Rabu, 20 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Masalah Lagi.. Masalah Lagi..

Belum Lama Dibangun, Plafon Gedung Stroke Center RSUD Sayang Ambruk

Angga Purwanda

Senin, 02 April 2018 - 08:00 WIB

foto:Angga Purwanda/BC
foto:Angga Purwanda/BC
A A A

Aktivis: Tragedi Konstruksi Bermunculan, Isu Pungli, Adanya Setoran Kewajiban dan Jual-Beli Proyek Semakin Menguat

Beritacianjur.com - BELUM lama diresmikan, namun plafon Lobby Gedung Stroke Center RSUD Sayang Cianjur sudah ambruk lagi. Kok bisa?

Ya, selain disayangkan banyak pihak, peristiwa yang terjadi pada Sabtu (31/3/2018) lalu pun memicu banyak pertanyaan dan kecurigaan. Betapa tidak, bangunan layanan unggulan di rumah sakit milik Pemkab Cianjur tersebut masih dalam jaminan pemeliharaan.

Sejumlah kalangan mensinyalir, pengerjaan plafon di RSUD Sayang Cianjur tersebut asal-asalan, sehingga plafon yang baru dibangun tidak bertahan lama. Beruntung, saat kejadian situasi sepi karena tidak orang atau pekerja, sehingga tidak menimbulkan korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Berita Cianjur, ambruknya plafon diduga akibat hujan yang mengguyur sejak Jumat (30/3/2018) lalu. Diduga kuat, air masuk melalui atap yang bocor lalu mengendap di plafon. Makin lama beban kian berat yang membuat plafon tak mampu menahannya hingga akhirnya ambruk.

Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Presidium Aliansi Masyarakat untuk Penegakan Hukum (Ampuh), Yana Nurzaman menyebutkan, ambruknya plafon di RSUD bisa disebut sebagai rentetan tragedi runtuhnya sejumlah bangunan milik Pemkab Cianjur, dalam kurun waktu 4 bulan. Sebelumnya, jembatan gantung di Kecamatan Leles runtuh dan menimbulkan korban jiwa.

Jika merujuk kepada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi, sambung Yana, meski skalanya kecil, ambruknya plafon di RSUD bisa dikategorikan sebagai kegagalan bangunan.

Menurutnya, meski belum bisa masuk ke ranah penegakan hukum oleh aparat penegak hukum, karena tidak ada korban jiwa dan menjadi tanggung jawab organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, namun tragedi konstruksi tersebut harus menjadi pelajaran dan kajian bagi para pemangku kebijakan.

“Ya, ini harus jadi pelajaran dan kajian, agar lebih selektif dalam menunjuk dan menentukan pelaksana pekerjaan. Harap dicatat, ini kejadian kedua runtuhnya plafon bangunan di RSUD yang proyeknya digarap oleh konkraktor yang sama,“ ujar Yana kepada Berita Cianjur kemarin.

Yana melanjutkan, merujuk kepada kejadian pertama, seharusnya pihak Pemkab Cianjur melalui OPD terkait berani mengeluarkan sanksi tegas untuk memblacklist kontraktor. Ia menyayangkan hal tersebut tidak dilakukan hingga akhirnya muncul tragedi konstruksi untuk kedua kalinya di RSUD.

“Harusnya diblacklist saja kontraktornya, tapi ini tidak dilakukan, ada apa? Akhirnya ingatan kita kembali mengarah kepada besarnya biaya non teknis dalam pengelolaan proyek-proyek fisik di lingkungan Pemkab Cianjur,“ tegasnya.

“Isu setoran kewajiban, pungutan liar pembiayaan dokumen proyek, jual beli proyek bisa menjadi benar adanya dengan semakin seringnya tragedi konstruksi bermunculan,“ sambungnya.

Menurutnya, dengan banyaknya tragedi konstruksi di Cianjur, seharusnya menjadi perhatian lebih aparat penegak hukum. Kondisi yang terjadi selama ini, lanjut Yana, terkesan adanya pembiaran dengan alasan kontraktor bertanggungjawab memperbaikinya serta proyek masih dalam masa pemeliharaan.

“Kesalahan konstruksi sekecil apapun yang dilakukan oleh pemborong, seharusnya berakibat turunnya sanksi untuk kontraktor pelaksana proyek tersebut. Saat ini mungkin hanya plafon, tidak tertutup kemungkinan lain waktu bisa saja bagian lain dari bangunan Gedung Stroke Center,“ ucapnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Yana dari laporan pekerja proyek Gedung Stroke Center, kaca yang dipasang bukanlah barang pabrikan, melainkan buatan sendiri. Alhasil, selisih harganya sangat jauh jika merujuk kepada rencana anggaran biaya (RAB) dokumen proyek tersebut. 

“Pendapat kami, ini adalah sesuatu yang salah. Oleh karenanya kami mendesak untuk segera dilakukan audit teknik oleh tim audit yang betul-betul independen dan profesional, kalau perlu untuk semua proyek yang sudah diserahterimakan. Ini perlu dilakukan agar para kontraktor tidak lagi main-main dengan tanggung jawabnya dan kualitas hasil pekerjaan benar-benar terjaga,“ ungkapnya.

Hal yang sama diungkapkan Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan. Ia menilai, banyaknya kejadian bangunan yang runtuh harus menjadi perhatian aparat penegak hukum. 

“Di Cianjur ini sudah terlalu banyak masalahnya. Belum beres dengan persoalan pemindahan ibu kota alias Megaproyek Campaka yang belum berizin dan terindikasi melabrak banyak aturan, belum lagi persoalan tragedi konstruksi lainnya, sekarang ditambah masalah baru di RSUD,“ kata Rudi kepada Berita Cianjur, Minggu (1/4/2018)

“Khusus soal RSUD, kita masih belum lupa soal hak pegawai yang belum dibayar dan segudang masalah lainnya, sekarang muncul lagi masalah baru. Ada apa dengan RSUD? Jangan dibiarkan, tindak dan usut tuntas,“ lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman dan sejumlah pejabat di lingkungan RSUD, saat dimintai konfirmasi terkait kejadian runtuhnya plafon Lobby Gedung Stroke Center tersebut, tidak satupun yang memberikan penjelasan.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.