah kalangan. Aksi kemarin bahkan dikaitkan juga dengan pembangunan kantor baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka yang terindikasi melabrak banyak aturan, yang diklaim orang dekat bupati dibangun atas permintaan publik.

“Ini bukti bahwa Megaproyek Campaka yang diklaim atas permintaan warga hanya klaim-klaiman orang bupati saja. Buktinya, warga Cianjur selatan menginginkan pemekaran. Keinginan warga ini merupakan bentuk protes dan kekesalan karena merasa pembangunan di Cianjur tidak merata,“ ujar Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan kepada Berita Cianjur, Senin (26/3/2018).

Menurutnya, isu pemekaran memang sudah lama muncul. Namun ketika saat ini kembali digaungkan sejumlah warga Cianjur selatan, sambung Rudi, kemungkinan besar karena bentuk ketidakpuasan warga atas kepemimpinan bupati saat ini.

“Untuk sekarang kita tidak usah dulu bahas Megaproyek Campaka yang terindikasi banyak pelanggaran dan penyelewengannya, tapi kita bahas soal reaksi warga terhadap kebijakan dan sosok kepemimpinan bupati sekarang. Meski getol ‘bubulusukan’ ke pelosok, namun warga tetap bisa menilai kinerja pemimpinnya,“ katanya.

Rudi menegaskan, dengan adanya aksi warga yang menuntut pemekaran, aparat penegak hukum harus lebih fokus dalam melakukan penyelidikan Megaproyek Campaka. Pasalnya, aksi warga kemarin menguatkan dugaan bahwa pembangunan kantor pemerintahan di Campaka, tidak berdasarkan pada kepentingan dan kebutuhan masyarakat.

“Kalau warga selatan bilang pemekaran harga mati, kalau kami penyelidikan atas indikasi pelanggaran Megaproyek Campaka harga mati. Usut tuntas sampai ke akar-akarnya,“ tegasnya.

Sebelumnya, Megaproyek Campaka disebut sebagai kasus istimewa. Pasalnya, tak hanya terindikasi korupsi dana APBD, namun lebih dari itu, ada hal mendasar yakni masalah perizinan tertulis yang hingga saat ini belum ada.

Hal tersebut diungkapnya Direktur Cianjur Institute, Ridwan Mubarak. Ia pun berharap agar Polres Cianjur sebagai aparat penegak hukum, harus bersikap profesional dalam hal penanganan kasus istimewa tersebut.

Terkait aksi, Presidium Respek, Dadang Qobul menjelaskan, pihaknya tidak berniat menentang program yang tengah dilakukan Pemkab Cianjur, namun untuk memperlihatkan keinginan warga agar pemisahan wilayah segera terwujud.

"Meskipun sempat dilarang aparat kepolisian, namun aksi tetap berjalan dengan cara membentangkan spanduk bertuliskan "pemekaran harga mati". Kami tidak melakukan orasi, hanya melakukan aksi spontan membentangkan berbagai spanduk," terangnya.

Dadang menerangkan, selama ini proses untuk melancarkan keinginan warga di 14 kecamatan di Cianjur selatan yang memilih untuk berpisah dari Kabupaten Cianjur dan segera berdiri sendiri, terus ditempuh hingga ke pemerintah pusat.

Bahkan dalam waktu dekat, sambung dia, panitia pemisahan akan memenuhi undangan dari Kementerian Dalam Negeri dan Komisi II DPR RI di Jakarta, guna membahas tahapan yang akan ditempuh untuk meloloskan Cianjur selatan menjadi kabupaten mandiri.

"Untuk proses tinggal menunggu hasil pertemuan nasional bersama wilayah lain yang menginginkan pemekaran di Jakarta. Kami sudah mendapat undangan minggu depan di Kemendagri bersama Komisi II DPR," ucapnya.

Pihaknya berharap, keinginan warga selatan untuk memiliki kabupaten sendiri segera dikabulkan, agar Pemkab Cianjur sebagai kabupaten induk, tidak lagi diberatkan dengan pembangunan di wilayah tersebut.

"Kalau sudah dimekarkan, setidaknya kabupaten induk dapat lebih fokus melakukan pembangunan secara merata di wilayah utara dan tengah. Biarkan selatan membangun kabupaten sendiri," katanya.

Sementara itu, Ketua Sektor 2 yang mewakili Kecamatan Sindangbarang dan Cikadu, Supiandi mengatakan, keinginan pemekaran itu bertujuan untuk percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik, peningkatan pertumbuhan ekonomi dengan adanya pusat pertumbuhan ekonomi baru, peningkatan sumber daya manusia dan penyerapan tenaga kerja di sektor pemerintahan, perdagangan dan industri, serta percepatan pemanfaatan sumber daya alam secara mandiri.

“Wilayah Kabupaten Cianjur terlalu luas, bahkan menjadi kabupaten terluas di Jawa Barat. Sehingga tidak meratanya pembangunan dan pelayanan. Selama ini kami merasakan sempitnya peluang kerja, pelayanan publik yang amburadul, fasilitas umum tidak memadai, pemanfaatan sumber daya alam yang tidak maksimal, serta jauhnya dengan pusat pemerintahan,” paparnya.

Terpisah, Kabag Humas Pemkab Cianjur, Gagan Rusganda membenarkan adanya aksi spontanitas yang dilakukan masyarakat Cianjur selatan tersebut. Menurutnya, tuntutan pemekaran Cianjur selatan merupakan hak demokrasi yang tentunya perlu dihormati sepanjang disampaikan dengan cara-cara yang baik.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.