Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Lagi, Jago Bikin Masalah

Waduh, Lapangan Sukanagara Dibongkar, Makam Pahlawan Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah

Gie

Kamis, 29 Maret 2018 - 08:00 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Warga: Kalau Benar Pro Rakyat, Bupati Jangan Diam Saja

Beritacianjur.com - AKSI protes warga terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Cianjur kembali muncul. Kali ini. unjuk rasa dilakukan oleh lima organisasi kemasyarakatan (ormas) dan warga Kecamatan Sukanagara.

Ya, Rabu (28/3/2018) siang, ratusan pendemo mendatangi Kantor Kecamatan Sukanagara. Mereka protes karena Taman Makam Pahlawan Sukanagara dijadikan tempat pembuangan sampah dan lapangan sepakbola Tarumanagara dibongkar.

“Sekitar 200 orang yang demo. Selain dari masyarakat umum, ada sejumlah ormas juga yang ikut demo. Ada dari Pemuda Pancasila, Gaib, KNPI, Laskar Merah Putih dan kalau gak salah satu lagi dari Komando,“ ujar salah seorang pendemo, Rahmat Hidayat Saputra (46) saat dihubungi Berita Cianjur kemarin.

Terkait makam pahlawan yang dijadikan tempat pembuangan sampah, Rahmat menilai hal tersebut sebagai bentuk ketidakmampuan pemerintah dalam menanggulangi sampah. Alhasil, kini kondisi makam pahlawan cukup memprihatinkan. Selain terlihat kumuh, tumpukan sampah juga menebarkan bau tak sedap.

“Ini parah, harusnya makam pahlawan ini dijaga bukannya dikotori. Sebenarnya dari sebelum-sebelumnya juga warga sudah menentang, tapi tidak digubris camat dan tetap saja dilakukan. Pokoknya kami menuntut agar makam pahlawan harus kembali seperti semula,“ ucapnya.

Tak hanya soal makam, Rahmat juga menyayangkan lapangan Tarumanagara yang selama ini menjadi lahan olahraga warga dibongkar. Berdasarkan informasi dari plang proyek, pembongkaran tersebut dilakukan untuk kegiatan penataan ruang terbuka hijau dengan nilai Rp1.931.594.500.

“Lapangan itu bersejarah, dan biasanya dijadikan tempat warga untuk bermain sepakbola. Ini malah main bongkar saja,“ ungkapnya.

Tak hanya di Aula Kantor Kecamatan Sukanagara, aksi yang berakhir hingga pukul 16.00 Wib tersebut juga dilakukan di lapangan sepakbola dan makam pahlawan.

“Setelah aksi kita audiensi langsung dengan Camat di Aula Desa Sukanagara. Soal makam, camat janji akan mengembalikan makam pahlawan seperti semula dalam waktu 2 minggu. Sementara untuk lapangan sepakbola, penjelasannya tidak jelas,“ terangnya

Rahmat menegaskan, jika semua tuntutan warga tidak dipenuhi, maka warga mengancam bakal menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih banyak. “Kalau benar pro rakyat, bupati juga jangan diam saja, harus ikut turun tangan dan memberikan solusi. Cianjur Jago itu harus bermakna jago mencari solusi, bukan jago membuat masalah,“ tegasnya.

Menanggapi aksi tersebut, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan menilai, sudah banyak sekali kebijakan Pemkab Cianjur yang sudah meresahkan warga.

Kondisi tersebut, sambung dia, mengindikasikan bahwa sejumlah kebijakan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar tidak berdasarkan kepentingan masyarakatnya. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya protes dari sejumlah kalangan masyarakat.

“Ini bukan aksi protes yang pertama, sebelum-sebelumnya sudah banyak protes warga dengan berbagai masalah lainnya. Mau dibawa ke mana Cianjur ini?“ ucapnya.

Rudi menambahkan, belajar dari Megaproyek Campaka yang belum berizin, terindikasi melabrak banyak aturan dan dibangun tidak berdasarkan kajian yang matang, maka kasus di Sukanagara pun harus disoroti.

“Makam pahlawan dikotori, terus ada penataan ruang terbuka hijau, ini sudah berdasarkan kajian atau belum? Harus kita pantau, harus kita soroti semuanya, biar semuanya jelas,“ katanya.

Sebelumnya, Rudi mengibaratkan, Cianjur saat ini, kota kecil segudang masalah. Ingat, bukan masyarakatnya yang bermasalah, namun sejumlah program dan kebijakan Pemerintah Kabupaten Cianjur yang saat ini terindikasi bermasalah, bahkan diduga melabrak banyak aturan.

Menurutnya, munculnya berbagai aksi atau protes yang dilakukan sejumlah kalangan masyarakat, menandakan begitu banyaknya masalah yang terjadi di Cianjur.

“Ingat, Cianjur kota kecil segudang masalah ini bukan masyarakatnya, tapi pemerintahannya yang bermasalah. Kita lihat saja sendiri, akhir-akhir ini begitu banyak aksi atau protes dari sejumlah kalangan masyarakat. Itu artinya, ada kecurigaan atau ketidakpuasan dari masyarakat terhadap pemerintah,“ ujarnya kepada Berita Cianjur, Selasa (27/3/2018).

Ya, apa yang diucapkan Rudi memang terbukti. Aksi–aksi yang dilakukan masyarakat terus bermunculan. Terbaru, aksi dari warga Cianjur selatan yang menuntut pemekaran. Selain itu ada juga aksi dari puluhan karyawan RSUD Sayang Cianjur yang menuntut haknya selama 3 bulan segera dibayar manajemen.

Bahkan jauh sebelumnya dengan waktu yang berbeda, sejumlah organisasi kemasyarakatan menggelar aksi dan melaporkan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar ke Presiden, KPK, BPK, Ombudsman, DPR RI dan ICW.

 

Seperti diketahui, pada Kamis (22/3/2018) lalu, warga yang tergabung dalam Aliansi Ulama (Asma) Cianjur mendatangi KPK. Tak hanya sekadar aksi unjuk rasa karena menilai banyak aturan yang dilanggar, pada kesempatan itu mereka juga melaporkan indikasi korupsi Bupati Cianjur senilai Rp31 M tersebut. 

 

Sebelumnya, yakni pada Kamis (22/2/2018) lalu, Aliansi Rakyat Sugih Mukti untuk Cianjur (Ayat Suci), Cianjur Institute, Himat dan Cianjurku Nu Ngarti, melaporkan Bupati Cianjur ke Presiden Joko Widodo, KPK, ICW, BPK, DPR RI dan Ombudsman. Mereka menilai bupati arigan dan kebijakannya menyengsarakan rakyat.

Saat itu, spanduk bertuliskan “Cianjur Katalanjuran! Kebijakan Bupati Cianjur Sengsarakan Rakyat, Cianjur Miskin. #Selamatkan Cianjur. Kami Peduli Cianjur Kami Melawan Arogansi Bupati. Stop Politik Dinasti!” turut dibawa para aktivis.

“Ada sebab, ada akibat. Aksi-aksi tersebut membuktikan banyak masyarakat yang tidak puas terhadap kepemimpinan bupati saat ini,“ pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Si Maung 6 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 6 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Laporan Keuangan Desa di Cianjur Belum Seragam

PEMERINTAHAN Desa (Pemdes) di Kabupaten Cianjur masih belum seragam dalam sistem laporan keuangan desa. Ada yang masih menggunakan Sistem Pengelolaan Keuangan Desa (Silokades) tapi juga yang sudah menerapkan…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Satlantas Pantau Ruas Infrastruktur Jalan

SATUAN Lalulintas Polres Cianjur, mengagendakan survei pemantauan ruas-ruas infrastruktur jalan menjelang arus mudik Idul Fitri 2018. Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana,…

Bisnis Line 17 jam yang lalu

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 22/04/2018 20:05 WIB

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…