Senin, 18 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Masyarakatnya Masih Miskin Malah Bangun Gedung

Mentan: Demi Kepentingan Rakyat, Biaya yang Tidak Urgent Dimoratorium

Nuki Nugraha

Selasa, 24 April 2018 - 08:00 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Megaproyek Campaka yang Labrak Aturan Dibangun di Saat Kondisi Kemiskinan di Cianjur Masih Memprihatinkan

Beritacianjur.com - TAK hanya melabrak aturan, Megaproyek Campaka dinilai sejumlah kalangan dibangun di saat kondisi kemiskinan di Cianjur cukup memprihatinkan.

Ya, hal tersebut sangat kontras dengan gaya kepemimpinan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman. Upayanya memberantas kemiskinan patut mendapat apresiasi dan bisa menjadi contoh bagi para pejabat di daerah, khususnya yang ada di wilayah Kabupaten Cianjur.

Bagaimana tidak, untuk mendorong pengentasan kemiskinan di Negeri ini, orang nomor satu di lingkungan Kementerian Pertanian itu rupanya mengambil keputusan dengan memangkas alokasi dana yang seharusnya memang menjadi haknya sebagai menteri.

Amran mengikhlaskan dana perjalanan dinas yang selama ini biasa dinikmatinya untuk disumbangkan kepada para petani Prasejahtera di seluruh Indonesia, melalui program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) yang digagas Kementan.

Begitu pentingnya upaya mengentaskan kemiskinan yang selama ini menjadi salah satu problem bangsa, langkah efisiensi anggaranpun diterapkan sang menteri di lingkungan kantornya. 

"Beberapa biaya yang dirasa tidak urgent kita moratorium terlebih dahulu, demi mengedepankan kepentingan masyarakat tentunya," kata Amran saat ditemui usai acara launching program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja), di Desa Cikancana, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Senin (23/4/2018).

Saat ditanya bagaimana kebijakan yang seharusnya dilakukan pemerintah daerah dalam mengupayakan memberantas kemiskinan di daerahnya, Cianjur khususnya, apakah sebaiknya mendahulukan pembangunan atau kesejehateraan rakyatnya?

"Pembangunan fisik itukan untuk mendorong kesejahteraan. Salah satu yang sangat dirasakan bisa mendorong kesejahteraan yaitu pembangunan jalan, soalnya itukan beriringan dan saling mendukung," jawab Amran.

Bagaimana menurut Bapak jika Pemda cenderung lebih mendahulukan pembangunan gedung kantor baru, ketimbang mengentaskan kemiskinan? "Begini, efisiensi anggaran itu perlu. Kalau di pertanian, beberapa item pembiayaan seperti biaya perjalanan dinas, seminar, itu kita pangkas. Lalu biaya yang tidak produktif contoh cat kantor dan lainnya kita hilangkan," jawabnya.

"Jadi kalau menurut saya, masyarakat baiknya diberikan bantuan ternak, mereka pelihara ayam 50 ekor kemudian tanaman nanti aku kasih, itu solusi untuk kesejahteraan," kata Amran menambahkan.

Kabupaten Cianjur yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani hingga kini masih merupakan salah satu kabupaten yang angka kemiskinannya tergolong besar dibanding daerah lainnya di Provinsi Jawa Barat.

Namun, lain orang lain pula pemikiran, lain pemimpin lain pula kebijakan yang diterapkan. Upaya pengentasan kemiskinan di kabupaten yang dikenal dengan sebutan Tatar Santri ini, dinilai belum maksimal. Faktanya, angka kemiskinan di Cianjur selama beberapa tahun terakhir masih memprihatinkan.

Kondisi ini sangat jomplang dengan yang terjadi sekarang ini di Cianjur. Di tengah kemiskinan masih melanda, kebijakan pemerintah justru malah mengedepankan pembangunan monumental yang menghabiskan anggaran mencapai puluhan miliar.

Beberapa pembangunan malah dinilai mubazir dan pemborosan, selain kerap bongkar pasang juga karena tidak tepat guna, tidak tepat sasaran bahkan hasilnya bisa dikatakan hanya sedap dipandang di atas kertas gambar.

Kebijakan yang dinilai sebagai pemborosan anggaran yang paling menyorot perhatian publik salah satunya yaitu pembangunan kantor pemerintahan baru di Kecamatan Campaka. Informasi terbaru diperoleh, pembebasan tanah yang akan dijadikan lokasi perkantoran pemda tersebut saja anggarannya mencapai Rp9 M. 

"Seharusnya program pengentasan kemiskinan itu dijadikan sebagai proyek monumental atau masuk kategori multiyears, sehingga bisa cepat dibereskan," kata Sekjen Perhimpunan Pergerakan Masyarakat Cianjur (PPMC), Ari Muhammad kepada Berita Cianjur, Senin (23/4/2018).

Menurutnya, dengan mengadop sistem cluster seperti yang diusung Menteri Pertanian dalam program Bekerja, bukan tidak mungkin angka kemiskinan di Cianjur bisa mengalami penurunan drastis.

"Keberpihakan pengalokasian anggaran harus lebih besar. Pembangunan infrastruktur cukup fokus pada jalan. Bisa membangun jalan kabupaten mencapai 90 persen pun itu sudah monumental kok," pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.