Sabtu, 18 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Sungai Cianjur Murka, Banjir Pun Melanda Kota, Ini Salah Siapa? Itu Dosa Siapa?

Nuki Nugraha

Selasa, 10 April 2018 - 07:55 WIB

foto:Angga Purwanda/BC
foto:Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - Sabtu (7/4) lalu merupakan hari yang bersejarah bagi masyarakat Kabupaten Cianjur yang tinggal di kawasan perkotaan.

Derasnya hujan yang menguyur kawasan kota Cianjur dan sekitarnya dari petang hingga malam, seakan mengiringi akan munculnya sejarah baru di Cianjur yang akrab dijuluki Tatar Santri ini.

Malam itu, di tengah gemericik hujan yang tak mereda, sebuah air bah menerjang sejumlah kawasan di jantung kota Cianjur. 

Air bercampur lumpur merangsek, tanpa bisa dihalangi mengetuk ratusan pintu rumah penduduk kota sambil menyampaikan kabar duka. "Sungai Cianjur sedang Murka".

Tak ayal, kota Cianjur pun lumpuh seketika diduduki air becampur lumpur. Gemuruhnya air, bak alam tengah berdendang sambil menopangkan kaki, menyanyikan lagu "Semalam di Cianjur".

Bencana itu datang memang hanya semalam di Cianjur kota, namun dampaknya bisa dirasa hingga berbulan bulan. Pendopo Cianjur yang sudah jarang ditempati bupati, seakan menjadi saksi bisu keganasan Sungai Cianjur tatkala sedang murka.

Menanggapi persoalan banjir di kawasan Cianjur, Pegiat Seni Budaya dan Lingkungan, Eko Wiwid menilai, banjir yang menimpa warga kota Cianjur merupakan dampak dari kondisi hulu sungai Cianjur yang saat ini memprihatinkan.

Seharusnya, jelas Eko, semua elemen baik itu Pemerintahan Kabupaten maupun lembaga lainya di Cianjur sudah jauh-jauh sebelumnya merespon tanda-tanda atau indikasi adanya kerusakan ekologi di hulu.

Eko menuturkan, Cianjur Utara atau kawasan Cugenang, Pacet, Cipanas, Sukaresmi dan Cikalong sebagai kawasan hijau dan resapan air.

"Seharusnya lokasi tersebut menjadi skala prioritas Pemkab Cianjur dalam penanggulangan dampak banjir bagi hilir dan sekitarnya," ujar Eko saat dihubungi wartawan, Senin (9/4/2018).

Menurutnya, air di hulu di saat hujan ataupun tidak, perlu tempat penampungan dan jalur air yang baik, ini supaya tidak semua air mengalir di atas permukaan tanah dan meluap jadi gelombang air deras hingga dampaknya berakibat banjir.

"Kalau mengacu pada aturan pun jelas sekali baik aturan Tata Ruang Nasional maupun aturan lainya. Belasan tahun banyak diIngatkan bahwa kawasan Hijau Cianjur Utara sudah seharusnya terbebas dari berbagai pembangunan fisik dan pertambangan (Tambang Sirtu).

Namun kenyataanya masih saja ada pembangunan dan tambang," bebernya.

Eko menilai, Kawasan Cianjur Utara sebagai hulu penyangga bagi pusat Kota Cianjur ekologinya sudah tidak seimbang. Untuk itu tegas Eko, sudah saatnya kita tidak ngeyel dengan keangkuhan kekuasaan untuk mengeksploitasi kawasan resapan air.

"Cianjur butuh banyak telaga, sawah, kolam tradisional dan jangan membelakangi sungai. Sungai harus jadi bagian kehidupan jangan sebaliknya sungai bukan tempat buang sampah dan kotoran. Karena gunung, hutan, sungai dan lautan bukanlah tempat Sampah," jelasnya.

"Segera selamatkan hulu penyangga Kota Cianjur, tidak boleh lagi ada izin membangun vila, atau perumahan elit dan tidak boleh lagi ada penambangan di Kkawasan utara," sambungnya.

Sementara itu, pegiat bank sampah, Hendra Malik menilai banjir yang terjadi di kota Cianjur harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, khususnya terkait kepedulian terhadap lingkungan. 

Menurutnya, kondisi sungai Cianjur saat ini penuh dengan sampah rumah tangga sehingga menyulut terjadinya pendangkalan yang berimbas terjadinya banjir. Terkait itu pihaknya berharap agar pengelolaan sampah rumah tangga agar lebih dimaksimalkan.

"Pengelolaan sampah harus lebih diperhatikan. Pemerintah harus mendorong program tersebut supaya bisa dimengerti dan dilaksanakan masyarakat," kata Hendra.

Khusus mengenai sampah plastik, jelas Hendra, nilai konomis dari hasil pengeoolaan sampah jenis ini sudah terbukti, bisa bermanfaat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. "Pemerintah tinggal mendorong dan memfasilitasi warganya yang memang mau konsen soal pengelolaan sampah plastik ini," ucapnya.

Hendra optimis meski hanya konsen pada sampah jenis plastik, jika itu serentak dilakukan masyarakat, bukan tidak mungkin ini akan meminimalisir bahkan mengurangi volume sampah plastik yang dihasilkan rumah tangga.

"Lebih jauhnya lagi, volume sampah plastik yang biasa dibuang ke sungai akan makin berkurang," tandasnya. 

Bencana sudah terjadi, ada yang meratapi ada pula yang langsung bersadar diri, pasrah menerima akan takdir yang sudah digariskan Ilahi. Kini saatnya berintropeksi diri, tak hanya warga tapi juga pemerintah, yaitu dengan menggali langkah yang salah, meluruskan kebijakan yang memang menyalahi aturan. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…