Sabtu, 18 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Tolak Arogansi Bupati terhadap Pendidikan

Cianjur Institute: Harga Mati, Bujensa Harus Tetap Utuh dan Dikembalikan ke Fungsi Semula

Gie

Kamis, 12 April 2018 - 07:55 WIB

foto:net
foto:net
A A A

Beritacianjur.com - JIKA SDN Ibu Djenab (Bujensa) jadi dibongkar, ini akan menjadi preseden buruk untuk dunia pendidikan Cianjur di masa depan.

Itulah yang diungkapkan Direktur Cianjur Institute, Ridwan Mubarak yang konsisten dengan penolakannya terkait pembongkaran Bujensa oleh Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar.

“Bujensa itu simbol kedaulatan pendidikan rakyat Cianjur. Saya melawan, kita melawan, rakyat Cianjur melawan arogansi Bupati Cianjur,“ ujarnya kepada Berita Cianjur, Rabu (11/4/2018).

Jika rencana pembongkaran tetap bakal dilakukan, sambung Ridwan, maka pembodohan dan pemiskinan terstruktur akan terjadi di Cianjur. Menurutnya, bupati harus bertanggung jawab atas realitas atau pendidikan di Cianjur yang memilukan ini.

Ia menegaskan, harga mati, Bujensa harus tetap utuh dan dikembalikan ke fungsi semula sebagai sekolah, bukan dengan museum atau perpustakaan.

“Jadi menurut saya, harus segera didirikan yayasan Raden Siti Djenab yang terdiri dari ahli waris, serta tokoh masyarakat Cianjur yang memiliki kepedulian terhadap masa depan pendidikan di Cianjur,“ ucapnya.

Ya, pembahasan soal rencana pembongkaran Bujensa ini kembali muncul setelah adanya kegiatan pengusulan Raden Siti Djenab sebagai pahlawan nasional, di Aula FKIP Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur.

“Di acara itu ada Profesor Nina Lubis (Guru Besar Ilmu Sejarah Unpad), yang menurut saya dia bekerjasama dengan Pemkab Cianjur atau Wabup Cianjur, seolah melegitimasi (membenarkan, red) pembongkaran Bujensa,“ ungkapnya.

Ridwan menegaskan, banyak pihak mengetahui bahwa relokasi unit satuan pendidikan SD 2 di Cianjur tidak berdasarkan kajian akademis. Terbukti, lanjut dia, Sekretaris Dinas Pendidikan, Asep Saepulrachman tidak mampu memperlihatkan kajian akademis sebagaimana yang diminta oleh massa aksi Cianjur Institute, beberapa waktu lalu.

“Ahli waris pun sepertinya terpecah, namun kebanyakan menolak pembongkaran karena ini lahan wakaf, yang diperuntukkan untuk sekolah bukan museum,“ tuturnya.

Pemkab Cianjur dalam hal ini bupati, kata Ridwan, secara tidak langsung sudah melakukan pembodohan sistematis terhadap rakyat Cianjur. Faktanya, bupati sibuk bahkan repot melakukan relokasi dan pnghancuran bangunan fisik SD 2 di Cianjur.

“Bukannya membenahi kurikulum dan metodologi pembelajaran. Jadi bupati kok kebelinger. Pokoknya kita konsisten dengan penolakan pembongkaran Bujensa oleh bupati. Bujensa itu simbol kedaulatan pendidikan rakyat Cianjur. Tolak arogansi bupati terhadap pendidikan di Cianjur,“ tegasnya.

Saat ditanya segudang permasalahan lainnya di Cianjur yang terindikasi terjadinya pelanggaran aturan dan hukum, Ridwan mengatakan, semua pihak harus mengingatkan bupati atas kekeliruan kebijakan yang dilakukannya, melalui audiensi dan aksi jalanan.

Menurutnya, ada indikasi bupati melakukan pembangkangan terhadap hukum dan indikasi penyimpangan kekuasaan. Jika cara-cara normatif melalui penegakan hukum tidak juga menyadarkan bupati atas kekeliruan kebijakan yang diambilnya, lanjut Ridwan, maka alternatif terakhir adalah dengan menggunakan kekuatan massa aksi sebanyak mungkin.

“Dalam aksinya menuntut bupati mundur dari jabatannya. Bila perlu melalui pansus hak angket DPRD untuk pemakzulan. Ingat, kesalahan bupati dalam pengambilan kebijakan tidak untuk dibiarkan, tapi untuk diingatkan. Jika tidak mau diingatkan, ya dipaksa mundur oleh gelombang massa aksi,“

Ridwan menambahkan, rakyat Cianjur tidak butuh bupati yang tidak becus mengurusi hajat hidup rakyatnya. “Kita butuh bupati yang sadar diri, professional, merakyat, bukan hanya pencitraan saja. Bupati tak becus urusi rakyat, ke laut aja deh,“ pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…