Senin, 23 Oktober 2017 - Pukul 03:45

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Mohon Diturunkan Hujan, Warga Haurwangi Gelar Shalat Istisqa

Oleh: Apip Samlawi - Senin 07 September 2015 | 12:00 WIB

Mohon Diturunkan Hujan, Warga Haurwangi Gelar Shalat Istisqa

sholat istisqa/apip samlawi/BC

BERITACIANJUR.COM, HAURWANGI – Sedikitnya 800 warga Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi, Minggu (6/9) siang, menggelar shalat istisqa, menyusul kondisi kekeringan yang melanda seluruh desa. Kekeringan yang sudah berjalan sekitar 4 bulan ini juga bisa berdampak terjadinya rawan pangan.

 

Shalat untuk meminta hujan ini dipusatkan di lapangan sepak bola Pasir Merak. Dalam shalat istisqa yang diikuti sekitar ratusan orang dari berbagai lapisan masyarakat dan para pegawai ini diwarnai isak tangis para jemaah, terutama kaum ibu.

 

Warga yang mengikuti shalat istisqa baik laki-laki maupun wanita tampak qhusu melaksanakan shalat tersebut. Bahkan, sejumlah warga menangis saat khotib memanjatkan doa agar hujan segera turun di wilayah Kecamatan Haurwangi.

 

Shalat istisqa yang digagas Pemerintah Desa Haurwangi ini merupakan dampak dari musim kemarau yang menyebabkan sejumlah wilayah desa ini mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih. Sejak lima bulan ini yang berakibat sumur warga dan sungai menjadi kering.

 

Kepala Desa Haurwangi, Iwan Sulaeman, mengatakan, digelarnya sholat istisqa atau shalat meminta hujan ini tiada lain untuk memohon ampunan pada Allah Swt, dan sekaligus minta agar segera diturunkan air hujan, karena musim kemarau yang saat ini terjadi sudah cukup lama, terhitung hingga sekarang kurang lebih sekitar 4 bulan.

 

Pelaksanaan shalat istisqo ini, kata dia, berdasarkan hasil kesepakatan dengan pihak MUI, para alim ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Desa Haurwangi. Karena  elaksanakan shalat istisqa ini tidaklah mudah, hingga perlu adanya tempat atau lapangan luas, yang dapat menampung ratusan bahkan ribuan jamaah baik kaum laki-laki maupun perempuan.

 

"Dengan dilaksanakannya shalat istisqa ini, semoga Allah SWT segera mengabulkan permintaan warga Desa Neglasari, dengan diturunkannya air hujan, supaya seluruh warga memiliki air bersih untuk keperluan sehari-hari serta untuk melaksanakan aktivitas lahan pertanian," ucapnya.

 

Sementara pengurus MUI setempat, KH Asari Yusuf mengatakan, kegiatan shalat istisqa ini merupakan upaya meminta turun hujan. Kekeringan yang melanda saat ini merupakan bencana bagi kehidupan manusia. Istisqa merupakan cara terbaik dan merupakan shalat sunat berjamaah dan sekaligus merupakan bentuk ibadah.

 

"Kondisi saat ini banyak kerugian bagi masyarakat terutama petani. Bila melaksanakan shalat istisqo dengan khusyu dan ikhlas, maka Allah SWT akan segera mengabulkan permintaan umatnya itu sendiri. Kita dituntut untuk bertaubat kepada Allah. Shalat istisqa merupakan bagian dari pertaubatan kita, sebagai manusia yang banyak melanggar perintah Allah. warga hanya berharap, bencana kekeringan akan segera berakhir dan hujan yang penuh barokah segera diturunkan," pungkasnya. (day)

Komentar