Senin, 23 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Puluhan Kades Ontrog BPKAD Kabupaten Cianjur

Tuntut Segera Dicairkannya Alokasi Dana Desa Tahap Pertama

Angga Purwanda

Rabu, 11 April 2018 - 19:48 WIB

Puluhan Kades Ontrog BPKAD Kabupaten Cianjur
Puluhan Kades Ontrog BPKAD Kabupaten Cianjur
A A A

Beritacianjur.com - PULUHAN kepala desa (Kades) mendatangi Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Cianjur di Jalan KH Abdulah bin Nuh, Rabu (11/4/2018) pagi.

Kedatangan para kades itu menuntut  segera dicairkannya alokasi dana desa (ADD) tahap pertama yang di dalamnya terdapat hak berupa gaji perangkat desa.

Setelah sempat berkumpul di halaman Kantor BPKAD Kabupaten Cianjur, puluhan kades itu akhirnya berkesempatan untuk beraudiensi dengan pimpinan dan kabid di BPKAD. 

Audiensi yang digelar di Aula BPKAD itu mendapat pengawalan dari petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur dan sempat berlangsung panas.

Sejumlah kades bernada tinggi mempertanyakan hak mereka karena merasa secara administrasi sudah lengkap. Beberapa di antara bahkan ada mereka menggebrak-gebrak meja.

"Saya tak mau bertele-tele. Ada uangnya tidak? Sudah tiga minggu saya menunggu pencairan, bolak-balik ke Bank BJB, tapi gak ada," kata Kepala Desa Sukamulya, Kecamatan Sukaluyu, Wawan Ruswandi, kepada wartawan.

Wawan sudah bosan menanyakan kepastian pencairan. Terakhir ia mengecek pada Selasa (10/4/2018) lalu, tapi hasilnya masih nihil. "Saya sudah bekerja empat bulan, tapi belum menerima hak. Baru sekarang seperti ini. Biasanya yang dulu setelah tanda-tangan di keuangan (BPKAD), paling lambat tiga hari juga sudah ada. Ini sudah tiga minggu belum ada juga," tutur Wawan yang juga menjabat Ketua Apdesi Kecamatan Sukaluyu.

Kondisi itu membuat Wawan menanggung beban moral kepada para perangkat desa. Apalagi ia malu dengan istri dan anak karena belum bisa memberikan kewajiban. "Saya ini punya anak dan istri. Kepala pening memikirkan bini yang menuntut risiko," jelasnya.

Aksi yang dilakukan kali ini, menurut Wawan, karena keterpaksaan. Ia mengaku tak semestinya harus datang ke BPKAD. "Tapi kalau setiap cek ke rekening tak ada terus, ya terpaksa kami datang ke sini. Ini bukan demo, tapi audiensi," jelas dia.

ADD di Desa Sukamulya sebesar Rp400 juta. Dana itu dialokasikan untuk BPD, perangkat desa, kepala desa, tunjangan siltap (penghasilan tetap), dan pembangunan. "Kasihan kan harus seperti ini," pungkasnya.

Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Cianjur, Beni Irawan, kedatangan perwakilan kepala desa mempertanyakan keuangan yang sampai saat ini tak jelas pencairannya. Di sisi lain, kepala desa dituntut menyelesaikan pekerjaan. "Bulan ini kita harus menggelar musren (musyawarah rencana). Mau musren gimana yang ini saja belum dikerjakan," tambah Beni.

Kabarnya, lanjut Beni, kendalanya ada di staf BPKAD. Mandeknya pencairan ADD tahap pertama sudah berjalan tiga pekan. "Tapi kadis (kepala dinas) berjanji dalam waktu dua hari setelah ditanda tangan akan dicairkan tapi jika semua berkas sudah masuk. Nanti dananya akan disalurkan melalui RKUDesa," ucapnya.

Pencairan ADD dan Dana Desa dibagi tiga termin. Termin pertama sebesar 20%, termin kedua 40%, dan terakhir termin ketiga 40%. "Besarannya bervariasi. Tapi kalau dirata-ratakan per desa menerima Rp230 juta ditambah siltap Rp110 juta. Jadi totalnya sekitar Rp340 juta," tandasnya.

Sementara itu, Kepala BPKAD Kabupaten Cianjur, Dedi Sudrajat didampingi Kabid Anggaran, Muhamad Lutfi, mengungkapkan, besaran ADD dan DD tahun ini di Kabupaten Cianjur mencapai Rp346.804.878.000. Tahap pertama, besaran pencairannya sebesar 20%.

"Tahap pertama itu 20%. Tapi tidak semua desa. Baru beberapa desa. Hasil hitung-hitungan sekitar 60%. Jadi dana yang turun itu melalui KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara)," terang Dedi.

Kendala teknis telatnya pencairan, lanjut dia, lebih ke teknis. Artinya, berkas yang diserahkan dari setiap desa harus diverifikasi terlebih dulu. "Kelengkapan administrasi itu ada tiga yakni untuk ADD, DD, dan Siltap. Di lapangan, keterlambatan karena satu berkas itu harus difoto kopi," pungkasnya. (angga purwanda)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 20/04/2018 08:00 WIB

DPRD Jadi Anak Buah Bupati?

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi dan Sekretaris Dewan, Cahyo Supriyo terkait mekanisme penghapusan pendapat atau pandangan akhir fraksi, kembali terbongkar.

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Pengendara Opang Desak Hapus Angkutan Berbasis Online

RIBUAN pengendara ojek pangkalan (Opang) dan angkutan umum (Angkum) di Cianjur menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (19/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:52 WIB

Prediksi Harga Beras Jelang Ramadan tak Melonjak

SEJUMLAH pedagang komoditas beras di Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku memprediksi untuk harga beras tidak akan mengalami lonjakan menjelang Ramadan 1438 Hijriah mendatang.

Aktualita 19/04/2018 08:00 WIB

Kebohongan Ketua DPRD Terungkap

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi terkait mekanisme penghapusan pendapat akhir fraksi semakin menguat. Benarkah?

Aktualita 19/04/2018 07:55 WIB

Balas Budi? Ini Dugaan Kongkalikong Antara Bupati dan Ketua DPRD

DUGAAN kongkalikong antara Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar dengan Ketua DPRD, Yadi Mulyadi menyeruak. Pasalnya, meski sejak awal sudah diketahui belum mengantongi izin, namun Megaproyek Campaka baru…

Aktualita 19/04/2018 07:50 WIB

Golkar Pecat Dua Anggotanya, Demokrat?

HAWA politik Cianjur kian memanas. Birunya langit tak lagi menjadi pertanda akan cerahnya panggung politik Cianjur, tapi sebaliknya justru membawa pertanda datangnya “hujan badai” yang akan menyapu…

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polwan Polres Cianjur Berikan Bantuan Bagi Adah

MEMPERINGATI Hari Kartini 2018 jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur menggelar sejumlah kegiatan sosial, di antaranya dengan menyambangi kediaman Adah, warga Kampung Mayak Empang RT 01/04, Desa…

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polres Cianjur Ciduk Tujuh Pelaku Kejahatan

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur menciduk tujuh orang pelaku kejahatan yang biasa menjalankan aksinya di wilayah hukum Cianjur. Penangkapan ketujuh pelaku itu dilakukan dalam waktu dan tempat berbeda.

Aktualita 18/04/2018 08:10 WIB

Desak Pemkab Tanggung Jawab, Garis Sebar Spanduk Banjir

BANJIR belum pernah terjadi sebelumnya di Cianjur. Masihkah kita bangga dengan dosa-dosa? Itulah tulisan dalam spanduk yang dipasang Gerakan Reformis Islam (Garis) di sejumlah lokasi banjir di kawasan…