Rabu, 20 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Lagi, Jago Bikin Masalah

Waduh, Lapangan Sukanagara Dibongkar, Makam Pahlawan Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah

Gie

Kamis, 29 Maret 2018 - 08:00 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Warga: Kalau Benar Pro Rakyat, Bupati Jangan Diam Saja

Beritacianjur.com - AKSI protes warga terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Cianjur kembali muncul. Kali ini. unjuk rasa dilakukan oleh lima organisasi kemasyarakatan (ormas) dan warga Kecamatan Sukanagara.

Ya, Rabu (28/3/2018) siang, ratusan pendemo mendatangi Kantor Kecamatan Sukanagara. Mereka protes karena Taman Makam Pahlawan Sukanagara dijadikan tempat pembuangan sampah dan lapangan sepakbola Tarumanagara dibongkar.

“Sekitar 200 orang yang demo. Selain dari masyarakat umum, ada sejumlah ormas juga yang ikut demo. Ada dari Pemuda Pancasila, Gaib, KNPI, Laskar Merah Putih dan kalau gak salah satu lagi dari Komando,“ ujar salah seorang pendemo, Rahmat Hidayat Saputra (46) saat dihubungi Berita Cianjur kemarin.

Terkait makam pahlawan yang dijadikan tempat pembuangan sampah, Rahmat menilai hal tersebut sebagai bentuk ketidakmampuan pemerintah dalam menanggulangi sampah. Alhasil, kini kondisi makam pahlawan cukup memprihatinkan. Selain terlihat kumuh, tumpukan sampah juga menebarkan bau tak sedap.

“Ini parah, harusnya makam pahlawan ini dijaga bukannya dikotori. Sebenarnya dari sebelum-sebelumnya juga warga sudah menentang, tapi tidak digubris camat dan tetap saja dilakukan. Pokoknya kami menuntut agar makam pahlawan harus kembali seperti semula,“ ucapnya.

Tak hanya soal makam, Rahmat juga menyayangkan lapangan Tarumanagara yang selama ini menjadi lahan olahraga warga dibongkar. Berdasarkan informasi dari plang proyek, pembongkaran tersebut dilakukan untuk kegiatan penataan ruang terbuka hijau dengan nilai Rp1.931.594.500.

“Lapangan itu bersejarah, dan biasanya dijadikan tempat warga untuk bermain sepakbola. Ini malah main bongkar saja,“ ungkapnya.

Tak hanya di Aula Kantor Kecamatan Sukanagara, aksi yang berakhir hingga pukul 16.00 Wib tersebut juga dilakukan di lapangan sepakbola dan makam pahlawan.

“Setelah aksi kita audiensi langsung dengan Camat di Aula Desa Sukanagara. Soal makam, camat janji akan mengembalikan makam pahlawan seperti semula dalam waktu 2 minggu. Sementara untuk lapangan sepakbola, penjelasannya tidak jelas,“ terangnya

Rahmat menegaskan, jika semua tuntutan warga tidak dipenuhi, maka warga mengancam bakal menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih banyak. “Kalau benar pro rakyat, bupati juga jangan diam saja, harus ikut turun tangan dan memberikan solusi. Cianjur Jago itu harus bermakna jago mencari solusi, bukan jago membuat masalah,“ tegasnya.

Menanggapi aksi tersebut, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan menilai, sudah banyak sekali kebijakan Pemkab Cianjur yang sudah meresahkan warga.

Kondisi tersebut, sambung dia, mengindikasikan bahwa sejumlah kebijakan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar tidak berdasarkan kepentingan masyarakatnya. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya protes dari sejumlah kalangan masyarakat.

“Ini bukan aksi protes yang pertama, sebelum-sebelumnya sudah banyak protes warga dengan berbagai masalah lainnya. Mau dibawa ke mana Cianjur ini?“ ucapnya.

Rudi menambahkan, belajar dari Megaproyek Campaka yang belum berizin, terindikasi melabrak banyak aturan dan dibangun tidak berdasarkan kajian yang matang, maka kasus di Sukanagara pun harus disoroti.

“Makam pahlawan dikotori, terus ada penataan ruang terbuka hijau, ini sudah berdasarkan kajian atau belum? Harus kita pantau, harus kita soroti semuanya, biar semuanya jelas,“ katanya.

Sebelumnya, Rudi mengibaratkan, Cianjur saat ini, kota kecil segudang masalah. Ingat, bukan masyarakatnya yang bermasalah, namun sejumlah program dan kebijakan Pemerintah Kabupaten Cianjur yang saat ini terindikasi bermasalah, bahkan diduga melabrak banyak aturan.

Menurutnya, munculnya berbagai aksi atau protes yang dilakukan sejumlah kalangan masyarakat, menandakan begitu banyaknya masalah yang terjadi di Cianjur.

“Ingat, Cianjur kota kecil segudang masalah ini bukan masyarakatnya, tapi pemerintahannya yang bermasalah. Kita lihat saja sendiri, akhir-akhir ini begitu banyak aksi atau protes dari sejumlah kalangan masyarakat. Itu artinya, ada kecurigaan atau ketidakpuasan dari masyarakat terhadap pemerintah,“ ujarnya kepada Berita Cianjur, Selasa (27/3/2018).

Ya, apa yang diucapkan Rudi memang terbukti. Aksi–aksi yang dilakukan masyarakat terus bermunculan. Terbaru, aksi dari warga Cianjur selatan yang menuntut pemekaran. Selain itu ada juga aksi dari puluhan karyawan RSUD Sayang Cianjur yang menuntut haknya selama 3 bulan segera dibayar manajemen.

Bahkan jauh sebelumnya dengan waktu yang berbeda, sejumlah organisasi kemasyarakatan menggelar aksi dan melaporkan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar ke Presiden, KPK, BPK, Ombudsman, DPR RI dan ICW.

 

Seperti diketahui, pada Kamis (22/3/2018) lalu, warga yang tergabung dalam Aliansi Ulama (Asma) Cianjur mendatangi KPK. Tak hanya sekadar aksi unjuk rasa karena menilai banyak aturan yang dilanggar, pada kesempatan itu mereka juga melaporkan indikasi korupsi Bupati Cianjur senilai Rp31 M tersebut. 

 

Sebelumnya, yakni pada Kamis (22/2/2018) lalu, Aliansi Rakyat Sugih Mukti untuk Cianjur (Ayat Suci), Cianjur Institute, Himat dan Cianjurku Nu Ngarti, melaporkan Bupati Cianjur ke Presiden Joko Widodo, KPK, ICW, BPK, DPR RI dan Ombudsman. Mereka menilai bupati arigan dan kebijakannya menyengsarakan rakyat.

Saat itu, spanduk bertuliskan “Cianjur Katalanjuran! Kebijakan Bupati Cianjur Sengsarakan Rakyat, Cianjur Miskin. #Selamatkan Cianjur. Kami Peduli Cianjur Kami Melawan Arogansi Bupati. Stop Politik Dinasti!” turut dibawa para aktivis.

“Ada sebab, ada akibat. Aksi-aksi tersebut membuktikan banyak masyarakat yang tidak puas terhadap kepemimpinan bupati saat ini,“ pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.