Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Normalisasi Sungai Solusi Penanganan Banjir

PUPR: Perlu Penataan dan Penertiban Area DAS Cianjur

Nuki/Angga Purwanda

Selasa, 10 April 2018 - 07:57 WIB

foto:Angga Purwanda/BC
foto:Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - Pemerintah memang tak berdiam diri menyaksikan kondisi kota yang semrawut akibat terjangan air bercampur lumpur. Segenap 'abdi dalem' Pemkab Cianjur terlihat dikerahkan turun langsung membantu warga membersihkan sisa-sisa puing kotoran lumpur dan tumpukan sampah di ruas jalan kota.

Namun, tudingan terhadap buruknya penataan kota tak bisa terelakkan. Banjir di jantung kota seakan pukulan telak untuk Bupati Cianjur. Bagaimana tidak, selama 2 tahun kepemimpinan Irvan Rivano Muchtar sekarang ini, miliaran rupiah sudah digelontorkan pemerintah untuk sekadar menata kota. Namun kini hasilnya sangat dirasakan langsung warga perkotaan.

Bongkar pasang trotoar digenjot habis-habisan. Mempermak kota supaya cantik, indah dan menawan. Bahkan ruas jalan kotapun dirampingkan, dipersempit tak ubahnya seorang peragawati yang berbodi langsing.

Kepala Dinas PUPR Cianjur, Dedi Supriadi saat dikonfirmasi soal banjir yang melanda wilayah perkotaan Cianjur mengatakan,  banjir tersebut lebih dikarenakan imbas dari luapan air Sungai Cianjur. Pihaknya dengan tegas menampik soal tudingan yang menyebutkan bahwa banjir di perkotaan disebabkan buruknya penataan kota Cianjur.

"Banjir ini akibat luapan sungai Cianjur. Jadi di hulu sungai terjadi hujan deras, sementara kondisi di atas lahan gunung dan bukit sudah tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya, resapan sudah semakin berkurang makanya air langsung tumpah ke sungai, sehingga airnya meluap," beber Dedi saat ditemui di halaman kantor PUPR, Senin (9/4/2018).

Soal liran Sungai Cianjur sudah terjadi pendangkalan, menurutnya hal tersebut bisa dinilai sedimentasinya terbilang cukup tinggi. "Misalkan kedalaman air seharusnya 2 meter ternyata sedimentasinya 1 meter. Otomatis pada saat air meluap akan lebih tinggi lagi, bahkan luber ke lingkungan sekitarnya," jelasnya.

Ia menyebutkan, solusi cepat yang harus dilakukan agar kejadian ini tidak berulang yaitu dengan melakukan normalisasi sungai Cianjur. "Kejadian alam ini kan tak bisa dijawab secara teknis, karena itu kekuasaan Allah. Tapi sebagai upaya untuk meminimalisir dampak yang besar, saya kira perlu adanya normalisasi aliran sungai," terangnya. 

Sementara itu, menurut petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Cianjur, pihaknya masih terkendala dalam merealisasikan konsep ideal tata ruang di sempadan sungai. Padahal, penataan sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) dianggap diperlukan, terutama untuk menghindari bencana seperti banjir.

Belum adanya persetujuan konsep, hingga kepemilikan lahan di pinggir sungai, menjadi hambatan yang ditemui saat ini. Kepala Seksi Penataan Bangunan dan Lingkungan Bidang Penataan Ruang dan Bangunan PUPR Cianjur, Willy Bordus mengatakan, hingga saat ini dinas memang belum mendapatkan rekomendasi agar konsep itu disetujui pemerintah provinsi.

"Konsep pembangunan tata ruang ideal itu, memang akan berbenturan dengan banyak hal. Terutama kepentingan masyarakat, yang merasa mempunyai lahan di sekitar sungai," kata Willy, kepada wartawan, Senin (9/4/2018).

Menurut dia, penataan lingkungan di sekitar sungai akan selalu bertemu dengan property right atau kepemilikan lahan dan development right yang mencakup pengaturan pembangunan.

Willy mengungkapkan, tidak sedikit warga yang mengabaikan kewajiban perizinan untuk mendirikan bangunan di sempadan sungai. Apalagi, mereka yang merasa mempunyai hak milik atas lahan yang digunakan.

"Padahal, izin mendirikan bangunan (IMB) tetap diperlukan sekalipun itu lahan mereka. Karena, nantinya kajian, batasan, atau pertimbangan layak tidaknya pembangunan perlu mereka dapat dari kami," ujarnya.

Di dalam IMB pun, perlu mencakup Keterangan Rencana Kabupaten (KRK) yang berisi informasi syarat tata bangunan yang diberlakukan pemda. Maka dari itu, konsep itu dinilai dapat lebih menertibkan area pinggi sungai.

Namun, kondisi masyarakat yang seringkali mengabaikan hal tersebut memang akan menjadi kendala yang dinilai akan tetap ditemui sekalipun konsep tata ruang disetujui. Terkecuali, jika pemerintah memiliki gerakan bersama seperti yang dilakukan di kawasan Puncak ketika melakukan penertiban pedagang kaki lima.

Menurut Willy, pola seperti itu akan berpeluang dapat direalisasikannya pembenahan tata ruang di kawasan pinggir sungai. Terutama, bagi wilayah dengan pemukiman yang telah lama berdiri. "Karena bangunan yang sudah ada, itu menggunakan peraturan terdahulu. Tidak bisa ambil risiko untuk menertibkannya,  makanya perlu gerakan bersama kalau ingin tata ruang ideal," ucapnya.

Sebab itu, akhirnya saat ini pun PUPR lebih terfokus kepada pembangunan di kawasan baru, selama konsep terkait belum bisa digunakan. PUPR sendiri menggunakan dasar Rencana Tata Ruang Tata Wilayah (RTRW) dalam menerbitkan keterangan untuk melengkapi IMB.

Sementara itu, Camat Cianjur Kota Yudi Sahartoyo menanggapi rencana penertiban area DAS Cianjur yang terdampak banjir kemarin lusa.

"Kalau memang ada penertiban, sebaiknya dilakukan apalagi jika keselamatan warga terancam. Lagipula, warga sebenarnya memang menyadari berbahayanya tinggal di sana," kata Yudi.

Ia mengaku, sebenarnya pihak kecamatan telah berulangkali mengingatkan warga untuk tidak membangun dan menempati hunian di pinggir sungai. Hanya saja, warga seringkali berdalih tidak memiliki pilhan lain sehingga mereka bertahan.

Padahal, tanah tempat berdirinya rumah merupakan lahan pemerintah. Yudi menilai, adanya kesempatan dan inisiatif warga akhirnya membuat pemukiman tumbuh disana sejak puluhan tahun lalu.

"Jadi memang sebagian besar pasti tidak memiliki izin. Makanya, jika ada penertiban pun warga sudah siap. Daripada keselamatan mereka terus terancam," kata dia.

Sejauh ini, Yudi terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Namun, untuk sementara belum ada dialog lebih panjang dengan warga mengenai penertiban area pinggir sungai. Hanya saja, dipastikan, warga siap untuk pindah.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Si Maung 6 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 6 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Laporan Keuangan Desa di Cianjur Belum Seragam

PEMERINTAHAN Desa (Pemdes) di Kabupaten Cianjur masih belum seragam dalam sistem laporan keuangan desa. Ada yang masih menggunakan Sistem Pengelolaan Keuangan Desa (Silokades) tapi juga yang sudah menerapkan…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Satlantas Pantau Ruas Infrastruktur Jalan

SATUAN Lalulintas Polres Cianjur, mengagendakan survei pemantauan ruas-ruas infrastruktur jalan menjelang arus mudik Idul Fitri 2018. Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana,…

Bisnis Line 18 jam yang lalu

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 22/04/2018 20:05 WIB

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…