Jumat, 17 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

IPM Kabupaten Cianjur Jeblok, Paling Bontot di Jawa Barat

Angga Purwanda

Selasa, 24 April 2018 - 20:52 WIB

IPM Kabupaten Cianjur Jeblok, Paling Bontot di Jawa Barat
IPM Kabupaten Cianjur Jeblok, Paling Bontot di Jawa Barat
A A A

Beritacianjur.com - INDEKS Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur, masih relatif jeblok. Posisinya pada 2017 berada paling bontot dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat. Hal itu, diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Cianjur, Muhammad Herry Wirawan, belum lama ini.

Menurut legislator dari Fraksi Partai Demokrat itu, penaikan kinerja IPM dengan rata-rata 0,52 poin pada 2017 lalu bisa dikatakan rendah tapi juga bisa besar. Artinya, besaran penaikan itu sifatnya relatif.

"IPM Kabupaten Cianjur berada di peringkat ke 27. Walaupun secara umum ada peningkatan kinerja IPM rata-rata naik 0,52 poin dari IPM sebelumnya, tetapi kami belum puas," kata Herry.

Besar atau kecilnya penaikan itu, jelas Herry harus jelas dulu pembandingnya. Sehingga diperlukan percepatan peningkatan IPM pada 2018. “Sehingga target peningkatannya bisa mencapai rata-rata 1,52 poin," ujar Herry. 

Akselerasi IPM berkaitan dengan kinerja perangkat daerah teknis yang membidanginya. IPM dikontribusi dari indeks pendidikan, indeks kesehatan, dan indeks daya beli.  "IPM itu merupakan daya ukur kinerja OPD terkait. Hasil analisa kami, yang cukup berkontribusi memengaruhi poin IPM Kabupaten Cianjur dari indeks pendidikan," jelas Herry.

Dalam indeks kesehatan, lanjut Herry, pansus menyoroti sanitasi yang masih kurang baik. Menurutnya, hingga kini masih banyak keluarga belum memiliki jamban dan air bersih yang baik. Selanjutnya pengelolaan sampah yang kurang optimal serta angka kesakitan masyarakat yang relatif masih tinggi.

"Solusinya harus dioptimalkan penyediaan jamban dan bersih secara merata, peningkatan pengelolaan sampah yang baik, dan peningkatan PHBS sebagai upaya preventif kesehatan masyarakat," bebernya.

Sementara dalam sektor pendidikan, di Kabupaten Cianjur satu di antara yang disoroti pansus masih banyak penduduk yang tak melanjutkan ke jenjang lebih tinggi serta gedung SMA dan SMK belum seimbang dengan usia sekolah. Solusinya, pemerintah harus menyediakan ruang kelas baru (RKB), menyediakan sekolah terbuka, meningkatkan kualitas dan kuantitas paket A, B, dan C, peningkatan PKBM, serta upaya lainnya.

"Sedangkan dalam indeks daya beli lebih kepada masih rendahnya tingkat pendapatan masyarakat, tingginya angka pengangguran, terbatasnya akses bagi produk daerah, dan lainnya," ungkapnya.

Solusi tersebut merupakan bagian dari identifikasi masalah yang ada di setiap dinas termasuk keseriusan setiap perangkat daerah. Intinya, perlu ada eksplorasi dari setiap perangkat daerah terhadap permasalahan yang muncul. "Sehingga muncul elaborasi dan gagasan yang bisa memecahkan berbagai solusi," tandasnya.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, tak memungkiri masih rendahnya IPM Kabupaten Cianjur. Namun Pemkab Cianjur terus berupaya agar semua perangkat daerah fokus pada akselerasi peningkatan IPM. "Tapi poinnya tahun kemarin (lalu) naik. Kita akan kejar ketertinggalan dengan mengoptimalkan kegiatan-kegiatan di setiap perangkat daerah agar fokus meningkatkan IPM," terang Herman.

Herman menyebutkan alasan relatif lambatnya peningkatan akselerasi IPM karena belum adanya koordinasi intensif dengan Badan Pusat Statistik. Sekarang koordinasnya terus ditingkatkan supaya program kegiatan di setiap perangkat daerah tepat sasaran.

"Contoh soal jamban. Dulu, Dinas Kimrum (Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan) membangun jamban itu di mana saja. Sekarang harus jelas titik-titiknya di mana saja supaya tepat sasaran. Terus di mana saja yang tingkat pendidikannya masih rendah. Kita coba dongrak agar bisa berkontribusi terhadap peningkatan IPM. Daya beli juga sama. Intinya, semua sektor di setiap perangkat daerah harus berfokus meningkatkan IPM," tandasnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…