Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Bupati Diminta Klarifikasi dan Akui Kesalahan Kebijakan

Jangan Hanya Salahkan Alam, Evaluasi Proyek Penataan Kota yang Habiskan Puluhan Miliar Rupiah

Angga Purwanda/Gie

Rabu, 11 April 2018 - 08:53 WIB

foto:Angga Purwanda/BC
foto:Angga Purwanda/BC
A A A

PWI: Banjir Ini Disengaja, Diciptakan atau Faktor Alam? Cukup Jawab yang Mana, Bupati Tak Perlu Maki Wartawan

Beritacianjur.com - BENCANA banjir yang pertama kalinya terjadi di kawasan perkotaan Cianjur dan sikap Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar yang malah memaki wartawan saat dikonfirmasi terkait bencana tersebut, masih terus menuai reaksi dari sejumlah kalangan.

Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Cianjur, Ahmad FIkri mengungkapkan kekecewaannya atas sikap arogan yang ditunjukkan bupati. Menurutnya, sebagai orang nomor satu di Cianjur, seharusnya bupati dapat bersikap bijak dalam menanggapi pertanyaan wartawan, karena hal itu merupakan bagian dari tugas seorang jurnalis terkait apapun yang merupakan kebijakan pemerintah.

“Secara pribadi saya kecewa dengan sikap yang ditunjukkan bupati tersebut. Kalau tidak mau berkomentar bisa saja arahkan wartawan ke kepala dinas terkait dan tidak perlu memaki, sehingga ini menjadi preseden buruk untuk dirinya sendiri,” ujar Fikri yang juga seorang jurnalis dari Kantor Berita Antara kepada Berita Cianjur, Selasa (10/4/2018).

Terkait pernyataan Bupati Cianjur yang menyebutkan wartawan tukang mengadu domba, Fikri menyebutkan, harus dilakukan klarifikasi, apa yang dimaksud dengan pernyataan tersebut. “Kalau terkait banjir, apakah ini disengaja atau diciptakan ataukah faktor alam, cukup jawab yang mana. Ini perlu digaris bawahi jangan sampai gagap ketika menghadapi wartawan dan menyebut wartawan sebagai pengadu domba," katanya.

"Pertanyaannya, adu domba dengan siapa ketika yang dipertanyakan soal bencana alam? Harapan saya ada klarifikasi dari bupati terkait ucapannya,” tegas Fikri yang akrab disapa Orik itu.

Sementara itu, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) CIanjur, Rudi Agan menegaskan, banjir yang terjadi pada Sabtu (7/4/2018) lalu yang merusak puluhan rumah warga memang bencana alam. Namun Pemkab Cianjur jangan hanya menyalahkan alam, namun harus mengevaluasi seluruh program dan kebijakannya, khususnya terkait proyek penataan kota yang menghabiskan puluhan miliar rupiah.

"Ada sebab ada akibat. Banjir memang bencana alam, tapi banjir bandang di perkotaan Cianjur ini baru pertama kali loh. Jadi wajar kalau masyarakat banyak bertanya, ini kenapa? Apa yang salah? Proyek penataan kota berjalan, tapi malah menimbulkan masalah," ujar Rudi kepada Berita Cianjur kemarin.

Rudi menegaskan, banjir di perkotaan merupakan masalah baru dari segudang masalah lainnya di Cianjur. Alhasil, evaluasi yang dilakukan harus secara menyeluruh. Bahkan menurutnya, tak hanya sekadar evaluasi, namun aparat penegak hukum harus segera dan benar-benar menyelidiki berbagai permasalahan yang terjadi.

"Pemkab dan aparat penegak hukum jangan lupa, selain banjir, masih banyak lagi permasalahan lainnya, seperti Megaproyek Campaka, RSUD, hibah untuk honorer K2, dan masih banyak lagi yang lainnya. Jadi, Cianjur ini bukan hanya kotanya saja yang banjir, tapi masalahnya juga banjir," katanya.

Terpisah, Direktur Cianjur Institute, Ridwan Mubarak menilai, seharusnya bupati segera mengevaluasi, mencarikan solusi serta mengakui segala kekeliruan dan kesalahan kebijakan yang terwujud dalam bentuk maladministrasi yang berorientasi kepada malpraktik. "Jika tidak mampu, mundur saja secara baik-baik sebagai bupati. Itu jauh lebih terhormat daripada dipaksa mundur oleh rakyat," tegasnya.

Menurutnya, seorang kepala daerah yang baik adalah yang mampu menyejahterakan rakyatnya, memberikan rasa aman dan nyaman, serta selalu hadir dalam ruang-ruang kegelisahan rakyat yang menjadi tanggung jawabnya. "Bukan malah menjadi biang kerok kemiskinan dan keterbelakangan rakyatnya," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, harusnya tanggung jawab dan segera berikan solusi, bukan malah marah-marah tak jelas. Itulah ungkapan kekesalan sejumlah aktivis untuk Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar yang memarahi wartawan Berita Cianjur saat memberikan pertanyaan terkait bencana banjir.

Ya, tanpa alasan yang jelas, bupati tiba-tiba marah besar kepada wartawan. Kemarahan orang nomor satu di Cianjur itu diluapkannya saat wartawan mengonfirmasi terkait banjir yang melanda kawasan perkotaan Cianjur pada Sabtu (8/4/2018) lalu.

Kejadian ini berawal saat wartawan menemui bupati yang tengah meninjau pembangunan taman di lingkungan Pendopo Cianjur, Senin (9/4/2018). Pada kesempatan itu bupati yang didampingi istrinya Ratu Elisye terlihat konsen memerhatikan perkembangan pembangunan yang sudah dilaksanakan pihak rekanan.

Bahkan pasangan sejoli ini sempat berfoto bersama, keduanya tampak berpose mesra di atas sebuah bangunan setengah jadi yang ada di lokasi dan disaksikan rengrengannya. Seusai mengambil foto tersebut, wartawan langsung menemui bupati yang saat itu masih didampingi sang istri. Awalnya bupati tampak biasa saja saat bertemu wartawan, begitupun ketika wartawan menyodorkan tangan untuk berjabat tangan, ia tak menolaknya.

Roman bupati mulai berubah saat wartawan mengajukan konfirmasi, meminta tanggapan terkait penanganan pasca banjir yang melanda kota Cianjur. Dengan nada meninggi bupati menyampaikan penolakan untuk dikonfirmasi. "Moal ah," singkat bupati sambil terus berjalan kaki menuju kendaraan dinasnya sambil diikuti Ratu Elisye.

Saat menuju kendaraan tersebut, tiba tiba saja bupati mengatai wartawan dengan menyebut tukang adu domba. Kata-kata tersebut dilontarkannya tanpa jelas apa alasannya. "Ah didinya mah ngadu domba wae," ketus bupati sambil berlalu pergi masuk ke kendaraan dinasnyah.(*

Komentar Berita

Berita Lainnya

Si Maung 6 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 6 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Laporan Keuangan Desa di Cianjur Belum Seragam

PEMERINTAHAN Desa (Pemdes) di Kabupaten Cianjur masih belum seragam dalam sistem laporan keuangan desa. Ada yang masih menggunakan Sistem Pengelolaan Keuangan Desa (Silokades) tapi juga yang sudah menerapkan…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Satlantas Pantau Ruas Infrastruktur Jalan

SATUAN Lalulintas Polres Cianjur, mengagendakan survei pemantauan ruas-ruas infrastruktur jalan menjelang arus mudik Idul Fitri 2018. Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana,…

Bisnis Line 17 jam yang lalu

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 22/04/2018 20:05 WIB

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…