Selasa, 17 Juli 2018 | Cianjur, Indonesia

Adah Belasan Tahun Derita Lumpuh Layuh dan Gizi Buruk

Angga Purwanda

Senin, 16 April 2018 - 21:53 WIB

Adah Belasan Tahun Derita Lumpuh Layuh dan Gizi Buruk
Adah Belasan Tahun Derita Lumpuh Layuh dan Gizi Buruk
A A A

Beritacianjur.com - ADAH, warga Kampung Mayak Empang RT 01/04, Desa Mayak, Kecamatan Cibeberhampir 16 tahun menderita penyakit komplikasi lumpuh layuh disertai gizi buruk. Ironis, selama menderita penyakit itu, belum pernah sekalipun Adah dibawa berobat orangtuanya.

Berdasarkan informasi, penyakit lumpuh layuh disertai gizi buruk bermula saat anak semata wayang pasangan Apen Supendi (35) dan Aisah (34) ini berusia delapan bulan. Saat ini Adah mengalami sakit panas disertai kejang-kejang.

Keterbatasan biaya membuat orangtua Adah tak membawa anaknya berobat secara medis ke dokter atau rumah sakit. Malangnya, menginjak usia Adah sekitar satu tahun, orangtuanya bercerai. Adah diurus ayahnya. Selama hampir 16 tahun pula Adah menghabiskan waktunya di atas kasur.

"Saya sudah gak bisa ke mana-mana. Kalau dulu saat neneknya masih sehat, Adah bisa saya titipkan. Saya masih bisa bekerja. Sekarang neneknya juga sakit-sakitan. Jadi saya yang mengurus anak," kata Apen, kepada wartawan, Senin (16/4/2018).

Untuk memenuhi kebutuhan anaknya sehari-hari, Apen kerja serabutan. Itupun tempatnya tak terlalu jauh karena ia memiliki tugas mengurus anak. "Kalau ada yang nyuruh, ya saya kerjakan saja di sekitaran kampung ini. Tapi itu juga tidak setiap hari," terang Apen.

Setiap ada yang menyuruh menyelesaikan kerjaan, Apen bisa mengantongi upah sekitar Rp35 ribu hingga Rp40 ribu. Uang itu dicukup-cukupkan untuk biaya makan sehari-hari serta kebutuhan sehari-hari lainnya. "Kadang gak cukup. Makanya, jangankan buat berobat ke rumah sakit atau dokter, buat makan saja kami kekurangan," ujar Apen.

Apen hanya bisa pasrah dengan kondisi kesehatan anaknya. Kalaupun ada uluran tangan yang mau membantu biaya pengobatan anaknya, Apen mengucapkan terima kasih. "Kalau ada yang mau membantu saya ucapkan terima kasih.

Bantuan dari pemerintah juga kami sangat harapkan. Kalaupun tidak ada, saya hanya bisa pasrah saja. Hanya bisa berdoa semoga anak saya bisa segera sembuh dari penyakitnya," tandasnya.

Ketua Karangtaruna Desa Mayak, Aburdah, prihatin dengan kondisi keluarga Apen yang memiliki anak menderita penyakit diduga lumpuh layuh disertai gizi buruk. "Tapi kami di sini juga gak bisa membantu banyak. Paling cuma membantu ala kadarnya," kata Aburdah.

Ia pun menyayangkan kabar belum adanya uluran bantuan dari pemerintah. Padahal jika melihat kondisi Adah dan keluarga orangtuanya, sudah selayaknya dibantu. "Kasihan saya juga. Mudah-mudahan pemerintah bisa membantu," tandasnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 20 jam yang lalu

Korupsi di Cianjur Aman?

KORUPSI di Cianjur aman. Begitu kata seorang aktivis, menyikapi sederet temuan kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur yang kini mencuat dan ramai dibicarakan publik.

Cianjur Euy 15/07/2018 23:07 WIB

Polsek Warungkondang Siap Menjawab Keinginan Masyarakat

PERINGATI HUT Bhayangkara ke 72 Polsek Warungkondang, Kabupaten Cianjur gelar syukuran, Sabtu (14/7/2018). Terlihat seluruh kalangan masyarakat menjadi tamu undangan.

Cianjur Euy 15/07/2018 20:15 WIB

Asian GamesXVIII Ajang Dongkrak Sektor Pariwisata

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur bakal memaskimalkan momentum gelaran Asian Games XVIII/2018 untuk mempromosikan dan mendongkrak sektor pariwisata.

Aktualita 13/07/2018 07:00 WIB

Masyarakat Muak dengan Kebijakan Bupati

DUGAAN kuat pelanggaran Megaproyek Campaka tak hanya ramai diberitakan di media massa, namun ternyata isu kebijakan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar terkait pemindahan ibu kota juga viral di jejaring…

Aktualita 13/07/2018 06:55 WIB

Didemo Warga, Pengusaha Balik Ancam Akan Tutup Perusahaan

Ratusan warga Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, mendemo PT Three Six World (PT.TSW), Kamis (12/7/2018)

Cianjur Euy 12/07/2018 21:08 WIB

Lapas Kelas IIB Cianjur Utamakan Pembinaan Keagamaan

LATAR belakang pondok pesantren (Pontren) yang diterapkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Cianjur menjadi sesuatu yang unik. Dimana, para warga binaan diberikan pendekataan keagamaan untuk…

Cianjur Euy 12/07/2018 21:08 WIB

Tingkat Penyerapan Beras Petani di Semeseter I Mencapai 80,78%

BULOG Subdivre Cianjur mengklaim tingkat penyerapan beras petani memasuki semester I tahun ini sudah mencapai 80,78 persen. Hal itu, tak terlepas dari mulai meningkatnya kepercayaan petani menjual hasil…

Cianjur Euy 12/07/2018 21:08 WIB

Situs Gunung Padang Diusulkan Ke UNESCO

TIM Arkeolog Situs Gunung Padang tengah mengkaji untuk mengusulkan situs tersebut ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia (World Heritage). Rencananya semua elemen, mulai dari pemerintah daerah bakal dilibatkan…

Aktualita 12/07/2018 07:00 WIB

Bukti Kuat untuk Aparat

PENGAKUAN dan penjelasan dugaan kuat pelanggaran pada Megaproyek Campaka terus bermunculan. Mulai dari masyarakat, aktivis, wakil rakyat hingga pakar hukum. Lalu, mengapa aparat penegak hukum belum bertindak?

Cianjur Euy 11/07/2018 21:36 WIB

Pemkab Cianjur Siap Antisipasi Kekeringan

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur menyiapkan langkah antisipasi terjadinya dampak kekeringan yang diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.