Senin, 18 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Mimpi Besar Bupati yang Kontroversial

Sudah Pakai APBD dan Labrak Aturan, Megaproyek Campaka Hanya Direkomendasikan Taati Aturan

Gie/Nuki

Senin, 23 April 2018 - 08:00 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Aktivis: Sawah Dijadikan Pabrik, Gedung Pemerintahan Jadi Sawah, Pusat Pemerintahan Dipindahkan ke Hutan. Ada Apa dengan Cianjur?

Beritacianjur.com - PEMINDAHAN ibu kota Cianjur ke wilayah Kecamatan Campaka rupanya merupakan rencana besar Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, setelah beberapa bulan berhasil menduduki tahta pemerintahan Kabupaten Cianjur. Benarkah?

Ya, berdasarkan penelusuran Tim Redaksi Berita Cianjur, wacana terkait rencana bupati memindahkan pusat pemerintahan Kabupaten Cianjur dari kecamatan Cianjur ke Kecamatan Campaka, pertama kali mencuat ke publik pada 5 Agustus 2016 lalu.

Bahkan pernyataan kaitan wacana pemindahan tersebut disampaikan langsung orang nomor satu di Cianjur itu kepada awak media. Di salah satu media massa, bupati mengatakan bahwa pusat pemerintahan akan dipindahkan dari Kecamatan Cianjur ke Kecamatan Campaka. 

Bupati menyebutkan, tujuan pemindahan tersebut agar komunikasi antar dinas bisa maksimal sehingga kerja tim organisasi perangkat daerah (OPD) dapat membuat visi-misi Cianjur terwujud. Saat ini kantor pemerintahan Kabupaten Cianjur terpecah di sejumlah titik sehingga menyebabkan komunikasi antar dinas kurang baik.

Mewujudkan wacana tersebut, 10 Agustus 2016 lalu, Irvan lantas meninjau lokasi lahan komplek pusat pemerintahan baru di Desa Cidadap, Kecamatan Campaka. Pada peninjauan tersebut, bupati didampjngi ketua DPRD Cianjur Yadi mulyadi.

Tersiarnya kabar wacana pemindahan pusat pemerintahan dari Kecamatan Cianjur ke Campaka mendapat respon berbagai kalangan. Bahkan, mimpi putra mantan Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh itu langsung mendapat tentangan. 

Salah satu yang menentang adalah Endang Rentek, salah seorang anggota DPRD Cianjur asal Partai Demokrat. Bahkan penolakan legislator partai berlambang Mersi itu diungkapkannya kepada awak media. 

Tepat di hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2016, Endang Rentek mengeluarkan penyataan penolakan atas rencana pemindahan pusat pemerintahan Kabupaten Cianjur tersebut, dengan alasan bahwa peralihan pusat pemerintahan ke Campaka bukan solusi untuk memeratakan pelayanan kepada warga.

Penolakan yang disampaikan wakil rakyat rupanya tak digubris. Bupati tetap kekeuh pada pendiriannya, ingin mewujudkan mimpi besarnya tersebut, kendati harus melalui berbagai cara. Bisa dibilang sang jagoan kita ini mengadopsi kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, yakni “sabisa bisa, kudu bisa".

Sebagai jawaban atas penolakan tersebut, pemerintah akhirnya meluncurkan sebuah kegiatan kajian. Rencana besar tersebut dipertegas dengan diluncurkannya kegiatan kajian yang dilakukan Badan Perencanan Pembangunan Daerah (Bappeda) Cianjur tahun 2016 lalu. 

Pilihan Pemkab saat itu jatuh pada PT Alocita Mandiri selaku rekanan yang dinilai mumpuni dalam membuat kajian. Diketahui, judul kajian yang dibuat PT Alocita Mandiri tersebut yaitu tentang Pemindahan Pusat Pemerintahan Kabupaten Cianjur dari Kecamatan Cianjur ke Kecamatan Campaka, dengan tanggal kontrak 1 November 2016.

Untuk memuluskan mimpinya, Bupati muda kita ini mengalokasikan uang rakyat (APBD) dengan nilai cukup besar yaitu sekitar Rp141.625.000. Dimana kegiatan tersebut dicantumkan pemerintah pada DPA Bappeda.

Upaya membuat legalitas pemindahan pemerintahan Cianjur segera dilakukan pemerintah. Selang tiga pekan kemudian langkah tersebut direalisasikan, tepatnya tanggal 16 November 2016, bupati menandatangani Peraturan Daerah Kabupaten Cianjur Nomor 09 Tahun 2016, tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Cianjur 2016-2021. 

Menanggapi hal tersebut. Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan menilai, rekomendasi dari DPRD Cianjur agar Megaproyek Campaka harus mengikuti aturan, terkesan seperti pahlawan kesiangan.

“Logikanya, kajian dilakukan dan hasilnya tidak menyarankan untuk pembangunan Campaka, tapi kenapa keukeuh terus melanjutkan? Nah, seharusnya DPRD dari awal memberikan rekomendasi. Izinnya juga sudah jelas belum ada alias melabrak aturan,“ ujarnya kepada Berita Cianjur, Minggu (22/4/2018).

Seperti diketahui, Selasa (17/4/2018) lalu, bertempat di Gedung DPRD Cianjur, Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Cianjur Pembahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Cianjur Tahun Anggaran 2017, dalam laporannya merekomendasikan, kebijakan perencanaan dan proses pembangunan sarana dan prasarana pelayanan publik di Kecamatan Campaka, harus menaati prosedur dan regulasi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kalau kasusnya seperti ini, harusnya bukan lagi soal rekomendasi agar menaati aturan, tapi harusnya kesalahan-kesalahan yang sudah dilakukan bupati atau Pemkab Cianjur, segera ditindak. Selidiki terus pelanggarannya dan selidiki dugaan korupsinya. Ingat, Megaproyek Campaka ini seperti mimpi besar bupati yang kontroversial,“ jelasnya.

“Sekarang ini Pemkab Cianjur sedang mewujudkan dunia terbalik. Setelah Campaka ada rame lagi soal eks Gedung DPRD yang dijadikan sawah. Ini maksudnya apa? Gimana gak terbalik coba, sawah dijadikan pabrik, eks gedung dewan dijadikan sawah, lalu ibu kota mau dipindahkan ka leuweung (hutan, red),“ tutupnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.