Jumat, 17 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Niatnya Percantik Kota, Pelaksanaannya Janggal, Banjir Melanda

Pengadaan Kelapa Gading Rp 1,4 M, Janggal

Gie/Nuki

Kamis, 12 April 2018 - 08:00 WIB

foto:nuki/BC
foto:nuki/BC
A A A

Saat Ditanya Soal Kejanggalan, Kadis: Kumaha Atuh, Da Dipiwarang Pimpinan

Beritacianjur.com - KETIKA sejumlah kalangan menilai, terjadinya banjir di kawasan perkotaan Cianjur untuk yang pertama kalinya diakibatkan buruknya tata kota, kini muncul kejanggalan pada proyek pengadaan tanaman kelapa gading senilai Rp1.4 M, di Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Cianjur. Benarkah?

Kejanggalan pertama, dalam tahun anggaran yang sama, pihak dinas meluncurkan kegiatan pengadaan serupa namun dengan nilai yang jauh lebih kecil, yaitu sebesar Rp360 juta. Selain itu, kejanggalan lainnya terkait mekanisme pengadaan proyek miliaran tersebut, yang seharusnya melalui mekanisme tender atau lelang, namun pada kenyataannya tidak menggunakan mekanisme tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengadaan tanaman kelapa gading itu nantinya diperuntukkan mempercantik Cianjur kota. Tanaman kelapa gading akan ditanam di sejumlah lahan yang tersedia di sepanjang trotoar ruas jalan perkotaan Cianjur, khususnya areal landmark.

Kepala DTPH Cianjur, Nano saat dikonfirmasi terkait mekanisme proyek tersebut malah mengarahkan wartawan ke bidang perkebunan. Nano berdalih yang mengetahui lebih jelas soal itu adalah Pak Ali yang menjabat sebagai Kepala Bidang Perkebunan.

"Kalau tidak salah sih itu prosesnya bertahap. Lebih jelasnya sih teknisnya ke Pak Kabid saja yah," ujar Nano saat ditemui di Kantor Bappeda Cianjur belum lama ini.

Nano menuturkan, selain untuk pertamanan kota, kelapa gading juga dibagikan ke instansi lain, seperti kantor kecamatan atau juga desa. "Kecamatan sama desa juga banyak yang minta," imbuhnya.

Disinggung soal pengadaan kelapa gading untuk di 7 titik rest area senilai Rp360 juta, Nano menjelaskan, rencananya memang diperuntukkan untuk itu, namun pada akhirnya diperuntukkan bagi lahan yang sudah siap seperti landmark alun-alun, dikarenakan saat itu rest area belum selesai.

"Yah kita kaya saling kejar dengan pekerjaan yang dilakukan PUPR, nunggu sampai beres baru ditanami. Makanya untuk tahun sekarang sudah tidak sama dinas pertanian. Jadi dari hasil evaluasi pengerjaan tersebut lebih dominan tupoksinya sama Kimrum dan PUPR," terangnya.

Saat ditanya terkait pengadaan barang (kelapa gading, red) tahun 2017, Nano menyebutkan sudah habis dan semuanya sudah ditanam. “Cuma mungkin setelah ditanam ada yang mati karena tidak cocok seperti di Cipanas. Maka tidak dilanjutkan penanaman di sana," jawabnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi II DPRD Cianjur, Tika Latifah mengaku sempat mempertanyakan sejumlah kejanggalan pada pengadaan kelapa gading tersebut kepada Nano. Jawaban dari Kepala DTPH, sambung Tika, cukup mengejutkan, karena Nano menyebutkan semua itu instruksi langsung dari Bupati Cianjur dan harus dilaksanakannya.

“Ya, waktu itu kita sempat bertanya soal program di dinas pertanian, yang nama kegiatannya peningkatan produksi pertanian, jenis kegiatannya penanaman kelapa kuning di landmark alun-alun dan 7 titik rest area. Kalau gak salah total anggarannya Rp1.648 miliar,“ ungkapnya.

“Kita tanya, output-nya seperti apa? Kenapa ada di dinas pertanian? Kan kalau peningkatan produksi harus ada oucome-nya nanti hasil kelapa, kan ini mah cuma kelapa untuk hiasan, kenapa ada di dinas pertanian? Kadis malah bilang kumaha atuh, da dipiwarang pimpinan (bupati, red), nya kedah dilaksanakan sebaik mungkin,“ sambung Tika.

Sementara itu, Kabid Perkebunan, Ali saat dikonfirmasi menjelaskan, pada proyek pengadaan tersebut terdapat perubahan nilai, yakni dari Rp1,4 M turun menjadi Rp800 juta. Dimana anggaran sebesar itu tidak hanya untuk pengadaan kelapa gading saja tapi juga untuk tanaman taman lainnya.

"Jadi setelah perubahan, finalnya besaran anggaran pengadaan kelapa gading dan tanaman taman lainnya cuma sebesar Rp804 juta," terangnya.

Ali membenarkan bahwa pada mekanisme pengerjaan proyek tidak dilakukan tender atau lelang. “Soalnya begini, untuk penanaman kelapa ini dinas mengikuti pekerjaan yang dilaksanakan PUPR. Jadi selain harus menunggu pengerjaan blumbak beres, titik penanamannya juga berbeda. Makanya kalau pakai sistem tender ini tidak mungkin, berbeda kalau penanamannya di lahan satu amparan, dengan tender itu sih memungkinkan," bebernya.

Alhasil, sambung Ali, dikarenakan tidak memenuhi kriteria tender untuk proses pengerjaan lapangannya, maka akhirnya proyeknya dipecah menjadi Rp200 juta di setiap spotnya.

"Dikhawatirkan kalau dengan tender barang akan terbengkalai, selain spot tanam beda-beda, waktu tanam juga tidak serentak. Makanya mengikuti pola pengerjaan proyek dipecah tidak ditender, jadi sekitar 200 juta per spot," jelasnya seraya menyebutkan lokasi proyek dilaksanakan di wilayah kota.

Ali menambahkan, kegiatan pengadaan kelapa gading di rest area tidak jadi dilaksanakan. Sementara anggarannya dialihkan untuk membiayai kegiatan lain. "Ini kan masih satu tahun anggaran, jadi bisa saja. Soalnya anggaran Rp800 juta itu ternyata masih kurang. Pengadaan kelapa gadingnya berasal dari penangkar lokal, seperti di Pasirkored atau sekitar Karangtengah, kalau sudah tidak ada baru keluar," pungkasnya.

Menanggapi kejanggalan pada proyek yang ditujukan untuk mempercantik kawasan perkotaan, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI), Rudi Agan mengaku prihatin dan sangat menyayangkannya.

“Kemarin di Cianjur ada sejarah baru, yaitu banjir yang melanda kota. Ironis, ketika anggaran puluhan miliar rupiah terus digelontorkan, namun yang terjadi malah banjir. Harusnya Pemkab Cianjur tak hanya memikirkan mempercantik kota, tapi juga berpikir dampak buruknya,“ katanya.

“Sudah mah tata kotanya buruk, eh ini pelaksanannya malah janggal juga, parah. Istilah tepatnya gini, niatnya percantik kota, pelaksanannya janggal, banjir melanda. Kita tahu banjir itu bencana alam, tapi kan ada sebab akibat, bisa juga karena dampak tata kotanya yang buruk,” pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…