Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Ditanya Banjir Malah Marah, Ada Apa dengan Bupati?

Tanpa Alasan Jelas, Bupati Sebut Wartawan Tukang Adu Domba

Gie/Nuki

Selasa, 10 April 2018 - 08:00 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Aktivis: Kebobrokan Tata Kelola Pemerintahan Muncul Melalui Musibah dan Bencana

Beritacianjur.com - HARUSNYA tanggung jawab dan segera berikan solusi, bukan malah marah-marah tak jelas. Itulah ungkapan kekesalan sejumlah aktivis untuk Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar yang memarahi wartawan Berita Cianjur saat memberikan pertanyaan terkait bencana banjir.

Ya, tanpa alasan yang jelas, bupati tiba-tiba marah besar kepada wartawan. Kemarahan orang nomor satu di Cianjur itu diluapkannya saat wartawan mengonfirmasi terkait banjir yang melanda kawasan perkotaan Cianjur pada Sabtu (8/4/2018) lalu.

Kejadian ini berawal saat wartawan menemui bupati yang tengah meninjau pembangunan taman di lingkungan Pendopo Cianjur, Senin (9/4/2018). Pada kesempatan itu bupati yang didampingi istrinya Ratu Elisye terlihat konsen memerhatikan perkembangan pembangunan yang sudah dilaksanakan pihak rekanan. 

Bahkan pasangan sejoli ini sempat berfoto bersama, keduanya tampak berpose mesra di atas sebuah bangunan setengah jadi yang ada di lokasi dan disaksikan rengrengannya. Seusai mengambil foto tersebut, wartawan langsung menemui bupati yang saat itu masih didampingi sang istri. Awalnya bupati tampak biasa saja saat bertemu wartawan, begitupun ketika wartawan menyodorkan tangan untuk berjabat tangan, ia tak menolaknya.

Roman bupati mulai berubah saat wartawan mengajukan konfirmasi, meminta tanggapan terkait penanganan pasca banjir yang melanda kota Cianjur. Dengan nada meninggi bupati menyampaikan penolakan untuk dikonfirmasi. "Moal ah," singkat bupati sambil terus berjalan kaki menuju kendaraan dinasnya sambil diikuti Ratu Elisye.

Saat menuju kendaraan tersebut, tiba tiba saja bupati mengatai wartawan dengan menyebut tukang adu domba. Kata-kata tersebut dilontarkannya tanpa jelas apa alasannya. "Ah didinya mah ngadu domba wae," ketus bupati sambil berlalu pergi masuk ke kendaraan dinasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan sangat menyayangkan sikap bupati tersebut. Menurutnya, seorang bupati seharusnya menjawab pertanyaan wartawan dengan memberikan solusi setelah terjadi bencana banjir yang pertama kalinya di kawasan perkotaan Cianjur.

"Jawab dan sampaikan solusi dong, bukan malah marah. Masyarakat ingin tahu tanggung jawab bupati setelah banyak dari mereka yang rumahnya rusak akibat bencana banjir," ujarnya kepada Berita Cianjur kemarin.

Ketika ada seorang jurnalis bertanya, sambung dia, hal itu merupakan hal yang wajar karena bagian dari tugas profesinya. Jika memang benar bupati merasa keberatan dengan pemberitaan, seharusnya sampaikan hak jawab atau langsung datangi kantor redaksi untuk menyampaikan klarifikasi, dan bukan malah marah-marah.

"Tugas wartawan itu dilindungi hukum loh. Jadi jangan mentang-mentang bupati lalu seenaknya memarah-marahi orang," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Cianjur Institute, Ridwan Mubarak menilai, seorang kepala daerah seharusnya lebih akomodatif, aspiratif dan bijaksana menyikapi realitas daerahnya. "Tidak reaktif melainkan responsif terhadap fenomena yang ada. Semakin reaktif seorang bupati, maka ia akan semakin tidak bernilai di hadapan rakyatnya. Wibawanya akan rontok," tegasnya.

Menurutnya, bencana banjir Sabtu lalu hendaknya menjadi penyadar tentang buruknya tata ruang wilayah dan tata kelola daerah oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, yang muaranya bupati sebagai kepala daerah.

Ia menambahkan, semua permasalahan yang terjadi bisa jadi disebabkan karena lemahnya kepemimpinan bupati dan tidak jelas arah pembangunan yang digagasnya. "Sehingga seiring dengan bergulirnya waktu, kebobrokan tata kelola pemerintahan di Cianjur muncul melalui beragam musibah dan bencana, seperti halnya banjir," bebernya.

Diberitakan sebelumnya, buruknya tata kota, itulah penilaian sejumlah kalangan masyarakat, akibat bencana banjir yang merendam ratusan rumah hingga merusak puluhan rumah di sejumlah wilayah di Cianjur.

Banjir yang terjadi pada Sabtu (7/4/2018) lalu tersebut, membuat warga geram sekaligus merasakan keanehan. Pasalnya, banjir yang juga melanda kawasan perkotaan baru pertama kali terjadi di Cianjur.

Berdasarkan data yang dihimpun, empat rumah dilaporkan rusak terbawa arus, 10 rumah rusak berat, 20 rumah rusak ringan dan 50 rumah terendam banjir akibat meluapnya Sungai Cianjur, di Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur.

Sedangkan di Desa Sukamaju dan Desa Sirnagallih Kecamatan Cianjur, tujuh rumah terendam banjir akibat meluapnya Sungai Cianjur dan Sungai Ciharashas. Tak hanya banjir, longsor juga menerjang Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang dan Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas.

BPBD Cianjur juga mencatat bahwa sebagian besar wilayah Kelurahan Pamoyanan, Cianjur kota terendam banjir. Sehingga satu rumah rusak dan terbawa arus serta jembatan tidak dapat dilalui. Tak hanya itu, sebagian besar wilayah Kelurahan Bojongherang pun terendam banjir. Sedangkan di bagian utara Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, ratusan rumah warga terancam banjir cileuncang akibat tidak berfungsinya drainase sejak beberapa tahun terakhir.

Menanggapi banjir yang melanda perkotaan, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cianjur, Sahli Saidi menilai, penyebab terjadinya bencana banjir Sabtu lalu dikarenakan buruknya sistem perencanaan tata ruang yang dilakukan Pemkab Cianjur.

“Sebelum adanya penataan trotoar di sejumlah ruas jalan, belum pernah terjadi kasus meluapnya air ke badan jalan. Tapi sekarang setelah ditata dan diubah, malah mengakibatkan banjir. Jika saya pantau langsung, itu akibat gorong-gorong atau drainase yang kurang besar. Sehingga sampah yang masuk ke drainase yang ukuran kecil jadi susah dibersihkan, makanya air meluap,” ungkap politisi dari Partai Gerindra itu, Minggu (8/4/2018).

Senada dengan Sahli, Ketua Presidium Aliansi Masyarakat untuk Penegakan Hukum (Ampuh), Yana Nurzaman pun menilai, bencana banjir yang kali pertama menerjang kawasan perkotaan di Kabupaten Cianjur, akibat tidak matangnya perencanaan dalam proyek tata kota di Cianjur.

“Yang jelas gelontoran dana puluhan miliar rupiah untuk penataan kota belum terlihat hasilnya. Ini salah satunya diakibatkan perencanaan yang tidak matang dan komprehensif. Perencanaan program ditujukan hanya untuk tujuan estetika saja yaitu mempercantik kota, tidak menyentuh akar masalah,” tegas Yana.

Menurutnya, pendapat bahwa daerah perkotaan Cianjur tak bepotensi banjir, terpatahkan dengan kejadian banjir di beberapa titik yang menerjang wilayah Kabupaten Cianjur. “Kini yang menjadi sorotan kami, pernahkah Pemkab Cianjur menyusun program penanggulangan dan pencegahan banjir seperti yang terjadi kemarin? Tentunya tidak pernah, karena yang diurusin faktanya hanya bertujuan mempercantik kota, tidak pada pencegahan kalau sewaktu-waktu terjadi banjir," ungkapnya

Ia menambahkan, program penataan kota yang tengah dilakukan Pemkab Cianjur saat ini, sama sekali tidak menyelesaikan permasalahan meluapnya air ke badan jalan ketika hujan turun dengan curah yang tinggi. "Sepengetahuan saya selama ini tak pernah ada gelontoran dana untuk program normalisasi Sungai Cianjur, yang ada gelontoran dana APBD untuk rehabilitasi Sungai Cianjur. Padahal terjadinya banjir bandang Sabtu lalu salah satunya diakibatkan terjadinya pendangkalan sungai," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman yang sempat meninjau sejumlah lokasi menilai, meluapnya sungai yang merendam sejumlah lokasi akibat kerusakan alam, sampah yang menumpuk di sungai, dan penyempitan sempadan sungai.

"Kami sudah intruksikan semua aparat pemerintahan turun ke jalan untuk membantu warga membersihkan wilayah yang tergenang banjir. Kami akan melakukan evaluasi terkait rawan banjir yang melanda Cianjur, termasuk melakukan penertiban," katanya.

Terpisah, Hoerul Arif (22), warga Gang Rinjani Kelurahan Sayang Kecamatan Cianjur mengatakan, banjir bandang akibat meluapnya Sungai Cianjur, merupakan yang terbesar sejak puluhan tahun terakhir sehingga merusak rumah warga di sejumlah titik.

Menurutnya, sejak puluhan tahun tinggal di wilayah tersebut, baru kali ini rumahnya rusak berat dihantam banjir akibat meluapnya Sungai Cianjur yang terletak di belakang rumah. Biasanya, sambung dia, air sungai hanya naik setinggi beberapa meter dan tidak sampai meluap ke perkampungan. Namun, kali ini air merendam puluhan rumah dan memutuskan jembatan yang biasa dilalui warga.

"Ini banjir paling parah yang saya alami sejak saya lahir sampai saya menikah, belum pernah air sungai merendam perkampungan. Saat ini, kami tidak tahu mau tinggal di mana karena rumah kami rusak berat," keluhnya.

Selain warga perkotaan, warga Pacet pun mengeluhkan hal yang sama karena wilayahnya dilanda banjir. Bedanya, bencana banjir di Pacet bukan kali pertama, namun sudah sering terjadi. “Sudah puluhan tahun ketika musim hujan tiba, air bah dari selokan di kiri kanan jalan meluap ke badan jalan dan masuk ke rumah warga di sepanjang Jalan Raya Cipanas-Cianjur," kata Yuli, warga Desa Ciherang, Kecamatan Pacet kepada wartawan, Minggu (8/4/2018).

Akibat meluapnya air ke badan jalan, lanjut Yuli, arus lalu lintas menjadi terhambat karena banyak material batu berbagai ukuran terbawa ke jalan. Sehingga, arus lalu lintas macet hingga belasan kilometer dari kedua arah dan air setinggi paha orang dewasa masuk ke dalam rumah warga.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Si Maung 6 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 6 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Laporan Keuangan Desa di Cianjur Belum Seragam

PEMERINTAHAN Desa (Pemdes) di Kabupaten Cianjur masih belum seragam dalam sistem laporan keuangan desa. Ada yang masih menggunakan Sistem Pengelolaan Keuangan Desa (Silokades) tapi juga yang sudah menerapkan…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Satlantas Pantau Ruas Infrastruktur Jalan

SATUAN Lalulintas Polres Cianjur, mengagendakan survei pemantauan ruas-ruas infrastruktur jalan menjelang arus mudik Idul Fitri 2018. Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana,…

Bisnis Line 17 jam yang lalu

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 22/04/2018 20:05 WIB

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…