Sabtu, 18 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Garis: Bongkar Semua Bangunan Liar, Jangan Pandang Bulu

Gie

Senin, 16 April 2018 - 09:29 WIB

Foto:Istimewa
Foto:Istimewa
A A A

Beritacianjur.com - JANGAN pandang bulu. Bongkar atau tertibkan semua bangunan liar, termasuk kantor baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka yang katanya juga belum berizin.

Itulah ungkapan Ketua Umum Gerakan Reformis Islam (Garis), H Cep Hernawan, menanggapi rencana Dinas PUPR melakukan penertiban dan pembenahan tata ruang di kawasan pinggir Sungai Cianjur, guna mengantisipasi terulangnya bencana banjir di kawasan perkotaan.

“Kalau mau menertibkan, ini saatnya tertibkan semuanya. Kalau mau membongkar bangunan belum berizin, jangan hanya yang ada di sisi sungai, tapi semuanya. Malu dong sama dosa, jadi harus bersikap adil dan jangan pandang bulu,“ ujarnya kepada Berita Cianjur belum lama ini.

Terkait bencana banjir di kawasan perkotaan pekan lalu, Cep mengaku kaget dan kesal. Pasalnya hal tersebut merupakan yang pertama kalinya terjadi. Alhasil, ia menduga ada kesalahan dalam program atau kebijakan yang dilaksanakan Pemkab Cianjur.

“Saya dengar sudah banyak proyek penataan kota, bahkan anggarannya sampai puluhan miliaran rupiah, tapi kenapa malah akhirnya bisa terjadi banjir? Padahal kan selama ini belum pernah terjadi banjir di perkotaan Cianjur. Ini aneh,“ katanya.

Ia kembali menegaskan, jika benar dinas terkait bakal melakukan penertiban terhadap bangunan liar alias tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), maka pihaknya mendesak agar penertiban yang dilakukan tidak pandang bulu.

“Jika benar dan mungkin memang harus dilakukan penertiban, jangan tumpul ke atas tajam ke bawah, tapi harus adil. Pokoknya kami bakal mendesak agar pemerintah bisa konsisten dengan aturan yang sudah dibuatnya,“ tegasnya.

“Kami berharap tidak ada lagi bencana banjir, kasian masyarakat. Pemerintah jangan hanya cukup bilang turut prihatin, tapi harus bertanggung jawab. Sekali lagi, tegakkan keadilan, jika dibongkar, bongkar semuanya,“ pungkasnya.

Sebelumnya, petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Cianjur mengaku masih terkendala dalam merealisasikan konsep ideal tata ruang di sempadan sungai. Padahal, penataan sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) dianggap diperlukan, terutama untuk menghindari bencana seperti banjir.

Belum adanya persetujuan konsep, hingga kepemilikan lahan di pinggir sungai, menjadi hambatan yang ditemui saat ini. Kepala Seksi Penataan Bangunan dan Lingkungan Bidang Penataan Ruang dan Bangunan PUPR Cianjur, Willy Bordus mengatakan, hingga saat ini dinas memang belum mendapatkan rekomendasi agar konsep itu disetujui pemerintah provinsi.

"Konsep pembangunan tata ruang ideal itu, memang akan berbenturan dengan banyak hal. Terutama kepentingan masyarakat, yang merasa mempunyai lahan di sekitar sungai," kata Willy, kepada wartawan, Senin (9/4/2018).

Menurut dia, penataan lingkungan di sekitar sungai akan selalu bertemu dengan property right atau kepemilikan lahan dan development right yang mencakup pengaturan pembangunan.

Willy mengungkapkan, tidak sedikit warga yang mengabaikan kewajiban perizinan untuk mendirikan bangunan di sempadan sungai. Apalagi, mereka yang merasa mempunyai hak milik atas lahan yang digunakan.

"Padahal, izin mendirikan bangunan (IMB) tetap diperlukan sekalipun itu lahan mereka. Karena, nantinya kajian, batasan, atau pertimbangan layak tidaknya pembangunan perlu mereka dapat dari kami," ujarnya.

Di dalam IMB pun, perlu mencakup Keterangan Rencana Kabupaten (KRK) yang berisi informasi syarat tata bangunan yang diberlakukan pemda. Maka dari itu, konsep itu dinilai dapat lebih menertibkan area pinggi sungai.

Namun, kondisi masyarakat yang seringkali mengabaikan hal tersebut memang akan menjadi kendala yang dinilai akan tetap ditemui sekalipun konsep tata ruang disetujui. Terkecuali, jika pemerintah memiliki gerakan bersama seperti yang dilakukan di kawasan Puncak ketika melakukan penertiban pedagang kaki lima.

Menurut Willy, pola seperti itu akan berpeluang dapat direalisasikannya pembenahan tata ruang di kawasan pinggir sungai. Terutama, bagi wilayah dengan pemukiman yang telah lama berdiri. "Karena bangunan yang sudah ada, itu menggunakan peraturan terdahulu. Tidak bisa ambil risiko untuk menertibkannya,  makanya perlu gerakan bersama kalau ingin tata ruang ideal," ucapnya.

Sebab itu, akhirnya saat ini pun PUPR lebih terfokus kepada pembangunan di kawasan baru, selama konsep terkait belum bisa digunakan. PUPR sendiri menggunakan dasar Rencana Tata Ruang Tata Wilayah (RTRW) dalam menerbitkan keterangan untuk melengkapi IMB.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…