Selasa, 14 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Dugaan Permainan Proyek Terendus, Kadis Pertanian Dipanggil Polisi

Diduga Catut Nama Polres

Angga Purwanda/Gie

Kamis, 26 April 2018 - 07:55 WIB

foto:net
foto:net
A A A

Aktivis: Banyak Masalah, Wajar Jika Puluhan Ribu Massa Aksi Gabungan Segera Gelar Aksi Besar-besaran

Beritacianjur.com - WOW, ada apa dengan Cianjur? Setelah Kadisdik diperiksa karena dugaan korupsi, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur, Mamad Nano pun dipanggil Sat Reskrim Polres Cianjur, Rabu (25/4/2018).

Nano dipanggil karena dikonfrontasi terendusnya dugaan ‘permainan’ proyek tahun anggaran 2017, di lingkungan dinas yang dipimpinnya.

Dengan mengenakan seragam khas Korpri dan didampingi Kasubag Keuangan Dinas Pertanian, Wana Mulyawan, Nano tiba di ruangan Sat Reskrim Polres Cianjur sekitar pukul 10.00 WIB. Sempat menunggu beberapa saat, akhirnya mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Cianjur itu masuk ke ruangan Kasat Reskrim.

"Kita sudah melakukan pemanggilan terhadap kadis pertanian maupun staf, kabid kalau tak salah, sehubungan dengan informasi yang kami dapat bahwa adanya indikasi permainan proyek yang melibatkan ataupun terlibat beberapa pihak," kata Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Benny Cahyadi di ruang kerjanya, Rabu (25/4/2018).

Informasi yang diperoleh di lapangan, proyek fisik itu bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2017 senilai lebih kurang Rp5,2 miliar. Kabarnya, Dinas Pertanian diduga mencatut nama Polres Cianjur dalam sejumlah proyek tersebut.

"Kita tak berhenti di situ saja. Kita akan tindaklanjuti. Hari ini kita akan terbitkan laporan informasi dan surat investigasi untuk melakukan pemeriksaan detail tehadap internal dinas pertanian," tegas Benny.

Sementara itu, saat dikonfirmasi menyangkut pemanggilan itu, Nano mengatakan hanya dimintai keterangan terkait sejumlah kegiatan di Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan Dan Hortikultura. "Hanya dimintai keterangan termasuk berbagai kegiatan. Sudah dijelaskan semuanya," kata Nano usai pemanggilan.

Nano membantah adanya dugaan pencatutan proyek mengatasnamakan Sat Reskrim Polres Cianjur. "Tidak ada itu, kan sudah dijelaskan, semuanya normatif. Kami dipanggil resmi. Semua melalui barjas (Bidang Barang dan Jasa Setda Kabupaten Cianjur). Barjas yang mengatur," kelit Nano sambil menuju ke mobil dinasnya.

Menanggapi pemanggilan atau pemeriksaan Kadisdik dan Kepala Dinas Pertanian oleh Polres Cianjur, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI), Rudi Agan mengaku prihatin terhadap sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Cianjur.

“Ini kok di Cianjur jadi banyak masalah seperti ini. Dua kasus ini memang belum terbukti, tapi indikasinya cukup kuat. Lagian kalau tidak ada masalah, gak mungkin jadi ramai atau ada indikasi. Pokoknya ini harus segera diungkap dan ditindak tegas,“ ucapnya.

Dengan adanya dua permasalahan tersebut, Rudi menegaskan, Cianjur tengah dilanda segudang masalah. Tak heran jika puluhan ribu massa gabungan sudah merasa muak dengan kepemimpinan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, dan merencanakan untuk menggelar aksi besar-besaran.

Ya, diberitakan sebelumnya, kalimat ‘segeralah untuk mundur sebelum kami yang turun tangan’, tertulis dalam Surat Pernyataan Terbuka untuk Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar dan wakilnya, Herman Suherman.

Surat dengan atas nama Mahasiswa Cianjur tersebut sudah menjadi viral alias menyebar luas lewat media sosial. Disebutkan juga dalam surat tersebut beragam tuntutan yang harus segera diselesaikan bupati.

Tuntutannya antara lain, bupati harus bisa menyelesaikan segudang permasalahan di RSUD termasuk persoalan gaji pegawai yang belum dibayar, keprihatinan masalah ulama Cianjur, aturan konstitusi dan legalitas bangunan proyek Campaka

Tak hanya itu, di dalam surat tersebut membahas permasalahan terkait korupsi, kolusi, nepotisme, masalah pasar Cianjur, pembongkaran jalan kota, masalah mahasiswa, LGBT, jalur angkot dan program beras sejahtera (rastra/raskin).

“Kalau memang bapak (bupati) tidak bisa memperbaiki, segeralah untuk mundur sebelum kami yang turun tangan. Ingat Pak, Politik Dinasti diperbolehkan tapi kalau harus menyengsarakan rakyat maka darah, jiwa dan raga kami siap datang dan menghampiri dengan keras,“ tulis dalam surat tersebut.

Tak hanya surat terbuka, seruan aksi bertajuk “Seruan Aksi#427” pun turut menyebar lewat media sosial. Atas nama Presidium Rakyat untuk Sugih Mukti, disebutkan akan ada 10 ribu massa aksi gabungan yang bakal menduduki Gedung DPRD, Pendopo dan komplek Pemkab Cianjur baru di Kecamatan Campaka.

Dalam seruan tersebut pun disebutkan juga terkait titik kumpul dan waktu pelaksanaannya, yakni aksi bakal digelar pada Jumat (27/4/2018) pukul 09.00 Wib dan Gedung DPRD dijadikan sebagai titik kumpulnya.

Menanggapi Seruan Aksi#427, Direktur Cianjur Institute, Ridwan Mubarak menegaskan, presidium rakyat yang melahirkan komitmen untuk penyelamatan Cianjur harus dilakukan.

“Indikasi bupati melakukan maladministrasi dan malpraktik birokrasi nampak nyata dalam keseharian hidup masyarakat Cianjur saat ini,“ ujarnya kepada Berita Cianjur, Selasa (24/4/2018).

Menurutnya, kebijakan-kebijakan Bupati Cianjur banyak yang memiskinkan, merepotkan dan membodohkan rakyatnya. “Ini tidak boleh dibiarkan, harus dilawan secara prosedural dan konstitusional,“ ucapnya.

Sementara itu, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Cianjur, Rudi Agan menilai, “Surat Pernyataan Terbuka untuk Bupati” dan “Seruan Aksi#427” tersebut, menunjukkan bahwa sudah banyak masyarakat Cianjur yang sudah muak dengan kebijakan dan kepemimpinan bupati dan wakilnya.

“Ada sebab ada akibat. Gak mungkin ada kekecewaan kalau gak ada pemicunya. Ini tanda bahwa banyak masyarakat yang kecewa atau muak dengan pemerintah,“ pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…