Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Pemekaran dan Penyelidikan Harga Mati

Gelar Aksi, Warga Cianjur Selatan Ingin Pisahkan Diri

Angga Purwanda

Selasa, 27 Maret 2018 - 08:00 WIB

foto:Angga Purwanda/BC
foto:Angga Purwanda/BC
A A A

SPRI: Pelanggarannya Banyak, Megaproyek Campaka yang Diklaim Permintaan Warga Juga Semakin Dipertanyakan

Beritacianjur.com - PULUHAN warga Cianjur selatan menyambut kedatangan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar dengan spanduk bertuliskan “Pemekaran Harga Mati”, Senin (26/3/2018).

Aksi spontan puluhan warga yang tergabung dalam Resimen Cianjur Kidul (Respek) tersebut, terlihat di sepanjang jalan yang dilalui rombongan bupati yang hendak melakukan program Cianjur Ngawangun Lembur (CNL) di Kecamatan Sindangbarang.

Sontak, tuntutan warga dari berbagai kecamatan di Cianjur selatan tersebut mengundang reaksi dari sejumlah kalangan. Aksi kemarin bahkan dikaitkan juga dengan pembangunan kantor baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka yang terindikasi melabrak banyak aturan, yang diklaim orang dekat bupati dibangun atas permintaan publik.

“Ini bukti bahwa Megaproyek Campaka yang diklaim atas permintaan warga hanya klaim-klaiman orang bupati saja. Buktinya, warga Cianjur selatan menginginkan pemekaran. Keinginan warga ini merupakan bentuk protes dan kekesalan karena merasa pembangunan di Cianjur tidak merata,“ ujar Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan kepada Berita Cianjur, Senin (26/3/2018).

Menurutnya, isu pemekaran memang sudah lama muncul. Namun ketika saat ini kembali digaungkan sejumlah warga Cianjur selatan, sambung Rudi, kemungkinan besar karena bentuk ketidakpuasan warga atas kepemimpinan bupati saat ini.

“Untuk sekarang kita tidak usah dulu bahas Megaproyek Campaka yang terindikasi banyak pelanggaran dan penyelewengannya, tapi kita bahas soal reaksi warga terhadap kebijakan dan sosok kepemimpinan bupati sekarang. Meski getol ‘bubulusukan’ ke pelosok, namun warga tetap bisa menilai kinerja pemimpinnya,“ katanya.

Rudi menegaskan, dengan adanya aksi warga yang menuntut pemekaran, aparat penegak hukum harus lebih fokus dalam melakukan penyelidikan Megaproyek Campaka. Pasalnya, aksi warga kemarin menguatkan dugaan bahwa pembangunan kantor pemerintahan di Campaka, tidak berdasarkan pada kepentingan dan kebutuhan masyarakat.

“Kalau warga selatan bilang pemekaran harga mati, kalau kami penyelidikan atas indikasi pelanggaran Megaproyek Campaka harga mati. Usut tuntas sampai ke akar-akarnya,“ tegasnya.

Sebelumnya, Megaproyek Campaka disebut sebagai kasus istimewa. Pasalnya, tak hanya terindikasi korupsi dana APBD, namun lebih dari itu, ada hal mendasar yakni masalah perizinan tertulis yang hingga saat ini belum ada.

Hal tersebut diungkapnya Direktur Cianjur Institute, Ridwan Mubarak. Ia pun berharap agar Polres Cianjur sebagai aparat penegak hukum, harus bersikap profesional dalam hal penanganan kasus istimewa tersebut.

Terkait aksi, Presidium Respek, Dadang Qobul menjelaskan, pihaknya tidak berniat menentang program yang tengah dilakukan Pemkab Cianjur, namun untuk memperlihatkan keinginan warga agar pemisahan wilayah segera terwujud.

"Meskipun sempat dilarang aparat kepolisian, namun aksi tetap berjalan dengan cara membentangkan spanduk bertuliskan "pemekaran harga mati". Kami tidak melakukan orasi, hanya melakukan aksi spontan membentangkan berbagai spanduk," terangnya.

Dadang menerangkan, selama ini proses untuk melancarkan keinginan warga di 14 kecamatan di Cianjur selatan yang memilih untuk berpisah dari Kabupaten Cianjur dan segera berdiri sendiri, terus ditempuh hingga ke pemerintah pusat.

Bahkan dalam waktu dekat, sambung dia, panitia pemisahan akan memenuhi undangan dari Kementerian Dalam Negeri dan Komisi II DPR RI di Jakarta, guna membahas tahapan yang akan ditempuh untuk meloloskan Cianjur selatan menjadi kabupaten mandiri.

"Untuk proses tinggal menunggu hasil pertemuan nasional bersama wilayah lain yang menginginkan pemekaran di Jakarta. Kami sudah mendapat undangan minggu depan di Kemendagri bersama Komisi II DPR," ucapnya.

Pihaknya berharap, keinginan warga selatan untuk memiliki kabupaten sendiri segera dikabulkan, agar Pemkab Cianjur sebagai kabupaten induk, tidak lagi diberatkan dengan pembangunan di wilayah tersebut.

"Kalau sudah dimekarkan, setidaknya kabupaten induk dapat lebih fokus melakukan pembangunan secara merata di wilayah utara dan tengah. Biarkan selatan membangun kabupaten sendiri," katanya.

Sementara itu, Ketua Sektor 2 yang mewakili Kecamatan Sindangbarang dan Cikadu, Supiandi mengatakan, keinginan pemekaran itu bertujuan untuk percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik, peningkatan pertumbuhan ekonomi dengan adanya pusat pertumbuhan ekonomi baru, peningkatan sumber daya manusia dan penyerapan tenaga kerja di sektor pemerintahan, perdagangan dan industri, serta percepatan pemanfaatan sumber daya alam secara mandiri.

“Wilayah Kabupaten Cianjur terlalu luas, bahkan menjadi kabupaten terluas di Jawa Barat. Sehingga tidak meratanya pembangunan dan pelayanan. Selama ini kami merasakan sempitnya peluang kerja, pelayanan publik yang amburadul, fasilitas umum tidak memadai, pemanfaatan sumber daya alam yang tidak maksimal, serta jauhnya dengan pusat pemerintahan,” paparnya.

Terpisah, Kabag Humas Pemkab Cianjur, Gagan Rusganda membenarkan adanya aksi spontanitas yang dilakukan masyarakat Cianjur selatan tersebut. Menurutnya, tuntutan pemekaran Cianjur selatan merupakan hak demokrasi yang tentunya perlu dihormati sepanjang disampaikan dengan cara-cara yang baik.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Si Maung 6 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 6 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Laporan Keuangan Desa di Cianjur Belum Seragam

PEMERINTAHAN Desa (Pemdes) di Kabupaten Cianjur masih belum seragam dalam sistem laporan keuangan desa. Ada yang masih menggunakan Sistem Pengelolaan Keuangan Desa (Silokades) tapi juga yang sudah menerapkan…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Satlantas Pantau Ruas Infrastruktur Jalan

SATUAN Lalulintas Polres Cianjur, mengagendakan survei pemantauan ruas-ruas infrastruktur jalan menjelang arus mudik Idul Fitri 2018. Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana,…

Bisnis Line 18 jam yang lalu

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 22/04/2018 20:05 WIB

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…