Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Niatnya Percantik Kota, Pelaksanaannya Janggal, Banjir Melanda

Pengadaan Kelapa Gading Rp 1,4 M, Janggal

Gie/Nuki

Kamis, 12 April 2018 - 08:00 WIB

foto:nuki/BC
foto:nuki/BC
A A A

Saat Ditanya Soal Kejanggalan, Kadis: Kumaha Atuh, Da Dipiwarang Pimpinan

Beritacianjur.com - KETIKA sejumlah kalangan menilai, terjadinya banjir di kawasan perkotaan Cianjur untuk yang pertama kalinya diakibatkan buruknya tata kota, kini muncul kejanggalan pada proyek pengadaan tanaman kelapa gading senilai Rp1.4 M, di Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Cianjur. Benarkah?

Kejanggalan pertama, dalam tahun anggaran yang sama, pihak dinas meluncurkan kegiatan pengadaan serupa namun dengan nilai yang jauh lebih kecil, yaitu sebesar Rp360 juta. Selain itu, kejanggalan lainnya terkait mekanisme pengadaan proyek miliaran tersebut, yang seharusnya melalui mekanisme tender atau lelang, namun pada kenyataannya tidak menggunakan mekanisme tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengadaan tanaman kelapa gading itu nantinya diperuntukkan mempercantik Cianjur kota. Tanaman kelapa gading akan ditanam di sejumlah lahan yang tersedia di sepanjang trotoar ruas jalan perkotaan Cianjur, khususnya areal landmark.

Kepala DTPH Cianjur, Nano saat dikonfirmasi terkait mekanisme proyek tersebut malah mengarahkan wartawan ke bidang perkebunan. Nano berdalih yang mengetahui lebih jelas soal itu adalah Pak Ali yang menjabat sebagai Kepala Bidang Perkebunan.

"Kalau tidak salah sih itu prosesnya bertahap. Lebih jelasnya sih teknisnya ke Pak Kabid saja yah," ujar Nano saat ditemui di Kantor Bappeda Cianjur belum lama ini.

Nano menuturkan, selain untuk pertamanan kota, kelapa gading juga dibagikan ke instansi lain, seperti kantor kecamatan atau juga desa. "Kecamatan sama desa juga banyak yang minta," imbuhnya.

Disinggung soal pengadaan kelapa gading untuk di 7 titik rest area senilai Rp360 juta, Nano menjelaskan, rencananya memang diperuntukkan untuk itu, namun pada akhirnya diperuntukkan bagi lahan yang sudah siap seperti landmark alun-alun, dikarenakan saat itu rest area belum selesai.

"Yah kita kaya saling kejar dengan pekerjaan yang dilakukan PUPR, nunggu sampai beres baru ditanami. Makanya untuk tahun sekarang sudah tidak sama dinas pertanian. Jadi dari hasil evaluasi pengerjaan tersebut lebih dominan tupoksinya sama Kimrum dan PUPR," terangnya.

Saat ditanya terkait pengadaan barang (kelapa gading, red) tahun 2017, Nano menyebutkan sudah habis dan semuanya sudah ditanam. “Cuma mungkin setelah ditanam ada yang mati karena tidak cocok seperti di Cipanas. Maka tidak dilanjutkan penanaman di sana," jawabnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi II DPRD Cianjur, Tika Latifah mengaku sempat mempertanyakan sejumlah kejanggalan pada pengadaan kelapa gading tersebut kepada Nano. Jawaban dari Kepala DTPH, sambung Tika, cukup mengejutkan, karena Nano menyebutkan semua itu instruksi langsung dari Bupati Cianjur dan harus dilaksanakannya.

“Ya, waktu itu kita sempat bertanya soal program di dinas pertanian, yang nama kegiatannya peningkatan produksi pertanian, jenis kegiatannya penanaman kelapa kuning di landmark alun-alun dan 7 titik rest area. Kalau gak salah total anggarannya Rp1.648 miliar,“ ungkapnya.

“Kita tanya, output-nya seperti apa? Kenapa ada di dinas pertanian? Kan kalau peningkatan produksi harus ada oucome-nya nanti hasil kelapa, kan ini mah cuma kelapa untuk hiasan, kenapa ada di dinas pertanian? Kadis malah bilang kumaha atuh, da dipiwarang pimpinan (bupati, red), nya kedah dilaksanakan sebaik mungkin,“ sambung Tika.

Sementara itu, Kabid Perkebunan, Ali saat dikonfirmasi menjelaskan, pada proyek pengadaan tersebut terdapat perubahan nilai, yakni dari Rp1,4 M turun menjadi Rp800 juta. Dimana anggaran sebesar itu tidak hanya untuk pengadaan kelapa gading saja tapi juga untuk tanaman taman lainnya.

"Jadi setelah perubahan, finalnya besaran anggaran pengadaan kelapa gading dan tanaman taman lainnya cuma sebesar Rp804 juta," terangnya.

Ali membenarkan bahwa pada mekanisme pengerjaan proyek tidak dilakukan tender atau lelang. “Soalnya begini, untuk penanaman kelapa ini dinas mengikuti pekerjaan yang dilaksanakan PUPR. Jadi selain harus menunggu pengerjaan blumbak beres, titik penanamannya juga berbeda. Makanya kalau pakai sistem tender ini tidak mungkin, berbeda kalau penanamannya di lahan satu amparan, dengan tender itu sih memungkinkan," bebernya.

Alhasil, sambung Ali, dikarenakan tidak memenuhi kriteria tender untuk proses pengerjaan lapangannya, maka akhirnya proyeknya dipecah menjadi Rp200 juta di setiap spotnya.

"Dikhawatirkan kalau dengan tender barang akan terbengkalai, selain spot tanam beda-beda, waktu tanam juga tidak serentak. Makanya mengikuti pola pengerjaan proyek dipecah tidak ditender, jadi sekitar 200 juta per spot," jelasnya seraya menyebutkan lokasi proyek dilaksanakan di wilayah kota.

Ali menambahkan, kegiatan pengadaan kelapa gading di rest area tidak jadi dilaksanakan. Sementara anggarannya dialihkan untuk membiayai kegiatan lain. "Ini kan masih satu tahun anggaran, jadi bisa saja. Soalnya anggaran Rp800 juta itu ternyata masih kurang. Pengadaan kelapa gadingnya berasal dari penangkar lokal, seperti di Pasirkored atau sekitar Karangtengah, kalau sudah tidak ada baru keluar," pungkasnya.

Menanggapi kejanggalan pada proyek yang ditujukan untuk mempercantik kawasan perkotaan, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI), Rudi Agan mengaku prihatin dan sangat menyayangkannya.

“Kemarin di Cianjur ada sejarah baru, yaitu banjir yang melanda kota. Ironis, ketika anggaran puluhan miliar rupiah terus digelontorkan, namun yang terjadi malah banjir. Harusnya Pemkab Cianjur tak hanya memikirkan mempercantik kota, tapi juga berpikir dampak buruknya,“ katanya.

“Sudah mah tata kotanya buruk, eh ini pelaksanannya malah janggal juga, parah. Istilah tepatnya gini, niatnya percantik kota, pelaksanannya janggal, banjir melanda. Kita tahu banjir itu bencana alam, tapi kan ada sebab akibat, bisa juga karena dampak tata kotanya yang buruk,” pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Si Maung 6 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 6 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Laporan Keuangan Desa di Cianjur Belum Seragam

PEMERINTAHAN Desa (Pemdes) di Kabupaten Cianjur masih belum seragam dalam sistem laporan keuangan desa. Ada yang masih menggunakan Sistem Pengelolaan Keuangan Desa (Silokades) tapi juga yang sudah menerapkan…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Satlantas Pantau Ruas Infrastruktur Jalan

SATUAN Lalulintas Polres Cianjur, mengagendakan survei pemantauan ruas-ruas infrastruktur jalan menjelang arus mudik Idul Fitri 2018. Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana,…

Bisnis Line 17 jam yang lalu

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 22/04/2018 20:05 WIB

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…