Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Banjir di Kota, Bukan Murni Bencana

Program Penataan Kota Disorot

Nuki Nugraha

Senin, 16 April 2018 - 09:31 WIB

Karikatur: Nandang S
Karikatur: Nandang S
A A A

Aktivis: Perencanaan yang Salah atau Pengerjaannya Bermasalah?

Beritacianjur.com- PROGRAM penataan kota yang tengah dilaksanakan pemerintahan Irvan Rivano Muchtar dan Herman Suherman, tengah menjadi sorotan masyarakat Cianjur. Ada apa?

Ya, banjir besar pada pekan lalu yang disebut-sebut merupakan pertama kali terjadi di kawasan perkotaan Cianjur, menjadi puncaknya. Tudingan miring masyarakat pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur pun tak terelakkan. 

Terlepas dari kilah pemerintah bahwa kejadian tersebut merupakan sebuah bencana alam, namun buruknya penataan kota tetap disudutkan berbagai pihak sebagai biang kerok banjir di jantung kota Cianjur. 

Alhasil, tak hanya disoroti oleh sejumlah kalangan masyarakat, namun tak sedikit yang mencurigai adanya kejanggalan pada kegiatan penataan kota, yang kini tengah berlangsung dan sudah menghabiskan anggaran puluhan miliar rupiah.

Aktivis Perhimpunan Pergerakan Masyarakat Cianjur (PPMC) menilai, banjir di perkotaan pada pekan lalu yang baru pertama kali di Cianjur, menandakan adanya persoalan besar di hulu sungai maupun di hilir yang harus segera disikapi, agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Menurut Sekjen PPMC, Ari Muhammad, peristiwa banjir kemarin tidaklah seratus persen dikatakan sebagai bencana. Malah bisa dikatakan untuk persoalan banjir di perkotaan mutlak disebabkan human error.

"Kalau gempa bumi, gunung meletus atau tsunami, itu baru bisa dikatakan murni bencana. Tapi kalau banjir di kota akibat meluapnya sungai itu sih beda," ujar Ari kepada Berita Cianjur, Minggu (15/4/2018).

Artinya, sambung dia, kejadian banjir Sabtu (7/4/2018) lalu perlu dikorek lebih dalam, khususnya terkait kegiatan penataan kota yang sekarang tengah berlangsung, apakah memang ada korelasinya atau tidak.

"Intinya supaya jelas dan bisa segera diikuti dengan perbaikan. Apakah dalam proyek penataan itu ada kesalahan perencanaan atau memang pengerjaannya bermasalah?" ucapnya

Sementara itu, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan menegaskan, banjir yang pertama kalinya terjadi di kawasan perkotaan, menjadi indikasi adanya perencanaan penataan kota yang salah atau pengerjaan proyeknya yang bermasalah.

“Jadi, Pemkab Cianjur jangan hanya menyebut jika banjir di kota kemarin itu murni bencana, tapi harus mengevaluasi seluruh penataan kota yang tengah dikerjakan. Baru kali ini loh banjir di perkotaan, jadi jangan salahkan alam, karena mungkin ini bukan murni bencana alam, tapi diduga akibat buruknya penataan kota, “ ucapnya.

Menyikapi kejadian banjir di perkotaan, para wakil rakyat di DPRD Cianjur rupanya tak tinggal diam. Kamis (12/4/2018) lalu, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait diundang Komisi III DPRD Cianjur. Sejumlah perwakilan OPD dimintai penjelasan seputar penataan kota khususnya terkait pembangunan drainase, sekaligus penanganan pasca banjir.

OPD terkait yang hadir saat itu antara lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Yoni Raleda; Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Ahmad Rifa’I Azhari; Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR), Dedi Supriadi; dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Doddy Permadi.

Ketua Komisi III, Atep saat dikonfirmasi terkait ada tidaknya permasalahan dalam perencanaan ataupun pengerjaan tata kota mengungkapkan, berdasarkan hasil konfirmasi kepala dinas maupun kepala bidang, mereka mengemukakan apa yang menjadi permasalahan banjir tidak terjadi kesalahan pada perencanaan penataan kota.

"Saya tadi sudah minta gambaran sistem drainase di perkotaan. Termasuk inlet sistem drainase sampai ke outlet, ternyata ini ada kelemahan yaitu terkait interfal. Jadi jarak inletnya berjauhan dan sangat kecil. Kalau drainae di bawah trotoar itu kan sudah ada. Tapi ada satu kendala untuk drainase yang tertutup bangunan. Seperti di sekitar Bojongmeron, itu ada yang tersumbat," beber Atep saat ditemui seusai rapat pembahasan.

Penyebab lainnya, sambung Atep, yaitu terkait pembangunan trotoar yang belum selesai. Di mana tumpukan material bahan pasir ada yang menyumbat aliran drainase. "Ini terjadi seperti di ruas Jalan Suroso dan Taifur Yusuf," imbuhnya.

"Jadi intinya, saya kira untuk perencanaan sudah matang, hanya saja ada beberapa teknis lainnya yang belum sempurna," tambahnya.

Atep menambahkan, Komisi III pun mendorong dinas terkait untuk segera melakukan pembenahan khususnya terkait Sungai Cianjur dan Sungai Cianjur Leutik. Untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tak terulang lagi, lanjut Atep, pihaknya juga mendorong agar segera adanya program atau kebijakan Bupati Cianjur yang diterapkan OPD secara teknis.

"Makanya tadi saya minta ke empat dinas yang hadir yakni PUPR, Kimrum, DLH juga BPBD, untuk menyusun program kegiatan mana yang harus segera di perubahan 2018 ataupun murni 2019, dari mulai hulu sampai hilir," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR, Dedi Supriadi menegaskan, kejadian banjir di perkotaan kemarin sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan kegiatan penataan kota yang sekarang ini tengah dikerjakan.

"Banjir kemarin itu dampak luapan dari sungai Cianjur besar dan kecil yang melintasi perkotaan, luber ke Jalan Amalia Rubini dan Jalan Yulius Usman. Jadi sama sekali tidak ada hubungannya dengan penataan kota," tegasnya.

Dijelaskan Dedi, kalaupun ada persoalan pada drainase, justru sekarang ini sedang dilakukan normalisasi. Dengan dibangunnya trotoar, kata dia, hal tersebut sekaligus dengan kegiatan normalisasi drainasenya.

"Jadi salah itu kalau ada yang menuding gara-gara pembangunan trotoar jadi banjir. Justru dengan dibangun trotoar itu sekaligus kita normalisasi drainasenya," jelasnya.

Dedi menyebut penyebab banjir kemarin selain memang ada persoalan di hulu sungai, juga disebabkan perilaku oknum warga yang membuang sampah tidak pada tempatnya. "Waktu pembersihan kemarin banyak sekali tumpukan sampah di sungai, faktanya seperti itu," imbuhnya.

Disinggung soal kemungkinan ada masalah dalam pengerjaan proyek di lapangan, Dedi mengaku pihaknya belum mengecek sampai sejauh itu, seingga belum bisa memastikan ada tidaknya permasalahan pada proses pengerjaan.

"Kalau itu belum sampai sana. Untuk sampai pemeriksaan itu kewenangan Irda sama BPK," pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Si Maung 6 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 6 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Laporan Keuangan Desa di Cianjur Belum Seragam

PEMERINTAHAN Desa (Pemdes) di Kabupaten Cianjur masih belum seragam dalam sistem laporan keuangan desa. Ada yang masih menggunakan Sistem Pengelolaan Keuangan Desa (Silokades) tapi juga yang sudah menerapkan…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Satlantas Pantau Ruas Infrastruktur Jalan

SATUAN Lalulintas Polres Cianjur, mengagendakan survei pemantauan ruas-ruas infrastruktur jalan menjelang arus mudik Idul Fitri 2018. Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana,…

Bisnis Line 17 jam yang lalu

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 22/04/2018 20:05 WIB

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…