Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Hibah untuk Honorer K2 yang Diduga Salahi Aturan Segera Diperiksa

Irda: Legalitas Tak Ada, Tak Mungkin Uang Dicairkan

Nuki Nugraha

Senin, 09 April 2018 - 08:05 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Beritacianjur.com - Inspektorat Daerah (Irda) Kabupaten Cianjur akan mengecek berkas bantuan sosial (Bansos) dan hibah yang diberikan Pemkab Cianjur untuk Forum Honorer Kategori 2 Pendidikan Cianjur (FHK2 PC). Pengecekan berkas dilakukan Irda untuk mengungkap benar-tidaknya informasi soal legalitas FHK2 PC yang diduga bermasalah.

"Intinya kita akan melakukan kroscek terlebih dahulu benar-tidaknya informasi ini. Jadi untuk sekarang ini kita tidak bisa langsung memvonis betul atau tidaknya penyaluran tersebut, karena kita belum mengecek berkasnya," ujar Hendri saat ditemui di kantornya belum lama ini.

Hendri menjelaskan, sebelum dana tersebut diluncurkan atau dicairkan pemerintah kepada penerima, terlebih dahulu oleh dinas terkait dilakukan verifikasi. "Biasanya verifikasi berkasnya dilakukan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)," imbuhnya.

Biasanya, jelas Hendri, di BPKAD ada tim verifikasi yang bertugas mengecek data termasuk legalitas lembaga atau badan yang mengajukan bantuan. "Soalnya tidak mungkin uang bisa dicairkan, kalau legalitasnya tidak ada," tegas Hendri seraya kembali mengatakan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu.

Sebelumnya, BPKAD Cianjur diduga telah melakukan kelalaian. Ini menyusul dicairkannya ajuan hibah FHK2 PC kendati persyaratannya bermasalah. Permasalahan dalam ajuan bantuan dana hibah FHK2 PC yaitu terkait kelengkapan legalitas yang digunakan pihak forum. Berdasarkan informasi yang dihimpun, badan hukum yang digunakan forum sebagai salah satu syarat sah pencairan, diduga bukanlah milik FHK2 PC melainkan badan hukum milik PGRI Cianjur.

Namun anehnya, tim verifikasi pencairan dana bansos dan hibah di BPKAD tidak melihat adanya persoalan tersebut. Alhasil, dari ajuan dana hibah sebesar Rp2 M lebih itu lolos dicairkan sekitar Rp1,3 M.

Saat dikonfirmasi Berita Cianjur, Kepala BPKAD Cianjur, Dedi Sudrajat mengaku akan mengecek terlebih dahulu informasi tersebut. Awalnya, Dedi berkilah jika verifikasi dilakukan di organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing yang menampung ajuan dana bansos hibah.

Tak hanya itu, Dedi juga menampik jika verifikasi terkait kelengkapan berkas sebagai syarat untuk pencairan dana bantuan tersebut dilakukan oleh tim. 

"Bukan oleh tim Kang, tapi memang tugas staf dan seksi di BPKAD," ujarnya saat ditemui di halaman parkir Masjid Agung Cianjur usai mengikuti kegiatan Ashar Mengaji, Kamis (5/4/2018).

Dedi tidak menampik jika mengacu pada aturan, seharusnya legalitas badan hukum yang digunakan sebagai kelengkapan syarat pencairan harus milik pihak pengaju dana bantuan.

"Ya seharusnya badan hukum yang digunakan itu punya forum. Nanti akan dicek dulu apa benar seperti itu, badan hukum yang digunakan bukan forum tapi PGRI. Kita juga akan lihat, apakah forum itu memang wajib berbadan hukum atau tidak," jelasnya.

Dedi mengungkapkan, biasanya apabila sudah tercantum di daftar penerima bansos dan hibah, itu menandakan semua kelengkapan syarat memang sudah terpenuhi. Artinya berkas yang diajukan memang sudah tidak ada masalah.

"Oleh kita paling tinggal diproses administrasinya apa masih ada kekurangan atau tidak. Misalnya seperti ada berkas yang belum ditanda tangan, seperti itu biasanya," ungkap Dedi sambil menegaskan, jika berkas memang belum lengkap, ajuan dana bantuan tidak bisa dicairkan.

Tapi, lanjut Dedi, terkait berhak tidaknya atau bisa tidaknya dana bansos dan hibah dicairkan, prosesnya dilakukam di bidang penganggaran. Artinya jika di sana sudah terverifikasi, maka ajuan bisa dicairkan.

"Tapi nanti akan kita cek lagi. Kalau ditemukan salah berarti memang ada kesalahan, sebaliknya kalau betul ya berarti tidak ada kesalahan," tandasnya.

Terkait FHK2 PC, berdasarkan hasil konfirmasi wartawan pada beberapa pihak terkait, terungkap bahwa pembentukan badan hukum FHK2 PC tersebut ternyata baru dibuat pada tahun 2017 lalu. 

"Badan hukum FHK2 PC sih baru dibuat sekitar tahun 2017 lalu Kang. Memangnya ada masalah? Bukannya syarat penerima bantuan itu harus berbadan hukum?" ujar salah seorang pengurus forum tingkat kecamatan yang minta tidak disebutkan namanya saat dikonfirmasi wartawan, belum lama ini.

Sementara itu, diperoleh keterangan dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur, bahwa FHK2 PC ternyata belum memiliki tempat sekretariat sendiri, tetapi masih menginduk ke Kantor PGRI Cianjur.

Tidak hanya itu, legalitas badan hukum yang digunakan sebagai pelengkap persyaratan juga rupanya menggunakan badan hukum milik PGRI, bukan legalitas FHK2 PC.

"Kalau kantornya memang menginduk ke PGRI Cianjur. Legalitas badan hukumnya juga pakai yang PGRI Cianjur, bukan milik FHK2 PC," kata Widi salah seorang staf di Dinas Pendidikan Cianjur.

Menurut pegawai yang biasa mengurusi administrasi ajuan proposal yang berada di bawah lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur itu, penggunaan legalitas badan hukum milik PGRI sebagai syarat penerimaan dana bantuan untuk FHK2 PC tidak menjadi soal, sebab FHK2 PC masih berada di bawah naungan PGRI Cianjur.

"Itu tidak apa-apa, informasinya sih FHK2 PC kan dibentuk oleh PGRI Cianjur," imbuhnya seraya menginformasikan bahwa kantor sekertariat FHK2 PC berada di Lantai 2 Gedung PGRI Cianjur.

Anehnya lagi, saat ditanya soal proposal ajuan bantuan yang dilayangkan dari pihak forum, Widi tak bisa memperlihatkan berkas fisik ajuan proposal tersebut, dikarenakan berkasnya belum masuk.

"Berkasnya juga belum masuk Kang, itu masih dipegang sama Sekpri, soalnya untuk keperluan di-upload di paguyuban hibah," kata Widi.

Dijelaskan Widi sebagaimana tupoksi (tugas pokok dan fungsi), pihaknya hanya berwenang sebatas melalukan verifikasi berkas ajuan proposal, adapun terkait soal pencairan dana tersebut merupakan kewenangan Dinas Keuangan.

"Kalau disini mah sebatas pengecekan berkas ajuan proposalnya. Selebihnya, khusus untuk pencairan itu kewenangannya dinas keuangan," pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Si Maung 6 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 6 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Laporan Keuangan Desa di Cianjur Belum Seragam

PEMERINTAHAN Desa (Pemdes) di Kabupaten Cianjur masih belum seragam dalam sistem laporan keuangan desa. Ada yang masih menggunakan Sistem Pengelolaan Keuangan Desa (Silokades) tapi juga yang sudah menerapkan…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Satlantas Pantau Ruas Infrastruktur Jalan

SATUAN Lalulintas Polres Cianjur, mengagendakan survei pemantauan ruas-ruas infrastruktur jalan menjelang arus mudik Idul Fitri 2018. Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana,…

Bisnis Line 17 jam yang lalu

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 22/04/2018 20:05 WIB

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…