Jumat, 17 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Bupati Diminta Klarifikasi dan Akui Kesalahan Kebijakan

Jangan Hanya Salahkan Alam, Evaluasi Proyek Penataan Kota yang Habiskan Puluhan Miliar Rupiah

Angga Purwanda/Gie

Rabu, 11 April 2018 - 08:53 WIB

foto:Angga Purwanda/BC
foto:Angga Purwanda/BC
A A A

PWI: Banjir Ini Disengaja, Diciptakan atau Faktor Alam? Cukup Jawab yang Mana, Bupati Tak Perlu Maki Wartawan

Beritacianjur.com - BENCANA banjir yang pertama kalinya terjadi di kawasan perkotaan Cianjur dan sikap Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar yang malah memaki wartawan saat dikonfirmasi terkait bencana tersebut, masih terus menuai reaksi dari sejumlah kalangan.

Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Cianjur, Ahmad FIkri mengungkapkan kekecewaannya atas sikap arogan yang ditunjukkan bupati. Menurutnya, sebagai orang nomor satu di Cianjur, seharusnya bupati dapat bersikap bijak dalam menanggapi pertanyaan wartawan, karena hal itu merupakan bagian dari tugas seorang jurnalis terkait apapun yang merupakan kebijakan pemerintah.

“Secara pribadi saya kecewa dengan sikap yang ditunjukkan bupati tersebut. Kalau tidak mau berkomentar bisa saja arahkan wartawan ke kepala dinas terkait dan tidak perlu memaki, sehingga ini menjadi preseden buruk untuk dirinya sendiri,” ujar Fikri yang juga seorang jurnalis dari Kantor Berita Antara kepada Berita Cianjur, Selasa (10/4/2018).

Terkait pernyataan Bupati Cianjur yang menyebutkan wartawan tukang mengadu domba, Fikri menyebutkan, harus dilakukan klarifikasi, apa yang dimaksud dengan pernyataan tersebut. “Kalau terkait banjir, apakah ini disengaja atau diciptakan ataukah faktor alam, cukup jawab yang mana. Ini perlu digaris bawahi jangan sampai gagap ketika menghadapi wartawan dan menyebut wartawan sebagai pengadu domba," katanya.

"Pertanyaannya, adu domba dengan siapa ketika yang dipertanyakan soal bencana alam? Harapan saya ada klarifikasi dari bupati terkait ucapannya,” tegas Fikri yang akrab disapa Orik itu.

Sementara itu, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) CIanjur, Rudi Agan menegaskan, banjir yang terjadi pada Sabtu (7/4/2018) lalu yang merusak puluhan rumah warga memang bencana alam. Namun Pemkab Cianjur jangan hanya menyalahkan alam, namun harus mengevaluasi seluruh program dan kebijakannya, khususnya terkait proyek penataan kota yang menghabiskan puluhan miliar rupiah.

"Ada sebab ada akibat. Banjir memang bencana alam, tapi banjir bandang di perkotaan Cianjur ini baru pertama kali loh. Jadi wajar kalau masyarakat banyak bertanya, ini kenapa? Apa yang salah? Proyek penataan kota berjalan, tapi malah menimbulkan masalah," ujar Rudi kepada Berita Cianjur kemarin.

Rudi menegaskan, banjir di perkotaan merupakan masalah baru dari segudang masalah lainnya di Cianjur. Alhasil, evaluasi yang dilakukan harus secara menyeluruh. Bahkan menurutnya, tak hanya sekadar evaluasi, namun aparat penegak hukum harus segera dan benar-benar menyelidiki berbagai permasalahan yang terjadi.

"Pemkab dan aparat penegak hukum jangan lupa, selain banjir, masih banyak lagi permasalahan lainnya, seperti Megaproyek Campaka, RSUD, hibah untuk honorer K2, dan masih banyak lagi yang lainnya. Jadi, Cianjur ini bukan hanya kotanya saja yang banjir, tapi masalahnya juga banjir," katanya.

Terpisah, Direktur Cianjur Institute, Ridwan Mubarak menilai, seharusnya bupati segera mengevaluasi, mencarikan solusi serta mengakui segala kekeliruan dan kesalahan kebijakan yang terwujud dalam bentuk maladministrasi yang berorientasi kepada malpraktik. "Jika tidak mampu, mundur saja secara baik-baik sebagai bupati. Itu jauh lebih terhormat daripada dipaksa mundur oleh rakyat," tegasnya.

Menurutnya, seorang kepala daerah yang baik adalah yang mampu menyejahterakan rakyatnya, memberikan rasa aman dan nyaman, serta selalu hadir dalam ruang-ruang kegelisahan rakyat yang menjadi tanggung jawabnya. "Bukan malah menjadi biang kerok kemiskinan dan keterbelakangan rakyatnya," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, harusnya tanggung jawab dan segera berikan solusi, bukan malah marah-marah tak jelas. Itulah ungkapan kekesalan sejumlah aktivis untuk Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar yang memarahi wartawan Berita Cianjur saat memberikan pertanyaan terkait bencana banjir.

Ya, tanpa alasan yang jelas, bupati tiba-tiba marah besar kepada wartawan. Kemarahan orang nomor satu di Cianjur itu diluapkannya saat wartawan mengonfirmasi terkait banjir yang melanda kawasan perkotaan Cianjur pada Sabtu (8/4/2018) lalu.

Kejadian ini berawal saat wartawan menemui bupati yang tengah meninjau pembangunan taman di lingkungan Pendopo Cianjur, Senin (9/4/2018). Pada kesempatan itu bupati yang didampingi istrinya Ratu Elisye terlihat konsen memerhatikan perkembangan pembangunan yang sudah dilaksanakan pihak rekanan.

Bahkan pasangan sejoli ini sempat berfoto bersama, keduanya tampak berpose mesra di atas sebuah bangunan setengah jadi yang ada di lokasi dan disaksikan rengrengannya. Seusai mengambil foto tersebut, wartawan langsung menemui bupati yang saat itu masih didampingi sang istri. Awalnya bupati tampak biasa saja saat bertemu wartawan, begitupun ketika wartawan menyodorkan tangan untuk berjabat tangan, ia tak menolaknya.

Roman bupati mulai berubah saat wartawan mengajukan konfirmasi, meminta tanggapan terkait penanganan pasca banjir yang melanda kota Cianjur. Dengan nada meninggi bupati menyampaikan penolakan untuk dikonfirmasi. "Moal ah," singkat bupati sambil terus berjalan kaki menuju kendaraan dinasnya sambil diikuti Ratu Elisye.

Saat menuju kendaraan tersebut, tiba tiba saja bupati mengatai wartawan dengan menyebut tukang adu domba. Kata-kata tersebut dilontarkannya tanpa jelas apa alasannya. "Ah didinya mah ngadu domba wae," ketus bupati sambil berlalu pergi masuk ke kendaraan dinasnyah.(*

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…