Senin, 23 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Tolak Arogansi Bupati terhadap Pendidikan

Cianjur Institute: Harga Mati, Bujensa Harus Tetap Utuh dan Dikembalikan ke Fungsi Semula

Gie

Kamis, 12 April 2018 - 07:55 WIB

foto:net
foto:net
A A A

Beritacianjur.com - JIKA SDN Ibu Djenab (Bujensa) jadi dibongkar, ini akan menjadi preseden buruk untuk dunia pendidikan Cianjur di masa depan.

Itulah yang diungkapkan Direktur Cianjur Institute, Ridwan Mubarak yang konsisten dengan penolakannya terkait pembongkaran Bujensa oleh Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar.

“Bujensa itu simbol kedaulatan pendidikan rakyat Cianjur. Saya melawan, kita melawan, rakyat Cianjur melawan arogansi Bupati Cianjur,“ ujarnya kepada Berita Cianjur, Rabu (11/4/2018).

Jika rencana pembongkaran tetap bakal dilakukan, sambung Ridwan, maka pembodohan dan pemiskinan terstruktur akan terjadi di Cianjur. Menurutnya, bupati harus bertanggung jawab atas realitas atau pendidikan di Cianjur yang memilukan ini.

Ia menegaskan, harga mati, Bujensa harus tetap utuh dan dikembalikan ke fungsi semula sebagai sekolah, bukan dengan museum atau perpustakaan.

“Jadi menurut saya, harus segera didirikan yayasan Raden Siti Djenab yang terdiri dari ahli waris, serta tokoh masyarakat Cianjur yang memiliki kepedulian terhadap masa depan pendidikan di Cianjur,“ ucapnya.

Ya, pembahasan soal rencana pembongkaran Bujensa ini kembali muncul setelah adanya kegiatan pengusulan Raden Siti Djenab sebagai pahlawan nasional, di Aula FKIP Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur.

“Di acara itu ada Profesor Nina Lubis (Guru Besar Ilmu Sejarah Unpad), yang menurut saya dia bekerjasama dengan Pemkab Cianjur atau Wabup Cianjur, seolah melegitimasi (membenarkan, red) pembongkaran Bujensa,“ ungkapnya.

Ridwan menegaskan, banyak pihak mengetahui bahwa relokasi unit satuan pendidikan SD 2 di Cianjur tidak berdasarkan kajian akademis. Terbukti, lanjut dia, Sekretaris Dinas Pendidikan, Asep Saepulrachman tidak mampu memperlihatkan kajian akademis sebagaimana yang diminta oleh massa aksi Cianjur Institute, beberapa waktu lalu.

“Ahli waris pun sepertinya terpecah, namun kebanyakan menolak pembongkaran karena ini lahan wakaf, yang diperuntukkan untuk sekolah bukan museum,“ tuturnya.

Pemkab Cianjur dalam hal ini bupati, kata Ridwan, secara tidak langsung sudah melakukan pembodohan sistematis terhadap rakyat Cianjur. Faktanya, bupati sibuk bahkan repot melakukan relokasi dan pnghancuran bangunan fisik SD 2 di Cianjur.

“Bukannya membenahi kurikulum dan metodologi pembelajaran. Jadi bupati kok kebelinger. Pokoknya kita konsisten dengan penolakan pembongkaran Bujensa oleh bupati. Bujensa itu simbol kedaulatan pendidikan rakyat Cianjur. Tolak arogansi bupati terhadap pendidikan di Cianjur,“ tegasnya.

Saat ditanya segudang permasalahan lainnya di Cianjur yang terindikasi terjadinya pelanggaran aturan dan hukum, Ridwan mengatakan, semua pihak harus mengingatkan bupati atas kekeliruan kebijakan yang dilakukannya, melalui audiensi dan aksi jalanan.

Menurutnya, ada indikasi bupati melakukan pembangkangan terhadap hukum dan indikasi penyimpangan kekuasaan. Jika cara-cara normatif melalui penegakan hukum tidak juga menyadarkan bupati atas kekeliruan kebijakan yang diambilnya, lanjut Ridwan, maka alternatif terakhir adalah dengan menggunakan kekuatan massa aksi sebanyak mungkin.

“Dalam aksinya menuntut bupati mundur dari jabatannya. Bila perlu melalui pansus hak angket DPRD untuk pemakzulan. Ingat, kesalahan bupati dalam pengambilan kebijakan tidak untuk dibiarkan, tapi untuk diingatkan. Jika tidak mau diingatkan, ya dipaksa mundur oleh gelombang massa aksi,“

Ridwan menambahkan, rakyat Cianjur tidak butuh bupati yang tidak becus mengurusi hajat hidup rakyatnya. “Kita butuh bupati yang sadar diri, professional, merakyat, bukan hanya pencitraan saja. Bupati tak becus urusi rakyat, ke laut aja deh,“ pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 11 jam yang lalu

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 11 jam yang lalu

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Hari Kartini, Polwan Polres Cianjur Gelar Pengobatan dan Makan Gratis

LIMA ratusan orang dari sejumlah wilayah di Cianjur mengikuti pengobatan gratis di lingkungan Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku, Kamis (19/4/2018) pagi.

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Pengendara Opang Desak Hapus Angkutan Berbasis Online

RIBUAN pengendara ojek pangkalan (Opang) dan angkutan umum (Angkum) di Cianjur menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (19/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:52 WIB

Prediksi Harga Beras Jelang Ramadan tak Melonjak

SEJUMLAH pedagang komoditas beras di Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku memprediksi untuk harga beras tidak akan mengalami lonjakan menjelang Ramadan 1438 Hijriah mendatang.

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polwan Polres Cianjur Berikan Bantuan Bagi Adah

MEMPERINGATI Hari Kartini 2018 jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur menggelar sejumlah kegiatan sosial, di antaranya dengan menyambangi kediaman Adah, warga Kampung Mayak Empang RT 01/04, Desa…

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polres Cianjur Ciduk Tujuh Pelaku Kejahatan

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur menciduk tujuh orang pelaku kejahatan yang biasa menjalankan aksinya di wilayah hukum Cianjur. Penangkapan ketujuh pelaku itu dilakukan dalam waktu dan tempat berbeda.

Aktualita 18/04/2018 08:10 WIB

Desak Pemkab Tanggung Jawab, Garis Sebar Spanduk Banjir

BANJIR belum pernah terjadi sebelumnya di Cianjur. Masihkah kita bangga dengan dosa-dosa? Itulah tulisan dalam spanduk yang dipasang Gerakan Reformis Islam (Garis) di sejumlah lokasi banjir di kawasan…