Jumat, 17 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Petani Penggarap di Cianjur Tuntut Penerapan Reforma Agraria

Angga Purwanda

Kamis, 26 April 2018 - 21:50 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tuntut Penerapan Reforma Agraria
Petani Penggarap di Cianjur Tuntut Penerapan Reforma Agraria
A A A

Beritacianjur.com - RATUSAN petani penggarap di Cianjur menggeruduk gedung DPRD Kabupaten Cianjur, di Jalan KH Abdullah bin Nuh, Kamis (26/4/2018) pagi.Mereka menuntut pemerintah mengimplementasikan reforma agraria karena selama ini para petani terkesan terintimidasi dan dikriminalisasi.

Sebelumnya para petani melakukan long march dari Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cianjur menuju Gedung DPRD Kabupaten Cianjur. Dibawah pengawalan personel Polres Cianjur, aksi berjalan tertib.

Para petani dan koordinator aksi berorasi di halaman gedung wakil rakyat itu. Mereka menyuarakan aspirasinya agar reforma agraria segera dilaksanakan serta tidak adanya lagi kriminalisasi terhadap para petani. Seusai berorasi, sejumlah perwakilan petani beraudiensi dengan Komisi I DPRD.

Ketua Paguyuban Petani Cianjur, Erwin Rustiana, mengatakan para petani menuntut tak adanya lagi kriminalisasi terhadap mereka. Terutama di lahan-lahan rawan konflik.

"Seperti di eks lahan PT Harjasari di Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber. Kemudian konflik petani dengan PT Pasir Luhur di Kecamatan Takokak. Bahkan dua orang petani ditahan di Polsek Takokak," kata Erwin di sela-sela aksi unjuk rasa, Kamis (26/4/2018).

Erwin menyebutkan konflik agraria muncul setelah lahan dikuasai korporasi. Pasalnya, tak sedikit para petani menggarap lahan tersebut lebih dari 50 tahun atau sejak zaman Belanda.  "Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa perkebunam ini juga tidak mengolah lahannya dengan baik. Di sana hanya tumbuh alang-alang," ujar Erwin.

Erwin menyayangkan terjadinya kriminalisasi terhadap para petani dengan dalih perusakan dan penyerobotan lahan. Untuk menjerat hukum para petani, pihak perusahaan maupun aparat berwajib menggunakan undang-undang perkebunan. "Padahal faktanya tak seperti itu. Tuduhan perusakan itu hanya alasan saja karena di sana para petani hanya membersihkan alang-alang," tegas Erwin.

Kedatangan para petani ke DPRD, lanjut Erwin, tidak lain meminta bantuan kepada para wakil rakyat agar bisa memberikan jaminan rekomendasi kepada para petani yang dikriminalisasi. Selain itu, lahan hak guna usaha (HGU) agar direkomendasikan bisa menjadi objek reforma agraria di Cianjur.

"Konflik agraria itu ada dua tipe. Dengan Perum Perhutani dan perkebunan. Perkebunan juga ada dua, swasta dan PTPN. Lahan-lahan konflik di Cianjur itu di antaranya di Pasir Randu Kecamatan Pagelaran, kemudian di Cibuni di Kecamatan Kadupandak, di Pasir Luhur di Kecamatan Takokak, serta di Harjasari Kecamatan Cibeber," ucapnya.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Cianjur, Hilman Singawinata, mengatakan  audiensi antara komisi I, Kantor Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, kepolisian, serta perwakilan petani, menghasilkan empat rekomendasi. Pertama DPRD meminta Kantor ATR/BPN segera mengindentifikasi PT Pasir Luhur dan PT Harjasari, selanjutnya memohon penangguhan penahanan dua orang petani yang ditahan di Polsek Takokak, memohon ditariknya aparat kepolisian di lahan perkebunan, serta segera dilaksanakannya reforma agraria.  "Ini sesuai dengan rekomendasi Dewan pada audiensi yang lalu," tegas legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…