Rabu, 20 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Cianjur, Kota dan Masalahnya Banjir

Pertama Kalinya, Puluhan Rumah di Kawasan Perkotaan Rusak Diterjang Banjir

Angga Purwanda/Gie

Senin, 09 April 2018 - 08:00 WIB

foto:Angga Purwanda/BC
foto:Angga Purwanda/BC
A A A

Dana Miliaran Rupiah Sudah Digelontorkan, Tata Kota Dinilai Buruk

Beritacianjur.com - BURUKNYA tata kota. Itulah penilaian sejumlah kalangan masyarakat, akibat bencana banjir yang merendam ratusan rumah hingga merusak puluhan rumah di sejumlah wilayah di Cianjur.

Banjir yang terjadi pada Sabtu (7/4/2018) lalu tersebut, membuat warga geram sekaligus merasakan keanehan. Pasalnya, banjir yang juga melanda kawasan perkotaan baru pertama kali terjadi di Cianjur.

Berdasarkan data yang dihimpun, empat rumah dilaporkan rusak terbawa arus, 10 rumah rusak berat, 20 rumah rusak ringan dan 50 rumah terendam banjir akibat meluapnya Sungai Cianjur, di Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur.

Sedangkan di Desa Sukamaju dan Desa Sirnagallih Kecamatan Cianjur, tujuh rumah terendam banjir akibat meluapnya Sungai Cianjur dan Sungai Ciharashas. Tak hanya banjir, longsor juga menerjang Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang dan Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas.

BPBD Cianjur juga mencatat bahwa sebagian besar wilayah Kelurahan Pamoyanan, Cianjur kota terendam banjir. Sehingga satu rumah rusak dan terbawa arus serta jembatan tidak dapat dilalui. Tak hanya itu, sebagian besar wilayah Kelurahan Bojongherang pun terendam banjir. Sedangkan di bagian utara Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, ratusan rumah warga terancam banjir cileuncang akibat tidak berfungsinya drainase sejak beberapa tahun terakhir.

Menanggapi banjir yang melanda perkotaan, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cianjur, Sahli Saidi menilai, penyebab terjadinya bencana banjir Sabtu lalu dikarenakan buruknya sistem perencanaan tata ruang yang dilakukan Pemkab Cianjur.

“Sebelum adanya penataan trotoar di sejumlah ruas jalan, belum pernah terjadi kasus meluapnya air ke badan jalan. Tapi sekarang setelah ditata dan diubah, malah mengakibatkan banjir. Jika saya pantau langsung, itu akibat gorong-gorong atau drainase yang kurang besar. Sehingga sampah yang masuk ke drainase yang ukuran kecil jadi susah dibersihkan, makanya air meluap,” ungkap politisi dari Partai Gerindra itu, Minggu (8/4/2018).

Senada dengan Sahli, Ketua Presidium Aliansi Masyarakat untuk Penegakan Hukum (Ampuh), Yana Nurzaman pun menilai, bencana banjir yang kali pertama menerjang kawasan perkotaan di Kabupaten Cianjur, akibat tidak matangnya perencanaan dalam proyek tata kota di Cianjur.

“Yang jelas gelontoran dana puluhan miliar rupiah untuk penataan kota belum terlihat hasilnya. Ini salah satunya diakibatkan perencanaan yang tidak matang dan komprehensif. Perencanaan program ditujukan hanya untuk tujuan estetika saja yaitu mempercantik kota, tidak menyentuh akar masalah,” tegas Yana.

Menurutnya, pendapat bahwa daerah perkotaan Cianjur tak bepotensi banjir, terpatahkan dengan kejadian banjir di beberapa titik yang menerjang wilayah Kabupaten Cianjur. “Kini yang menjadi sorotan kami, pernahkah Pemkab Cianjur menyusun program penanggulangan dan pencegahan banjir seperti yang terjadi kemarin? Tentunya tidak pernah, karena yang diurusin faktanya hanya bertujuan mempercantik kota, tidak pada pencegahan kalau sewaktu-waktu terjadi banjir," ungkapnya

Ia menambahkan, program penataan kota yang tengah dilakukan Pemkab Cianjur saat ini, sama sekali tidak menyelesaikan permasalahan meluapnya air ke badan jalan ketika hujan turun dengan curah yang tinggi. "Sepengetahuan saya selama ini tak pernah ada gelontoran dana untuk program normalisasi Sungai Cianjur, yang ada gelontoran dana APBD untuk rehabilitasi Sungai Cianjur. Padahal terjadinya banjir bandang Sabtu lalu salah satunya diakibatkan terjadinya pendangkalan sungai," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman yang sempat meninjau sejumlah lokasi menilai, meluapnya sungai yang merendam sejumlah lokasi akibat kerusakan alam, sampah yang menumpuk di sungai, dan penyempitan sempadan sungai.

"Kami sudah intruksikan semua aparat pemerintahan turun ke jalan untuk membantu warga membersihkan wilayah yang tergenang banjir. Kami akan melakukan evaluasi terkait rawan banjir yang melanda Cianjur, termasuk melakukan penertiban," katanya.

Terpisah, Hoerul Arif (22), warga Gang Rinjani Kelurahan Sayang Kecamatan Cianjur mengatakan, banjir bandang akibat meluapnya Sungai Cianjur, merupakan yang terbesar sejak puluhan tahun terakhir sehingga merusak rumah warga di sejumlah titik.

Menurutnya, sejak puluhan tahun tinggal di wilayah tersebut, baru kali ini rumahnya rusak berat dihantam banjir akibat meluapnya Sungai Cianjur yang terletak di belakang rumah. Biasanya, sambung dia, air sungai hanya naik setinggi beberapa meter dan tidak sampai meluap ke perkampungan. Namun, kali ini air merendam puluhan rumah dan memutuskan jembatan yang biasa dilalui warga.

"Ini banjir paling parah yang saya alami sejak saya lahir sampai saya menikah, belum pernah air sungai merendam perkampungan. Saat ini, kami tidak tahu mau tinggal di mana karena rumah kami rusak berat," keluhnya.

Selain warga perkotaan, warga Pacet pun mengeluhkan hal yang sama karena wilayahnya dilanda banjir. Bedanya, bencana banjir di Pacet bukan kali pertama, namun sudah sering terjadi. “Sudah puluhan tahun ketika musim hujan tiba, air bah dari selokan di kiri kanan jalan meluap ke badan jalan dan masuk ke rumah warga di sepanjang Jalan Raya Cipanas-Cianjur," kata Yuli, warga Desa Ciherang, Kecamatan Pacet kepada wartawan, Minggu (8/4/2018).

Akibat meluapnya air ke badan jalan, lanjut Yuli, arus lalu lintas menjadi terhambat karena banyak material batu berbagai ukuran terbawa ke jalan. Sehingga, arus lalu lintas macet hingga belasan kilometer dari kedua arah dan air setinggi paha orang dewasa masuk ke dalam rumah warga.

Menanggapi itu semua, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Cianjur (SPRI), Rudi Agan mengaku prihatin. Menurutnya, Cianjur saat ini bukan hanya dilanda banjir yang merusak puluhan rumah di kawasan perkotaan, namun juga dibanjiri masalah di berbagai bidang.

"Banjir yang merusak rumah di kawasan kota ini masalah baru. Jadi, Cianjur saat ini tak hanya dilanda banjir, tapi masalahnya pun banjir alias banyak sekali. Banyak masalah lama yang belum bisa diatasi, sekarang muncul masalah baru," pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.