Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Pemkab Akan Bongkar Bangunan di Kawasan Puncak

Maraknya Bangunan di Kawasan Puncak Menjadi Pemicu Bencana

Angga Purwanda

Minggu, 01 April 2018 - 20:48 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur akan meninjau kembali perizinan bangunan yang berada di Kawasan Puncak-Cianjur, guna mengantisipasi terus meluasnya longor di wilayah konservasi. Hal itu, diungkapkan Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, kepada wartawan, Minggu (1/4/2018).

Herman mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan menyisir seluruh bangunan yang ada di wilayah Puncak, guna mempertanyakan sejumlah perizinan yang memang dimiliki bangunan yang berada di kawasan zona merah itu.

Herman menegaskan, bangunan yang tidak berizin dan berdiri di wilayah konservasi akan dibongar untuk mengurangi beban tanah yang semakin labil di wilayah Puncak.

"Tidak menutup kemungkinan satu rumah makan yang berdiri di wilayah konservasi Puncak akan dibongkar, jika izinnya tidak lengkap dan keberadaanya melanggar wilayah konservasi yang rawan terjadi bencana longsor," tegas Herman.

Herman menjelaskan, pihaknya akan berkordinasi dengan dinas dan OPD terkait untuk melaksanakan hal tersebut, agar keberadaan bangunan wilayah Puncak tidak mengancam konservasi dan menjadi penyebab longsor.

Beradasarkan hasil kajian dengan intansi terkait di pusat,  lanjut Herman, keberadaan ratusan bangunan di wilayah Puncak yang berdiri diatas kemiringan yang sangat curam, menjadi pemicu terjadinya pergerakan tanah dan longsor.

Sehingga perlu dilakukan penataan kembali di wilayah tersebut agar Puncak aman dari bencana alam longsor dan pergerakan tanah."Keberadaan bangunan tersebut, membuat beban tanah di Puncak semakin bertambah dan rawan," katanya.

Sedangkan hal lain yang akan dilakukan untuk mengantisipasi dan menambah kekuatan tanah di wilayah Puncak, pihaknya segera melakukan penanaman pohon di sejumlah titik yang selama ini dijadikan ladang sayur mayur yang tidak dapat menahan air.

Sementara itu, Kapolda Jawa Barat, Irjen Agung Budi Maryoto, menuturkan, berdasarkan hasil kajian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional Wilayah VI, lereng yang berada di seberang bahu jalan yang ambles di Jalan Raya Puncak, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas,akan dipangkas.

Upaya itu, jelas Agung, dilakukan sebagai solusi memperlebar ruas jalan sehingga bisa lebih aman dilalui kendaraan.  "Pertama dalam waktu dekat Kementerian PU akan memapras (Memangkas) lereng sebelah kiri. Kira-kira dua meter, sehingga posisi jalan lebih lebar dan lebih aman," jelas Agung, saat meninjau lokasi longsor di kawasan Puncak Pass, Ciloto, Cipanas, Jumat (30/3/2018).

Namun, sambung Agung, dengan dipangkasnya lereng tersebut, secara otomatis sebanyak 16 warung yang berada di atas lereng harus direlokasi. "Untuk pemindahannya akan kerjasama dengan Pemkab Cianjur. Ini juga demi keselamatan masyarakat yang ada di sekitarnya,” ucapnya.

Targetnya, pemaprasan selesai sebelum Idul Fitri nanti. Sehingga ruas jalan Puncak bisa kembali dilintasi normal. "Dalam waktu dekat pemaprasan akan dilakukan. Diharapkan sebelum Lebaran sudah bisa operasional," ucap Agung.

Agung menambahkan jalur Puncak sekarang sudah bisa dilalui kendaraan pascaamblesnya kembali bahu ruas jalan yang sedang dalam perbaikan itu. Hanya saja kapasitas dan jenis kendaraan masih dibatasi untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

"Hasil kajian, untuk sekarang sudah bisa dibuka tetapi dengan batasan tertentu. Tentunya kita utamakan sepeda motor dan mobil penumpang. Hari ini sudah bisa kita buka, tapi tak semua kendaraan," jelasnya.

Agung mengatakan longsor di bahu ruas Jalan Raya Puncak di Desa Ciloto Kabupaten Cianjur merupakan susulan. Sekitar satu bulan lalu, di lokasi sama, juga terjadi longsor.

"Kejadiannya malam Kamis. Ini memang dalam proses perbaikan karena satu bulan lalu juga terjadi longsor. Penanganannya dilakukan langsung Kementerian PU serta Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional Wilayah VI," tambah Agung. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 4 jam yang lalu

Masyarakatnya Masih Miskin Malah Bangun Gedung

TAK hanya melabrak aturan, Megaproyek Campaka dinilai sejumlah kalangan dibangun di saat kondisi kemiskinan di Cianjur cukup memprihatinkan.

Aktualita 4 jam yang lalu

Dirut RSUD Klaim Tak Ada Masalah

DIREKTUR Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, Ratu Tri Yulia mengaku sudah memenuhi panggilan penyidik Kepolisian Resor (Polres) Cianjur untuk dimintai keterangan.

Si Maung 6 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 6 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Bisnis Line 17 jam yang lalu

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Aktualita 23/04/2018 08:00 WIB

Mimpi Besar Bupati yang Kontroversial

PEMINDAHAN ibu kota Cianjur ke wilayah Kecamatan Campaka rupanya merupakan rencana besar Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, setelah beberapa bulan berhasil menduduki tahta pemerintahan Kabupaten Cianjur.…

Aktualita 23/04/2018 07:55 WIB

Dunia Terbalik Ala Pemkab Cianjur

SETELAH heboh dengan Megaproyek Campaka yang melabrak aturan dan untuk pertama kalinya terjadi banjir di kawasan perkotaan, kini masyarakat Cianjur kembali dibuat heboh dengan adanya pemandangan pesawahan…

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Aktualita 20/04/2018 08:00 WIB

DPRD Jadi Anak Buah Bupati?

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi dan Sekretaris Dewan, Cahyo Supriyo terkait mekanisme penghapusan pendapat atau pandangan akhir fraksi, kembali terbongkar.

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…