Selasa, 17 Juli 2018 | Cianjur, Indonesia

Puluhan Kades Ontrog BPKAD Kabupaten Cianjur

Tuntut Segera Dicairkannya Alokasi Dana Desa Tahap Pertama

Angga Purwanda

Rabu, 11 April 2018 - 19:48 WIB

Puluhan Kades Ontrog BPKAD Kabupaten Cianjur
Puluhan Kades Ontrog BPKAD Kabupaten Cianjur
A A A

Beritacianjur.com - PULUHAN kepala desa (Kades) mendatangi Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Cianjur di Jalan KH Abdulah bin Nuh, Rabu (11/4/2018) pagi.

Kedatangan para kades itu menuntut  segera dicairkannya alokasi dana desa (ADD) tahap pertama yang di dalamnya terdapat hak berupa gaji perangkat desa.

Setelah sempat berkumpul di halaman Kantor BPKAD Kabupaten Cianjur, puluhan kades itu akhirnya berkesempatan untuk beraudiensi dengan pimpinan dan kabid di BPKAD. 

Audiensi yang digelar di Aula BPKAD itu mendapat pengawalan dari petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur dan sempat berlangsung panas.

Sejumlah kades bernada tinggi mempertanyakan hak mereka karena merasa secara administrasi sudah lengkap. Beberapa di antara bahkan ada mereka menggebrak-gebrak meja.

"Saya tak mau bertele-tele. Ada uangnya tidak? Sudah tiga minggu saya menunggu pencairan, bolak-balik ke Bank BJB, tapi gak ada," kata Kepala Desa Sukamulya, Kecamatan Sukaluyu, Wawan Ruswandi, kepada wartawan.

Wawan sudah bosan menanyakan kepastian pencairan. Terakhir ia mengecek pada Selasa (10/4/2018) lalu, tapi hasilnya masih nihil. "Saya sudah bekerja empat bulan, tapi belum menerima hak. Baru sekarang seperti ini. Biasanya yang dulu setelah tanda-tangan di keuangan (BPKAD), paling lambat tiga hari juga sudah ada. Ini sudah tiga minggu belum ada juga," tutur Wawan yang juga menjabat Ketua Apdesi Kecamatan Sukaluyu.

Kondisi itu membuat Wawan menanggung beban moral kepada para perangkat desa. Apalagi ia malu dengan istri dan anak karena belum bisa memberikan kewajiban. "Saya ini punya anak dan istri. Kepala pening memikirkan bini yang menuntut risiko," jelasnya.

Aksi yang dilakukan kali ini, menurut Wawan, karena keterpaksaan. Ia mengaku tak semestinya harus datang ke BPKAD. "Tapi kalau setiap cek ke rekening tak ada terus, ya terpaksa kami datang ke sini. Ini bukan demo, tapi audiensi," jelas dia.

ADD di Desa Sukamulya sebesar Rp400 juta. Dana itu dialokasikan untuk BPD, perangkat desa, kepala desa, tunjangan siltap (penghasilan tetap), dan pembangunan. "Kasihan kan harus seperti ini," pungkasnya.

Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Cianjur, Beni Irawan, kedatangan perwakilan kepala desa mempertanyakan keuangan yang sampai saat ini tak jelas pencairannya. Di sisi lain, kepala desa dituntut menyelesaikan pekerjaan. "Bulan ini kita harus menggelar musren (musyawarah rencana). Mau musren gimana yang ini saja belum dikerjakan," tambah Beni.

Kabarnya, lanjut Beni, kendalanya ada di staf BPKAD. Mandeknya pencairan ADD tahap pertama sudah berjalan tiga pekan. "Tapi kadis (kepala dinas) berjanji dalam waktu dua hari setelah ditanda tangan akan dicairkan tapi jika semua berkas sudah masuk. Nanti dananya akan disalurkan melalui RKUDesa," ucapnya.

Pencairan ADD dan Dana Desa dibagi tiga termin. Termin pertama sebesar 20%, termin kedua 40%, dan terakhir termin ketiga 40%. "Besarannya bervariasi. Tapi kalau dirata-ratakan per desa menerima Rp230 juta ditambah siltap Rp110 juta. Jadi totalnya sekitar Rp340 juta," tandasnya.

Sementara itu, Kepala BPKAD Kabupaten Cianjur, Dedi Sudrajat didampingi Kabid Anggaran, Muhamad Lutfi, mengungkapkan, besaran ADD dan DD tahun ini di Kabupaten Cianjur mencapai Rp346.804.878.000. Tahap pertama, besaran pencairannya sebesar 20%.

"Tahap pertama itu 20%. Tapi tidak semua desa. Baru beberapa desa. Hasil hitung-hitungan sekitar 60%. Jadi dana yang turun itu melalui KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara)," terang Dedi.

Kendala teknis telatnya pencairan, lanjut dia, lebih ke teknis. Artinya, berkas yang diserahkan dari setiap desa harus diverifikasi terlebih dulu. "Kelengkapan administrasi itu ada tiga yakni untuk ADD, DD, dan Siltap. Di lapangan, keterlambatan karena satu berkas itu harus difoto kopi," pungkasnya. (angga purwanda)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 20 jam yang lalu

Korupsi di Cianjur Aman?

KORUPSI di Cianjur aman. Begitu kata seorang aktivis, menyikapi sederet temuan kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur yang kini mencuat dan ramai dibicarakan publik.

Cianjur Euy 15/07/2018 23:07 WIB

Polsek Warungkondang Siap Menjawab Keinginan Masyarakat

PERINGATI HUT Bhayangkara ke 72 Polsek Warungkondang, Kabupaten Cianjur gelar syukuran, Sabtu (14/7/2018). Terlihat seluruh kalangan masyarakat menjadi tamu undangan.

Cianjur Euy 15/07/2018 20:15 WIB

Asian GamesXVIII Ajang Dongkrak Sektor Pariwisata

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur bakal memaskimalkan momentum gelaran Asian Games XVIII/2018 untuk mempromosikan dan mendongkrak sektor pariwisata.

Aktualita 13/07/2018 07:00 WIB

Masyarakat Muak dengan Kebijakan Bupati

DUGAAN kuat pelanggaran Megaproyek Campaka tak hanya ramai diberitakan di media massa, namun ternyata isu kebijakan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar terkait pemindahan ibu kota juga viral di jejaring…

Aktualita 13/07/2018 06:55 WIB

Didemo Warga, Pengusaha Balik Ancam Akan Tutup Perusahaan

Ratusan warga Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, mendemo PT Three Six World (PT.TSW), Kamis (12/7/2018)

Cianjur Euy 12/07/2018 21:08 WIB

Lapas Kelas IIB Cianjur Utamakan Pembinaan Keagamaan

LATAR belakang pondok pesantren (Pontren) yang diterapkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Cianjur menjadi sesuatu yang unik. Dimana, para warga binaan diberikan pendekataan keagamaan untuk…

Cianjur Euy 12/07/2018 21:08 WIB

Tingkat Penyerapan Beras Petani di Semeseter I Mencapai 80,78%

BULOG Subdivre Cianjur mengklaim tingkat penyerapan beras petani memasuki semester I tahun ini sudah mencapai 80,78 persen. Hal itu, tak terlepas dari mulai meningkatnya kepercayaan petani menjual hasil…

Cianjur Euy 12/07/2018 21:08 WIB

Situs Gunung Padang Diusulkan Ke UNESCO

TIM Arkeolog Situs Gunung Padang tengah mengkaji untuk mengusulkan situs tersebut ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia (World Heritage). Rencananya semua elemen, mulai dari pemerintah daerah bakal dilibatkan…

Aktualita 12/07/2018 07:00 WIB

Bukti Kuat untuk Aparat

PENGAKUAN dan penjelasan dugaan kuat pelanggaran pada Megaproyek Campaka terus bermunculan. Mulai dari masyarakat, aktivis, wakil rakyat hingga pakar hukum. Lalu, mengapa aparat penegak hukum belum bertindak?

Cianjur Euy 11/07/2018 21:36 WIB

Pemkab Cianjur Siap Antisipasi Kekeringan

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur menyiapkan langkah antisipasi terjadinya dampak kekeringan yang diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.