Jumat, 17 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Perpres TKA Berdampak Plus Minus Bagi Daerah

Sebanyak 173 TKA Tersebar di 28 Perusahaan di Cianjur

Angga Purwanda

Selasa, 24 April 2018 - 20:51 WIB

Perpres TKA Berdampak Plus Minus Bagi Daerah
Perpres TKA Berdampak Plus Minus Bagi Daerah
A A A

Beritacianjur.com - PENERAPAN Peraturan Presiden Nomor 20/2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing (TKA) memiliki dampak positif dan negatif bagi dunia kerja di daerah. Sebab, hingga kini masih banyak calon tenaga kerja lokal yang sulit untuk mendapatkan pekerjaan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur, Dwi Ambar Wahyuningtyas, melalui Sekretaris, Heri Suparjo, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (24/4/2018).

Namun, Heri mengatakan, penerapan perpres itu juga berdampak positif dengan akan bertambahnya investor-investor asing yang akan membuka lapangan kerja di Indonesia, tak terkecuali Kabupaten Cianjur.

“Kami sebagai kepanjangan tangan dari pemerintah pusat, tentunya harus mendukung segala kebijakan yang telah diambil tersebut. Tetapi, tetap harus diperhatikan juga nasib para pencari kerja lokal yang ada di daerah, khususnya Cianjur,” kata Heri yang sempat menjabat Kabag Hukum Setda Kabupaten Cianjur itu.

Berdasarkan data yang dimilikinya, Heri menyebutkan, terdapat 173 tenaga kerja asing yang tersebar di 28 perusahaan di Kabupaten Cianjur. “Jumlah tersebut berdasarkan data 2017. Untuk tahun ini (2018), kami masih melakukan pendataan. Tentunya akan ada yang masuk dan keluar,” jelasnya.

Tenaga kerja asing yang bekerja di sejumlah perusahaan di Kabupaten Cianjur, sebagian besar berasal dari Asia Pasifik, seperti Kore Selatan, dan Taiwan. “Para tenaga kerja asing tersebut, mayoritas bekerja di sektor industri,” ucap Heri didampingi Kabid Penempatan Tenaga Kerja Dan Pengembangan Perluasan Kesempatan Kerja, Ricky Ardhi Hikmat.

Heri menuturkan, untuk mempersiapkan tenaga kerja lokal yang memiliki keahlian dan kemampuan, sehingga dapat bersaing dengan tenaga kerja asing. Pemkab Cianjur, lanjut dia, berencana membangun balai latihan kerja (BLK). “Pemkab berencana membangun BLK, untuk menyiapkan tenaga kerja lokal yang memang memiliki kemampuan dan keahlian, sehingga dapat bersaing dengan tenaga kerja asing,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Kabupaten Cianjur, Rudi Agan, menyebutkan, penerapan Perpres No 20/2018 itu dinilai mengancam tenaga kerja lokal. Sebab, dalam perpres itu ada beberapa syarat wajib untuk tenaga kerja asing telah dihilangkan.

“Bagaimanapun ini akan berdampak terhadap nasib para tenaga kerja lokal. Dalam aturan sebelumnya, para tenaga kerja asing diwajibkan untuk dapat berbahasa Indonesia, dan memiliki kompetensi yang telah ditentukan. Tapi sekarang, syarat itu dihilangkan,” beber Rudi.Rudi mendesak, Pemkab Cianjur agar segera melakukan upaya antisipasi meningkatnya jumlah tenaga kerja asing yang masuk ke Cianjur. “Tentunya ini menjadi pekerjaan rumah tidak hanya pemerintah pusat, tetapi juga daerah. Sebab, jika kami perhatikan tenaga kerja asing yang masif datang ke Indonesia, tak terkecuali Cianjur berasal dari Cina atau Taiwan,” pungkasnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…