Sabtu, 24 Juni 2017 - Pukul 17:18

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

edukasi

Sekolah Lima Hari Sulit Diterapkan

Oleh: Susi Susilawati - Sabtu 08 Agustus 2015 | 00:12 WIB

Sekolah Lima Hari Sulit Diterapkan

Ilustrasi/Net

BERITACIANJUR.COM - Penerapan program lima hari sekolah di Kabupaten Cianjur belum sepenuhnya dilakukan. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cianjur mencatat hanya beberapa sekolah yang menyanggupi pelaksanaannya.

 

Kepala Disdik Kabupaten Cianjur Cecep Alamasyah melalui Sekertaris Disdik Jum’ati membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, banyaknya sekolah yang belum menerapkan program lima hari sekolah dikarenakan berbagai pertimbangan. Selain itu, sejauh ini belum ada aturan resmi dari pusat maupun provinsi.

 

“Di kita (Cianjur, red) belum diterapkan. Karena ingin melihat dulu kebijakannya seperti apa. Beberapa sekolah sudah ada yang menerapkan. Tapi, saya lupa sekolah mana saja,” terangnya kepada “BC”, Jumat (7/8).

 

Terkait penerapan sendiri, pihaknya mempersilahkan kepada sekolah jika ingin menerapkan program tersebut. Tentunya dibarengi dengan kesiapan sekolah serta penerapan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang dijalankan.

 

“Prosesnya kami tidak tau, mungkin sekolah yang lebih tau untuk menakar beban belajar yang diterapkan kepada peserta didiknya. Pasti berbeda dengan sekolah umumnya, misalnya ada penambahan waktu,” ujarnya.

 

Penerapan program lima hari belajar, dalam pelaksanaannya pihak sekolah akan menambah jam pelajaran. Sebetulnya, diakui Jum’ati, pihaknya pernah menerapkan aturan tersebut pada 2005 lalu, namun tidak berjalan efektif karena belum ada keseragaman secara menyeluruh.

 

“Kalau sekolah menerapkan program tersebut, kita hanya menghimbau agar sekolah terlebih dahulu melakukan kajian mengenai dampak positif dan negatif bagi siswa juga sekolah,” paparnya.

 

Sementara itu, Kepala SD Islam Al-Azhar 18, Mamduh Munawar mengatakan, sekolah yang dipimpinnya merupakan salah satu yang menerapkan program lima hari sekolah. Pelaksanaan KBM lima hari sekolah atau full day dimulai pukyl 07.00 WIB sampai 14.00 WIB dengan menggunakan model pembelajaran pakem.

 

“Sekolah menggunakan kurikulum 2013 dan kurikulum Al-Azhar sebagai acuan, tanpa mengurangi jam pelajaran melainkan menambah jam pelajaran,” katanya.

 

Mamduh menerangkan, proses KBM sama saja yang membedakan adanya muatan Al-Azhar seperti mata pelajaran (Mapel) TIK, bahasa Inggris, pembiasaan, Agama dan Alquran.

 

“Jadi untuk kelas 1 dan 2 dalam satu hari belajar 8 jam dan untuk kelas 3 sampai kelas 6 dalam satu hari 9 jam. Itu sudah dipotong dua kali istirahat 25 menit, sesuai kurikulum tematik 2013 dan tematik terpadu Al-Azhar. Sebab sekolah kami yang mayoritas orang tuanya bekerja dari Senin-Jumat maka Sabtu libur diluangkan waktu untuk bersama keluarga,” tuturnya.

 

Mengenai tanggapan akan diberlakukan lima hari sekolah di semua sekolah, ia menyambut baik. Pasalnya, banyak dampak positif yang akan didapat, diantaranya pembelajaran akan efektif.

 

“Tapi tentunya, pihak masing-masing sekolah harus memastikan kesiapannya, agar tidak ada kendala saat pelaksanaannya,” tandasnya. ***

Komentar