Rabu, 20 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Normalisasi Sungai Solusi Penanganan Banjir

PUPR: Perlu Penataan dan Penertiban Area DAS Cianjur

Nuki/Angga Purwanda

Selasa, 10 April 2018 - 07:57 WIB

foto:Angga Purwanda/BC
foto:Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.com - Pemerintah memang tak berdiam diri menyaksikan kondisi kota yang semrawut akibat terjangan air bercampur lumpur. Segenap 'abdi dalem' Pemkab Cianjur terlihat dikerahkan turun langsung membantu warga membersihkan sisa-sisa puing kotoran lumpur dan tumpukan sampah di ruas jalan kota.

Namun, tudingan terhadap buruknya penataan kota tak bisa terelakkan. Banjir di jantung kota seakan pukulan telak untuk Bupati Cianjur. Bagaimana tidak, selama 2 tahun kepemimpinan Irvan Rivano Muchtar sekarang ini, miliaran rupiah sudah digelontorkan pemerintah untuk sekadar menata kota. Namun kini hasilnya sangat dirasakan langsung warga perkotaan.

Bongkar pasang trotoar digenjot habis-habisan. Mempermak kota supaya cantik, indah dan menawan. Bahkan ruas jalan kotapun dirampingkan, dipersempit tak ubahnya seorang peragawati yang berbodi langsing.

Kepala Dinas PUPR Cianjur, Dedi Supriadi saat dikonfirmasi soal banjir yang melanda wilayah perkotaan Cianjur mengatakan,  banjir tersebut lebih dikarenakan imbas dari luapan air Sungai Cianjur. Pihaknya dengan tegas menampik soal tudingan yang menyebutkan bahwa banjir di perkotaan disebabkan buruknya penataan kota Cianjur.

"Banjir ini akibat luapan sungai Cianjur. Jadi di hulu sungai terjadi hujan deras, sementara kondisi di atas lahan gunung dan bukit sudah tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya, resapan sudah semakin berkurang makanya air langsung tumpah ke sungai, sehingga airnya meluap," beber Dedi saat ditemui di halaman kantor PUPR, Senin (9/4/2018).

Soal liran Sungai Cianjur sudah terjadi pendangkalan, menurutnya hal tersebut bisa dinilai sedimentasinya terbilang cukup tinggi. "Misalkan kedalaman air seharusnya 2 meter ternyata sedimentasinya 1 meter. Otomatis pada saat air meluap akan lebih tinggi lagi, bahkan luber ke lingkungan sekitarnya," jelasnya.

Ia menyebutkan, solusi cepat yang harus dilakukan agar kejadian ini tidak berulang yaitu dengan melakukan normalisasi sungai Cianjur. "Kejadian alam ini kan tak bisa dijawab secara teknis, karena itu kekuasaan Allah. Tapi sebagai upaya untuk meminimalisir dampak yang besar, saya kira perlu adanya normalisasi aliran sungai," terangnya. 

Sementara itu, menurut petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Cianjur, pihaknya masih terkendala dalam merealisasikan konsep ideal tata ruang di sempadan sungai. Padahal, penataan sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) dianggap diperlukan, terutama untuk menghindari bencana seperti banjir.

Belum adanya persetujuan konsep, hingga kepemilikan lahan di pinggir sungai, menjadi hambatan yang ditemui saat ini. Kepala Seksi Penataan Bangunan dan Lingkungan Bidang Penataan Ruang dan Bangunan PUPR Cianjur, Willy Bordus mengatakan, hingga saat ini dinas memang belum mendapatkan rekomendasi agar konsep itu disetujui pemerintah provinsi.

"Konsep pembangunan tata ruang ideal itu, memang akan berbenturan dengan banyak hal. Terutama kepentingan masyarakat, yang merasa mempunyai lahan di sekitar sungai," kata Willy, kepada wartawan, Senin (9/4/2018).

Menurut dia, penataan lingkungan di sekitar sungai akan selalu bertemu dengan property right atau kepemilikan lahan dan development right yang mencakup pengaturan pembangunan.

Willy mengungkapkan, tidak sedikit warga yang mengabaikan kewajiban perizinan untuk mendirikan bangunan di sempadan sungai. Apalagi, mereka yang merasa mempunyai hak milik atas lahan yang digunakan.

"Padahal, izin mendirikan bangunan (IMB) tetap diperlukan sekalipun itu lahan mereka. Karena, nantinya kajian, batasan, atau pertimbangan layak tidaknya pembangunan perlu mereka dapat dari kami," ujarnya.

Di dalam IMB pun, perlu mencakup Keterangan Rencana Kabupaten (KRK) yang berisi informasi syarat tata bangunan yang diberlakukan pemda. Maka dari itu, konsep itu dinilai dapat lebih menertibkan area pinggi sungai.

Namun, kondisi masyarakat yang seringkali mengabaikan hal tersebut memang akan menjadi kendala yang dinilai akan tetap ditemui sekalipun konsep tata ruang disetujui. Terkecuali, jika pemerintah memiliki gerakan bersama seperti yang dilakukan di kawasan Puncak ketika melakukan penertiban pedagang kaki lima.

Menurut Willy, pola seperti itu akan berpeluang dapat direalisasikannya pembenahan tata ruang di kawasan pinggir sungai. Terutama, bagi wilayah dengan pemukiman yang telah lama berdiri. "Karena bangunan yang sudah ada, itu menggunakan peraturan terdahulu. Tidak bisa ambil risiko untuk menertibkannya,  makanya perlu gerakan bersama kalau ingin tata ruang ideal," ucapnya.

Sebab itu, akhirnya saat ini pun PUPR lebih terfokus kepada pembangunan di kawasan baru, selama konsep terkait belum bisa digunakan. PUPR sendiri menggunakan dasar Rencana Tata Ruang Tata Wilayah (RTRW) dalam menerbitkan keterangan untuk melengkapi IMB.

Sementara itu, Camat Cianjur Kota Yudi Sahartoyo menanggapi rencana penertiban area DAS Cianjur yang terdampak banjir kemarin lusa.

"Kalau memang ada penertiban, sebaiknya dilakukan apalagi jika keselamatan warga terancam. Lagipula, warga sebenarnya memang menyadari berbahayanya tinggal di sana," kata Yudi.

Ia mengaku, sebenarnya pihak kecamatan telah berulangkali mengingatkan warga untuk tidak membangun dan menempati hunian di pinggir sungai. Hanya saja, warga seringkali berdalih tidak memiliki pilhan lain sehingga mereka bertahan.

Padahal, tanah tempat berdirinya rumah merupakan lahan pemerintah. Yudi menilai, adanya kesempatan dan inisiatif warga akhirnya membuat pemukiman tumbuh disana sejak puluhan tahun lalu.

"Jadi memang sebagian besar pasti tidak memiliki izin. Makanya, jika ada penertiban pun warga sudah siap. Daripada keselamatan mereka terus terancam," kata dia.

Sejauh ini, Yudi terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Namun, untuk sementara belum ada dialog lebih panjang dengan warga mengenai penertiban area pinggir sungai. Hanya saja, dipastikan, warga siap untuk pindah.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.