Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Sungai Cianjur Murka, Banjir Pun Melanda Kota, Ini Salah Siapa? Itu Dosa Siapa?

Nuki Nugraha

Selasa, 10 April 2018 - 07:55 WIB

foto:Angga Purwanda/BC
foto:Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - Sabtu (7/4) lalu merupakan hari yang bersejarah bagi masyarakat Kabupaten Cianjur yang tinggal di kawasan perkotaan.

Derasnya hujan yang menguyur kawasan kota Cianjur dan sekitarnya dari petang hingga malam, seakan mengiringi akan munculnya sejarah baru di Cianjur yang akrab dijuluki Tatar Santri ini.

Malam itu, di tengah gemericik hujan yang tak mereda, sebuah air bah menerjang sejumlah kawasan di jantung kota Cianjur. 

Air bercampur lumpur merangsek, tanpa bisa dihalangi mengetuk ratusan pintu rumah penduduk kota sambil menyampaikan kabar duka. "Sungai Cianjur sedang Murka".

Tak ayal, kota Cianjur pun lumpuh seketika diduduki air becampur lumpur. Gemuruhnya air, bak alam tengah berdendang sambil menopangkan kaki, menyanyikan lagu "Semalam di Cianjur".

Bencana itu datang memang hanya semalam di Cianjur kota, namun dampaknya bisa dirasa hingga berbulan bulan. Pendopo Cianjur yang sudah jarang ditempati bupati, seakan menjadi saksi bisu keganasan Sungai Cianjur tatkala sedang murka.

Menanggapi persoalan banjir di kawasan Cianjur, Pegiat Seni Budaya dan Lingkungan, Eko Wiwid menilai, banjir yang menimpa warga kota Cianjur merupakan dampak dari kondisi hulu sungai Cianjur yang saat ini memprihatinkan.

Seharusnya, jelas Eko, semua elemen baik itu Pemerintahan Kabupaten maupun lembaga lainya di Cianjur sudah jauh-jauh sebelumnya merespon tanda-tanda atau indikasi adanya kerusakan ekologi di hulu.

Eko menuturkan, Cianjur Utara atau kawasan Cugenang, Pacet, Cipanas, Sukaresmi dan Cikalong sebagai kawasan hijau dan resapan air.

"Seharusnya lokasi tersebut menjadi skala prioritas Pemkab Cianjur dalam penanggulangan dampak banjir bagi hilir dan sekitarnya," ujar Eko saat dihubungi wartawan, Senin (9/4/2018).

Menurutnya, air di hulu di saat hujan ataupun tidak, perlu tempat penampungan dan jalur air yang baik, ini supaya tidak semua air mengalir di atas permukaan tanah dan meluap jadi gelombang air deras hingga dampaknya berakibat banjir.

"Kalau mengacu pada aturan pun jelas sekali baik aturan Tata Ruang Nasional maupun aturan lainya. Belasan tahun banyak diIngatkan bahwa kawasan Hijau Cianjur Utara sudah seharusnya terbebas dari berbagai pembangunan fisik dan pertambangan (Tambang Sirtu).

Namun kenyataanya masih saja ada pembangunan dan tambang," bebernya.

Eko menilai, Kawasan Cianjur Utara sebagai hulu penyangga bagi pusat Kota Cianjur ekologinya sudah tidak seimbang. Untuk itu tegas Eko, sudah saatnya kita tidak ngeyel dengan keangkuhan kekuasaan untuk mengeksploitasi kawasan resapan air.

"Cianjur butuh banyak telaga, sawah, kolam tradisional dan jangan membelakangi sungai. Sungai harus jadi bagian kehidupan jangan sebaliknya sungai bukan tempat buang sampah dan kotoran. Karena gunung, hutan, sungai dan lautan bukanlah tempat Sampah," jelasnya.

"Segera selamatkan hulu penyangga Kota Cianjur, tidak boleh lagi ada izin membangun vila, atau perumahan elit dan tidak boleh lagi ada penambangan di Kkawasan utara," sambungnya.

Sementara itu, pegiat bank sampah, Hendra Malik menilai banjir yang terjadi di kota Cianjur harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, khususnya terkait kepedulian terhadap lingkungan. 

Menurutnya, kondisi sungai Cianjur saat ini penuh dengan sampah rumah tangga sehingga menyulut terjadinya pendangkalan yang berimbas terjadinya banjir. Terkait itu pihaknya berharap agar pengelolaan sampah rumah tangga agar lebih dimaksimalkan.

"Pengelolaan sampah harus lebih diperhatikan. Pemerintah harus mendorong program tersebut supaya bisa dimengerti dan dilaksanakan masyarakat," kata Hendra.

Khusus mengenai sampah plastik, jelas Hendra, nilai konomis dari hasil pengeoolaan sampah jenis ini sudah terbukti, bisa bermanfaat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. "Pemerintah tinggal mendorong dan memfasilitasi warganya yang memang mau konsen soal pengelolaan sampah plastik ini," ucapnya.

Hendra optimis meski hanya konsen pada sampah jenis plastik, jika itu serentak dilakukan masyarakat, bukan tidak mungkin ini akan meminimalisir bahkan mengurangi volume sampah plastik yang dihasilkan rumah tangga.

"Lebih jauhnya lagi, volume sampah plastik yang biasa dibuang ke sungai akan makin berkurang," tandasnya. 

Bencana sudah terjadi, ada yang meratapi ada pula yang langsung bersadar diri, pasrah menerima akan takdir yang sudah digariskan Ilahi. Kini saatnya berintropeksi diri, tak hanya warga tapi juga pemerintah, yaitu dengan menggali langkah yang salah, meluruskan kebijakan yang memang menyalahi aturan. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Si Maung 6 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 6 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Laporan Keuangan Desa di Cianjur Belum Seragam

PEMERINTAHAN Desa (Pemdes) di Kabupaten Cianjur masih belum seragam dalam sistem laporan keuangan desa. Ada yang masih menggunakan Sistem Pengelolaan Keuangan Desa (Silokades) tapi juga yang sudah menerapkan…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Satlantas Pantau Ruas Infrastruktur Jalan

SATUAN Lalulintas Polres Cianjur, mengagendakan survei pemantauan ruas-ruas infrastruktur jalan menjelang arus mudik Idul Fitri 2018. Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana,…

Bisnis Line 17 jam yang lalu

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 22/04/2018 20:05 WIB

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…