Rabu, 20 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Hibah untuk Honorer K2 yang Diduga Salahi Aturan Segera Diperiksa

Irda: Legalitas Tak Ada, Tak Mungkin Uang Dicairkan

Nuki Nugraha

Senin, 09 April 2018 - 08:05 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Beritacianjur.com - Inspektorat Daerah (Irda) Kabupaten Cianjur akan mengecek berkas bantuan sosial (Bansos) dan hibah yang diberikan Pemkab Cianjur untuk Forum Honorer Kategori 2 Pendidikan Cianjur (FHK2 PC). Pengecekan berkas dilakukan Irda untuk mengungkap benar-tidaknya informasi soal legalitas FHK2 PC yang diduga bermasalah.

"Intinya kita akan melakukan kroscek terlebih dahulu benar-tidaknya informasi ini. Jadi untuk sekarang ini kita tidak bisa langsung memvonis betul atau tidaknya penyaluran tersebut, karena kita belum mengecek berkasnya," ujar Hendri saat ditemui di kantornya belum lama ini.

Hendri menjelaskan, sebelum dana tersebut diluncurkan atau dicairkan pemerintah kepada penerima, terlebih dahulu oleh dinas terkait dilakukan verifikasi. "Biasanya verifikasi berkasnya dilakukan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)," imbuhnya.

Biasanya, jelas Hendri, di BPKAD ada tim verifikasi yang bertugas mengecek data termasuk legalitas lembaga atau badan yang mengajukan bantuan. "Soalnya tidak mungkin uang bisa dicairkan, kalau legalitasnya tidak ada," tegas Hendri seraya kembali mengatakan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu.

Sebelumnya, BPKAD Cianjur diduga telah melakukan kelalaian. Ini menyusul dicairkannya ajuan hibah FHK2 PC kendati persyaratannya bermasalah. Permasalahan dalam ajuan bantuan dana hibah FHK2 PC yaitu terkait kelengkapan legalitas yang digunakan pihak forum. Berdasarkan informasi yang dihimpun, badan hukum yang digunakan forum sebagai salah satu syarat sah pencairan, diduga bukanlah milik FHK2 PC melainkan badan hukum milik PGRI Cianjur.

Namun anehnya, tim verifikasi pencairan dana bansos dan hibah di BPKAD tidak melihat adanya persoalan tersebut. Alhasil, dari ajuan dana hibah sebesar Rp2 M lebih itu lolos dicairkan sekitar Rp1,3 M.

Saat dikonfirmasi Berita Cianjur, Kepala BPKAD Cianjur, Dedi Sudrajat mengaku akan mengecek terlebih dahulu informasi tersebut. Awalnya, Dedi berkilah jika verifikasi dilakukan di organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing yang menampung ajuan dana bansos hibah.

Tak hanya itu, Dedi juga menampik jika verifikasi terkait kelengkapan berkas sebagai syarat untuk pencairan dana bantuan tersebut dilakukan oleh tim. 

"Bukan oleh tim Kang, tapi memang tugas staf dan seksi di BPKAD," ujarnya saat ditemui di halaman parkir Masjid Agung Cianjur usai mengikuti kegiatan Ashar Mengaji, Kamis (5/4/2018).

Dedi tidak menampik jika mengacu pada aturan, seharusnya legalitas badan hukum yang digunakan sebagai kelengkapan syarat pencairan harus milik pihak pengaju dana bantuan.

"Ya seharusnya badan hukum yang digunakan itu punya forum. Nanti akan dicek dulu apa benar seperti itu, badan hukum yang digunakan bukan forum tapi PGRI. Kita juga akan lihat, apakah forum itu memang wajib berbadan hukum atau tidak," jelasnya.

Dedi mengungkapkan, biasanya apabila sudah tercantum di daftar penerima bansos dan hibah, itu menandakan semua kelengkapan syarat memang sudah terpenuhi. Artinya berkas yang diajukan memang sudah tidak ada masalah.

"Oleh kita paling tinggal diproses administrasinya apa masih ada kekurangan atau tidak. Misalnya seperti ada berkas yang belum ditanda tangan, seperti itu biasanya," ungkap Dedi sambil menegaskan, jika berkas memang belum lengkap, ajuan dana bantuan tidak bisa dicairkan.

Tapi, lanjut Dedi, terkait berhak tidaknya atau bisa tidaknya dana bansos dan hibah dicairkan, prosesnya dilakukam di bidang penganggaran. Artinya jika di sana sudah terverifikasi, maka ajuan bisa dicairkan.

"Tapi nanti akan kita cek lagi. Kalau ditemukan salah berarti memang ada kesalahan, sebaliknya kalau betul ya berarti tidak ada kesalahan," tandasnya.

Terkait FHK2 PC, berdasarkan hasil konfirmasi wartawan pada beberapa pihak terkait, terungkap bahwa pembentukan badan hukum FHK2 PC tersebut ternyata baru dibuat pada tahun 2017 lalu. 

"Badan hukum FHK2 PC sih baru dibuat sekitar tahun 2017 lalu Kang. Memangnya ada masalah? Bukannya syarat penerima bantuan itu harus berbadan hukum?" ujar salah seorang pengurus forum tingkat kecamatan yang minta tidak disebutkan namanya saat dikonfirmasi wartawan, belum lama ini.

Sementara itu, diperoleh keterangan dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur, bahwa FHK2 PC ternyata belum memiliki tempat sekretariat sendiri, tetapi masih menginduk ke Kantor PGRI Cianjur.

Tidak hanya itu, legalitas badan hukum yang digunakan sebagai pelengkap persyaratan juga rupanya menggunakan badan hukum milik PGRI, bukan legalitas FHK2 PC.

"Kalau kantornya memang menginduk ke PGRI Cianjur. Legalitas badan hukumnya juga pakai yang PGRI Cianjur, bukan milik FHK2 PC," kata Widi salah seorang staf di Dinas Pendidikan Cianjur.

Menurut pegawai yang biasa mengurusi administrasi ajuan proposal yang berada di bawah lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur itu, penggunaan legalitas badan hukum milik PGRI sebagai syarat penerimaan dana bantuan untuk FHK2 PC tidak menjadi soal, sebab FHK2 PC masih berada di bawah naungan PGRI Cianjur.

"Itu tidak apa-apa, informasinya sih FHK2 PC kan dibentuk oleh PGRI Cianjur," imbuhnya seraya menginformasikan bahwa kantor sekertariat FHK2 PC berada di Lantai 2 Gedung PGRI Cianjur.

Anehnya lagi, saat ditanya soal proposal ajuan bantuan yang dilayangkan dari pihak forum, Widi tak bisa memperlihatkan berkas fisik ajuan proposal tersebut, dikarenakan berkasnya belum masuk.

"Berkasnya juga belum masuk Kang, itu masih dipegang sama Sekpri, soalnya untuk keperluan di-upload di paguyuban hibah," kata Widi.

Dijelaskan Widi sebagaimana tupoksi (tugas pokok dan fungsi), pihaknya hanya berwenang sebatas melalukan verifikasi berkas ajuan proposal, adapun terkait soal pencairan dana tersebut merupakan kewenangan Dinas Keuangan.

"Kalau disini mah sebatas pengecekan berkas ajuan proposalnya. Selebihnya, khusus untuk pencairan itu kewenangannya dinas keuangan," pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.