Senin, 23 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Meski Baru Terima Insentif Satu Bulan, Pegawai RSUD Bersyukur

Aktivis: Bereaksi Setelah Ada Aksi, Ada Apa dengan RSUD?

Angga Purwanda/Gie

Selasa, 27 Maret 2018 - 07:55 WIB

HARAP-HARAP CEMAS - Sejumlah pegawai RSUD saat menunggu hasil pertemuan FKKRS dengan direksi RSUD, Sabtu (24/3/2018) lalu. Mereka berharap haknya segera dibayar. (foto:Angga Purwanda/BC)
HARAP-HARAP CEMAS - Sejumlah pegawai RSUD saat menunggu hasil pertemuan FKKRS dengan direksi RSUD, Sabtu (24/3/2018) lalu. Mereka berharap haknya segera dibayar. (foto:Angga Purwanda/BC)
A A A

Beritacianjur.com - RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur semakin menjadi sorotan publik. Hal itu terjadi menyusul adanya aksi spontan dari puluhan pegawainya beberapa waktu lalu, yang merasa kesal karena haknya selama tiga bulan belum dibayarkan pihak manajemen.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Berita Cianjur, Senin (26/3/2018), setelah adanya aksi dan ramai diberitakan, pihak manajemen RSUD Sayang baru membayarkan insentif karyawan satu bulan.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan mengaku heran dengan tata kelola keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemkab tersebut.

“Setelah ada aksi baru bereaksi, itupun tidak semua hak pegawai sudah dibayarkan, tapi katanya baru satu bulan. Ini aneh, ada apa dengan keuangan di RSUD Cianjur?” ujarnya kepada Berita Cianjur kemarin.

Meski benar alasannya gara-gara klaim BPJS Kesehatan belum cair, sambung dia, seharusnya manajemen rumah sakit plat merah tersebut bisa mengantisipasinya.

“Kita belum tahu, benar gak gara-gara BPJS? Kalaupun benar seharusnya tetap tak perlu kejadian adanya hak pegawai yang belum dibayarkan. Atas kejadian ini, tata kelola keuangan RSUD patut dicurigai. Apalagi masalahnya bukan hanya soal insentif pegawai, tapi stok obat juga banyak yang kosong karena belum dibayar juga. Belum lagi banyak permasalahan lainnya di RSUD,“ ungkapnya.

Rudi menegaskan, meski akhirnya pihak manajemen RSUD sudah membayarkan semua hak pegawainya, aparat penegak hukum tetap harus menyelidiki permasalahan tata kelola keuangan DI RSUD.

Sementara itu, sejumlah pegawai RSUD merasa bersyukur karena insentif yang sudah ditunggunya akhirnya bisa diterima. “Kami sangat berterima kasih kepada manajemen dan pimpinan daerah karena sudah memberikan insentif. Alhamdulillah, akhirnya insentifnya sudah kami terima,“ ujar salah satu pegawai RSUD yang enggan disebutkan namanya.

Sebelumnya, Divisi Kajian Kebijakan Publik Aliansi Masyarakat untuk Penegakan Hukum (Ampuh), Deden Dacex mengaku heran atas sikap manajemen RSUD dan Bupati Cianjur yang terkesan melakukan pembiaran.

Seperti diketahui, sambung dia, selain terkait pembangunan kantor baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka yang terindikasi melabrak aturan, segudang permasalahan di RSUD pun selalu menjadi bahan pemberitaan media massa.

“RSUD ini banyak masalahnya. Mulai dari persoalan pelayanan publik yang karut marut, isu pungli penerimaan karyawan yang sempat mendapatkan tanggapan dari Ibu Kapolres Cianjur yang konon katanya akan menurunkan tim guna menyelidiki kebenaran isu pungli tersebut, dan masih banyak masalah lainnya. Terakhir, persoalan belum dibayarkannya insentif karyawan selama tiga bulan,“ bebernya.

Menurutnya, persoalan hak pegawai RSUD yang belum dibayarkan tersebut sempat menjadi trending topik, hingga akhirnya puncak kekecewaan karyawan RSUD terlihat saat digelarnya apel akbar karyawan, Sabtu (24/3/2018) lalu.

“Tujuan apel tersebut untuk menuntut jajaran direksi RSUD segera membayarkan insentif karyawan yang tertunggak. Akumulasi kekecewaan para karyawan tidak lain akibat terjadinya pembiaran oleh jajaran direksi atas keluhan dan tuntutan karyawan,“ katanya.

Deden menegaskan, keterlambatan pembayaran insentif karyawan merupakan fakta yang tidak bisa dibantah, bahwa ada masalah krusial dengan tata kelola keuangan di RSUD. “Sepertinya baru kali ini RSUD tidak mampu menyelesaikan kewajiban kepada karyawannya,“ ungkapnya.

“Ketidakmampuan jajaran direksi ini juga bisa menjadi bukti otentik bahwa tata kelola keuangan RSUD memang bobrok. Silahkan perhatikan begitu kentaranya tingkat kesenjangan para pejabat RSUD dengan karyawannya. Anehnya lagi, sikap pimpinan daerah seperti tidak mau tahu akan kondisi yang terjadi di RSUD yang notabene milik Pemkab,“ paparnya.

Ia menambahkan, dengan munculnya persoalan tersebut, bisa menjadi pembenaran isu yang selama ini berkembang bahwa tingkat penyalahgunaan anggaran di RSUD yang berpotensi korupsi, semakin kuat dan menjadi pemandangan sehari-hari.

“Kami sebagai bagian warga masyarakat Cianjur sangat menyayangkan melihat kenyataan sikap jajaran direksi dan pimpinan daerah dalam hal ini bupati. Kami khawatir ini akan berimplikasi kepada kadar pelayanan publik yang diberikan karyawan nantinya. Ingat, pelayanan publik RSUD adalah wajahnya Pemkab Cianjur,“ jelasnya.

Seharusnya, lanjut Deden, Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar berani mengambil sikap tegas dengan sesegera mungkin melakukan restrukturisasi total jajaran direksi atau manajemen RSUD, sebelum terjadinya kolaps.

“Kami melihat masih banyak orang-orang potensial untuk mengurus RSUD ini, kalau perlu rekrut tenaga profesional dari luar daerah sekalipun. RSUD Cianjur sekarang ini kan megah gedungnya, tapi bobrok pengelolaannya,“ tandasnya.

“Setiap tahun isu korupsi di RSUD selalu muncul, tapi sepertinya para penegak hukum pun enggan untuk menyentuhnya. Ada apa?” pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Hari Kartini, Polwan Polres Cianjur Gelar Pengobatan dan Makan Gratis

LIMA ratusan orang dari sejumlah wilayah di Cianjur mengikuti pengobatan gratis di lingkungan Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku, Kamis (19/4/2018) pagi.

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Pengendara Opang Desak Hapus Angkutan Berbasis Online

RIBUAN pengendara ojek pangkalan (Opang) dan angkutan umum (Angkum) di Cianjur menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (19/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:52 WIB

Prediksi Harga Beras Jelang Ramadan tak Melonjak

SEJUMLAH pedagang komoditas beras di Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku memprediksi untuk harga beras tidak akan mengalami lonjakan menjelang Ramadan 1438 Hijriah mendatang.

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polwan Polres Cianjur Berikan Bantuan Bagi Adah

MEMPERINGATI Hari Kartini 2018 jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur menggelar sejumlah kegiatan sosial, di antaranya dengan menyambangi kediaman Adah, warga Kampung Mayak Empang RT 01/04, Desa…

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polres Cianjur Ciduk Tujuh Pelaku Kejahatan

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur menciduk tujuh orang pelaku kejahatan yang biasa menjalankan aksinya di wilayah hukum Cianjur. Penangkapan ketujuh pelaku itu dilakukan dalam waktu dan tempat berbeda.

Aktualita 18/04/2018 08:10 WIB

Desak Pemkab Tanggung Jawab, Garis Sebar Spanduk Banjir

BANJIR belum pernah terjadi sebelumnya di Cianjur. Masihkah kita bangga dengan dosa-dosa? Itulah tulisan dalam spanduk yang dipasang Gerakan Reformis Islam (Garis) di sejumlah lokasi banjir di kawasan…