Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Garis: Bongkar Semua Bangunan Liar, Jangan Pandang Bulu

Gie

Senin, 16 April 2018 - 09:29 WIB

Foto:Istimewa
Foto:Istimewa
A A A

Beritacianjur.com - JANGAN pandang bulu. Bongkar atau tertibkan semua bangunan liar, termasuk kantor baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka yang katanya juga belum berizin.

Itulah ungkapan Ketua Umum Gerakan Reformis Islam (Garis), H Cep Hernawan, menanggapi rencana Dinas PUPR melakukan penertiban dan pembenahan tata ruang di kawasan pinggir Sungai Cianjur, guna mengantisipasi terulangnya bencana banjir di kawasan perkotaan.

“Kalau mau menertibkan, ini saatnya tertibkan semuanya. Kalau mau membongkar bangunan belum berizin, jangan hanya yang ada di sisi sungai, tapi semuanya. Malu dong sama dosa, jadi harus bersikap adil dan jangan pandang bulu,“ ujarnya kepada Berita Cianjur belum lama ini.

Terkait bencana banjir di kawasan perkotaan pekan lalu, Cep mengaku kaget dan kesal. Pasalnya hal tersebut merupakan yang pertama kalinya terjadi. Alhasil, ia menduga ada kesalahan dalam program atau kebijakan yang dilaksanakan Pemkab Cianjur.

“Saya dengar sudah banyak proyek penataan kota, bahkan anggarannya sampai puluhan miliaran rupiah, tapi kenapa malah akhirnya bisa terjadi banjir? Padahal kan selama ini belum pernah terjadi banjir di perkotaan Cianjur. Ini aneh,“ katanya.

Ia kembali menegaskan, jika benar dinas terkait bakal melakukan penertiban terhadap bangunan liar alias tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), maka pihaknya mendesak agar penertiban yang dilakukan tidak pandang bulu.

“Jika benar dan mungkin memang harus dilakukan penertiban, jangan tumpul ke atas tajam ke bawah, tapi harus adil. Pokoknya kami bakal mendesak agar pemerintah bisa konsisten dengan aturan yang sudah dibuatnya,“ tegasnya.

“Kami berharap tidak ada lagi bencana banjir, kasian masyarakat. Pemerintah jangan hanya cukup bilang turut prihatin, tapi harus bertanggung jawab. Sekali lagi, tegakkan keadilan, jika dibongkar, bongkar semuanya,“ pungkasnya.

Sebelumnya, petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Cianjur mengaku masih terkendala dalam merealisasikan konsep ideal tata ruang di sempadan sungai. Padahal, penataan sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) dianggap diperlukan, terutama untuk menghindari bencana seperti banjir.

Belum adanya persetujuan konsep, hingga kepemilikan lahan di pinggir sungai, menjadi hambatan yang ditemui saat ini. Kepala Seksi Penataan Bangunan dan Lingkungan Bidang Penataan Ruang dan Bangunan PUPR Cianjur, Willy Bordus mengatakan, hingga saat ini dinas memang belum mendapatkan rekomendasi agar konsep itu disetujui pemerintah provinsi.

"Konsep pembangunan tata ruang ideal itu, memang akan berbenturan dengan banyak hal. Terutama kepentingan masyarakat, yang merasa mempunyai lahan di sekitar sungai," kata Willy, kepada wartawan, Senin (9/4/2018).

Menurut dia, penataan lingkungan di sekitar sungai akan selalu bertemu dengan property right atau kepemilikan lahan dan development right yang mencakup pengaturan pembangunan.

Willy mengungkapkan, tidak sedikit warga yang mengabaikan kewajiban perizinan untuk mendirikan bangunan di sempadan sungai. Apalagi, mereka yang merasa mempunyai hak milik atas lahan yang digunakan.

"Padahal, izin mendirikan bangunan (IMB) tetap diperlukan sekalipun itu lahan mereka. Karena, nantinya kajian, batasan, atau pertimbangan layak tidaknya pembangunan perlu mereka dapat dari kami," ujarnya.

Di dalam IMB pun, perlu mencakup Keterangan Rencana Kabupaten (KRK) yang berisi informasi syarat tata bangunan yang diberlakukan pemda. Maka dari itu, konsep itu dinilai dapat lebih menertibkan area pinggi sungai.

Namun, kondisi masyarakat yang seringkali mengabaikan hal tersebut memang akan menjadi kendala yang dinilai akan tetap ditemui sekalipun konsep tata ruang disetujui. Terkecuali, jika pemerintah memiliki gerakan bersama seperti yang dilakukan di kawasan Puncak ketika melakukan penertiban pedagang kaki lima.

Menurut Willy, pola seperti itu akan berpeluang dapat direalisasikannya pembenahan tata ruang di kawasan pinggir sungai. Terutama, bagi wilayah dengan pemukiman yang telah lama berdiri. "Karena bangunan yang sudah ada, itu menggunakan peraturan terdahulu. Tidak bisa ambil risiko untuk menertibkannya,  makanya perlu gerakan bersama kalau ingin tata ruang ideal," ucapnya.

Sebab itu, akhirnya saat ini pun PUPR lebih terfokus kepada pembangunan di kawasan baru, selama konsep terkait belum bisa digunakan. PUPR sendiri menggunakan dasar Rencana Tata Ruang Tata Wilayah (RTRW) dalam menerbitkan keterangan untuk melengkapi IMB.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Si Maung 6 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 6 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Laporan Keuangan Desa di Cianjur Belum Seragam

PEMERINTAHAN Desa (Pemdes) di Kabupaten Cianjur masih belum seragam dalam sistem laporan keuangan desa. Ada yang masih menggunakan Sistem Pengelolaan Keuangan Desa (Silokades) tapi juga yang sudah menerapkan…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Satlantas Pantau Ruas Infrastruktur Jalan

SATUAN Lalulintas Polres Cianjur, mengagendakan survei pemantauan ruas-ruas infrastruktur jalan menjelang arus mudik Idul Fitri 2018. Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana,…

Bisnis Line 17 jam yang lalu

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 22/04/2018 20:05 WIB

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…