Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Masalah Lagi.. Masalah Lagi..

Belum Lama Dibangun, Plafon Gedung Stroke Center RSUD Sayang Ambruk

Angga Purwanda

Senin, 02 April 2018 - 08:00 WIB

foto:Angga Purwanda/BC
foto:Angga Purwanda/BC
A A A

Aktivis: Tragedi Konstruksi Bermunculan, Isu Pungli, Adanya Setoran Kewajiban dan Jual-Beli Proyek Semakin Menguat

Beritacianjur.com - BELUM lama diresmikan, namun plafon Lobby Gedung Stroke Center RSUD Sayang Cianjur sudah ambruk lagi. Kok bisa?

Ya, selain disayangkan banyak pihak, peristiwa yang terjadi pada Sabtu (31/3/2018) lalu pun memicu banyak pertanyaan dan kecurigaan. Betapa tidak, bangunan layanan unggulan di rumah sakit milik Pemkab Cianjur tersebut masih dalam jaminan pemeliharaan.

Sejumlah kalangan mensinyalir, pengerjaan plafon di RSUD Sayang Cianjur tersebut asal-asalan, sehingga plafon yang baru dibangun tidak bertahan lama. Beruntung, saat kejadian situasi sepi karena tidak orang atau pekerja, sehingga tidak menimbulkan korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Berita Cianjur, ambruknya plafon diduga akibat hujan yang mengguyur sejak Jumat (30/3/2018) lalu. Diduga kuat, air masuk melalui atap yang bocor lalu mengendap di plafon. Makin lama beban kian berat yang membuat plafon tak mampu menahannya hingga akhirnya ambruk.

Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Presidium Aliansi Masyarakat untuk Penegakan Hukum (Ampuh), Yana Nurzaman menyebutkan, ambruknya plafon di RSUD bisa disebut sebagai rentetan tragedi runtuhnya sejumlah bangunan milik Pemkab Cianjur, dalam kurun waktu 4 bulan. Sebelumnya, jembatan gantung di Kecamatan Leles runtuh dan menimbulkan korban jiwa.

Jika merujuk kepada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi, sambung Yana, meski skalanya kecil, ambruknya plafon di RSUD bisa dikategorikan sebagai kegagalan bangunan.

Menurutnya, meski belum bisa masuk ke ranah penegakan hukum oleh aparat penegak hukum, karena tidak ada korban jiwa dan menjadi tanggung jawab organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, namun tragedi konstruksi tersebut harus menjadi pelajaran dan kajian bagi para pemangku kebijakan.

“Ya, ini harus jadi pelajaran dan kajian, agar lebih selektif dalam menunjuk dan menentukan pelaksana pekerjaan. Harap dicatat, ini kejadian kedua runtuhnya plafon bangunan di RSUD yang proyeknya digarap oleh konkraktor yang sama,“ ujar Yana kepada Berita Cianjur kemarin.

Yana melanjutkan, merujuk kepada kejadian pertama, seharusnya pihak Pemkab Cianjur melalui OPD terkait berani mengeluarkan sanksi tegas untuk memblacklist kontraktor. Ia menyayangkan hal tersebut tidak dilakukan hingga akhirnya muncul tragedi konstruksi untuk kedua kalinya di RSUD.

“Harusnya diblacklist saja kontraktornya, tapi ini tidak dilakukan, ada apa? Akhirnya ingatan kita kembali mengarah kepada besarnya biaya non teknis dalam pengelolaan proyek-proyek fisik di lingkungan Pemkab Cianjur,“ tegasnya.

“Isu setoran kewajiban, pungutan liar pembiayaan dokumen proyek, jual beli proyek bisa menjadi benar adanya dengan semakin seringnya tragedi konstruksi bermunculan,“ sambungnya.

Menurutnya, dengan banyaknya tragedi konstruksi di Cianjur, seharusnya menjadi perhatian lebih aparat penegak hukum. Kondisi yang terjadi selama ini, lanjut Yana, terkesan adanya pembiaran dengan alasan kontraktor bertanggungjawab memperbaikinya serta proyek masih dalam masa pemeliharaan.

“Kesalahan konstruksi sekecil apapun yang dilakukan oleh pemborong, seharusnya berakibat turunnya sanksi untuk kontraktor pelaksana proyek tersebut. Saat ini mungkin hanya plafon, tidak tertutup kemungkinan lain waktu bisa saja bagian lain dari bangunan Gedung Stroke Center,“ ucapnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Yana dari laporan pekerja proyek Gedung Stroke Center, kaca yang dipasang bukanlah barang pabrikan, melainkan buatan sendiri. Alhasil, selisih harganya sangat jauh jika merujuk kepada rencana anggaran biaya (RAB) dokumen proyek tersebut. 

“Pendapat kami, ini adalah sesuatu yang salah. Oleh karenanya kami mendesak untuk segera dilakukan audit teknik oleh tim audit yang betul-betul independen dan profesional, kalau perlu untuk semua proyek yang sudah diserahterimakan. Ini perlu dilakukan agar para kontraktor tidak lagi main-main dengan tanggung jawabnya dan kualitas hasil pekerjaan benar-benar terjaga,“ ungkapnya.

Hal yang sama diungkapkan Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan. Ia menilai, banyaknya kejadian bangunan yang runtuh harus menjadi perhatian aparat penegak hukum. 

“Di Cianjur ini sudah terlalu banyak masalahnya. Belum beres dengan persoalan pemindahan ibu kota alias Megaproyek Campaka yang belum berizin dan terindikasi melabrak banyak aturan, belum lagi persoalan tragedi konstruksi lainnya, sekarang ditambah masalah baru di RSUD,“ kata Rudi kepada Berita Cianjur, Minggu (1/4/2018)

“Khusus soal RSUD, kita masih belum lupa soal hak pegawai yang belum dibayar dan segudang masalah lainnya, sekarang muncul lagi masalah baru. Ada apa dengan RSUD? Jangan dibiarkan, tindak dan usut tuntas,“ lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman dan sejumlah pejabat di lingkungan RSUD, saat dimintai konfirmasi terkait kejadian runtuhnya plafon Lobby Gedung Stroke Center tersebut, tidak satupun yang memberikan penjelasan.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Si Maung 6 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 6 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Laporan Keuangan Desa di Cianjur Belum Seragam

PEMERINTAHAN Desa (Pemdes) di Kabupaten Cianjur masih belum seragam dalam sistem laporan keuangan desa. Ada yang masih menggunakan Sistem Pengelolaan Keuangan Desa (Silokades) tapi juga yang sudah menerapkan…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Satlantas Pantau Ruas Infrastruktur Jalan

SATUAN Lalulintas Polres Cianjur, mengagendakan survei pemantauan ruas-ruas infrastruktur jalan menjelang arus mudik Idul Fitri 2018. Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana,…

Bisnis Line 18 jam yang lalu

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 22/04/2018 20:05 WIB

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…