Selasa, 14 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Masyarakatnya Masih Miskin Malah Bangun Gedung

Mentan: Demi Kepentingan Rakyat, Biaya yang Tidak Urgent Dimoratorium

Nuki Nugraha

Selasa, 24 April 2018 - 08:00 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Megaproyek Campaka yang Labrak Aturan Dibangun di Saat Kondisi Kemiskinan di Cianjur Masih Memprihatinkan

Beritacianjur.com - TAK hanya melabrak aturan, Megaproyek Campaka dinilai sejumlah kalangan dibangun di saat kondisi kemiskinan di Cianjur cukup memprihatinkan.

Ya, hal tersebut sangat kontras dengan gaya kepemimpinan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman. Upayanya memberantas kemiskinan patut mendapat apresiasi dan bisa menjadi contoh bagi para pejabat di daerah, khususnya yang ada di wilayah Kabupaten Cianjur.

Bagaimana tidak, untuk mendorong pengentasan kemiskinan di Negeri ini, orang nomor satu di lingkungan Kementerian Pertanian itu rupanya mengambil keputusan dengan memangkas alokasi dana yang seharusnya memang menjadi haknya sebagai menteri.

Amran mengikhlaskan dana perjalanan dinas yang selama ini biasa dinikmatinya untuk disumbangkan kepada para petani Prasejahtera di seluruh Indonesia, melalui program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) yang digagas Kementan.

Begitu pentingnya upaya mengentaskan kemiskinan yang selama ini menjadi salah satu problem bangsa, langkah efisiensi anggaranpun diterapkan sang menteri di lingkungan kantornya. 

"Beberapa biaya yang dirasa tidak urgent kita moratorium terlebih dahulu, demi mengedepankan kepentingan masyarakat tentunya," kata Amran saat ditemui usai acara launching program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja), di Desa Cikancana, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Senin (23/4/2018).

Saat ditanya bagaimana kebijakan yang seharusnya dilakukan pemerintah daerah dalam mengupayakan memberantas kemiskinan di daerahnya, Cianjur khususnya, apakah sebaiknya mendahulukan pembangunan atau kesejehateraan rakyatnya?

"Pembangunan fisik itukan untuk mendorong kesejahteraan. Salah satu yang sangat dirasakan bisa mendorong kesejahteraan yaitu pembangunan jalan, soalnya itukan beriringan dan saling mendukung," jawab Amran.

Bagaimana menurut Bapak jika Pemda cenderung lebih mendahulukan pembangunan gedung kantor baru, ketimbang mengentaskan kemiskinan? "Begini, efisiensi anggaran itu perlu. Kalau di pertanian, beberapa item pembiayaan seperti biaya perjalanan dinas, seminar, itu kita pangkas. Lalu biaya yang tidak produktif contoh cat kantor dan lainnya kita hilangkan," jawabnya.

"Jadi kalau menurut saya, masyarakat baiknya diberikan bantuan ternak, mereka pelihara ayam 50 ekor kemudian tanaman nanti aku kasih, itu solusi untuk kesejahteraan," kata Amran menambahkan.

Kabupaten Cianjur yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani hingga kini masih merupakan salah satu kabupaten yang angka kemiskinannya tergolong besar dibanding daerah lainnya di Provinsi Jawa Barat.

Namun, lain orang lain pula pemikiran, lain pemimpin lain pula kebijakan yang diterapkan. Upaya pengentasan kemiskinan di kabupaten yang dikenal dengan sebutan Tatar Santri ini, dinilai belum maksimal. Faktanya, angka kemiskinan di Cianjur selama beberapa tahun terakhir masih memprihatinkan.

Kondisi ini sangat jomplang dengan yang terjadi sekarang ini di Cianjur. Di tengah kemiskinan masih melanda, kebijakan pemerintah justru malah mengedepankan pembangunan monumental yang menghabiskan anggaran mencapai puluhan miliar.

Beberapa pembangunan malah dinilai mubazir dan pemborosan, selain kerap bongkar pasang juga karena tidak tepat guna, tidak tepat sasaran bahkan hasilnya bisa dikatakan hanya sedap dipandang di atas kertas gambar.

Kebijakan yang dinilai sebagai pemborosan anggaran yang paling menyorot perhatian publik salah satunya yaitu pembangunan kantor pemerintahan baru di Kecamatan Campaka. Informasi terbaru diperoleh, pembebasan tanah yang akan dijadikan lokasi perkantoran pemda tersebut saja anggarannya mencapai Rp9 M. 

"Seharusnya program pengentasan kemiskinan itu dijadikan sebagai proyek monumental atau masuk kategori multiyears, sehingga bisa cepat dibereskan," kata Sekjen Perhimpunan Pergerakan Masyarakat Cianjur (PPMC), Ari Muhammad kepada Berita Cianjur, Senin (23/4/2018).

Menurutnya, dengan mengadop sistem cluster seperti yang diusung Menteri Pertanian dalam program Bekerja, bukan tidak mungkin angka kemiskinan di Cianjur bisa mengalami penurunan drastis.

"Keberpihakan pengalokasian anggaran harus lebih besar. Pembangunan infrastruktur cukup fokus pada jalan. Bisa membangun jalan kabupaten mencapai 90 persen pun itu sudah monumental kok," pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…